• Tidak ada hasil yang ditemukan

f. Persentase Remaja Puteri Yang Mendapat Tablet Tambah Darah (TTD)

2. REALISASI ANGGARAN

Dalam rangka mewujudkan target sasaran strategisnya, Direktorat Gizi Masyarakat pada tahun 2018 mempunyai pagu awal sebesar Rp 919.940.183.000,- melalui DIPA dengan nomor: DIPA-024.03.1.466034/2018 tanggal 5 Desember 2017. Sampai dengan periode yang berakhir 31 Desember 2018, Direktorat Gizi Masyarakat telah melakukan 7 (tujuh) kali revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dari DIPA awal. Rincian revisi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Revisi ke 1 tanggal 19 Februari 2018 dikarenakan adanya ralat (perbaikan) administrasi dan perbaikan akun untuk sewa kendaraan yang semula menggunakan akun 53 (belanja modal) menjadi akun 52 (belanja barang).

2. Revisi ke 2 tanggal 27 April 2018 dikarenakan:

• Adanya pergeseran anggaran antar output kegiatan yang tidak mengakibatkan pengurangan volume output

• Perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan tanpa merubah nilai total anggaran.

• Perubahan halaman III DIPA terkait dengan rencana penarikan dana (RPD)

3. Revisi ke 3 tanggal 23 Agustus 2018 dikarenakan adanya ralat administratif, pergeseran anggaran dalam satu output, perubahan halaman III DIPA dan tidak merubah total anggaran.

4. Revisi ke 4 tanggal 26 September 2018 dikarenakan adanya ralat administratif, pergeseran anggaran dalam satu output, perubahan halaman III DIPA dan tidak merubah total anggaran.

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT TAHUN 2018

47

5. Revisi ke 5 tanggal 8 Nopember 2018 dikarenakan adanya ralat administratif, pergeseran anggaran dalam satu output, perubahan halaman III DIPA dan tidak merubah total anggaran.

6. Revisi ke 6 tanggal 26 Nopember 2018 dikarenakan:

• Adanya pergeseran anggaran antar output kegiatan yang tidak mengakibatkan pengurangan volume output • Perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan

situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan tanpa merubah nilai total anggaran

• Perubahan halaman III DIPA terkait dengan rencana penarikan dana (RPD)

• Penambahan alokasi belanja modal tanpa merubah total pagu anggaran

7. Revisi ke 7 tanggal 29 Nopember 2018 dikarenakan adanya penambahan pagu anggaran untuk dana hibah UNICEF dan WHO, sehingga total pagu anggaran berubah menjadi Rp 921.284.590.000,-.

Anggaran sebesar Rp 921.284.590.000,- dibagi kedalam 7 (tujuh) kategori dengan rincian sebagai berikut:

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT TAHUN 2018

48

Tabel 3.1

Rincian Anggaran Rencana Kerja Direktorat Gizi Masyarakat Tahun 2018

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Anggaran (Rp)

Meningkatnya perbaikan gizi masyarakat

Persentase ibu hamil Kurang Energi Kronik yang mendapat makanan tambahan

394.651.922.000 Persentase ibu hamil yang mendapat

Tablet Tambah Darah (TTD) 6.283.713.000 Persentase bayi usia kurang dari 6

bulan yang mendapat ASI eksklusif

12.717.353.000 Persentase bayi baru lahir mendapat

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Persentase balita kurus yang

mendapat makanan tambahan 492.007.100.000 Persentase remaja putri yang

mendapat Tablet Tambah Darah (TTD)

3.072.247.000

Sub Total 908.732.335.000

Persentase satuan kerja yang menyelenggarakan administrasi kepemerintahan sesuai ketentuan

10.900.755.000 Persentase sarana dan prasarana

kerja yang sesuai standar 1.651.500.000

Sub Total 12.552.255.000 TOTAL

ANGGARAN 921.284.590.000

Alokasi anggaran sebesar Rp 908.732.335.000,- atau 98,6% dari total pagu anggaran yang diemban oleh Direktorat Gizi Masyarakat direncanakan akan digunakan langsung untuk mendukung 6 (enam) indikator kinerja kegiatan yang diperjanjikan. Sementara itu 1,4% (Rp 12.552.255.000,-) digunakan untuk kegiatan dukungan manajemen yang terbagi kedalam 2 (dua) indikator yaitu persentase satuan kerja yang menyelenggarakan administrasi kepemerintahan sesuai ketentuan dan persentase sarana dan prasarana kerja yang sesuai standar. Tingkat capaian sasaran strategis diperoleh dengan realisasi anggaran sebagai berikut:

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT TAHUN 2018

49

Tabel 3.2

Realisasi Anggaran Berdasarkan Indikator Kinerja Direktorat Gizi Masyarakat Tahun 2018

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Lama Revisi Realisasi (%) Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %

Meningkatnya perbaikan gizi masyarakat Persentase ibu hamil Kurang Energi Kronik yang mendapat makanan tambahan 86,8 100 394.651.922.000 374.734.964 94,95 Persentase ibu hamil yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) 81,2 97 6.283.713.000 5.810.354.524 92,47 Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif 65,3 95,7 12.717.353.000 12.675.854.875 99,67 Persentase bayi baru lahir mendapat Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

71,2 97,1 Persentase balita kurus yang mendapat makanan tambahan 83,9 100 492.007.100.000 473.150.180.600 96,17 Persentase remaja putri yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) 48,5 84 3.072.247.000 2.861.507.306 93,14 SUB TOTAL 908.732.335.000 869.232.861.345 95,65 Persentase satuan kerja yang menyelenggarakan administrasi kepemerintahan sesuai ketentuan 10.900.755.000 8.845.312.397 81,14 Persentase sarana dan prasarana kerja yang sesuai standar

1.651.500.000 1.557.863.288 94,33

SUB TOTAL 12.552.255.000 10.403.175.685 82,88 T O T A L 921.284.590.000 879.636.037.030 95,48 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa realisasi anggaran yang mendukung langsung pencapaian enam indikator kinerja kegiatan perbaikan gizi mencapai 95,65%, sementara itu jika dihitung dari total pagu anggaran yang diemban Direktorat Gizi Masyarakat pada tahun 2018, realisasi enam indikator kinerja kegiatan perbaikan gizi sebesar 94,35%.

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT TAHUN 2018

50

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2018, Direktorat Gizi Masyarakat sudah mampu merealisasikan belanja secara bruto sebesar Rp 879.636.037.030,- (95,48%) dari total anggaran, dan sudah melebih target realisasi keuangan minimal yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2018 sebesar 93%. Sisa anggaran yang tidak terealisasi sebesar 4,52% merupakan sisa anggaran yang tidak dioptimalisasi.

PENUTUP

Pada tahun 2018 Direktorat Gizi Masyarakat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 908.732.335.000,- untuk mendukung secara langsung pencapaian 6 (enam) indikator kinerja kegiatan, dari total anggaran Rp 921.284.590.000,-, yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Direktorat Gizi Masyarakat tahun 2018 yaitu persentase ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang mendapat makanan tambahan, persentase ibu hamil yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD), persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif, persentase bayi baru lahir mendapat Inisiasi Menyusu Dini (IMD), persentase balita kurus yang mendapat makanan tambahan, dan persentase remaja puteri yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD). Dengan realisasi sebesar 94,35% dari total pagu anggaran, terlihat signifikan dengan tercapainya target 4 (empat) indikator dari 6 (enam) indikator yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja. Indikator yang belum mencapai target perjanjian kinerja berdasarkan definisi operasional lama adalah persentase ibu hamil yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) dan persentase balita kurus yang mendapat makanan tambahan. Hal tersebut di atas sangat berhubungan dengan pembiayaan proses distribusi logistik TTD hingga ke puskesmas. Terkait dengan penyediaan makanan tambahan bagi balita kurus, kecilnya alokasi anggaran yang tidak sesuai dengan jumlah kasus, mempengaruhi hasil cakupan setiap indikator. Sementara berdasarkan definisi operasional hasil revisi, seluruh indikator sudah melebihi target yang ditetapkan.

Dari permasalahan di atas, maka sangat penting kiranya Direktorat Gizi Masyarakat untuk melakukan:

LAPORAN KINERJA DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT TAHUN 2018

52

- memastikan alokasi anggaran dan memantau proses pengadaan TTD ibu hamil untuk tahun berikutnya, yang dilaksanakan oleh Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan.

- memastikan alokasi anggaran pengadaan makanan tambahan bagi balita kurus di tingkat pusat, serta mendorong pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten untuk mengalokasikan anggarannya dalam penyediaan makanan tambahan bagi balita kurus, supaya tidak tergantung sepenuhnya kepada pemerintah pusat.

- dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan, Direktorat Gizi Masyarakat masih mengembangkan pencatatan pelaporan melalui sigiziterpadu.gizi.kemkes.go.id, yang didalamnya berisi pelaporan indikator gizi sampai tingkat individu dan distribusi makanan tambahan oleh pusat ke puskesmas.

Sangat disadari bahwa perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan yang matang sangat mempengaruhi nilai akhir pencapaian kinerja kegiatan, sasaran serta program. Sehingga upaya peningkatan pendidikan masyarakat, penanggulangan dan perbaikan gizi masyarakat serta penanganan masalah gizi kurang dan gizi buruk pada ibu hamil dan menyusui, bayi dan anak balita secara paripurna diharapkan dapat mengatasi masalah gizi yang ada, sebagai upaya mewujudkan perbaikan gizi masyarakat.

Semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Gizi Masyarakat ini dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Kegiatan Perbaikan Gizi di Direktorat Gizi Masyarakat pada khususnya dan Kementerian Kesehatan pada umumnya, dalam rangka mewujudkan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan.

Unit Organisasi Eselon I : Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat

Tahun Anggaran : 2018

1 1 Penyediaan makanan tambahan ibu hamil kurang energi kronis (KEK) kirim daerah

324.816.705.000 315.169.710.300 97,03

2 Penyediaan akanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK) stok pusat

64.628.295.000

55.320.438.000 85,60

3 NSPK terkait Kegiatan Gizi Masyarakat 206.922.000 182.315.740 88,11

4 Pendidikan Gizi dalam Pemberian Makanan Tambahan Lokal bagi Ibu Hamil dan Balita

5.000.000.000

4.062.500.000 81,25

Jumlah alokasi dana sasaran strategis indikator 1 394.651.922.000 374.734.964.040 94,95

2 1 Rapat Koordinasi LP/LS dalam Kegiatan Gizi Masyarakat dan Diskusi Pakar

3.122.123.000

2.942.066.524 94,23

2 Menyediakan sarana dan prasarana dalam penanggulangan masalah gizi ibu hamil

3.161.590.000

2.868.288.000 90,72

Jumlah alokasi dana sasaran strategis indikator 2 6.283.713.000 5.810.354.524 92,47

3

Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif

1 Penguatan Intervensi Paket Gizi melalui pendekatan 1000 Hari Pertama Kehidupan

12.000.000.000

11.996.789.100 99,97

4 2 Peringatan Puncak Pekan ASI Sedunia 573.353.000 541.065.775 94,37 3 Dukungan Penyelenggaraan Konseling

Menyusui di Klinik Laktasi Tahun 2017

144.000.000

138.000.000 95,83

Jumlah alokasi dana sasaran strategis indikator 3 & 4 12.717.353.000 12.675.854.875 99,67

1 Penyediaan makanan tambahan bagi balita kurus kirim daerah

428.384.700.000 412.397.271.000 96,27

2 Penyediaan makanan tambahan bagi balita kurus buffer stock

58.622.400.000

56.690.409.600 96,70

3 Pendidikan Gizi dalam Pemberian Makanan Tambahan Lokal bagi Ibu Hamil dan Balita

5.000.000.000

4.062.500.000 81,25

Jumlah alokasi dana sasaran strategis indikator 5 492.007.100.000 473.150.180.600 96,17

6 1 Sosialisasi Pecegahan dan penanggulangan Anemia dan KEK pada Remaja Putri, WUS dan Ibu Hamil

1.344.407.000

1.317.658.687 98,01

2 Dukungan Kementerian Kesehatan terhadap pelaksanaan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi tahun 2018

1.060.500.000

926.756.499 87,39

3 Dukungan Puncak Hari Gizi Nasional (HGN) 667.340.000 617.092.120 92,47 Jumlah alokasi dana sasaran strategis indikator 6 3.072.247.000 2.861.507.306 93,14

7 1 Bimtek, Monev dan Fasilitasi dalam kegiatan gizi masyarakat tahun 2017

1.794.970.000

1.599.383.797 89,10

2 Asistensi dan support team kegiatan gizi masyarakat

1.756.900.000

1.286.714.861 73,24

3 Dukungan Kementerian Kesehatan Terkait Agrinex, Hari Pangan Sedunia, Harganas, Sail, Sakhabhakti Husada, Hari Susu Nasional dan Hari-hari besar kesehatan

234.640.000

170.705.000 72,75

4 Surveilans Gizi 3.736.548.000 3.171.712.169 84,88 5 Administrasi Kegiatan Gizi Masyarakat 1.893.942.000 1.585.022.842 83,69 6 Dukungan pengelolaan jabatan fungsional

nutrisionis

435.260.000

268.382.500 61,66

7 Penyusunan Laporan Akuntabilitas dan Kinerja , Laporan Tahunan, Laporan Keuangan, Reformasi Birokrasi dan Kepegawaian Direktorat Gizi Masyarakat

406.400.000

263.229.450 64,77

8 ASEAN Training on Nutrition in Emergencies 429.175.000 362.926.878 84,56 9 Persiapan dalam pengembangan kebijakan

kesehatan terkait stunting pada balita di Indonesia

3.320.000

- 0,00

10 Orientasi, Pengolahan dan Analisa Data dalam pengembangan kebijakan kesehatan terkait stunting pada balita di Indonesia

26.700.000

19.900.000 74,53

11 Pengambilan data dalam rangka pengembangan kebijakan kesehatan terkait stunting pada balita di Indonesia

182.900.000

117.334.900 64,15

Jumlah alokasi dana sasaran strategis indikator 7 10.900.755.000 8.845.312.397 81,14 LAMPIRAN

PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN PEMBINAAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT

REALISASI KEUANGAN (Rp)

NO INDIKATOR KEGIATAN ANGGARAN (Rp)

5

Persentase ibu hamil yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD)

Persentase bayi baru lahir mendapat Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Persentase ibu hamil Kurang Energi Kronik yang mendapat makanan tambahan

Persentase remaja puteri yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD)

Persentase balita kurus yang mendapat makanan tambahan

Persentase satuan kerja yang menyelenggarakan administrasi kepemerintahan sesuai ketentuan

REALISASI KEUANGAN (Rp)

NO INDIKATOR KEGIATAN ANGGARAN (Rp)

1 Pengadaan alat olah data dan jaringan 1.006.500.000 945.863.288 93,98 2 Sewa kendaraan pimpinan 195.000.000 162.000.000 83,08 3 Penguatan server sistem informasi gizi terpadu 450.000.000 450.000.000 100,00

Jumlah alokasi dana sasaran strategis indikator 8 1.651.500.000 1.557.863.288 94,33

921.284.590.000 879.636.037.030 95,48 892.942.735.000 853.695.499.164 4,52 79,3 96,92 97,05099191 54 40,2 28.341.855.000 95,60473093 36,8 3,076340938 892.942.735.000 853.695.499.164 95,6047 92,66360345

TOTAL ALOKASI ANGGARAN 8 Persentase sarana dan prasarana

Dokumen terkait