METODE PENELITIAN
B. IMPLIKASI HASIL PENELITIAN
Pembelajaran moral berbasis keteladanan cara Islami pada anak usia dini memiliki implikasi teoritis maupun praktis. Secara teoritis pendekatan keteladanan mampu meningkatkan penanaman moral kepada peserta didik, khususnya anak usia dini. Hal ini dimungkinkan karena masa anak usia dini merupakan masa-masa imitative baik dalam berbahasa, berperilaku, atau bertingkah laku. Oleh karena itu secara teoritis pengembangan model pembelajaran moral berbasis keteladanan cara islami pada anak usia dini memadai untuk dikembangkan melalui teori pendidikan umum.
Teori dasar yang dapat dijadikan sandaran pengembangan model pembelajaran melalui pendekatan keteladanan ini, adalah teori yang dikembangkan para ahli dalam psikkologi, yaitu teori imitative, maupun teori mengenai langkah-langkah internalisasi nilai oleh Krathwohl dkk. Sedangkan model aplikasi cara Islami diambil dari model perlakukan pendidikan yang biasa dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Implikasi praktis dari pengembangan model pembelajaran moral melalui pendekatan keteladanan, dapat dilakukan sangat mudah dilakukan tanpa memiliki syarat, namun yang dituntut adalah kemauan keras dari para pendidik untuk membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku terpuji. Keteladanan memiliki kekuatan dahsyat bagi siapapun seperti dipraktekkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. dan keberhasilannya tidak diragukan lagi, dan diakui bukan hanya oleh segenap ummatnya, bahkan diluar ummat Islam mengakuinya. Hal inipun selalu dilakukan para ulama dan pemimpin besar dalam mebentuk perilaku siswa dan masyarakatnya.
C. REKOMENDASI
Sebagai rekomendasi yang dapat berikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah :
Pertama, kepada prodi Pendidikan Umum/Nilai Sekolah Pasca Sarjana UPI direkomendasikan untuk lebih memperkaya khazanah pengembangan baik materi, proses pembelajaran, evaluasi, pengembangan metode dan pendekatan, dan lainnya yang berkaitan dengan pengembangan nilai moral, baik berkaitan dengan
pengembangan anak usia dini, tingkat pendidikan dasar, maupun tingkat menengah, atau bahkan untuk perguruan tinggi dan masyarakat pada umumnya. Pendekatan keteladanan dalam penanaman nilai moral pada anak usia dini yang penulis lakukan sangat-sangat layak untuk disiminasikan dalam setiap pembelajaran dalam membentuk pribadi-pribadi yang teruji.
Kedua, kepada para guru yang ada pada lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan para orang tua maupun orang-orang dewasa lainnya yang ada di sekitar anak merekomendasikan untuk menerapkan pendekatan keteladanan dalam setiap kesempatan, tidak hanya dalam penanaman moral berbasis agama semata, namun dalam berbagai aktivitas kehidupan positif, dan kajian-kajian lainnya. Penanaman dan pemodelan yang tertanam sejak kecil akan menjadi dasar pengembangan hingga ia mencapai kedewasaannya.
Ketiga, pada pemerintah yang memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan anak usia dini, untuk mampu memberikan support secara nyata. Pembentukan warga negara yang baik diawali dari hasil didik keluarga yang baik, kemudian dilanjutkan melalui pendidikan formal di sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga dewasa juga baik, bahkan dalam kehidupan masyarakat yang baik pula akan menghasilkan warga negara yang baik.
Keempat, temuan dan kesimpulan yang dirumuskan peneliti merupakan temuan tentative dalam pelaksanaan pembelajaran moral berbasis keteladanan cara Islami pada lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini (pendidikan anak prasekolah). Oleh karena itu, peneliti berharapan besar terhadap pihak yang merasa memiliki kepedulian terhadapa pendidikan anak usia dini (pendidikan prasekolah) untuk melakukan penelitian lanjutan untuk melengkapi model-model pembelajaran moral melalui pendekatan keteladanan, baik materi, media, evaluasi, dan tindak lanjutnyanya.
DAFTAR BACAAN
Ahnan, Maftuh. (2005). Keagungan Akhlak Rosulullah SAW, Cermin Budi Pekerti Al-Quran. Surabaya: Terbit Terang
al-Abrasy, M. Athiyah. (1987) Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam,Terj. Bustami A. Ghani, Titian Ilahi Press.al-Ahwani: Yogyakarta
Al Hufy, A M. (1995). Akhlak Nabi Muhammad SAW, Keluhuran dan Kemuliaannya. Bandung: Gema Risalah
Al Muchtar, Suwarma. (2004). Pendidikan dan Masyarakat Sosial Budaya. Bandung: Gelar Pustaka Mandiri
Al Qarny, A A. (2005). Muhammad Ka Annaka Taraa. Jakarta: Cakrawala Publishing
Al-Quran dan Terjemahannya, 1991., Departemen Agama, Jakarta. Alwasilah, A. Chaedar. (2002). Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka jaya
An-Nahlawi, Abdurrahman. (1989). Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam, dalam Keluarga, di Sekolah dan di Masyarakat. Bandung: Diponegoro Anwar & Ahmad A. (2009). Pendidikan Anak Dini Usia. Bandung: Alfabeta Arifin, H.M. (2000). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT.Bumi Aksara.
Asmani, J M. (2009). Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Jogjakarta:Diva Press
Bertens, K. (2004). Etika. Jakarta: Gramedia
Boeree, C G. (2009). Metode Pembelajaran & Pengajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Dahar, Ratna Willis. (2011). Teori-Teori Belajar & Pembelajaran. Jakarta. Penerbit Erlangga.
Darmadi, Hamid. (2007). Dasar Konsep Pendidikan Moral. Bandung: Alfabeta Darmadi, Hamid. (2009). Kemampuan Dasar Mengajar. Bandung: Alfabeta Deporter B & Hernacki, M. (2010). Quantum Learning. Bandung: Mizan
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (2003) Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.
Djahiri, A K. (1985). Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral V C T dan Games dalam VCT. Bandung: Granesia
Fakhruddin, A U. (2010). Sukses Menjadi Guru TK-PAUD. Jogjakarta: Bening Hadisubrata, M S. (1991). Meningkatkan Inteligensia Anak Balita, Pola
Pendidikan untuk Lebih Mencerdaskan Anak Balita. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia
Hadisubrata, M S. (1989). Mengembangkan Kepribadian Anak Balita Pola Pendidikan untuk Meletakkan Dasar Kepribadian yang Baik. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia
Haricahyono, Cheppy. (1995). Dimensi-Dimensi Pendidikan Moral. Semarang: IKIP Semarang.
Hasyim, Umar. (1991). Cara Mendidik Anak dalam Islam 2 (Seri Anak Saleh). Surabaya. Bina Ilmu.
Hill, F. Winfred. (Terj.M. Khozim). (2009). Theories of Lerning (Teori-Teori Pembelajaran, Konsepsi, Komparasi dan Signifikansi). Bandung. Nusa Media
Isjoni. (2007). Dilema Guru ketika Pengabdian Menuai Kritikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Karim, Sa’ad Al-Fiqy. (2007). Agar Tidak Salah Dalam Mendidik Anak. Pajang Lawean Solo. Media Insani Publishing.
Kartono, Kartini. (2005). Teori Kepribadian. Bandung: Mandar Maju
Kurniawan, Yedi. (1993). Pendidikan Anak Sejak Dini Hingga Masa Depan. Jakarta: Firdaus
Madjid, Nurcholish, dkk. (2002). Manusia Modern Mendamba Allah: Renungan Tasawuf Positif. Jakarta: Ilman dan Hikmah Press
Maheka, Arya. (tanpa tahun) Mengenali dan Memberantas Korupsi. Jakarta: KPK Majid A & Andayani D. (2010). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam.
Bandung: Zulfa Offset
Mansur. (2009). Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Megawangi, Ratna. (2004). Metode Sukses Anak Bukan Semata-Mata “Ranking”
di sekolah.
Megawangi, Ratna. (2007). Semua Berakar pada Karakter, Isu-Isu Permasalahan Bangsa. Jakarta: FEUI
Miller, J P. (2002). Cerdas di Kelas Sekolah Kepribadian. Jogjakarta: Kreasi Wacana
Moleong, J. Lexy (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Morrison, G S. (2012). Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jakarta: Indeks
Mulyana, Rohmat, dkk. (1999).Cakrawala Pendidikan Umum. Bandung: PPS IKIP Mulyana, Rohmat. (2004). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung:
Alfabeta
Mulyasa, E. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasana, Dedy. (2011). Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung . PT Remaja Rosdakarya.
Munir, Abdullah. (2010). Pendidikan Karakter, Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah. Jogjakarta: Pedagogia
Mursi, S M S. (2003). Seni Mendidik Anak. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar
Mutahhari, Murtadha. (1986). Perspektif Al-Quran tentang Manusia dan Agama. Bandung: Mizan
Nawawi, Hadari. (1991). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Univer-sitas Gajah Mada.
Nurdjana IGM, dkk. (2005). Korupsi & Illegal Logging dalam Sistem Desentralisasi. Jogjakarta: Pustaka Pelajar
Patmonodewo, Soemiarti. (2008). Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: Rineka Cipta
Perquin & Russen. (1982). Pendidikan Keluarga dan Masalah Kewibawaan. Bandung: Jemmars
Sanjaya, Wina. (2006). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Satibi H., Otib. (2006). Metode Pengembangan Moral dan Nilai-Nilai Agama. Jakarta : UT
Severe, Sal. (2005). Bagaimana Bersikap pada Anak agar Anak Bersikap Baik. Jakarta: Gramedia
Sjarkawi. (2006). Pembentukan Kepribadian Anak, Peran Moral, Intelektual, Emosional, dan Sosial sebaga Wujud Integritas Membangun Jati diri. Jakarta: Bumi Aksara
Soelaeman, M I. (1994). Pendidikan dalam Keluarga. Bandung: Alfabeta
Sumaatmadja, Nursid. (2002). Pendidikan Pemanusiaan Manusia Manusiawi. Bandung: Alfabeta
Syah, Muhibbin. (2006). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Rosda
Syari’ati, Ali. (1989). Membangun Masa Depan Islam. Bandung: Mizan
Tillman, Diane. (2004). Pendidikan Nilai untuk Kaum Dewasa-Muda. Jakarta: Grasindo
Trianto. (2011). Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik bagi Anak Usia Dini TK/RA Anak Usia Kelas Awal SD/MI. Jakarta: Kencana
Ulwan, A N. (1992). Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak. Bandung: Rosda Ulwan, A N. (1992). Pendidikan Sosial Anak. Bandung: Rosda
Umar, Husein. (2005). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta. Radja Grafindo Persada.
Untung, Slamet. (2005). Muhammad sang Pendidik. Semarang: Pustaka Rizki Putra
Ya’qub, Hamzah. (1993). Etika Islam. Bandung: Diponegoro
Zuriah, Nurul. (2007). Pendidikan Moral & Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara
Online
Aptorina. (2009). Kedisiplinan Penting Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Di Sekolah. http://syopian.net/blog/?p=623 [16 Juli 2010]
Asyraf, Suryadin. (2008). Proses Pembelajaran yang Memotivasi Prestasi Belajar Siswa di sekolah.. http://id.wikipedia.org/wiki/Norma_sosial# Norma_kesusilaan [22 Juni 2010]
Duma M S Hutahaean. (2007). Peran Guru Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa. http://bruderfic.or.id/h-129/peran-guru-dalam-membangkitkan-motivasi-belajar [22 Juni 2010]
Harjanti. (2008). Kenakalan seksual Remaja Tantangan Pendidikan Karakter http://guru-merdeka.blogspot.com/2008/03/kenakalan-seksual-remaja-tantangan.html [4 Febuari 2010]
Ifdil. (2009). Alat Pendidikan dalam Proses Pembelajaran. http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=vi ew&id=66&Itemid=103 [16 Juli 2010]
Joko Winarto dalam (http://all-about-theory.blogspot.com/2010/03/definisi-teori-belajar-sosial. html),
Nasution, Farid. (2008). Pendidikan Karakter Masih Terabaikan.
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=articl
e&id=761:pendidikan-karakter-masih-terabaikan&catid=129:13-desember-2008&Itemid=115 [4 Febuari 2010]
Shintawati. (2009) Pendidikan Berbasis Karakter. Tersedia [Online] http://jsit.web.id/index.php?option=com_content&task=view&id=416& Itemid=73 [17 Januari 2010]
Husamah. (2006). Pendidikan bermoral dan tayangan bermoral. Artikel. http://webcache.googleusercontent.com [16 Juli 2010]
___________(2010) Wajah bopeng dunia pendidikan. http://webcache. googleusercontent.com [12 Juni 2010]
Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Dokumen
Depdiknas. (2006). Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Kewarganegaraan SMP. Jakarta: Mendiknas
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta : Balai pustaka
Tim Dosen. (2006). Jurnal civicus. Bandung : Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan UPI