• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realisasi Anggaran Menurut Program Dan Kegiatan

Sasaran I terdiri dari 3 indikator kinerja, yang untuk mencapainya dilakukan pelatihan-pelatihan yang jumlah dan jenisnya dapat dilihat pada

B. Realisasi Anggaran Menurut Program Dan Kegiatan

Pada DIPA BBPK Ciloto tahun 2015 hanya terdapat 9 jenis output dari 2 program yang dilaksanakan. Realisasi anggaran berdararkan jenis output dan program BBPK Ciloto Tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 3.10. berikut.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015Page 44 Tabel 3.10.

Realisasi Anggaran Berdasarkat Output Kegiatan

KODE NAMA OUTPUT TAHUN ANGGARAN 2015

PAGU REAL %

2076 Pendidikan dan Pelatihan Aparatur 18.001.900.000,- 14.574.671.613,- 80,96

% - Dokumen Perencanaan dan

Pengelolaan Anggaran

232.481.000,- 151.177.656,- 65,03

% - Laporan Kegiatan dan Pembinaan 1.306.365.000,- 928.713.831,- 71,09

% - Laporan Manajemen Keuangan dan

Kekayaan Negara

119.264.000,- 117.510.650,- 98,53

%

- Laporan Kinerja 53.590.000,- 30.120.280,- 56,21

% - Aparatur telah mengikuti pelatihan 6.448.647.000,- 5.028.607.398,- 77,98

% - Sistem informasi kediklatan 147.435.000,- 48.594.550,- 32,96

% - Laporan manajemen tata usaha dan

kepegawaian

680.999.000,- 562.887.976,- 82,66

% - Layanan perkantoran 8.063.560.000,- 7.012.429.357,- 86,96

% - Peralatan dan fasilitas Perkantoran 949.559.000,- 694.629.915,- 73,15

% 2079 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan

Tugas Teknis Lainnya. 6.330.990.000,- 5.614.649.090 88,69

% 994 - Layanan perkantoran 6.330.990.000,- 5.614.649.090,- 88,69

% J U M L A H 24.332.890.000,- 20.192.954.734,- 82.99

% Sumber : Sub Bagian Keuangan BBPK Ciloto Tahun 2015

Dari tabel di atas diketahui bahwa realisasi anggaran berdasarkan output kegiatan terendah adalah sistem informasi kediklatan yaitu sebesar 32,96 % sedangkan yang terbesar adalah laporan manajemen keuangan dankekayaan negara yaitu sebesar Rp 98,5

%. Rendahnya realisasi anggaran pada output sistem informasi kediklatan ini karena pembayaran jasa pihak ketiga sebagai pengembang sistem sanggup mengerjakan dengan biaya sesuai yang disepakati yang nilai jauh dibawah pagu yang dialokasikan.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015Page 45 B.3. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) BBPK Ciloto tahun 2015 ditargetkan sebesar Rp 661.700.000,-. Realisasi penerimaan PNBP dapat dilihat pada tabel 3.11 berikut.

Tabel 3.11.

Jumlah Penerimaan PNBP Dirinci Perbulan

NO BULAN PENERIMAAN

(Rp)

KUMULATIF

(Rp) %

TARGET PNBP TH 2015 661.700.000,-

1 Januari 64.163.011,- 64.163.011,- 9,70

2 Februari 81.346.711,- 145.509.722,- 21,99

3 Maret 148.346.711,- 293.856.433,- 44,41

4 April 88.936.711,- 382.793.144,- 57,85

5 Mei 41.046.711,- 423.839.855,- 64,05

6 Juni 38.496.711,- 462.336.566,- 69,87

7 Juli 60.896.711,- 523.233.277,- 79,08

8 Agustus 46.711.- 523.279.988,- 79,08

9 September 21.296.711,- 544.576.699,- 82,30

10 Oktober 14.696.711,-. 559.273.410,- 84,52

11 Nopember 55.646.711,- 614.920.121,- 92,93

12 Desember 119.746.711,- 734.666.832,- 111,03

Sumber Data : Sub Bagian Keuangan BBPK Ciloto Tahun 2015

Jumlah Penerimaan PNBP BBPK Ciloto tahun 2015 mencapai Rp. 990.962.468,-, sedangkan target sebesar Rp 661.700.000,- . Jadi realisasi PNBP BBPK Ciloto tahun 2015 sebesar 149,76 %.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015Page 46 BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Hasil penilaian kinerja yang dilaksanakan oleh Tim Penyusun Lakip BBPK Ciloto tahun 2015, maka kesimpulan dari LAKIP ini adalah sebagai berikut:

1. Anggaran BBPK Ciloto tahun 2015, sebesar Rp 24.332.890.000,-. Anggaran tersebut digunakan untuk 5 sasaran strategis dengan melaksanakan 2 program dengan 10 output. Untuk kegiatan pelatihan yang dilaksanakan terdapat 20 jenis pelatihan. Target indikator kinerja utama (jumlah aparatur yang mendapat pelatihan teknis, fungsional dan prajabatan) sesuai penetapan kinerja antara kepala Balai dengan Kepala Badan PPSDM Kesehatan sejumlah 1.190 peserta.

2. Hasil perhitungan indikator kinerja utama diketahui sebesar 123,5 % yaitu sejumlah 1,470 peserta dari 1,190 peserta yang di targetkan untuk dilatih. Untuk indikator kinerja penunjang terdapat 4 indikator, yang semuanya tercapai walaupun terdapat 1 indikator kinerja yang tidak mendapatkan anggaran yaitu evaluasi paska pelatihan.

3. Akuntabilitas keuangan berdasarkan realisasi anggaran dari APBN (DIPA) sebesar 82,99 % .

4. Perlu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia di BBPK Ciloto terkait dengan perencanaan program dan kegiatan, khususnya terkait dengan perubaan kebijakan di tingkat Kementerian.

5. Penerimaan PNBP pada tahun 2015 sudah cukup bagus, karena telah terealisasi sebesar 111,03 % dari target sebesar Rp. 661,700,000,-. Penerimaan ini masih bisa di optimalkan terkait kebijakan pemerintah untuk tidak lagi melaksanakan rapat-rapat di hotel. Hal ini menjadi peluang bagi lembaga diklat untuk menjadi tempat berlangsungnya rapat-rapat bagi instansi pemerintah.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015Page 47 B. Saran

Untuk perbaikan akuntabilitas kinerja organisasi pata tahun mendatang, maka Tim Penyusun Lakip BBPK Ciloto menyarankan sebagai berikut :

1. Perlu upaya untuk meningkatkan kinerja perencanaan program dan pengelolaan keuangan kegiatan untuk menyikapi perubahan kebijakan yang terjadi, sehingga penetapan besarnya belanja kegiatan menjadi realistis.

2. Perlu upaya untuk meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan di BBPK Ciloto, sehingga fokus sasaran dan lokasi pelatihan sesuai dengan besarnya alokasi pembiayaan.

3. Pemanfaatan fasilitas di BBPK Ciloto perlu di tingkatkan baik untuk di lingkungan Badan PPSDM maupun di luar Badan PPSDM untuk mencapai target indikator utama, indikator kinerja keuangan maupun target penerimaan PNBP.

4. Perlu peningkatan monitoring dan evaluasi dalam pencapaian indikator

5. Pembiayaan program dan kegiatan hendaknya mempertimbangkan pemerataan pada upaya untuk semua sasaran strategis, dengan besarnya biaya sesuai kebutuhan program dan kegiatan tersebut.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015Page 48 BAB V

PENUTUP

Penyusunan laporan akuntabilitas kinerja merupakan kewajiban bagi setiap instansi yang mendapat alokasi anggaran dari pemerintah. Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) dari Kementrian Kesehatan yang berada dibawah Badan PPSDM Kesehatan. Sebagai unit yang mempunyai tugas pokok kedilakatan bagi tenaga kesehatan maupun non kesehatan, BBPK Ciloto menyusun LAKIP tahun 2015 sebagai pertanggung jawaban penggunaan anggaran kepada pemerintah maupun masyarakat. Diharapkan LAKIP ini dapat menjadi acuan dalam melakukan evaluasi dan perencanaan kinerja pada masa yang akan datang.

Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi BBPK Ciloto serta semua pihak yang terkait.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 Page 27

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan, yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur, dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan kinerja instansi pemerintah yang disusun secara periodik.

Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto sebagai salah satu entitas akuntabilitas kinerja melaksanakan kewajibannya melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) BBPK Ciloto sesuai dengan Inpres No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan akuntabilitas kinerja ini memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran, program/ kegiatan serta indikator yang tercantum dalam penetapan kinerja antara Kepala BBPK Ciloto dengan Kepala Badan PPSDM Kesehatan.