Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi Peningkatan Kualitas Pendidikan dengan fokus pada Kemampuan Manajerial Kepala Madrasah dan Kompetensi Paedagogik Guru, yang mengambil lokasi di Kota Tangerang dengan obyek penelitiannya adalah Guru Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta. Dari hasil penelitian di lapangan dan analisis data, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Kemampuan Manajerial Kepala Madrasah MAN dan MAS di Kota Tangerang
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan MAN dan MAS di Kota Tangerang.
2. Kompetensi Guru MAN dan MAS di Kota Tangerang berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan MAN dan MAS di Kota Tangerang.
3. Kemampuan Manajerial Kepala Madrasah MAN dan MAS di Kota Tangerang
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kompetensi Guru MAN dan MAS di Kota Tangerang.
4. Kemampuan Manajerial Kepala Madrasah dan Kompetensi Guru MAN dan MAS di Kota Tangerang berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan MAN dan MAS di Kota Tangerang.
B. Implikasi
Dengan mengacu pada hasil penelitian dan kesimpulan sebagaimana di kemukakan di atas, terdapat beberapa implikasi yang perlu dicermati dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Hal ini dikarenakan tantangan yang diakibatkan oleh perubahan yang cepat di era global, dimana kemampuan daya saing bangsa pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan SDM bangsa untuk mampu bersaing. Guru sebagai perancang masa depan anak sudah barang tentu dituntut untuk mendidik siswa ke arah yang demikian, dan hal ini hanya dapat dilakukan secara efektif apabila guru melaksanakan peran dan tugasnya secara dengan benar.
1. Upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi guru agar berkinerja secara optimal harus ditempatkan dalam konteks organisasi Madrasah secara keseluruhan. Hal ini dimaksudkan agar peningkatan dan pengembangan kompetensi guru merupakan bagian yang terintegrasi dengan program Madrasah, sehingga pengembangannya dapat berkesinambungan, karena mendapat dukungan dari organisasi.
2. Peningkatan Kualitas Pendidikan apabila berhasil dikembangkan secara terus menerus akan membantu dalam keberhasilan pengembangan guru dalam tataran teknis melalui pelaksanaan peran dan tugas guru dalam proses pembelajaran. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengintegrasikan berbagai
perkembangan baru dan kebijakan baru dalam bidang
140
sehingga pengembangannya akan menjadi komitmen bersama seluruh anggota organisasi Madrasah. Hal itu berarti bahwa pengembangan manajemen Madrasah perlu didorong untuk dapat menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangannya sikap kreatif guru yang pada gilirannya kreatif ini akan berdampak pada kompetensi paedagogik guru. Kebijakan baru pemerintah untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dapat
terintegrasi dengan manajeman pendidikan di Madrasah. Dengan
terintegrasinya hal tersebut, maka organisasi Madrasah akan terdorong untuk melakukan pembelajaran dari mulai tataran individu sampai pada tataran organisasi.
3. Dalam upaya mengintegrasikan berbagai perkembangan baru dalam bidang pendidikan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam organisasi Madrasah, ke dalam manajemen Madrasah, maka manajemen berbasis Madrasah perlu terus diperkuat dan untuk itu faktor kepemimpinan kepala Madrasah perlu menjadi perhatian utama, dari mulai rekrutmen sampai pada pengembangan profesi. Kepemimpinan kepala Madrasah perlu didorong dan dikembangkan, mengingat kemampuan manajerial kepala madrasah akan sangat berpengaruh pada penciptaan dan perubahan Kompetensi Paedagogik Guru ke arah yang lebih adaptif, antisipatif, serta kebijakan yang lebih dapat mendorong guru berkinerja prima/superior, proaktif serta lebih terbuka pada perubahan yang pada akhirnya berdampak pada kinerja/perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Untuk itu diperlukan suatu praktek
manajemen kompetensi paedagogik guru/SDM pendidik yang tepat yang dapat memotivasi pegawai agar mempunyai sikap kreatif dan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
C. Rekomendasi.
Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan dan implikasi sebagaimana dikemukakan terdahulu, maka berikut ini akan dikemukakan beberapa rekomendasi:
1. Untuk MAN dan MAS; (a) Kepala Madrasah perlu mengembangkan kegiatan
yang dapat mendorong pada peningkatan kompetensi/kemampuan guru baik yang langsung terkait dengan proses pembelajaran, maupun kompetensi lain yang dapat menunjang pada peningkatan kualitas pembelajaran sebagai bagian dari pengembangan profesional guru; (b) Kepala Madrasah perlu mendorong tercapainya lingkungan Madrasah yang terbuka terhadap berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat. Hal ini akan mendorong pada pemerolehan wawasan/ide/hal baru yang berkembang, yang nantinya diharapkan terjadi transfer of learning melalui pelaksanaan pembelajaran di kelas, yang pada akhirnya melalui pembelajaran bersama di Madrasah hal tersebut akan berpengaruh pada seluruh guru yang menjadi anggota organisasi Madrasah. Dan dalam kontek ini peran kepala Madrasah akan menentukan pada terjadinya pembelajaran organisasi yang bila hal tersebut berlangsung secara berkesinambungan akan menjadikan Madrasah sebagai organisasi pembelajar (learning schoolI).
142
2. Untuk Kementerian Agama (Mapenda); (a) Perlu upaya/kebijakan yang dapat
memperkuat manajemen Madrasah agar posisi kepala Madrasah menjadi suatu profesi tersendiri, bukan hanya sekedar guru yang diberi tugas tambahan. Dengan kepala Madrasah menjadi profesi yang khusus, maka
rekrutmen kepala Madrasah akan lebih menitikberatkan pada
kompetensi/kemampuan manajerial dan kepemimpinan, serta pengembangan profesinya akan lebih mengacu pada penguatan menajemen dan kepemimpinan pendidikan kepala Madrasah; (b) Menggiatkan kembali pengembangan manajemen berbasis Madrasah agar Madrasah menjadi makin mandiri dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat. Oleh karena itu berbagai pengaturan yang cenderung mengurangi inisiatif Madrasah melakukan kegiatan yang produktif bagi peningkatan kualitas pendidikan secara bertahap perlu dikurangi, sehingga kepala Madrasah mempunyai kebebasan yang cukup untuk berekspresi dalam menjalankan kepemimpinan di sekoloh; (c) Seiring dengan kebijakan sertifikasi pendidik/guru yang mendasarkan pada kualifikasi pendidikan sarjana serta penilaian akan kompetensi guru, yang kemudian diiringi dengan tambahan kompensasi dengan diberikannya tunjangan profesi, maka Kementerian Agama (Mapenda) perlu mengembangkan manajeman kinerja yang dapat mendorong pada peningkatan dan pengembangan kompetensi paedagogik guru secara berkesinambuangan. Hal ini dimaksudkan agar tambahan/peningkatan
financial reward melalui tunjangan profesi dapat terkait dengan meningkatnya kompetensi paedagogik guru ke arah yang lebih baik.
3. Untuk penelitian lebih lanjut; Perlu peningkatan lebih jauh dan mendalam tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kreativitas dan Peningkatan Kualitas Pendidikan dengan pendekatan yang berbeda, misalnya pendekatan kualitatif, agar dapat diketahui secara lebih cermat dan mendalam tentang faktor penentu dari Peningkatan Kualitas Pendidikan. Dan untuk pendekatan yang sama, yakni kuantitatif, pengukuran variabel secara substantif bukan didasarkan persepsi atas suatu kondisi, perlu dikembangkan untuk memperoleh gambaran dan pemahaman yang lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, M.I. (2000).Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan, Bandung Alfabeta
Arikunto S. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
.
Danim. S, (2002). Statistik Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta.
Danim.S (2009). Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Daud Muhammad.et.al (1982).Bukhori Muslim. Jakarta: F.A Wijaya Cetakan Pertama
Depdiknas Dirjen Dikdasmen Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. (1983). Pedoman Pengembangan Sekolah Standar Nasional.
Depdiknas Dirjen Dikti Direktorat Ketenagakerjaan. (2007). Pedoman Penyusunan Usulan dan Laporan Pengembangan Inovasi Pembelajaran di Sekolah Tahun 2007.
Depdiknas Dirjen Dikti Direktorat Ketenagakerjaan. (2007). Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran LPTK (PPKP) Tahun Anggaran 2007.
Depdiknas Dirjen Dikdasmen Direktorat Tenaga Kependidikan (2004). Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar.
Kantaiah Sri, T. Kanti, and Michael E. D. Koenig. (2000). Konwledge Management for the Information Professional. New Jersey, Information Today, Inc.
Engkoswara (2002). Lembaga Pendidikan Sebagai Pusat Pembudayaan, Cetakan Pertama, Bandung Yayasan Amal Keluarga,..
Fattah N.(2008). Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya Fulan, Michael. & Suzanne Stigelbever (1999). The New Meaning of Educational Change.
New York : Teacher College Press.
Gibson, Donnely, et al, 1982. Organization, Perilaku, Struktur, Proses. Terj. Nunuk andiarni, Jilid 1 dan 2, Jakarta, Binarupa Aksara.
Harold Kootz dan Cyrill, O Donnel( 1993). Public analysis-an Introduction, Second Edition, Prentice Hll, Inc USA.
Hersey and, Blanchard , . (1982). The Change Agent’s Guide, 2nd Edition. New Jersey : Educational Technology publications Engelwood Cliffs.
Luther Gulick,(1965). Educational Administration,Edition, New Yor,McGraw Hill co.
Mulyati Siti, Yati dan Komariah,Aan. (2008). Pengelolaan Pendidikan: Bandung.Jurusan Administrasi Pendidikan
Mulyati Siti, Yati dan Komariah,Aan. (2008). Pengelolaan Pendidikan: Bandung.Jurusan Administrasi Pendidikan
Mulyat Siti ,Yati dan Komariah,Aan (2000),Supervisi Pendidikan Dalam Rngka Program Inservice Education, Jakarta. Reneka Cipt
Mulyasa, E .(2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi, Remaja Rosda, Bandung.
Murphy, Joseph, & Karen seashore Louis. (1999). Educational Administration. San Francisco : Jossey-Bass.
N.A.Amatembun (1981) Supervisi Pendidikan,Bandung.Suri
Nawawi Hadari,(1992) Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi,Yogyakarta:Gajah Mada Universiti Press
Peraturan Pemerintah No.19 (2006) Standart Nasional Pendidikan,Jakarta:Derjen- Pendidikan Islam
Pierce, John L., John W Newstorm (2006). Leader and The Leadership Process, New York, MicGraw Hill.
Quible, Zane K. (2005). Administrative Office Management. Pearson Prentice.
Rampersad, Hubet K. (2003). Total Performance Scorecard, Redefining Management to Achieve Performance With Integrity, Wildwood Avenue: Woborn, MA, E;sivier Ltd.
Riduwan dan Sunarto. (2007). Pengantar Statistika, untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi Komunikasi, dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Riyanti Benedict Prihatin Dwi. (2003). Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. Jakarta: Grasindo.
Rifa’i Moch.dan Abdulgani Rosihin( 2002). Al-Qur’an dan Terjemahnya: Semarang.CV Wicaksana
Robet, Hersey, & James C. Robinson. (1985). Performance Consulting, Moving Beyond Training. San Francisco: Berrett-Kohler Publisher.
Ruky, Ahmad S. (2001). Sistem Manajemen Kinerja, Jakarta: Gramedia.
Sanusi,A.(1991). Pendidikan Alternatif. Bandung:Program Pascasarjana dan PT.Grafindo Media Pratama.
---,.(2006), Supervisi Bantuan Profesional, Bandung, Mutiara Ilmu. Suhardan Dadang. (2010), Supervisi Profesional, Bandung, Alfabeta.
Sujana. (2000). Innovation Management. Jakarta: Hrvarindo.
Suyanto,Hisyam, (2000) Refleksi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia MemasukMillenium III. Yogyakarta.Adi Cipta.
Suhertian (1981),Supervisi Pendidikan Dalam Rngka Program Inservice Education,
Jakarta.Reneka Cipta
Sugiyono, (2005). Metode Penelitian Bisnis, Bandung: CV Alfabeta. Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta. Surya M. (2003). Percikan Perjuangan Guru. Semarang: Aneka Ilmu.
Sutarto, (1980). Dasar-dasar Organisasi, Yogyakarta, Gajahmada University Press.
Suharsimi.Arikunto( 2006).Dasar-Dasar Supervisi.Buku Pegangan Kuliah, Jakarta.Rineka Cipta.
Sumidjo, W. (2001). Manajemen Kinerja, Jakarta: Rajawali Press.
Schermerhorn, John D., James G Hunt, Richard N Osborn (2005). Organiizational Beaviour,
John Willey and Son Inc.
Scheerens Jaap. (2000). Improving School Effectiveness. United Nation Educational, Scientific, & Cultural Organization UNESCO.
Schermerhorn, John R., Jr. (1984). Management for Productivity. New York: John Willey & Sons Inc.
Shilver paula, Randal S., Susan E. Jackson. (1983). Manajemen Sumber Daya Manusia, terj.
Nurdin Sobari, Jakarta: Erlangga Jilid 1 dan 2.
Senge, Peter M. (1990). The Fifth Disciline, The Art and Practice of The Learning Organization. New York: Doubleday-Dell Publishing Group. Inc.
Sergiovanny, (1987)Educational Governance and Administration. New Jersey: Prentice Hall Inc.
Sweeney, Paul D., McFarlin, Dean B. (2002). Organizational Behaviour. Soluution for Managemant, New York: McGraw Hill.
Umar, Husein. (2002). Evaluasi Kinerja Perusahaan, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Umar,Husein (2003). Metode Riset Perilaku Organisai, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Umar,Husein (2008). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan, Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Usman, (2003) Menjadi Guru Profesional, Bandung.PT.Remaja Rosda Karya.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007. Tentang Kepala Sekolah/Madrasah.
Usman, (2003). Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wankat, Philip C., Frank S. Oreovicz, (1993). Teaching Engineering, New York: Mc-Graw Hill.
Werther, Keith Davis. (1989). Human Resources and Personal Management. New York: Mc Graw-Hill.
Winardi. (1996) Perencanaan dan Pengawasan dalam Bidang Management, Mandar Maju, Bandung.