• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III JENIS REFEREN BERDASARKAN SLOGAN

3. Jenis Slogan Berdasarkan Referen

3.4 Referen Ekspresi

Ekspresi adalah pandangan air muka yg memperlihatkan perasaan seseorang. Contoh kota yang memiliki referen „ekspresi‟ dalam membuat slogan adalah:

(54) Kota Surakarta BERSERI

. Pada Contoh (54) BERSERI merupakan „ekspresi‟ yang tampak ceria atau cerah. Jadi slogan BERSERI termasuk slogan kota dan kabupaten yang memiliki referen „ekspresi wajah‟. Kota Surakarta memilih akronim BERSERI sebagai

slogan dengan harapan Kota Surakartaa menjadi kota yang ramah bagi semua orang. Selain mengandung harapan akronim BERSERI juga sebagai citra Kabupaten Surakarta. Dengan kata lain akronim BERSERI di atas merupakan kata yang mengacu pada sebuah ekspresi.

3.5 Referen Perbuatan

Perbuatan adalah sesuatu yang dilakukan. Kota yang menggunakan slogan yang merujuk dari referen „perbuatan‟ adalah:

(55) Kabupaten Demak BERAMAL (56) Kabupaten Kendal BERIBADAT (57) Kabupaten Brebes BERHIAS

(59) Kabupaten Boyolali TERSENYUM

BERAMAL pada contoh (55) termasuk dalam slogan kota dan kabupaten yang menyatakan „perbuatan‟. Karena beramal adalah berbuat kebijakan, seperti memberi sumbangan atau bantuan kepada orang miskin, organisasi, dsb. Kabupaten Demak memilih akronim BERAMAL sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Demak menjadi kabupaten yang bijaksana dan mampu memberi bantuan kedapa wilayah lain yang membutuhkan. Selain mengandung harapan akronim BERAMAL juga sebagai citra Kabupaten Demak. Pada contoh (56) slogan BERIBADAT termasuk slogan kota yang memiliki referen „perbuatan‟. Karena beribadat memilki arti melakukan ibadat. Kabupaten Kendal memilih akronim BERIBADAT sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Kendal menjadi kota yang taat akan aturan dan selalu menjunjung tinggi nilai keagamaan. Selain mengandung harapan akronim BERIBADAT juga sebagai citra Kabupaten

Kendal. Pada contoh (57) BERHIAS juga masuk katergori slogan yang memiliki referen perbuatan. Karena berhias memiliki arti memperelok diri dengan yang indah-indah atau kegiatan untuk memperindah diri. Kabupaten Brebes memilih akronim BERHIAS sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Brebes menjadi kota yang selalu memperbaiki diri supaya lebih baik dan lebih baik lagi. Selain mengandung harapan akronim BERHIAS juga berguna sebagai citra Kabupaten Brebes.

Contoh (58) BANGKIT termasuk jenis slogan yang memiliki referen perbuatan. Karena kata bangkit memiliki arti bangun dari duduk/berdiri, bangun/berdiri ini adalah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh makhluk hidup (manusia/hewan). Kabupaten Rembang memilih akronim BANGKIT sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Rembang menjadi kota yang tahan banting yaitu mampu berdiri atau bangun lagi meskipun mendapatkan masalah yang berat. Selain mengandung harapan akronim BANGKIT juga berguna sebagai citra Kabupaten Rembang.

Pada contoh (59) slogan TERSENYUM termasuk dalam slogan kota yang memiliki referen „perbuatan‟. Karena kata tersenyum memiliki arti leksikal memberikan senyum; tertawa dengan tidak bersuara. Kata tersenyum mengacu pada sebuah perbuatan. Selain mengandung harapan akronim TERSENYUM juga berguna sebagai citra Kabupaten Boyolali.

3.6 Referen Benda

Benda adalah segala yang ada di dalam alam yang berwujud atau berjasad (bukan roh). Kota atau kabupaten yang slogannya memiliki referen benda adalah:

(60) Kabupaten Pekalongan BATIK (61) KotaSemarang ATLAS

(62) Kabupaten Blora MUSTIKA (63) Kota Magelang HARAPAN (64) Kota Tegal BAHARI

BATIK, ATLAS, dan MUSTIKA pada contoh (60), (61), dan (62) merupakan slogan kota yang memiliki referen „benda‟. Karena Kabupaten Pekalongan, Kota Semarang, dan Kabupaten Blora menggunakan kata yang mengacu pada sebuah benda untuk membuat slogan. Seperti Pekalongan yang menggunakan kata batik, batik memiliki arti kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menulis atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu. Kabupaten Pekalongan memilih akronim BATIK sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Pekalongan menjadi kabupaten yang penuh cinta, tenang menghadapi masalah, dan sabar seperti filosofi batik itu sendiri. Selain mengandung harapan akronim BATIK juga berguna sebagai citra Kabupaten Pekalongan. Kota Semarang menggunakan kata atlas yang memiliki arti buku yang berisi peta bumi. Kota Semarang memilih akronim ATLAS sebagai slogan dengan harapan. Kota Semarang memiliki warga yang berpengetahuan sangat luas. Selain mengandung harapan akronim ATLAS juga berguna sebagai citra Kota Semarang. Kabupaten Blora memilih kata mustika yang memiliki arti batu permata yang berharga seperti intan. Kabupaten Blora memilih akronim MUSTIKA sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Blora menjadi kabupaten

yang indah dan mampu menjadi aset negara. Selain mengandung harapan akronim MUSTIKA juga berguna sebagai citra Kabupaten Blora.

Pada contoh (63) HARAPAN termasuk slogan kota yang memiliki referen „benda‟. Karena kata harapan memiliki arti sesuatu atau suatu permohonan (benda abstrak), harapan, atau permintaan yang dilakukan dengan hormat kepada Tuhan. Kota Magelang memilih akronim HARAPAN sebagai slogan dengan harapan Kota Magelang menjadi kota yang nyaman selalu mempunya harapan untuk maju. Selain mengandung harapan akronim HARAPAN juga berguna sebagai citra Kota Magelang.

Pada contoh (64) BAHARI dikatakan slogan yang memiliki referen „benda‟. Karena kata bahari memiliki arti sesuatu (benda) yang indah atau elok sekali. Kabupaten Tegal memilih akronim BAHARI sebagai slogan dengan harapan Kota Tegal menjadi kabupaten yang indah atau elok. Selain mengandung harapan akronim BAHARI juga berguna untuk julukan Tegal bahkan sebagai citra Kota Tegal.

3.7 Referen Perasaan

Perasaan adalah keadaan batin sewaktu menghadapi sesuatu. Contoh slogan kota yang menggunakan referen „perasaan‟ adalah :

(65) Kabupaten Pemalang IKHLAS

IKHLAS pada contoh (65) dikatakan slogan kabupaten yang menyatakan perasaan. Karena kata ikhlas memiliki arti „perasaan‟ yang tulus ketika memberi sesuatu dan iklas merupakan kata yang mengacu pada sebuah perasaan. Kabupaten Pemalang memilih akronim IKHLAS sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Pemalang menjadi kabupaten yang memiliki warga yang berperasaan ketika melakukan apupun tidak anarkis dan melangar hukum. Selain mengandung harapan akronim IKHLAS juga berguna sebagai citra Kabupaten Pemalang.

3.8 Referen Hasil

Hasil adalah sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha. Contoh kabupaten di Jawa Tengah yang slogannya memiliki referen „pencapaian‟ adalah:

(66) Kabupaten Wonogiri SUKSES (67) Kabupaten Magelang GEMILANG

SUKSES pada contoh (66) merupakan slogan yang memiliki referen „hasil‟. Karena kata sukses memiliki arti berhasil atau sudah mencapai apa yang diinginkan. Kabupaten Wonogiri memilih akronim SUKSES sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Wonogiri mampu mencapai semua apa yang dicita- citakan warganya. Selain mengandung harapan akronim SUKSES juga berguna sebagai citra Kabupaten Wonogiri. Pada contoh (67) GEMILANG merupakan slogan yang menyatakan hasil. Karena kata gemilang memiliki arti hasil suatu pekerjaan yang bagus. Jadi bisa dikatakan kata sukses dan gemilang adalah kata yang mengacu pada sebuah hasil. Kabupaten Magelang memilih akronim GEMILANG sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Magelang menjadi kabupaten yang mampu mencapai semua keinginan warganya. Selain mengandung harapan akronim GEMILANG juga berguna sebagai citra Kabupaten Magelang.

3.9 Referen Proses

Proses adalah runtutan perubahan atau peristiwa dalam perkembangan sesuatu. Contoh slogan kota yang memiliki referen „proses‟ dalam pembuatan slogan adalah :

(67) Kabupaten Batang BERKEMBANG (68) Kabupaten Grobokan BERSEMI

BERKEMBANG pada Contoh (67) merupakan slogan yang memiliki referen „proses‟. Karena slogan Kota Batang menggunakan kata berkembang yang memiliki arti proses menjadi lebih baik atau sempurna. Kabupaten Batang

memilih akronim BERKEMBANG sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Batang menjadi kabupaten yang terus maju dan selalu menuju yang lebih baik atau yang lebih sempurna. Selain mengandung harapan akronim BERKEMBANG juga berguna sebagai citra Kabupaten Batang. Pada contoh (68) BERSEMI termasuk slogan yang memiliki referen „proses‟. Karena kata bersemi memiliki arti timbul tunas. Timbul adalah proses naik dan keluarnya tunas ke atas tanah. Jadi bisa dikatakan kata berkembang dan bersemi yang digunakan oleh kabupaten Batang dan Grobogan untuk slogannya adalah kata yang mengacu pada sebuah proses. Kabupaten Grobogan memilih akronim BERSEMI sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Grobogan menjadi kabupaten yang selalu berkembang dan naik menjadi kabupaten yang lebih baik. Selain mengandung harapan akronim BERSEMI juga berguna sebagai citra Kabupaten Grobogan.

3.10 Referen Pancaran

Pancaran adalah sesuatu yang dipancarkan, biasanya berupa sinar yang membuat terang . Contoh Slogan yang menyatakan memberi adalah:

(69) Kabupaten Klaten BERSINAR (70) Kabupaten Cilacap BERCAHAYA (71)Kabupaten Temanggung BERSENYUM

BERSINAR dan BERCAHAYA pada contoh (69) dan (70) merupakan slogan yang menyatakan „pancaran‟. Karena kata bersinar dan bercahaya memiliki arti memberikan atau membagi cahaya kepada sesuatu. Kata bersinar dan bercahaya merupakan kata yang mengacu pada sebuah tindakan membagi sinar atau

pemancaran, oleh sebab itu bersinar dan bercahaya termasuk kategori slogan yang memiliki referen pemancaran. Kabupaten Klaten memilih akronim BERSINAR sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Klaten menjadi kabupaten yang selalu mampu kelihatan atau menonjol dari pada kabupaten lain. Selain mengandung harapan akronim BERSINAR juga berguna sebagai citra Kabupaten Klaten. Kabupaten Cilacap memilih akronim BERCAHAYA sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Cilacap menjadi kabupaten yang selalu kelihatan menonjol dibandingkan kabupaten lainya. Selain mengandung harapan akronim BERCAHAYA juga berguna sebagai citra Kabupaten Cilacap.

Pada contoh (71) BERSENYUM termasuk dalam slogan yang memiliki referen „pancaran‟. Karena kata bersenyum memiliki arti memancarkan senyuman atau cahaya. Jadi bisa dikatakan kata bersenyum merupakan kata yang mengacu pada kata pancaran. Kabupaten Temanggun memilih akronim BERSENYUM sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Purwokerto menjadi kabupaten yang bisa memancarkan senyuman utuk kabupaten lain. Selain mengandung harapan akronim BERSENYUM juga berguna sebagai citra Kabupaten Temanggung.

3.11 Referen Penggunaan

Menggunakan adalah mengambil manfaat terhadap sesuatu. Contoh slogan kabupaten yang memiliki referen „menggunakan‟ adalah:

(71) Kabupaten Purworejo BERIRAMA

BERIRAMA pada contoh (71) termasuk dalam slogan yang memiliki referen „penggunaan‟. Karena kata berirama memiliki arti memakai atau

menggunakan irama. Jadi bisa dikatakan kata berirama merupakan kata yang mengacu pada kata penggunaan. Kabupaten Purwokerto memilih akronim BERIRAMA sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Purwokerto menjadi kabupaten yang harmonis dan selalu kelihatan indah. Selain mengandung harapan akronim BERIRAMA juga berguna sebagai citra Kabupaten Purwokerto.

3.12 Referen Kepemilikan

(72) Kota Salatiga HATI BERIMAN

(73) Kabupaten Kebumen BERIMAN

HATI BERIMAN pada contoh (72) termasuk slogan kota atau kabupaten yang memiliki referen „kepemilikan‟. Karena arti kata hati beriman adalah ketetapan hati atau seseorang yang memiliki keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada contoh (73) BERIMAN dimasukkan dalam slogan kabupaten yang memiliki referen kepemilikan. Karena kata beriman memiliki arti memiliki keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kota

Salatiga memilih akronim HATI dan BERIMAN sebagai slogan dengan harapan Kota Salatiga menjadi kota yang taat akan aturan dan religius. Selain mengandung harapan akronim HATI dan BERIMAN juga berguna sebagai citra Kota Salatiga. Kabupaten Kebumen memilih akronim BERIMAN sebagai slogan dengan harapan Kabupaten Kebumen menjadi kabupaten yang taat akan aturan dan religius. Selain mengandung harapan akronim BERIMAN juga berguna sebagai citra Kabupaten Kebumen.

BAB IV PENUTUP 4. 1 KESIMPULAN

Masalah pada penelitian ini adalah (a) pola slogan kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan (b) jenis slogan berdasarkan referen. Semua permasalahan tersebut telah dibahas di bab II dan III.

Dari pembahasan masalah pertama dapat disimpulkan pola slogan memiliki dua pola yaitu kata dan kalimat. Kata memiiki dua jenis yaitu kata ulang dan akronim. Untuk akronim penulis menemukan 14 pola yaitu (a) pengekalan akronim huruf pertama setiap komponen, (b) pengekalan huruf pertama dan dua huruf pertama, (c) pengekalan suku terakhir, huruf pertama, dan suku pertama dan huruf kelima, (d) pengekalan suku pertama dan huruf pertama dari komponen selanjutnya, (e) pengekalan dua huruf pertama dan huruf pertama dari komponen selanjutnya, (f) pengekalan suku pertama serta dua huruf pertama dan huruf pertama, (g) pengekalan huruf pertama, huruf pertama dan terakhir, dan dua huruf terakhir, (h) pengekalan huruf pertama, huruf pertama dan terakhir, dan huruf pertama, ketiga dan kelima, (i) pengekalan suku kata pertama, huruf pertama, dan huruf kedua dan ketiga, (j) pengekalan suku pertama, huruf pertama, dan dua huruf pertama, (k) pengekalan suku pertama, huruf pertama, dan dua huruf terakhir, (l) pengekalan tiga huruf pertama, huruf ke dua, dan suku kata terakhir, (m) Pengekalan huruf pertama dan tiga huruf pertama, dan (n) Pengekalan Suku Pertama dan Dua Huruf Pertama.

Dalam slogan kabupaten dan kota di Jawa Tengah terdapat fenomena lingual berupa bentuk baru yang menimbulkan jenis referen. Penulis menemukan 12 jenis referen yang tercipta pada slogan kabupaten dan kota di Jawa Tengah yaitu: (1) referen „keadaan‟, (2) referen pangkat, (3) kondisi sosial, (4) ekspresi, (5) referen perbuatan, (6) referen benda (7) referen perasaan, (8) referen hasil, (9) referen proses, (10) referen pancaran, (11) referen penggunaan, dan (12) referen kepemilikan.

4.2 SARAN

Setelah semua masalah dijawab, ada saran yang bisa diajukan. Dari saran ini dimungkinkan dilanjutkan penelitian tentang slogan secara mendalam. Misalnya, dari segi sematik bisa dilanjutkan tentang hubungan asosiatif antara slogan dan kota.

DAFTAR PUSTAKA

Asmoro, Carolus Hendry. 2007. “Pengaruh Slogan, Iklan Luar Ruang, dan Iklan Display Terhadap Minat Beli Konsumen A Mild : Studi Kasus pada Gardena Yogyakarta”. Skripsi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Candra, Yulia “Pengaruh Penggunaan Slogan pada Iklan terhadap Minat Beli Ulang Konsumen : Studi Kasus pada Kentucky Fried Chicken Galeria Mall Yogyakarta”. Skripsi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Elysabeth, Melly Herawati. 2002. “Analisis Hubungan antara Penggunaan Slogan pada Iklan dengan Kesadaran Konsumen terhadap Merek Surat Kabar Bernas : Studi Kasus pada PT Bernas Yogyakarta”. Skripsi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Heny. 2007. “Pengaruh Slogan, Logo, Simbol dan Format Pesan Iklan Bilboard terhadap Minat Beli Konsumen : Studi Kasus Iklan Billboard Rokok A Mild Mentho. Skripsi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Kesuma, Tri Mastoyo jati. 2007. Pengantar (Metode) Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Carasvatibooks.

Kridalaksana, Harimurti. 2010. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Kurniawan, Yohanes Ari. 2008. “Pengaruh Slogan dan Bintang Iklan Jamu Tolak Angin terhadap Minat Pembelian Ulang Konsumen : Studi Kasus pada Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta”. Skripsi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Marsono. 2011. Morfologi Bahasa Indonesia dan Nusantara (Morfologi Tujuh Bahasa Anggota Rumpun Austronesia dalam perbandingan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Prasetyawati, M. Eka. 2007. “Pengaruh Nama Merek, Logo, Karakter, dan Slogan terhadap Ekuitas Merek : Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta pengguna produk-produk Adidas”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Rini, Agnes Budi Septya. 2006. “Pengaruh Slogan dan Bintang Iklan Sabun Lux terhadap Minat Pembelian Ulang Konsumen : Studi Kasus pada

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma angkatan 2002- 2004”. Skripsi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.

Sari, Enggar Anita. 2005. “Hubungan Antara Persepsi terhadap Slogan dalam Iklan Rokok Sampoerna A Mild di Televisi dengan Intensi Membeli Rokok Sampoerna A Mild”. Skripsi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Setiastuti, Cyrilla. 2011. “A stylistics study on McDonald`s slogan during 1960s- 2008”. Skripsi pada Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Suratmi, Maria Goreti. 1997. “Akronim Bahasa Indonesia dalam Surat Kabar Harian Kompas : Tinjauan terhadap Pola Pembentukan, Tipe Frase yang Dibentuk, Proses Morfologis yang Menyertai, dan Bidang Penggunaannya”. Skripsi pada Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Veronica, Nancy. 2006. “Kalimat-Kalimat Slogan Iklan Standar dalam Media Televisi”. Skripsi pada Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Wijana, I Dewa Putu dan Muhammad Rohmadi. 2011. Semantik Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka

SUMBUR ONLINE :

http://www.library.usd.ac.id/ diunduh pada 1 Oktober 2014 pukul 20:23 http://id.wikipedia.org/wiki/ diunduh pada 28 September 2014 pukul 19:34 id.m.wikipedia.org/wiki/metonimia diunduh 09.04.2015. 22.11

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kabupaten_dan_kota_di_Jawa_Tengah diunduh pada 26 September 2014 pukul 20:15

http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/17/jhptump-a-ferynadama-807-2-babii.pdfdi unduh pada 25 Septemer 2014

LAMPIRAN 1

POLA PEMBENTUKAN AKRONIM

1. Pengekalan Huruf Pertama dari Setiap Komponen

1.1 BERAMAL: Bersih, Elok, Rapi, Anggun, Maju, Aman, Lestari 1.2 SEMARAK : Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, Konstitual 1.3 IKHLAS: Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman, dan Sehat 1.4 ASRI: Aman, Sehat, Rapi, Indah

1.5 MAKMUR: Maju, Aman, Konstitusional, Mantap, Unggul, Rapi 1.6 ATLAS: Aman, Tertib, Lancar, Asri, Sehat

1.7 SANTRI: Aman, Nyaman, Tertib,Rapi, Indah 1.8 BATIK: Bersih, Aman, Tertib, Indah, Komunikatif 1.9 BAHARI: Bersih, Asri, Hias, Aman, Ramah, Indah

1.10 MUSTIKA: Maju, Unggul, Sehat, Tertib, Indah, Kontinyu, Aman

1.11 BANGKIT: Bahagia, Aman, Nyaman, Gotong-royong, Kerja keras, Iman, Taqwa

1.12 SUKSES: Stabilitas, Undang-undang, Koordinasi, Sasaran, Evaluasi, Semangat

1.13 BUMI MINA TANI: Berdaya, Upaya, Menuju, Identitas, Makmur, Ideal, Normatif, Adi, Tertib, Aman, Nyaman, Indah

1.14 IKHLAS: Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman, Sehat 2. Pengekalan Huruf Pertama dan Dua Huruf Pertama

2.1 TERSENYUM: Tertib, Elok, Rapi, Sehat, NYaman, Untuk, Masyarakat 3. Pengekalan Suku Terakhir, Huruf Pertama, dan Suku Pertama dan Huruf

Kelima

3.1 HATI BERIMAN: seHAT, Indah, BERsIh, nyaMAN 4. Pengekalan Suku Pertama dan Huruf Pertama dari

4.1 BERHIAS: BERsih, Hijau, Indah, Aman, Sehat 4.2 TENTRAM: TENang, Teduh, Rapi, Aman, Makmur 4.3 SERASI: SEhat, Rapi, Aman, Sejahtera Indah

5. Pengekalan Dua Huruf Pertamadan Huruf Pertama dari Komponen Selanjutnya 5.1 PERWIRA: PEngabdian, Ramah, Wibawa, Indah, Rapi, Aman

6. Pengekalan Suku Pertama dan Dua Huruf Pertama serta Huruf Pertama 6.1 BERSENYUM: BERsih, SEhat, NYaman,Umum

6.2 BERIRAMA: BERsih, Indah, Rapi. Aman, MAkmur 6.3 BERSINAR: BERsih, Sehat, INdah, Nyaman, Aman, Rapi 6.4 BERSEMI: BERsih, SEhat, Mantap, Indah

7. Pengekalan Huruf Pertama, Huruf Pertama dan Terakhir, dan Dua Huruf Terakhir

7.1 BERCAHAYA: Bersih, Elok, Rapi, CeriA, Hijau, Aman, jaYA

8. Pengekalan Huruf Pertama, Huruf Pertama dan Terakhir, dan Huruf Pertama, Ketiga, dan Kelima

8.1 SATRIA: SejahterA, TeRtIb, Aman

9. Pengekalan Suku Kata Pertama, Huruf Pertama, dan Huruf Kedua dan Ketiga 9.1 BERIMAN: BERsih, Indah, aMAn, Nyaman

10. Pengekalan Suku Pertama, Huruf Pertama, dan Dua Huruf Pertama 10.1 BERIBADAT: BERsih, Indah, BArokah, Damai, Aman, Tertib 10.2 BERSERI: BERsih, SEhat, Rapi, Indah

11. Pengekalan Suku Pertama, Huruf Pertama, dan Dua Huruf Terakhir

11.1 BERKEMBANG: BERsih, Kencar-kencar, Eyup, Menuju, Bebrayat, Aman, tenaNG

12. Pengekalan Tiga Huruf Pertama, Huruf ke Dua, dan Suku Terakhir 12.1 GEMILANG: GEMah, rIpah, cemerLANG

13. Pengekalan Huruf Pertama dan Tiga Huruf Pertama 13.1 HARAPAN: Hidup, Aman, RAPi, Asri, Nyaman 14. Pengekalan Suku Pertama dan Dua Huruf Pertama

LAMPIRAN 2

MAKNA LEKSIKAL SLOGAN 1. KEADAAN

Keadaan adalah sifat; perihal (suatu benda): 1.1 SEMARAK

seri; cahaya: 2 ki kemuliaan; kemegahan: 3 keelokan; perhiasan: 1.2 Gilar-gilar : suasana yang meriah atau ramai dan semarak 1.3 SERASI:

cocok; sesuai; kena benar; selaras; sepadan; harmonis 1.4 ASRI

indah dan sedap dipandang mata 2. PANGKAT/TINGKATAN

Tingkatan dalam jabatan kepegawaian (ketentaraan dsb); 2 kedudukan atau derajat kebangsawanan dalam masyarakat; martabat: 3 kelas (di sekolah, gedung pertunjukan, dsb):

2.1 PERWIRA

Anggota tentara yang berpangkat di atas bintara (yaitu dr letnan ke atas); opsir (dl ketentaraan): 2 kl a gagah; berani: 3 kl n pahlawan: -

2.2 SANTRI: orang yang mendalami agama Islam; 2 orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh

2.3 SATRIA : orang (prajurit, perwira) yang gagah berani; pemberani; 2 kasta kedua dalam masyarakat Hindu; kasta bangsawan atau kasta prajurit. 3. KONDISI SOSIAL

Persyaratan; keadaan; sosial keadaan masyarakat suatu negara pada saat tertentu;

3.1 TENTERAM

aman; damai (tidak terdapat kekacauan): 2 tenang: 3.2 MAKMUR

banyak hasil: 2 banyak penduduk dan sejahtera: 3 serba kecukupan; tidak kekurangan:

4. EKSPRESI

Pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb): 2 pandangan air muka yang memperlihatkan perasaan seseorang:

4.1 BERSERI

bercahaya; bersemarak; tampak elok (indah), tampak ceria atau cerah (tt air muka)

5. PERBUATAN :

Sesuatu yang diperbuat (dilakukan),; tindakan 5.1 BERAMAL :

berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kepada orang miskin, organisasi sosial, dsb; 2 melakukan sesuatu yang baik, seperti memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; 3 berdoa, memohon kepadaTuhan

5.2 BERIBADAT: menunaikan ibadat; 5.3 BERHIAS:

5.4 memperelok diri dengan pakaian atau perhiasan yang indah-indah; berdandan; bersolek

5.5 BANGKIT

bangun (dari tidur, duduk) lalu berdiri, 2 bangun (hidup) kembali: 3 timbul atau terbit (tt marah)

5.6 TERSENYUM

memberikan senyum; tertawa dengan tidak bersuara 6. PERASAAN

Hasil atau perbuatan merasa dengan pancaindra: 2 rasa atau keadaan batin sewaktu menghadapi (merasai) sesuatu: 3 kesanggupan untuk merasa atau merasai: 4 pertimbangan batin (hati) atas sesuatu; pendapat

6.1 IKHLAS

bersih hati; tulus hati: 7. BENDA

Segala yang ada dalam alam yang berwujud atau berjasad (bukan roh); zat (msl air, minyak); 2 barang yang berharga (sbg kekayaan); harta; 3 barang

7.1 BATIK

kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu; kain batik

7.2 ATLAS

buku yang berisi peta bumi 7.3 MUSTIKA

batu hablur yang sakti (terdapat dalam kepala ular, teripang, dsb); 2 batu permata yang berharga (seperti intan); 3 ki yang terelok; yang tercantik 7.4 HARAPAN : sesuatu yang (dapat) diharapkan: 2 keinginan supaya

menjadi kenyataan:; 3 orang yang diharapkan atau dipercaya: hidup 1 kemungkinan tetap hidup: ~2 kemungkinan dapat hidup lebih lama; 7.5 BAHARI: mengenai laut; bahar, 2. indah; elok sekali, 3. dahulu kala; kuno 8. HASIL

Sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dsb): 2 n pendapatan; perolehan; buah: 3 n akibat; kesudahan (dari pertandingan, ujian, dsb): 4 n pajak; sewa tanah; 5 cak v berhasil; mendapat hasil; tidak gagal:

8.1 SUKSES :

berhasil; beruntung 8.2 GEMILANG :

bercahaya terang; 2 ki bagus (baik) sekali (tt hasil suatu pekerjaan dsb);

Dokumen terkait