• Tidak ada hasil yang ditemukan

Melawan Stigma.

Berbicara tentang kesehatan jiwa di masyarakat akan selalu berkaitan dengan Stigma. Bahkan ini menjadi masalah besar dari akses pelayanan Kesehatan Jiwa. Pelayanan kesehatan jiwa sudah sangat berbatas, tenaga profesionalnya juga sangat terbatas, kedua itu saja sudah membatasi akses layanan Kesehatan Jiwa, ditambah lagi dengan raksasa yang bernama Stigma semakin menghambat masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan jiwa.

Apa yang kader desa sehat jiwa lakukan di desa adalah upaya melawan stigma. Apa yang psikolog klinis lakukan di puskesams adalah upaya juga untuk melawan stigma. Apa yang sejenakhening.com lakukan untuk penanggulangan kebenca-naan berbasis Kesehatan Jiwa juga adalah melawan stigma.

“Kebanyakan masyarakat masih terkurung dalam stigma, kalau kita dikonseling, berati kita gila,” tutur Erni saat berbagi pengalamannya mensosialisasikan keberadaanya sebagai kader.

“Bukan hanya dianggap Gila, stigmanya juga kalau masalah kesehatn jiwa ini karena hal-hal Gaib. Ya boleh sih percaya, tetapi

kita juga harus melihat dari sisi kesehatan. Seperti pengalaman saya jadi kader, saya harus berhadapan langsung dengan mereka yang menolak mengakui bermasalah jiwanya dan berpikir terus kalau ini karena masalah gaib. Akhirnya setelah parah, baru mau mencari pengobatan.” Imbuh kader lainnya.

Alin juga punya pengalaman serupa ketika kliennya mengatakan kalau kondisinya semakin parah karena sejak lama tidak ada yang mau mendengarkannya, tidak ada yang percaya dengan apa yang dikatakan kliennya dan malah menekan kliennya, dicap hanya berpura-pura terganggu.

Seorang dengan masalah kejiwaan atau gangguan jiwa berat kerap dianggap melebih-lebihkan apa yang mereka alami, kerap juga dicap tidak beriman dan justru dipersalahkan atas apa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang sering kali mendapatkan ejekan, dianggap seperti sampah dan dilecehkan. Lebih parah lagi adalah kepada mereka yang bunuh diri. Bahkan setelah mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya atas segala tekanan mental yang dialaminya, ia masih di cap sebagai orang lemah, bodoh, tidak beriman dan lain sebagainya. justifikasi sebagai orang yang tidak beriman, bodoh dan sebagainya.

Stigma menyebabkan ODMK dan ODGJ merasa malu untuk mengutarakan apa yang dialaminya. Bahkan mencegah mereka untuk mencari pertolongan professional. Meski telah 10 bulan berjalan sebagai kader desa sehat jiwa, keberadaan

Melawan Raksasa Bernama Stigma: Sebuah Refleksi |87 mereka tidak popular dan tidak sedikit yang masih meragukan manfaat kehadiran mereka.

Meskipun demikian, Stigma bukan musuh. Stigma adalah tanda bahwa ada yang tidak beres di masyarakat dan pemerintah kita. Apakah itu? pengetahuan. Pengetahuan yang benar dan tepat tentang Kesehatan Jiwa. Oleh karena itu, upaya melawan raksasa yang bernama Stigma harus dilakukan dengan diseminasi informasi yang tepat dan benar tentang kesehatan jiwa dan advokasi kepada pemangku kebijakan untuk dapat menyelenggarakan upaya Kesehatan Jiwa.

↜oOo↝

- 88 -

Cerita 8

CERITA TIM SEJENAKHENING.COM

Dalam menyuarakan Kesehatan Jiwa di Kabupaten Sigi, Sejenakhening.com tidak hanya melaksanakan program penempatan psikolog klinis di 2 puskesmas dan kader desa sehat jiwa di 4 desa. Banyak program lain yang disusun untuk menjadi pendukung implementasi dua kebijakan utama itu yaitu advokasi ke pemerintah, pelatihan untuk psikolog, dokter dan kader, case conference untuk membahas kasus bersama psikolog dan kader, penyuluhan di desa, konseling grup di desa, workshop kebijakan dengan mengundang pemerintah dari berbagai sektor untuk membangun kesadaran dan membahas apa yang bisa dilakukan dalam bidang Kesehatan Jiwa.

Namun, tidak semua berjalan mulus dan sesuai rencana. Pada bulan maret, Indonesia mulai memasuki masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan segala aktifitas langsung terkait dengan banyak orang untuk ditunda, diubah bahkan dibatalkan. Begitu pula dengan berbagai rancangan program Sejenakhening.com yang harus beradaptasi dengan kondisi pandemik. Setelah covid, ada beberapa program diganti menjadi webinar, konseling grup khusus tenaga kesehatan di puskesmas, membangun awareness lewat jaringan komunikasi menggunakan handphone.

Cerita Tim sejenakhening.com |89 Tuturan Direktur

Sebagai CO-Founder sekaligus Direktur Sejenakhening.com, Eriek yang merupakan tamatan Teknik Mesin ini telah bekerja dengan sejenakhening.com selama 4 tahun dan memimpin Sejenakhening.com selama 2 tahun. Melaksanakan program ini adalah satu tujuan besarnya ketika bersama-sama mendirikan sejenakhening.com

Refleksi yang bisa Eriek dapatkan adalah membangun dan menyuarakan Kesehatan Jiwa memiliki banyak tantangan, diperlukan upaya yang konsisten untuk dapat mewujudkannya. Ia bersyukur, pemerintah kabupaten Sigi terbuka untuk terus belajar mengenai kesehatan jiwa.

Tuturan Consultant Project

Sebagai Founder Sejenakhening.com dan Consultant Project ini, Ardi merasa bahwa apa yang selama ini upayakan agar Kesehatan Jiwa dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat di sulawesi tengah dapat terwujud. Satu demi satu langkah yang ada terus diupayakan. Dengan demikian, satu langkah nyata untuk mengadvokasi pemerintah kabupaten Sigi dapat terwujud. Upaya ini baru langkah awal, ibaranya baru membuka jalan, tantangan yang sebenarnya justru baru dimulai.

Refleksi selama project ini dilaksanakan adalah bahwa sudah sejak lama isu Kesehatan Jiwa ini seolah “terabaikan”. Ada, namun tidak menjadi program prioritas, meskipun hasil riset kesehatan dasar sudah menunjukan angka yang tinggi, tidak juga diikuti dengan upaya menurunkan angka tersebut.

Ketiadaan upaya itu bukan serta merta karena pemerintah tidak mau, tapi bisa juga terjadi karena ketidaktahuan. Itu yang saya temukan selama proses advokasi. Literasi Kesehatan Jiwa baik di level masyarakat hingga pemangku kebijakan masih rendah. Ini menjadi PR bagi tenaga profesional pekerja kesehatan jiwa untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan jiwa.

Tuturan Project Officer

Sebagai Project Officer, tugas utama dari Novi adalah mengkoordinasikan implementasi program di lapangan.

Dengan latar belakang sebagai Ahli Kesehatan Masyarakat yang berfokus pada advokasi kesehatan ke pemerintah, ia merasa bahwa pekerjaan ini sangat cocok untuknya maka dari itu ia memutuskan untuk bergabung dan berjuang bersama tim sejenakhening.com. Pilihan untuk bergabung ini membuatnya belajar banyak tentang Kesehatan Jiwa.

Refleksi selama pelaksanaan program adalah stigma di masyarakat yang masih sangat kuat tentang kesehatan jiwa.

Namun itu tidak membuatnya menyerah. Ia tetap maju memimpin implementasi program di garda terdepan. Hal yang membuat ia merasa bangga sekaligus bahagian adalah

Cerita Tim sejenakhening.com |91 ketika advokasi ke pemerintah berhasil. Dikuatkan dengan keluarnya surat tugas dari Bupati untuk penempatan psikologi Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi yang telah mengeluarkan keputusan untuk menjalankan program dengan ketetapan waktu 2 bulan. Dan harapannya setelah 2 bulan berjalan, program ini dapat seutuhnya dilanjutkan oleh Dinas Kabupaten Sigi.

Tuturan Staf Lapangan

Sebagai staf lapangan, tugas Fira, Ditri dan Angga pada umumnya adalah pendamping kader desa sehat jiwa di desa, menjadi penghubung antara kader dan tim sejenakhening.com. Mereka juga bertanggung jawab dan mengorganisir semua urusan di desa intervensi, melakukan pendampingan konseling oleh kader desa sehat jiwa di desa, mengupload segala informasi tips atau kegiatan lapangan di media sosial, mendesain tips yang berhubungan dengan Kesehatan Jiwa untuk jaringan komunikasi, menjadi admin konsultasi online dan masih banyak lagi tugas-tugas tambahan lain yang dilakukan untuk membangun Kesehatan Jiwa di Kabupaten Sigi

Berbagai suka-duka dilalui oleh Field Officer khususnya saat turun lapangan.

“kalau ke desa itu dapat tawaran makan, haha… “ tutur Ditri.

Keterlibatan staf lapangan yang intensif membuat masyarakat disekitar turut dekat dengan mereka. Walaupun jarak yang

ditempuh untuk sampai ke desa lumayan jauh, namun perasaan lelah dapat terbayarkan ketika berkumpul bersama warga di desa intervensi sejenakhening.com.

Ada juga suka-duka dari Fira yaitu megedukasi masyarakat tentang Kesehatan Jiwa membutuhkan tenaga yang ekstra. Ia pernah diremehkan saat menjalankan tugasnya sebagai staf lapangan karena umurnya yang masih terbilang cukup muda.

Walaupun demikian, ia merasa senang dan bangga karena dapat membangun kesadaran Kesehatan Jiwa di tanah kelahirannya.

Duka yang dirasakan Angga yaitu itu saat pandemi melanda Indonesia khususnya di Kabupaten Sigi, seluruh kegiatan yang bersifat lapangan harus ditunda dan beradaptasi dengan kondisi situasi pandemi. Tim Sejenakhening.com harus melakukan kerja dari rumah sesuai dengan anjuran pemerintah yang akhirnya membuat tim staf lapangan jarang berkunjung ke desa. Walaupun demikian, sesuai dengan kemampuan, tim tetap melaksanakan program yang bisa dilaksanakan dengan maksimal.

Tanpa tim yang kompak, tanpa tim yang memiliki frekuensi dan tujuan yang sama, hasil pencapaian sejenakhening.com yang sekarang, tidak mungkin dapat tercapai. Bukan hanya menjadi pelopor dan pelaksana adanya Program Membangun Ketangguhan dan Kesehatan Mental pasca Bencana, tim sejenakhening.com pun juga turut belajar dalam perjalanannya.

↜oOo↝

- 93 -

Cerita 9

INI BELUM SELESAI,

Dokumen terkait