BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Realisasi dan Dukungan Program Penganggaran untuk Menunjang Keberhasilan
Pelaksanaan arah kebijakan dan implementasi strategi-strategi dalam indikator kinerja yang mengacu pada Renstra BPK Perwakilan Provinsi NTB Tahun 2020-2024 perlu didukung dengan pendanaan yang mencukupi. Dalam Perjanjian Kinerja BPK Perwakilan Provinsi NTB 2021 selain mencantumkan 13 Indikator Kinerja Utama (IKU) juga mencantukan 13 Indikator Kinerja Keluaran (IKK) yang didukung dengan pendanaan. Kerangka pendanaan sampai dengan Tahun 2024 serta perkembangan anggaran dan realisasi BPK Perwakilan Provinsi NTB periode berjalan adalah sebagai berikut.
Laporan Kinerja Tahun 2021
Gambar 28. Kerangka pendanaan dalam Periode Renstra serta perkembangan Anggaran serta Realisasi periode berjalan
Rincian jenis belanja atas anggaran serta realisasi Tahun 2021 dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 29 Anggaran dan realisasi 2021
Penjabaran atas anggaran dan realisasi baik jenis belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal pada gambar diatas dirinci menjadi 14 Indikator Kinerja Keluaran (IKK) yang
19.911.110.000 24.587.327.000 23.797.378.000 23.782.429.000
27.981.408.000
Kerangka Pendanaan Periode Renstra serta Anggaran dan Realisasi Periode Berjalan
Kerangka Pendanaan Anggaran Realisasi
Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal
Anggaran 6.448.239.000 13.198.248.000 525.943.000
Anggaran dan Realisasi Belanja
BPK Perwakilan Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021
Anggaran Realisasi Persentase
Laporan Kinerja Tahun 2021
dimonitoring secara mandiri oleh BPK Perwakilan Provinsi NTB. Rincian serta penjabaran atas 14 IKK dapat dilihat pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Rincian Capaian IKK Tahun 2021
No. Jenis Keluaran Volume Keluaran (Output)
% Realisasi
Target Realisasi Satuan Anggaran Realisasi %
1 Laporan Hasil
Pemeriksaan 20 20 Laporan 100% 3.385.236.000,00 3.302.329.993,00 97,55%
2 LHP atas Bantuan
Keuangan Partai Politik 128 128 Laporan 100% 220.943.000,00 220.397.406,00 99,75%
3 LHP oleh KAP untuk dan Kerugian Negara atau Daerah
22 22 Laporan 100% 454.799.000,00 411.206.181,00 90,41%
9 LHP
Interim/Pendahuluan 17 17 Laporan 100% 2.314.119.000,00 2.301.895.796,00 99,47%
10
Layanan Manajemen Pemeriksaan pada Perwakilan
12 12 Laporan 100% 658.511.000,00 639.531.843,00 97,12%
11 Layanan Manajemen
Internal Perwakilan 20 20 Laporan 100% 1.703.339.000,00 1.660.855.706,00 97,51%
12 Layanan Prasarana
Internal 4 4 Unit 100% 307.466.000,00 307.465.090,00 99,99%
13 Layanan Perkantoran 1 1 Layanan 100% 10.150.358.000,00 10.035.855.936,00 98,87%
14 Layanan Sarana
Internal 5 5 Unit 100% 211.477.000,00 211.468.000 99,99%
20.172.430.000,00 19.842.779.441,00 98,37%
Laporan Kinerja Tahun 2021
1. Laporan Hasil Pemeriksaan
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Tahun 2021 telah menghasilkan 20 keluaran/output LHP BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan anggaran sebesar Rp3.385.236.000,00 dan realisasi sebesar Rp3.302.329.993 atau 97,55%. Pada Semester I Tahun 2021, BPK Perwakilan Provinsi NTB telah menyelesaikan Pemeriksaan Terinci atas LKPD Tahun Anggaran 2020 yang diakhiri dengan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepada 1 entitas pada tanggal 9 April 2021, yaitu Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, kepada 8 entitas pada tanggal 10 Mei 2021 yaitu Pemerintah Kota Mataram, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kota Bima, Pemerintah Kabupaten Bima, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Kabupaten Dompu. Sedangkan 1 entitas diserahkan pada tanggal 18 Mei 2021 yaitu Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kesepuluh entitas pada wilayah pemeriksaan BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Untuk Pemeriksaan yang dilakukan pada Semester II TA 2021 terdiri dari 8 pemeriksaan kinerja dan 1 pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu. Sampai dengan 31 Desember 2021, seluruh pemeriksaan tersebut telah selesai dilaksanakan dan telah dilakukan penyerahan LHP atas 1 pemeriksaan kinerja pada tanggal 10 Desember 2021, 7 pemeriksaan kinerja pada tanggal 23 Desember 2021 dan 1 pemeriksaan pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu pada tanggal 24 Desember 2021.
2. LHP atas Bantuan Keuangan Partai Politik
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Tahun 2021 telah menghasilkan 128 keluaran/output LHP dari total target keluaran sebanyak 128 LHP atas Bantuan Keuangan Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan anggaran sebesar Rp220.943.000,00 dan realisasi sebesar Rp220.397.406 atau 99,75%.
3. LHP oleh KAP untuk dan atas nama BPK
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menghasilkan 1 keluaran/output LHP oleh KAP untuk dan atas nama BPK dengan anggaran sebesar Rp509.464.000,00 dan realisasi sebesar Rp502.936.738,00 atau 98,72%. Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah oleh Kantor Akuntan Publik dilakukan pada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan telah serahkan pada tanggal 10 Mei 2021 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
4. Bahan Perumusan Pendapat
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan 1 keluaran/output laporan Bahan Perumusan Pendapat dengan anggaran sebesar
Laporan Kinerja Tahun 2021
Rp8.000.000,00 dan realisasi sebesar Rp5.730.499,00 atau 71,63%. BPK Perwakilan Provinsi NTB telah menyampaikan bahan perumusan pendapat kepada Direktorat EPP melalui ND Nomor 357/ND/XIX.MTR/10/2021 tanggal 25 Oktober 2021 dengan judul “Disharmoni Regulasi dalam Pengelolaan dan Pencatatan Dana Desa sebagai Pendapatan dan Belanja oleh Pemerintah Daerah”. atas hal tersebut Kepala Direktorat EPP melalui ND Nomor 651/ND/XII.2/11/2021 tanggal 17 November 2021 menyampaikan usulan bahan pendapat tersebut dapat diterima sebagai capaian Indikator Kinerja Keluaran BPK Perwaakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021.
5. Sumbangan IHPS Perwakilan
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan 2 keluaran/output laporan sumbangan IHPS dengan anggaran sebesar Rp66.060.000,00 dan realisasi sebesar Rp63.924.503,00 atau 96,77%.
6. Laporan Profil Entitas
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan 11 keluaran/output laporan profil entitas dengan anggaran sebesar Rp3.230.000,00 dan realisasi sebesar Rp3.153.750,00 atau 97,64%.
7. Laporan Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan 22 keluaran/output Laporan Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan pada 11 entitas pemeriksaan untuk Semester I dan II Tahun 2021 dengan anggaran Rp179.428.000,00 dan realisasi Rp176.028.000,00 atau 98,11%.
8. Laporan Pemantauan Penyelesaian Ganti Kerugian Negara atau Daerah
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan 22 keluaran/output Laporan Pemantauan Penyelesaian Ganti Kerugian Negara atau Daerah pada 11 entitas pemeriksaan untuk Semester I dan II Tahun 2021 dengan anggaran Rp454.799.000,00 dan realisasi Rp411.206.181,00 atau 90,41%.
9. LHP Interim/Pendahuluan
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan 17 keluaran/output LHP Interim/Pendahuluan BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan anggaran sebesar Rp2.314.119.000,00 dan realisasi sebesar Rp2.301.895.796,00 atau 99,47%.
Laporan Kinerja Tahun 2021
10. Layanan Manajemen Pemeriksaan pada Perwakilan
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan 12 keluaran/output laporan layanan manajemen pemeriksaan pada perwakilan dengan anggaran sebesar Rp658.511.000,00 dan realisasi sebesar Rp639.531.843,00 atau 97,12%.
11. Layanan Manajemen Internal Perwakilan
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan keluaran/output 20 laporan layanan manajemen internal perwakilan dengan anggaran sebesar Rp1.703.339.000,00 dan realisasi sebesar Rp1.660.855.706,00 atau sebesar 97,51% yang digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
1) Layanan Hukum Perwakilan
Subbagian Hukum BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 menjalankan fungsi pemberian layanan hukum dengan anggaran sebesar Rp297.492.000,00 dan realisasi sebesar Rp289.650.736,00 atau 97,36%.
2) Layanan Kehumasan dan Tata Usaha Perwakilan
Subbagian Humas dan Tata Usaha Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 menjalankan fungsi kehumasan serta tata usaha kepala perwakilan dengan anggaran sebesar Rp491.361.000,00 dan realisasi sebesar Rp470.811.907 atau 95,82%.
3) Layanan Sumber Daya Manusia
Subbagian SDM BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 menjalankan fungsi manajemen kepegawaian dengan anggaran sebesar Rp375.608.000,00 dan realisasi sebesar Rp373.495.206,00 atau 97,36%.
4) Layanan Keuangan
Subbagian Keuangan BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 menjalankan fungsi layanan keuangan dengan anggaran sebesar Rp249.163.000,00 dan realisasi sebesar Rp237.849.412,00 atau 95,46%.
5) Layanan Umum
Subbagian Umum dan TI BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 menjalankan fungsi layanan atas urusan umum dan teknologi informasi dengan anggaran sebesar Rp289.715.000,00 dan realisasi sebesar Rp289.048.445,00 atau 99,77%.
Laporan Kinerja Tahun 2021
12. Layanan Prasarana Internal
BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2021 telah menghasilkan 4 keluaran/output unit layanan prasarana internal dengan anggaran sebesar Rp307.466.000,00 dan realisasi sebesar Rp307.465.090,00 atau sebesar 99,99%.
13. Layanan Perkantoran
Layanan Perkantoran pada BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat telah merealisasikan 1 keluaran/output layanan dengan anggaran sebesar Rp10.150.358,000 dan realisasi sebesar Rp10.035.855.936,00 atau sebesar 98,87% yang digunakan untuk membiayai layanan-layanan sebagai berikut.
1) Pembayaran Gaji dan Tunjangan Pembayaran BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan anggaran sebesar Rp6.448.239.000,00 dan realisasi sebesar Rp6.405.312.756,00 atau 99,33%.
2) Layanan Perkantoran Bidang TU Kepala Perwakilan dan Kehumasan BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan anggaran sebesar Rp432.278.000,00 dan realisasi sebesar Rp388.194.242,00 atau 89,80%.
3) Layanan Perkantoran Bidang SDM BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan anggaran sebesar Rp270.500.000,00 dan realisasi sebesar Rp267.831.442,00,00 atau 99,01%.
4) Layanan Perkantoran Bidang Keuangan BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan anggaran sebesar Rp245.520.000,00 dan realisasi sebesar Rp235.022.000,00 atau 95,72%.
5) Layanan Perkantoran Bidang Umum dan TI dengan anggaran sebesar Rp2.753.821.000,00 dan realisasi sebesar Rp2.739.495.496,00 atau 99,48%.
14. Layanan Sarana Internal
Layanan Sarana Internal BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat telah merealisasikan 5 keluaran/output layanan dengan anggaran sebesar Rp211.477.000,00 dan realisasi sebesar Rp211.468.000,00 atau sebesar 99,99%. Terkait dengan layanan sarana internal, BPK Perwakilan Provinsi NTB pada Tahun 2021 baru memperoleh anggaran tersebut pada Bulan November, sehingga pada Perjanjian Kinerja yang ditandatangani di awal Tahun 2021 belum mencantumkan layanan sarana internal pada indikator kinerja keluaran.
Dari kondisi-kondisi yang telah dijelaskan tersebut menunjukkan adanya gap yang cukup lebar antara kerangka pendanaan 2021 dengan anggaran 2021 akibat pandemi Covid 19 yang
Laporan Kinerja Tahun 2021
anggaran 2021 sebesar 17,96% menimbulkan ketidakpastian (Uncertainty) dalam pencapaian target atau output, sehingga BPK Perwakilan Provinsi NTB pada Tahun 2021 telah melakukan pemikiran strategis menghadapi kondisi tersebut dalam menjalankan 14 IKK dan telah mempersiapkan untuk tahun mendatang dalam era VUCA ini berupa evaluasi dan rencana aksi yang secara umum dijabarkan sebagai berikut.
1) Pencapaian Keluaran a. Faktor Penghambat
- Secara umum tidak ada hambatan/kesulitan yang signifikan dalam mencapai target keluaran.
b. Faktor Pendukung
- Komitmen bersama dari Satker untuk selalu berusaha mencapai target kinerja (Indeks Kinerja Unit/IKU Perwakilan) yang telah ditetapkan;
- Ketersediaan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai;
- Monitoring rutin bulanan.
c. Rencana Aksi
- Satker akan mengevaluasi rencana pelaksanaan kegiatannya secara berkala untuk mendukung pencapaian target kinerja (Indeks Kinerja Unit/IKU Perwakilan) dengan melakukan penajaman kepada kegiatan prioritas, efisiensi, dan optimalisasi terhadap pagu anggaran yang ada pada DIPA/POK;
- Satker akan meminimalisasi revisi anggaran.
2) Konsistensi penyerapan anggaran terhadap perencanaan a. Faktor Penghambat
- Secara umum tidak terdapat hambatan dalam penyerapan anggaran. Realisasi (penyerapan) anggaran BPK Perwakilan Provinsi NTB sampai dengan 31 Desember 2021 adalah sebesar 98,37%. Sisa anggaran sebesar 1,63% tidak menunjukkan bahwa BPK Perwakilan Provinsi NTB tidak melakukan penyerapan, namun menunjukkan adanya efisiensi penggunaan anggaran dengan tetap mencapai output yang direncanakan. Selain itu, terdapat kegiatan yang memang tidak bisa direalisasikan karena keterjadiannya bergantung pada keberadaan pihak eksternal, misalnya berupa jamuan rapat maupun jamuan tamu. Atau pada realisasi uang makan yang juga tergantung pada penugasan pegawai di luar kantor.
Laporan Kinerja Tahun 2021
b. Faktor Pendukung
- Komitmen bersama dari Satker untuk selalu berusaha mencapai target kinerja yang telah ditetapkan;
- Ketersediaan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai;
- Monitoring Rutin bulanan.
c. Rencana Aksi
- Untuk ke depannya satker akan melakukan monitoring dan evaluasi atas penyerapan anggaran sesuai dengan perencanaan dengan mengedepankan efisiensi.
3) Penyerapan anggaran a. Faktor Penghambat
- Secara umum tidak terdapat hambatan dalam penyerapan anggaran. Realisasi (penyerapan) anggaran BPK Perwakilan Provinsi NTB sampai dengan 31 Desember 2021 adalah sebesar 98,37%. Sisa anggaran sebesar 1,63% tidak menunjukkan bahwa BPK Perwakilan Provinsi NTB tidak melakukan penyerapan, namun menunjukkan adanya efisiensi penggunaan anggaran dengan tetap mencapai output yang direncanakan. Selain itu, terdapat kegiatan yang memang tidak bisa direalisasikan karena keterjadiannya bergantung pada keberadaan pihak eksternal, misalnya berupa jamuan rapat maupun jamuan tamu. Atau pada realisasi uang makan yang juga tergantung pada penugasan pegawai di luar kantor.
b. Faktor Pendukung
- Komitmen bersama dari Satker untuk selalu berusaha mencapai target kinerja yang telah ditetapkan;
- Ketersediaan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai.
c. Rencana Aksi
Untuk ke depannya satker akan melakukan monitoring atas penyerapan anggaran sesuai dengan perencanaan dengan mengedepankan efisiensi.
4) Lain-lain terkait kualitas pencapaian kinerja anggaran a. Faktor Penghambat
- Secara umum tidak ada hambatan/kesulitan yang signifikan dalam mencapai target kinerja (Indeks Kinerja Unit/IKU Perwakilan) yang telah ditetapkan.
Laporan Kinerja Tahun 2021
b. Faktor Pendukung
- Komitmen bersama dari Satker untuk selalu berusaha mencapai target kinerja (Indeks Kinerja Unit/IKU Perwakilan) yang telah ditetapkan;
- Ketersediaan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai.
d. Rencana Aksi
- Satker akan memperhatikan hasil penilaian Direktorat Jenderal Perbendaharaan terhadap Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sebagai langkah perbaikan di tahun anggaran berikutnya;
- Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Menteri Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22/PMK.02/2021 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Berdasarkan data yang diperoleh dari aplikasi SMART, BPK Perwakilan Provinsi NTB telah melakukan analisis efiseiensi penggunaan sumber daya dengan hasil dalam gambar berikut.
Gambar. 30 Pengukuran Efisiensi Anggaran BPK Perwakilan Provinsi NTB Tahun 2021