• Tidak ada hasil yang ditemukan

REALISASI ANGGARAN DITJEN MIGAS TAHUN 2015

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA 2015 (Halaman 40-45)

− Ruas Pipa Distribusi

B. REALISASI ANGGARAN DITJEN MIGAS TAHUN 2015

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) sebagai unit Eselon I yang berada dalam lingkup koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berkewajiban untuk dapat mengelola anggaran secara tertib dan mematuhi ketentuan peraturan perundangan melalui pelaksanaan yang transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pelaksanaan anggaran mengacu pada Daftar Isian pelaksanaan Anggaran (DIPA) Ditjen Migas yang merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang bersifat tahunan dan bersumber sepenuhnya dari RM (Rupiah Murni).

Grafik di atas menunjukkan bahwa realisasi DIPA Ditjen Migas tahun anggaran 2015 yang sebesar Rp 2.228.189.291.436,- atau 52,44% dari pagu anggaran yang tersedia mengalami peningkatan penyerapan dibandingkan capaian tahun anggaran 2014 yang hanya sebesar 38,18%. Selain itu, pagu anggaran Ditjen Migas pada tahun 2015 yang meningkat sebesar 18,3% dibandingkan tahun 2014 menunjukkan bahwa meskipun pagu anggaran mengalami kenaikan namun Ditjen Migas telah berhasil menunjukkan kinerja efektivitas penggunaan anggaran yang lebih baik

Sejak tahun 2010, pagu DIPA Ditjen Migas mengalami peningkatan setiap tahunnya oleh karena bertambahnya kegiatan-kegiatan belanja barang maupun infrastruktur modal yang dilakukan dalam rangka diversifikasi energi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) dan pelaksanaan upaya pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri, di antaranya dilaksanakan melalui kegiatan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga, pembangunan sarana dan prasarana pengisian bahan bakar gas untuk sektor transportasi, konversi minyak tanah ke LPG, pembangunan kilang mini LPG dan pembangunan mini LNG Plant serta L-CNG station.

dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun tidak tercapainya target penyerapan pagu anggaran yang ada lebih dikarenakan oleh adanya kendala teknis dan non-teknis dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur seperti adanya kendala perizinan, kendala kebijakan terkait belum selesainya penerbitan payung hukum yang dibutuhkan, kegagalan dalam pelaksanaan pengadaan barang terkait dan adanya kendala sosial yang melibatkan masyarakat di mana lokasi infrastruktur tersebut akan dibangun.

Grafik17. Realisasi DIPA Tahun Anggaran 2010 s.d. 2015 Satuan Kerja Ditjen Migas

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

76

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

77

76 77

BAB I PENDAHULUAN DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI TAHUN 2015BAB II PERENCANAAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI TAHUN 2015BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP LAPORAN

KINERJA

2015

LAPORAN

Tabel 20. Realisasi Anggaran DIPA Ditjen Migas Tahun Anggaran 2015 per Belanja

Grafik18. Realisasi PNBP Satker Ditjen Migas Tahun 2010-2015

Tabel 20. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Tahun Anggaran 2015 Tabel 21. Realisasi Anggaran DIPA Ditjen Migas Tahun Anggaran 2015

Jenis Belanja PAGU DIPA REALISASI SISAANGGARAN

(Rp.) (%) (Rp.) (%) (Rp.) (%)

1. BELANJA PEGAWAI 61.288.091.000 1,4% 54.090.350.025 88,26% 7.197.740.975 11,74%

2. BELANJA BARANG 1.405.615.026.000 33,1% 530.429.715.836 37,74% 875.185.310.164 62,26%

3. BELANJA MODAL 2.782.679.239.000 65,5% 1.643.669.225.575 59,07% 1.139.010.013.425 40,93%

TOTAL 4.249.582.356.000 98,6% 2.228.189.291.436 52,44% 2.021.393.064.564 47,56%

Secara umum DIPA Ditjen Migas dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis belanja, yaitu Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Belanja Modal. Tahun 2015 belanja modal Ditjen Migas mendapatkan porsi yang paling besar sekitar 65,5% dari keseluruhan pagu yang dianggarkan. Namun

Dari tabel tersebut di atas dapat terlihat bahwa realisasi paling kecil bila dibandingkan dengan pagu anggaran yang terdapat pada masing-masing unit Eselon II terdapat pada unit Eselon Pembinaan Program Migas yang memiliki kegiatan penyiapan kebijakan dan peningkatan kerja sama bilateral dan multilateral dalam rangka optimasi penerimaan negara dan peningkatan investasi kegiatan usaha migas serta pemberdayaan kapasitas nasional dengan capaian sebesar 5,09%, di mana kegagalan

berdasarkan capaiannya, realisasi tertinggi terdapat dalam belanja pegawai yang mampu terserap sebesar 88,26% dari total pagu anggaran. Terkait dengan realisasi setiap unit eselon II di lingkungan Ditjen Migas sebagaimana yang terdapat dalam tabel di bawah ini.

pelaksanaan program pembagian converter kit untuk nelayan yang belum dapat direalisasikan akibat terlambatnya penerbitan payung hukum yang diperlukan berupa peraturan presiden, keputusan menteri dan standar nasional untuk perangkat terkait, di mana baru dapat direalisasikan pada bulan November dan Desember 2015, menjadi penyebabnya. Namun bila dibandingkan antara sisa anggaran dengan unit Eselon II dengan keseluruhan pagu anggaran Ditjen Migas, maka

Nama Kegiatan Pagu DIPA Realisasi

Rp %

Penyiapan Kebijakan & Peningkatan Kerja Sama Bilateral dan Multilateral dalam Rangka Optimasi Penerimaan Negara dan Peningkatan Investasi Kegiatan Usaha Migas serta

Pemberdayaan Kapasitas Nasional

771.623.369.000 39.286.480.130 5,09% Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Hilir

Migas 640.072.329.000 499.006.253.696 77,96% Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Hulu

Migas 34.109.986.000 21.707.181.587 63,64% Pembinaan Lindungan Lingkungan,

Keselamatan Operasi dan Usaha Penunjang Bidang Migas

2.614.165.848.000 1.543.429.834.709 59,04% Dukungan Manajemen dan Teknis Ditjen Migas 189.610.794.000 124.759.541.314 65,80% Total 4.249.582.326.000 2.228.189.291.436 52,44%

penyebab rendahnya capaian serapan anggaran Ditjen Migas berada pada unit Eselon Teknik dan Lingkungan Migas yang memiliki kegiatan pembinaan lindungan lingkungan, keselamatan operasi dan usaha penunjang bidang migas dengan sisa anggaran sebesar Rp 1,07 triliun atau 25% dari seluruh pagu anggaran Ditjen Migas di tahun 2015. Hal ini disebabkan oleh kegagalan pelaksanaan

Ditjen Migas sebagai satuan kerja yang memungut PNBP berkewajiban untuk mencatat dan menyampaikan laporan realisasi PNBP serta menyetorkan ke Rekening Kas Umum Negara. Sedangkan dalam hal penggunaan PNBP, tidak terdapat laporan realisasi belanja yang bersumber dari PNBP dikarenakan hingga saat ini Ditjen Migas belum memiliki izin untuk menggunakan PNBP dan realisasi belanja masih dari Rupiah Murni (RM).

kegiatan infrastruktur terkait pembangunan SPBG yang lebih dikarenakan pengaruh faktor eksternal terkait pengadaan lahan untuk pembangunan infrastruktur dimaksud. Untuk itu, dukungan dari pemerintah daerah, Kementerian Keuangan dan BUMN terkait dalam proses pelaksanaan kegiatan strategis seperti pembangunan infrastruktur sangat diperlukan.

PNBP fungsional terkait dengan kegiatan usaha minyak dan gas bumi yang tercatat pada Ditjen Migas merupakan pendapatan lainnya dari kegiatan usaha hulu migas, sedangkan PNBP umum terdiri dari berbagai macam penerimaan yang sifatnya operasional Kementerian/Lembaga seperti berupa pendapatan dari pemindahtanganan BMN lainnya, pendapatan sewa jalan, irigasi dan jaringan serta pendapatan anggaran lain-lain. Berikut rincian jenis penerimaan negara tersebut.

 

 

No JENIS  PENERIMAAN RP

1 Pendapatan  dari  Pemindahtanganan  BMN  Lainnya                          2,401,500,000   2 Pendapatan  Lainnya  dari  Kegiatan  Hulu  Migas              516,660,138,738 3 Pendapatan  Jasa  Lembaga  Keuangan  (Jasa  Giro)                                        5,967,995 4 Pendapatan  Denda  Keterlambatan  Penyelesaian  Pekerjaan  Pemerintah                    13,051,274,845 5 Penerimaan  Kembali  Belanja  Pegawai  Tahun  Anggaran  Yang  Lalu                                337,224,318 6 Penerimaan  Kembali  Belanja  Barang  Tahun  Anggaran  Yang  Lalu                        2,189,356,823 7 Penerimaan  Kembali  Belanja  Modal  Tahun  Anggaran  Yang  Lalu                        2,059,196,333 8 Pendapatan  Anggaran  Lain-­‐Lain                    93,598,859,326

630,303,518,378              

Total

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

78

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

79

78 79

BAB I PENDAHULUAN DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI TAHUN 2015BAB II PERENCANAAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI TAHUN 2015BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP LAPORAN

KINERJA

2015

LAPORAN

BAB IV

PENUTUP

LAPORAN

KINERJA 2015

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

Tahun 2015 merupakan tahun pertama dalam pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Migas tahun 2015-2019. Melanjutkan semangat pada Renstra sebelumnya untuk menggalakkan penyediaan infrastruktur di dalam negeri guna mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku dan bahan bakar di dalam negeri dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional, maka program pembangunan infrastruktur subsektor minyak dan gas bumi masih mendominasi alokasi anggaran yang ditetapkan. Semangat untuk pemenuhan energi domestik diharapkan mampu untuk melaksanakan amanat yang terkandung dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 yang berarti bahwa pengelolaan energi harus dilakukan untuk dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Laporan Kinerja Ditjen Migas tahun 2015 merupakan perwujudan dari pertanggungjawaban Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi atas pelaksanaan butir-butir yang terdapat dalam Penetapan Kinerja (PK) tahun 2015. Laporan Kinerja merupakan salah satu wujud transparansi dan akuntabilitas kinerja Ditjen Migas dalam melaksanakan berbagai kewajiban yang diamanatkan oleh Undang-Undang di mana

hasil-Bila dibandingkan dengan capaian pada tahun 2014, maka pada tahun 2015 ini Ditjen Migas berhasil meminimalkan kinerja keuangan yang capaiannya kurang dari 55%. Pada tahun 2015 ini, Ditjen Migas meningkatkan kinerja keuangannya yang didukung fakta bahwa terjadi peningkatan kinerja keuangan untuk rentang capaian di antara 55% dan 70% dari yang sebelumnya di tahun 2014 hanya sebesar 20% menjadi sebesar 60% pada tahun 2015. Hal ini tidak lain karena upaya-upaya penyerapan anggaran yang lebih baik dengan mengedepankan capaian kinerja kegiatan sesuai dengan target yang telah direncanakan. Kedisiplinan dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target yang tercantum dalam dokumen perencanaan sangat diperlukan yang didukung dengan koordinasi yang lebih baik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada sesuai dengan porsi perannya masing-masing. Keberhasilan dalam menyamakan visi oleh seluruh pemangku kepentingan yang ada untuk mengimplementasikan program kegiatan yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan menjadi kunci keberhasilan yang harus dicapai.

Berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi Ditjen Migas dalam upaya untuk pencapaian target kinerja kegiatan dan kinerja keuangannya meliputi banyak hal dari belum terbitnya payung hukum yang kuat pada program kegiatan yang ditetapkan, keterlambatan pencairan anggaran, kurang dukungan perizinan dari pemerintah daerah di mana lokasi kegiatan berada, adanya kendala sosial terhadap pelaksanaan program infrastruktur, hingga perubahan strategi perencanaan yang membuat lambatnya suatu program kegiatan untuk dimulai dikarenakan masih membutuhkan koordinasi yang lebih intensif dengan pihak terkait seperti Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Diharapkan Bila ditinjau dari pengukuran kinerja keuangan,

rata-rata capaian kinerja keuangan Ditjen Migas pada tahun 2015 adalah sebesar 52,44%. Dari 5 (lima) kegiatan Ditjen Migas yang ada sesuai dengan posisi unit Eselon II nya, terdapat 3 (tiga) kegiatan yang mencapai kinerja keuangan di bawah 70% dan hanya

hasil capaian kinerja yang berhasil dilakukan harus disampaikan kepada stakeholder bidang minyak dan gas bumi. Laporan Kinerja Ditjen Migas tahun 2015 menyajikan informasi capaian kinerja yang telah ditetapkan dalam suatu sasaran strategis dengan segala indikator kinerjanya disertai dengan capaian anggaran secara keseluruhan pada tahun 2015.

Berdasarkan pengukuran kinerja pada indikator yang terdapat dalam PK Ditjen Migas tahun 2015, diketahui bahwa dari 33 indikator outcome yang ada, terdapat 18 indikator kinerja atau sebanyak 54,5% indikator kinerja dari keseluruhan indikator yang ada dan meraih capaian kinerja pada hasil > 100% (lebih besar sama dengan 100%). Dibandingkan tahun 2014 yang hanya sejumlah 38,46%, maka capaian kinerja pada tahun 2015 ini mengalami peningkatan hasil. Hal ini juga diperkuat dengan kenyataan bahwa Ditjen Migas telah sukses meminimalkan capaian kinerja yang hasilnya di bawah 55%. Berikut disajikan capaian kinerja berdasarkan kategori yang telah ditetapkan. Kegagalan-kegagalan yang dialami Ditjen Migas dalam pencapaian target kinerjanya lebih banyak disebabkan oleh faktor yang di luar kendali kewenangan tugas dan fungsi Ditjen Migas selaku satuan kerja di bawah koordinasi Kementerian ESDM.

ke depannya indikator kinerja yang ditetapkan untuk Ditjen Migas adalah indikator yang memenuhi kriteria spesifik (jelas), measurable (dapat diukur), attainable (dapat dicapai), relevant (berhubungan erat) dan timely (terjangkau waktunya).

Pada akhirnya Penulis sangat menyadari bahwa laporan ini tidak terlepas dari berbagai kekurangan, namun diharapkan laporan kinerja ini dapat memberikan gambaran kinerja yang telah dilakukan Ditjen Migas sepanjang tahun anggaran 2015. Di masa mendatang Ditjen Migas akan terus berupaya untuk melakukan strategi agar pencapaian kinerja kegiatan dan kinerja keuangan dapat terwujud dengan lebih baik sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan dan hasil yang dicapai dapat disampaikan dengan lebih transparan dan akuntabel.

terdapat 1 (satu) kegiatan yang berhasil mencapai prestasi dalam kinerja keuangannya mencapai lebih dari 70%, yaitu kegiatan pembinaan dan penyelenggaraan usaha hilir migas. Berikut adalah rincian capaian kinerja keuangan kegiatan utama Ditjen Migas pada tahun 2015.

Tabel 22. Kategori Capaian Kinerja

Tabel 23. Kategori Capaian Anggaran

Urutan Rentang Capaian Kategori Capaian IndikatorJumlah %

I Capaian > 100% Memuaskan 18 54,5

II 85% < Capaian < 100% Sangat Baik 8 24,2

III 70% < Capaian < 85% Baik 2 6,1

IV 55% < Capaian < 70% Cukup 1 3,0

V Capaian < 55% Kurang 4 12,1

Urutan Rentang Capaian Kategori

Capaian Jumlah Kegiatan %

I Capaian > 100% Memuaskan 0 0

II 85% < Capaian < 100% Sangat Baik 0 0

III 70% < Capaian < 85% Baik 1 20

IV 55% < Capaian < 70% Cukup 3 60

V Capaian < 55% Kurang 1 20

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

82 83

BAB I PENDAHULUAN DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI TAHUN 2015BAB II PERENCANAAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI TAHUN 2015BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

LAPORAN

KINERJA

2015

LAPORAN

LAMPIRAN

LAPORAN

KINERJA 2015

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA 2015 (Halaman 40-45)

Dokumen terkait