• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realisasi Kinerja

KINERJA TAHUN 2016

B. PENGUKURAN KINERJA

3.3. Realisasi Kinerja

B. PENGUKURAN KINERJA

T

ahun 2016 juga merupakan tahun kedua dalam pelaksanaan Kontrak Kinerja UI dengan

Kemenristekdikti yang kemudian disebut dengan Kontrak Kinerja UI-Kemenristekdikti tahun 2016. Secara keseluruhan, kinerja UI pada tahun 2016 telah sesuai dengan Dokumen Kontrak Kinerja Universitas Indonesia Tahun 2016 yang telah disusun.

3.3. Realisasi Kinerja

3.3.1 Capaian Kinerja Kontrak Kinerja UI-Kemenristekdikti 2016

Kontrak Kinerja UI-Kemenristekdikti Tahun 2016, terdiri atas 7 (tujuh) Sasaran. Seluruh Sasaran ini didukung oleh indikator kinerja yang digunakan sebagai alat ukur keberhasilan Sasaran Kontrak Kinerja. Secara terperinci, capaian dari Sasaran Kontrak Kinerja UI-Kemenristekdikti diuraikan dalam paparan dibawah ini:

Pertama, Meningkatnya Kinerja Akuntabilitas Keuangan Negara yang memiliki 1 (satu) indikator, yakni jumlah kasus hukum berat terhadap penyimpangan yang bersifat material. Indikator ini berhasil tercapai sesuai target atau dengan kata lain tidak terjadi kasus berat di Universitas Indonesia selama tahun 2016. Pada tahun 2015 lalu, jumlah kasus berat juga merupakan sub-kriteria dalam Kontrak Kinerja, namun saat itu masih terjadi 3 (tiga) kasus hukum berat di lingkungan UI, yakni kasus plagiarisme. Hal ini dikarenakan dalam dunia akademis, plagiarisme atau penjiplakan karya ilmiah dapat dikategorikan dalam pelanggaran hukum berat. Belajar dari hal tersebut, UI pada tahun 2016 ini semakin memperketat pengawasan dan pencegahan agar tidak lagi terjadi kasus plagiarisme. Terbukti, pada tahun ini tidak terjadi kasus plagiarisme, sehingga UI bisa mencapai target dalam Indikator Kinerja Jumlah kasus hukum berat terhadap penyimpangan yang bersifat material.

Gambar 3.2. Workshop dalam Rangka Good University Governance (6 September 2016). Sumber: Kantor Humas dan KIP UI

LAPORAN KINERJ A UNIVERSIT A S INDONESIA 2016

35

Sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang jasa, maka kepuasan layanan

menjadi salah satu concern utama UI. Kualitas layanan dapat diukur dengan

menggunakan berdasarkan tingkat kepuasan stakeholder dengan skala Likert 1-5.

Terkait dengan indikator Indeks kepuasan layanan Ombudsman serta dalam rangka

pencapaian IKU Renstra UI, yakni Tingkat kepuasan stakeholder terhadap layanan

administrasi (skala Likert 1-5), maka UI telah melakukan survei kepuasan pelanggan. Hasilnya adalah diperoleh nilai 3,2 (Skala Likert 1-5). Angka ini sudah melebihi target yang ditentukan sebelumnya, yakni nilai 3 (Skala Likert 1-5).

Kedua, Terwujudnya Tata Kelola serta Kualitas Layanan yang Baik. Sasaran ini terdiri atas 3 (tiga) indikator kinerja yang kesemuanya berhasil dicapai sepenuhnya oleh UI, yakni:

2

Indikator ini berhasil tercapai sesuai target dengan mengacu pada perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Universitas Indonesia tahun 2015 dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Sriyadi Elly Sugeng dan Rekan. Indikator kinerja ini juga merupakan sub-kriteria dalam kontrak kinerja tahun 2015 dimana pada tahun tersebut, UI juga mendapat predikat WTP dari KAP yang sama untuk Laporan Keuangan UI tahun 2014.

Selain merupakan sub-kriteria dalam kontrak kinerja sebelumnya, Perolehan predikat audit juga merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Sasaran Strategis Terwujudnya UI sebagai perguruan tinggi yang sehat berdasarkan penerapan

good university governance, Renstra UI 2015-2019. Ini merupakan salah satu bukti

komitmen UI dalam menerapkan tata kelola universitas yang sehat. Kemudian, dengan diperolehnya predikat WTP selama dua tahun berturut-turut, membuktikan bahwa UI telah melakukan pengelolaan keuangannya secara transparan dan akuntabel.

Opini penilaian laporan keuangan oleh auditor publik

LAPORAN KINERJ A UNIVERSIT A S INDONESIA 2016 UNIVERSITAS INDONESIA

36

3

Berdasarkan Pasal 11 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta Universitas Indonesia, UI dalam membebankan biaya kepada mahasiswa harus memperhatikan kemampuan ekonomis mahasiswa yang bersangkutan. Selain itu, dengan mengacu pada Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Biaya Kuliah Tunggal (BKT) pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, besaran biaya pendidkikan mahasiswa perguruan tinggi negeri berbadan hukum ditetapkan berdasarkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dalam beberapa kelompok yang ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.

Ketentuan yang ada dalam peraturan tersebut kemudian dituangkan dalam Peraturan Rektor Universitas Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Tarif Uang Kuliah Tunggal Bagi Mahasiswa Program Sarjana Kelas Reguler Universitas Indonesia Angkatan Tahun 2016/2017. Peraturan inilah yang menjadi tolak ukur penentuan nominal UKT di UI. Untuk UKT kelompok terendah yang dibayarkan oleh mahasiswa UI terbagi menjadi 2 (dua) interval, yaitu:

1. Interval 0 - 500.000 sebanyak 598 mahasiswa; dan 2. Interval 500.001 – 1.000.000 sebanyak 65 mahasiswa

Total mahasiswa yang membayar kelompok UKT terendah adalah sebanyak 663 mahasiswa, yang kemudian dibagi dengan jumlah total mahasiswa S1 Reguler yang diterima, yakni sebanyak 4.986 mahasiswa, sehingga persentase UKT kelompok terendah adalah 13,3%.

Ketiga, Meningkatnya Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang memiliki 6 (enam) indikator yang kesemuanya berhasil tercapai, yakni:

1) Jumlah mahasiswa yang teregistrasi

Target yang ditentukan dalam Kontrak Kinerja UI-Kemenristekdikti tahun 2016 untuk indikator kinerja mahasiswa teregistrasi adalah 44.000 mahasiswa, sedangkan capaiannya adalah 49.170 mahasiswa.

LAPORAN KINERJ A UNIVERSIT A S INDONESIA 2016

37

Gambar 3.4. Orientasi Mahasiswa Baru (1 Agustus 2016)

2) Jumlah mahasiswa yang berwirausaha

Universitas Indonesia menyadari bahwa dunia berkembang secara dinamis dan memunculkan berbagai tandangan dan permasalahan yang harus dihadapi, sehingga UI sebagai perguruan tinggi harus mempersiapkan diri dan mampu membaca peluang yang ada. Dalam hal menghadapi tantangan pasar bebas misalnya, UI harus turut serta mempersiapkan Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memfokuskan diri dalam menghasilkan berbagai inovasi yang aplikatif dan atau pendampingan kepada mahasiswanya untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan melakukan kegiatan wirausaha.

Dalam hal pendampingan kegiatan kewirauhasaan, UI telah membuat berbagai program yang juga dimasukkan sebagai indikator kinerja Rentra UI 2015-2019, seperti program pelatihan, hibah modal, dan penghargaan wirausaha. Sebagai hasilnya, total mahasiswa UI yang berwirausaha pada tahun 2016 adalah sebesar 53 mahasiwa dimana jumlah ini telah melebihi target yang hanya sebanyak 40 mahasiswa.

3) Jumlah lulusan bersertiikat kompetisi

Jumlah lulusan yang memiliki sertiikat kompetisi adalah sebanyak 719 orang dengan rincian

pendidikan dokter 240 profesi, pendidikan dokter gigi 113 profesi, arsitek 13 profesi, akuntansi 17 profesi, profesi keperawatan 125 profesi, dan apoteker 211 profesi.

4) Jumlah prodi terakreditasi unggul (A)

Sejak terbentuknya Universitas Indonesia, UI telah mengalami perkembangan terutama dalam hal pendidikannya yang difokuskan untuk jenjang bergelar Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), dan Vokasi (D3) yang dikoordinasikan melalui 16 fakultas, Sekolah Kajian Ilmu Lingkungan, Sekolah Kajian Ilmu Strategik dan Global, serta Program Pendidikan Vokasi atau mencakup 232 program studi (prodi).

LAPORAN KINERJ A UNIVERSIT A S INDONESIA 2016 UNIVERSITAS INDONESIA

38

Kemudian terkait dengan kualitas dan eksistensi UI sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, persoalan akreditasi per program studi menjadi penting. Untuk tahun 2016, dari total program 232 prodi di UI, sebanyak 64 % dari total prodi di UI, atau 149 prodi sudah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN PT), dengan rincian: 5 prodi Vokasi, 45 prodi jenjang S1, 47 prodi jenjang S2, 23 prodi jenjang S3, 6 prodi jenjang profesi, dan 23 prodi jenjang Sp-1. Capaian ini telah melebihi dari target yang ditentukan sebanyak 108 prodi.

5) Jumlah mahasiswa peraih medali emas tingkat nasional dan internasional

Pada tahun 2016, total mahasiswa UI yang mendapatkan medali emas tingkat nasional dan internasional adalah sebanyak 241 mahasiswa. Jumlah ini lebih besar dibandingkan target yang hanya 80 mahasiswa.

Gambar 3.5. Grand Launching UI Delegation for International Marine Competition (9 Mei 2016). Sumber: Kantor Humas dan KIP

6) Jumlah lulusan yang langsung bekerja

Universitas Indonesia memiliki kegiatan pelacakan lulusan atau Tracer Study UI,

sejak tahun 2008. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai transisi dari pendidikan tinggi ke dunia kerja, relevansi pendidikan tinggi dan perolehan kompetensi, kepuasan alumni terhadap institusi pendidikan tinggi, dan keselarasan horizontal dan vertikal UI.

Terkait dengan indikator jumlah lulusan yang langsung bekerja, menurut hasil Tracer

Study UI, sebanyak 10524 lulusan UI telah bekerja dalam waktu kurang dari 12

LAPORAN KINERJ A UNIVERSIT A S INDONESIA 2016

39

Keempat, Meningkatnya Relevansi, Kualitas, dan Kuantitas Sumber Daya. Untuk

sasaran yang terdiri atas 2 (dua) indikator kinerja ini, UI hampir mencapai keseluruhan target indikator yang ditetapkan, dengan rincian sebagai berikut:

1) Jumlah dosen berkualiikasi S3

Tahun ini total dosen dengan kualiikasi S3 adalah sebanyak 989 dosen, atau dengan

kata lain masih kurang 32 dosen dari target yang ditetapkan, yakni sebanyak 1021 dosen. Hal ini dikarenakan butuh waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pendidikan S3. Selain itu, UI juga masih kesulitan untuk membuat standar rekrutmen dosen minimal S3. Sebagai solusi atas hal ini, UI sedang membenahi sistem rekrutmen penerimaan dosen minimal S3 serta menyedikan fasilitas seperti pemberian beasiswa baik dalam maupun luar negeri.

2) Jumlah dosen yang sudah sertiikasi

Jumlah dosen di UI yang sudah sertiikasi berjumlah 1541 orang. Jumlah ini masih

masih kurang 126 orang dari target yang ditetapkan, yakni sebesar 1667 orang.

Hal ini dikarenakan banyak dosen yang tidak mengikuti proses sertiikasi sampai

selesai. Kedepannya, UI akan lebih gencar dalam melakukan kegiatan sosialisasi

sertiikasi dosen dan juga melakukan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) untuk

meningkatkan kompetensi.

Kelima, Meningkatnya relevansi dan produktivitas riset dan pengembangan. Sasaran ini terdiri atas 4 (empat) indikator, di mana seluruh indikator tersebut telah berhasil mencapai target. Indikator-indikator tersebut adalah:

1) Jumlah publikasi internasional

Jumlah publikasi internasional UI pada tahun 2016, mencapai 1808 publikasi yang terdiri atas 961 publikasi terindeks dan 847 publikasi non terindeks. Jumlah ini melebihi target yang hanya 1200 publikasi.

2) Jumlah HKI yang didaftarkan

Perolehan HKI di UI pada tahun 2016 adalah 579 HKI, sedangkan targetnya adalah 418. Perolehan Kekayaan Intelektual (KI) di tahun 2016 mengalami kenaikan yang

digniikan dari tahun sebelumnya, dimana hal ini disebabkan oleh 2 (dua) hal yakni:

a) UI telah melakukan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan hukum atas karya yang dibuat dan dimiliki, sehingga memiliki KI tentu memberikan dampak positif bagi sivitas akademika UI; b) Adanya sinergisitas antara kepemilikan KI di tingkat fakultas dengan akreditasi fakultas, sehingga perolehan KI dapat mencapai target.

3) Jumlah prototipe R&D -> TRL 6

Tahun 2016, UI berhasil memiliki 8 prototipe R&D ฀ TRL 6, yang dihasilkan dari:

1. Indonesia Open Educational Resources (I-OER);

2. Cookies Ikan Gabus yang mencukupi angka kebutuhan gizi ibu hamil;

3. Makanan tambahan untuk mencegah anemia pada ibu hamil;

4. Remote Laboratory atau pengendalian peralatan praktikum melalui internet;

5. Multi User Management untuk pengaturan akses peralatan di Remote Laboratory;

6. Sabun Propolis Wax;

LAPORAN KINERJ A UNIVERSIT A S INDONESIA 2016 UNIVERSITAS INDONESIA

40

8. Lotion Anti Nyamuk dari Tembakau.

Jumlah ini melebihi target, karena target yang ditentukan adalah sebanyak 7 (tujuh) prototipe.

9) Jumlah prototipe R&D -> TRL 7

Tahun 2016, UI berhasil memiliki 4 (empat) prototipe R&D -> TRL 7, yang dihasilkan dari:

1. Mobil listrik;

2. Bus Listrik pada program Mobil Listrik Nasional (MOLINA);

3. Library Automation and Digital Archieves (LONTAR); dan

4. Propolis Cair.

Jumlah ini melebihi target, karena target yang ditentukan adalah sebanyak 1 (satu) prototipe.

Gambar 3.6. Bus Listrik UI pada program Mobil Listrik Nasional (MOLINA) (25 Agustus 2016). Sumber: www.ui.ac.id

Keenam, Ranking UI di QS University Ranking. Sasaran ini terdiri atas 5 (lima) indikator

kinerja, dengan rincian 4 (empat) indikator berhasil mencapai target, sedangkan 1 (satu) indikator lainnya belum berhasil mencapai target.

1) Ranking UI di QS University Ranking

Terdapat 6 (enam) indikator yang menjadi penilaian dalam pemeringkatan QS World

University Ranking, yakni reputasi akademik, reputasi pegawai, rasio mahasiswa di

tiap fakultas, jumlah sitasi per fakultas, serta jumlah mahasiswa internasional dan

LAPORAN KINERJ A UNIVERSIT A S INDONESIA 2016

41

Dokumen terkait