• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan Penelitian

2. Kesimpulan Khusus

a. Terdapat perbedaan civic skills siswa pada kelas yang menggunakan Model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan kelas kontrol. Dengan menggunakan Model kooperatif tipe Teams Games Tournament

(TGT) dalam meningkatkan Civic Skills pada mata pelajaran PKn dengan konsep Sistem Politik di Indonesia. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa terdapat perbedaan civic skills terdiri dari kecakapan intelektual dan kecakapan partisipasi. Kriteria kecakapan kewarganegaraan (Civic Skills) siswa berbanding lurus dengan apa yang didapat peneliti pada saat melakukan eksperimen diantaranya kemampuan siswa untuk dapat mengidentifikasi dan menjelaskan mengenai sistem politik di indonesia, menggambarkan pelaksanan proses, lembaga, alat, dan tujuan sistem politik di Indonesia, dan menyampaikan dan merespon ide,gagasan mengenai sistem politik indonesia. Sedangkan kecakapan partisipasi siswa diantaranya partisipasi umum dan keahlian pemecahan masalah antara kelas eksperimen yang menggunakan perlakuan dengan kelas kontrol yang tidak

127

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menggunakan perlakuan dimana hasilnya kelas eksperimen yang menggunakan model TGT memiliki skor akhir penilaian yang lebih tinggi, dari pada kelas kontrol.

b. Terdapat perbedaan Intellectual Skills siswa pada kelas yang menggunakan Model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan kelas kontrol. Dengan kata lain, Model kooperatif tipe Teams Games Tournament

(TGT) dapat meningkatkan Intellectual Skills siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes nilai kecakapan intelektual siswa pada konsep materi Sistem Politik di Indonesia terlihat siswa memiliki kemampuan berpikir kritis diantaranya: Mengidentifikasi dan menjelaskan mengenai sistem politik di indonesia, menggambarkan Pelaksanaan proses lembaga, alat, tujuan sistem politik di indonesia, dan kemampuan menyampaikan dan merespon ide,gagasan mengenai sistem politik indonesia pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Penggunaan model kooperatif TGT dapat membuat semua siswa mengeluarkan pendapat, menjawab, dan bertanya dikelas,mereka mampu memperluas pengetahuan, mengidentifikasi masalah, berfikir kritis sehingga apa yang disebut kecakapan intelektual itu muncul dengan baik daripada kelas kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan khusus.

c. Terdapat perbedaan yang signifikan Participatory Skills siswa pada kelas yang menggunakan Model kooperatif tipe Teams Games Tournament

(TGT) dengan kelas kontrol. Dengan kata lain, model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan Participatory Skills siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Hal ini dapat dilihat dari kecakapan tingkat partisipasi siswa dikelas eksperimen lebih baik dengan melihat kemampuan siswa terkait kecakapan partisipasi yang terdiri dari kemampuan partisipasi umum dan keahlian pemecahan masalah.

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kemampuan partisipai umum mencakup: mengemukakan dan mendengarkan ide/gagasan dan pendapat mengenai konsep sistem politik di Indonesia dalam proses diskusi dan ketika pelaksanaan turnamen akademik. Adanya interaksi dan kerjasama antara kelompok tim. Sedangkan untuk kemampuan keahlian pemecahan masalah, para siswa memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain (memberikan solusi dengan alasan-alasan yang logis dan relevan), mengatasi konflik apabila terjadi perbedaan maka diselesaikan baik dan demokratis, berorientasi ke depan membuat keputusan dan berpikir sebelum bertindak ( tanggap terhadap warga negara yang lain dan melaksanakan interaksi seperti bertanya, menjawab, dan berunding dengan santun) memiliki nilai lebih tinggi daripada kelas kontrol yang tanpa perlakuan. Hal ini berarti terdapat perbedaan Participatory Skills siswa pada kelas yang menggunakan Model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan kelas kontrol.

B.REKOMENDASI

Berdasar hasil analisis data dan refleksi dalam penelitian ini, ada beberapa rekomendasi yang berhubungan dengan pengembangan Model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan civic skills siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan yaitu sebagai berikut:

1. Bagi Guru:

a. Guru PKn khususnya serta mata pelajaran lain pada umumnya diharapkan terus berupaya untuk dapat mengubah paradigma dari pembelajaran konvensional yang menjadikan guru sebagai sumber pembelajaran (teacher centered) beralih menjadi student centered dimana keterlibatan siswa harus lebih dominan. Sehingga setiap guru diharapkan terus berupaya untuk mengembangkan kompetensi keahliannya melalui

129

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

berbagai pelatihan-pelatihan/penataran-penataran sehingga bisa menjadi pengembang model bahkan penemu model pembelajaran.

b. Guru PKn khususnya perlu mengaplikasikan model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Hal ini karena model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat mengembangkan berbagai kecakapan (skills) siswa, seperti civic skills.

2. Bagi Sekolah:

a. Fasilitas pembelajaran sarana dan prasarana di sekolah perlu dilengkapi dan ditingkatkan lagi agar tercipta pembelajaran yang memadai.

b. Kepala Sekolah, sebagai pihak yang sangat strategis da n memiliki otoritas dalam mengambil dan menentukan kebijakan-kebijakan pendidikan pada tingkat sekolah, maka diharapkan mempunyai komitmen untuk memperhatikan pengadaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang diperlukan oleh pendidik. Kepala sekolah seyogyanya dapat memberi bimbingan, motivasi dan kesempatan seluas-luasnya kepada para guru untuk mengembangkan potensinya dan meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan pembelajaran, serta mencobakan berbagai model pembelajaran yang aktual, baik dalam wadah pengembangan profesional guru seperti kegiatan MGPM maupun kegiatan-kegiatan lain seperti penataran, seminar, dan sebagainya perlu terus diberdayakan dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang bermutu.

c. Kepada Dinas Pendidikan Propinsi Jawa barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu masukan dalam meningkatkan kinerja guru dan memperbaiki proses pembelajaran, khususnya pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Di

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

samping itu, untuk meningkatkan kemampuan profesional guru pendidikan kewarganegaraan, seyogyanya agar diperbanyak kegiatan-kegiatan pelatihan guru, termasuk pelatihan mengenai model-model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered), pelatihan tersebut sebaiknya dipandu oleh tenaga-tenaga yang mempunyai kualitas dan kepakaran atau ahli pada bidangnya.

3. Bagi Siswa :

a. Dengan proses pembelajaran PKn dengan menggunakan model Kooperatif tipe teams Games Tournaments (TGT), siswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kecakapan kewarganegaraan siswa (Civic Skills).

b. Melalui proses pembelajaran PKn, siswa memiliki kesadaran bekerja sama dapat menjawab berdasarkan pendapatnya dan memiliki motivasi dalam dirinya untuk lebih bersemangat dalam proses pembelajaran.

4. Peneliti selanjutnya, pada penelitian ini fokus mengenai pembelajaran Model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan kecakapan kewarganegaraan siswa (civic skills) dengan hasil baik, namun demikian kehidupan pembelajaran di sekolah merupakan kondisi dinamis bergerak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan maka hendaknya bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya terfokus pada kecakapan kewarganegaraan saja namun diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan ketiga aspek kewargenegaraan (civic knowledge, civic skills and civic disposisions).

131

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Abdulkarim,A. (2006). Pendidikan Kewarganegraan Kelas X SMA. Bandung: Grafindo

Arikunto,S.(2006).Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineke Cipta

Azwar, S. (1997).Metodologi Penelitian. Yogyakarta :Pustaka Pelajar.

Banks, J.A. (1977) Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry, Valuing, and DecisionMaking, Reading: Addison-wesleyPublishing.

Banks, J. A. (Eds) (2004). “Teaching for Multicultural Literacy, Global Citizenship, and social Justice”. San-Fransisco: Jossey-Bass

Branson, M.S. (1998). The Role of Civic Education.Calabasas : Center for Civic Education.

Branson, M.S. (1999). Making the Case for Civic Education: Where We Stand at the End of the 20th Centure.Washington: CCE.

Budiarjo, M. (2009). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia

Budimansyah, D (2008). “Pendidikan Demokrasi sebagai Konteks Civic

Education di Negara

Budimansyah, D., Suparlan, dan Meirawan,. (2008) PAKEM :Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Bandung: Genesindo.

Budimansyah, D. dan Suryadi, K. (2008).Pkn dan Masyarakat Multikultural. Bandung: Program StudiPendidikanKewarganegaraan.

Budiyanto. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga

Cogan, J.J. and Ray Derricott (eds). (1998). Citizenship for The 21st Century: An International Perspective on Education. London: Kogan Page.

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Creswell. W, John. (2010). Research Design “Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif

dan Mixed”.Yogyakarta :Pustaka Pelajar.

Center for Indonesia Civic Education/CICED (1999) .Democratic Citizens in a Civic society: Report of the Conference on Civic Education for Civic Society, Bandung : CICED.

Cheng, Y.C. (1999). Curriculum and Pedagogy in the New Century: Globalization, Localization, and Individualization For Multiple Intelegences. Bangkok : UNESCO-ACEID.

Djahiri, A.K. (1996). Teknik dan Pengembangan Program PendidikanNilai-Moral. Bandung: Lab Pengajaran PMP IKIP Bandung.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum2004 :Kompetensi Standar Mata Pelajaran

Isjoni.(2007). Cooperative Learning: Mengembangkan Kemampuan Belajar Kelompok. Bandung: Alfabeta.

Isjoni.(2007).Cooperative Learning; Efektifitas Pembelajaran Kelompok.Bandung: Alfabeta

Isjoni. (2009). Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Isjoni.(2011). Cooperative Learning “EfektifitasPembelajaranKelompok.Bandung :Alfabeta.

Joyce, Bruce., Marsha Weil., Emily Calhoun. (2009). Models of Teaching

“Model-model Pengajaran”.Yogyakarta :Pustaka Pelajar.

Kartaprawira, R. (2006). Sistem Politik Indonesia Suatu Model Pengantar.

Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Kerr,D. (1999). Citizenship Education: an International Comparison. London: Quality Curriculum Association.

Lee, W. (1999). Qualities of Citizenship For the New Century:Perception of Asian Education Leader. Bangkok:UNESCO-ACIED

Lie, A. (2004), Model-model Pembelajaran, Bandung, LPMP.

Ruseffendi, H.E.T. (1998). Statistika Dasar untuk Penelitian Pendidikan Bandung : IKIP Bandung Press.

133

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Slavin, R.E. (1995). Cooperative Learning.Second Edition.Massachussetts: Allyn and Bacon Publishers

Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: BumiAksara. Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

---(2009). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta.

………….. (2011). Metode Penelitian Kombinasi: Mix Methods. Bandung:

Alfabeta.

---(2012). Metode Penelitian Pendidikan “Pendekatan Kuantiitatif, Kualitatif dan R&D”. Bandung :Alfabeta.

Sudjana.(2002). Metode Statistik.Bandung:Tarsito.

Sanjaya Wina. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Penerbit Kencana Prenada Media.

Somantri, N. (1976). Metode Mengajar Civics. Jakarta: Erlangga.

Sumantri, E. (2008). An Outline of Citizenship and Moral Education in Major Countries of Southeast Asia.Bandung: The Indonesia University of Education.

Umi,N. (2007). Riset Manajemen Sumber Daya Manusia Aplikasi Contoh dan Perhitungannya. Jakarta: Media Grafika

Universitas Pendidikan Indonesia. (2012).Penulisan Pedoman Karya Ilmiah. Bandung: UPI PRESS. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan.

Wahab dan Sapriya. (2011). Teoridan Landasan Pendikan Kewarganegaraan.

Bandung: Alfabeta.

Winataputra dan Budimansyah, D. (2007).Civic Education: konteks, Landasan, Bahan Ajar danKulturKelas

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Budimansyah,D. (2008). Revitalisas iPembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui Praktik Belaja rKewarganegaraan (Project Citizen).Jurnal Acta Civicus, 1, (2), 179-198.

Fitriani, Wini. (2011) Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Meningkatkan kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Dasar.Jurnal PendidikanKe-SD-an Vol. 6 Gozali,Ahmad.(2008).Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament

(TGT).Makalah UPI Kampus Purwakarta:Tidak Diterbitkan Tesis dan Disertasi

Fitriani, Winni (2010) Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Meningkatkan kemampuan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Dasar. Skripsi UPI. Tidak Diterbitkan

Komalasari, K. (2008). Pengaruh Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Kompetensi Kewarganegaraan Siswa SMP.Disertasi.SPS UPI.Tidak Diterbitkan.

Kurniawan, Elsa (2009). Model Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Inkiri Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan siswa SMP Pada Konsep Globalisasi.Tesis SPS UPI.Tidak Diterbitkan.

Kusnadi, Edi (2009). Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw Dalam Pendidikan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Pengetahuan Kewarganegaraan Siswa.Tesis SPS UPI.Tidak Diterbitkan

Roshidin.(2010). Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa SMP Sebagai Warga Negara Demokratis.Tesis SPS UPI.Tidak Diterbitkan

Suryadi, Ace. (2006). ”Model Pembelajaran Alternatif Menuju Reformasi

Pembelajaran (School Reform)” dalam Pendidikan Nilai Moral dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS UPI.

Slam, Zaenudin (2007). “ Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Melalui Penerapan Model Cooperative Learning Dengan Penilaian Otentik dan Model Pembelajaran Konvensional dengan Penilaian Hasil Belajar Terhadap Peningkatan Kompetensi Kewarganegaraan Peserta Didik. Bandung: Tesis UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

135

Rahma Intan Talitha, 2013

Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Kecakapan Kewarganegaraan Siswa (Studi Quasi Eksperiment Di Kelas X SMK Pasundan Subang Pada Konsep Sistem Politik Indonesia)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Ulya, Najmi.(2007).Upaya Meningkatkan kemampuan penalaran dan Komunikasi Matematik Siswa SMP/MTs Melalui Pembelajaran Tipe Teams-Games-Tournament (TGT).Tesis UPI Bandung:Tidak diterbitkan

Winataputra, U. S. (2001). Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Pendidikan Demokrasi, (Disertasi), Bandung: Program Pascasarjana UPI. Tidak diterbitkan

Widihastrini. (1999). Peningkatan kualitas Pembelajaran IPS kelas V dengan Sistem STAD (Student Teams Achievement Division). Tesis magister, tidak diterbitkan, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Winataputra, U.S. (2001). Jati diri Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi (Suatu Kajian Konseptual dalam Konteks Pendidikan IPS). Disertasi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Winataputra. (2001). Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Sistematik Pendidikan Demokrasi (Suatu Kajian Konseptual dalam Konteks Pendidikan IPS). Disertasi UPI. Tidak Diterbitkan.

Dokumen terkait