• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Berdasarkan keseluruhan pembahasan dalam penelitian ini, dapatlah kiranya disimpulkan beberapa hal penting sebagai hasil temuan penelitian dan analisis mengenai kontribusi komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas kinerja SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta ini.

Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1. Komunikasi organisasi pada SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta yang

dijadikan subjek dalam penelitian ini yang mencakup dimensi subjek organisasi, kodefikasi (encoding/decoding), saluran komunikasi, umpan balik, serta gangguan (noise) secara keseluruhan memperlihatkan gambaran dengan rata-rata kondisi yang dikategorikan “rendah”. Rendahnya proses komunikasi organisasi pada subjek penelitian ini tampak pada dimensi-dimensi subjek penelitian (kemampuan berkomunikasi verbal), saluran komunikasi (ketersediaan dan kesesuaian media komunikasi), kodifikasi (kemampuan penyampaian dan penerimaan pesan), serta gangguan/noise (gangguan semantik). Sedangkan dimensi umpan balik, baik dalam bentuk

maupun kualitas respon, menunjukkan kondisi yang dikategorikan “cukup”.

2. Perilaku kepemimpinan kepala sekolah pada SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta yang mencakup dimensi kewaspadaan diri, perspektif moral, keseimbangan, dan transparansi hubungan secara keseluruhan

203

memperlihatkan gambaran dengan rata-rata kondisi yang dikategorikan

“cukup”. Namun, khusus pada dimensi kewaspadaan diri (kepemilikan visi sebagai pemimpin serta kemampuan mengambil keputusan) masih memperlihatkan kondisi yang rendah.

3. Efektivitas kinerja sekolah pada SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta dalam penelitian ini secara keseluruhan memperlihatkan gambaran dengan rata-rata kondisi yang dikategorikan “rendah”. Kelemahan yang paling

menonjol tampak pada dimensi ketenagaan, pengelolaan keuangan, dan manajemen kemitraan sekolah dengan masyarakat. Sementara itu, dimensi-dimensi lain, seperti kesiswaan, kurikulum, sarana dan prasarana sekolah, serta penciptaan budaya sekolah menunjukkan kondisi yang dikategorikan

“cukup” efektif.

4. Terdapat kontribusi komunikasi organisasi terhadap efektivitas kinerja sekolah pada SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta. Ini berarti makin baik komunikasi, makin meningkat efektivitas kinerja sekolah. Oleh karena itu komunikasi organisasi merupakan variabel yang penting untuk diperhatikan dalam meningkatkan efektivitas kinerja sekolah.

5. Ditemukan kontribusi perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas kinerja sekolah pada SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta. Ini berarti bahwa makin baik perilaku kepemimpinan kepala sekolah, makin meningkat efektivitas kinerja sekolah. Maka dari itu perilaku kepemimpinan kepala sekolah merupaka variabel yang penting untuk diperhatikan dalam meningkatkan efektivitas kinerja sekolah.

6. Terdapat kontribusi komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas kinerja sekolah pada SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta. Ini berarti makin baik komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah, maka akan makin meningkat fektivitas kinerja sekolah. Oleh karena itu kontribusi komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah merupakan variabel yang penting untuk diperhatikan dalam meningkatkan efektivitas kinerja sekolah. Dari keseluruhan kesimpulan tadi, pada akhirnya akan memunculkan tantangan baru yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak, khususnya yang berkepentingan dengan peningkatan efektivitas kinerja sekolah sekolah pada SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta.

Keberhasilan dalam upaya peningkatan efektivitas kinerja sekolah sebagai salah satu faktor penunjang pencapaian tujuan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh upaya peningkatan kualitas komunikasi organisasi serta peningkatan kualitas perilaku kepemimpinan kepala sekolah itu sendiri secara efektif dan berkesinambungan.

Akhirnya, sampailah pada kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian mengenai kontribusi komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas kinerja sekolah SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta ini terbukti dan dapat diterima.

B. Rekomendasi

Berdasarkan kesimpulan hasil analisis dalam penelitian mengenai kontribusi komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas kinerja sekolah SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta ini, dapatlah kiranya penulis memberikan rekomendasi sebagai peningkatan efektivitas kinerja sekolah melalui komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah. Beberapa upaya yang sebaiknya dikembangkan, antara lain:

1. Kontribusi komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas kinerja sekolah SMP Negeri di Kabupaten Purwakarta yang dikaji dalam penelitian ini secara umum menunjukkan adanya keterkaitan yang sangat erat. Namun, dalam beberapa hal masih diperlukan perhatian khusus demi peningkatan efektivitas kinerja sekolah ini, yakni:

a. Dalam segi komunikasi organisasi, lembaga penyelenggara serta seluruh komponen pengelola sekolah perlu memperhatikan dan menindaklanjuti upaya peningkatan kemampuan subjek komunikasi dalam aspek kemampuan berkomunikasi verbal, ketersediaan dan kesesuaian media komunikasi, kemampuan penyampaian dan penerimaan pesan, serta gangguan/noise (gangguan semantik). Hal yang perlu ditanamkan dalam proses komunikasi organisasi ini adalah:

- Menerapkan komunikasi secara fleksibel dengan diawali upaya untuk menumbuhkan perhatian komunikan (penerima informasi).

- Penanaman kebiasaan dan pola berkomunikasi yang mendorong pengungkapan gagasan atau pendapat dengan suasana yang rileks, tidak emosional, dan bersifat dua arah. Hal ini akan memicu respon-respon positif dari pihak-pihak yang berkomunikasi.

b. Dalam hal perilaku kepemimpinan kepala sekolah, perhatian serius dari pihak lembaga penyelenggara, serta seluruh komponen pengelola sekolah, termasuk kepala sekolah yang menjabat di suatu sekolah perlu ditujukan pada upaya lebih meningkatkan kemampuan kewaspadaan dirinya, yang dalam hal ini adalah kepemilikan visi sebagai pemimpin serta kemampuan mengambil keputusan. Hal yang perlu ditumbuhkembangkan dalam penerapan perilaku kepemimpinan kepala sekolah ini antara lain:

- Seorang kepala sekolah seyogyanya menunjukkan suatu nilai di mana ia akan melawan setiap tuntutan situasional serta sosial yang dianggap mencoba melemahkan nilai-nilai yang mereka miliki.

- Menyadari akan tanggungjawabnya sebagai kepala sekolah dan memahami (mengapa ia ada sebagai pemimpin) serta mengetahui (untuk apa ia berada) dengan tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggungjawab, pertanggung-jawaban kepemimpinan yang ada padanya, serta memiliki kemampuan dan keandalan dengan visi, misi, dan fokus untuk bekerja guna memimpin yang akan membawa keuntungan besar bagi organisasi (bawahan, staf, dan pemimpin) dan lingkungan di mana kepemimpinan dijalankan.

c. Dalam segi efektivitas kinerja sekolah, lembaga penyelenggara, serta seluruh komponen sekolah perlu difokuskan secara optimal terhadap upaya peningkatan kualitas manajemen ketenagaan, pengelolaan keuangan, dan manajemen kemitraan sekolah dengan masyarakat. Hal yang perlu diterapkan dalam penyelenggaraan kinerja sekolah ini antara lain:

- Peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan baik dalam segi kualifikikasi minimal yang dimiliki guru, kepala sekolah, maupun tenaga administrasi sekolah (TAS).

- Kepala sekolah dan pengawas mendorong guru yang belum memiliki tingkat pendidikan S-1/D-IV untuk melanjutkan studi yang sesuai dengan bidang keilmuannya.

- Penyusunan keuangan sekolah harus mengidentifikasi semua pemasukan keuangan sekolah, sehingga sekolah dapat dengan mudah memetakan pemenuhan kebutuhan biaya operasional & investasi sekolah ketika menyusun RKAS.

- Kepala sekolah, bendahara sekolah, dan komite sekolah perlu mengidentifikasi besaran semua pemasukan keuangan sekolah secara komprehensif, dalam penyusunan RKAS tersebut diketahui ancangan jumlah pemasukan keuangan sekolah secara keseluruhan dan per sumber pemasukan; serta sebelum sekolah mengalokasikan biaya operasi non-personalia, terlebih dahulu dianalisis standar biaya per peserta didik.

- Kepala sekolah dan bendahara sekolah perlu mempublikasikan dokumen RKAS kepada warga sekolah serta mempublikasikan laporan keuangan sekolah secara berkala sebagai implementasi transaparansi (good governance).

- Sekolah perlu memberikan pembimbingan kepada orang tua mengenai cara membantu tugas sekolah, memahami isu-isu pendidikan, dan isu kesamaan gender sebagai upaya untuk membangun kemitraan yang kondusif.

- Perlunya peningkatan keterlibatan nyata orang tua siswa dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti proses pengajaran dan pembelajaran, kegiatan ekstra-kurikuler dan kegiatan yang mendukung, serta sejumlah dewan sekolah lokal yang secara bijaksana memperhatikan kondisi kerja guru.

2. Untuk penelitian lanjutan

Meskipun dalam penelitian ini telah terbukti adanya kontribusi positif dan signifikan dari komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas kinerja sekolah yang bersangkutan, namun persentase pengaruh dari kedua variabel tersebut (komunikasi organisasi dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah) sebesar 34,6% masih menyisakan faktor lain yang berpengaruh. Dengan demikian, hal ini dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam dengan memperhatikan faktor-faktor lainnya yang mungkin turut berperan terhadap peningkatan efektivitas kinerja sekolah.

210

Arifin, Anwar. 1995. Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Avolio, Bruce J. and Gardner, William L. 2006. Authentic Leadership

Development: Getting to The Root of Positive Forms of Leadership. The

Leadership Quarterly 16. Gallup Leadership Institute, College of Business Administration, University of Nebraska-Lincoln, NE, United States

Avolio, Bruce J. and Luthans, Fred J. 2006. The High Impact Leader: Moments

Matter in accelerating Authentic Leadership. New York: McGraw-Hill.

Bass, Bernard M. and Riggio, Ronald E. 2008. Transformational Leadership, 2nd Edition. Mahwah- New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.

Blanchard, Miller. 2005. The Secret – Rahasia Kepemimpinan. Jakarta: Elex

Media Komputindo.

Bobbins, James G. and Jones, Barbara S.. 2006. Komunikasi yang Efektif, untuk

Pemimpin, Pejabat dan Usahawan. Jakarta: CV Pedoman Ilmu Jaya.

Botha, R.J. 2004. Excellen in Leadership: Demand on The Professional School

Principal. South African Journal of Education Vol. 24(3)239-243

Budiyono, Amirullah Haris. 2004. Pengantar Manajemen. Yogyakarta: PT Graha Ilmu.

Curtis, Daw B., Floyd, James J., and Winsor, Jerry L. 1999. Komunikasi Bisnis

dan Professional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

__________. 2004. Komunikasi Bisnis dan Professional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Daft, Richard L. 2008. The Leadership Experience. 4th Edition. Mason-Ohio: Thomson Learning Education.

Danim, Sudarwan. (2003). Menjadi Komunitas Pembelajar. Jakarta: Bumi Aksara Engkoswara dan Komariah, Aan. 2011. Administrasi Pendidikan. Bandung:

Fatah, Nanang. (2009). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Feisal, Jusuf Amir. 1995. Reorientasi Pendidikan Islam. Jakarta: Penerbit Gema Insania Press.

Goethals, George R. eds., et.al. 2004. Encyclopedia of Leadership. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Handoko, T. Hani. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya

Manusia.Yogjakarta: BPFE.

Hellriegel, Don and Slocum, John W. 2007. Organizational Behavior. 11th Edition. Mason-Ohio: Thomson Higher Education.

Hersey, Paul., Blanchard, Keneth H., and Johnson, Dewey F. 1996. Management

of Organizational Behaviour. New York: MacGraw-Hill

Hughes, Richard L., et.al. 2012. Leadership: Memperkaya Pelajaran dari

Pengalaman. Terjemahan: Putri Iva Izzati. Jakarta: Salemba Humanika.

Indrawijaya, Adam I. 2009. Perilaku Organisasi. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Katz, D. & Kahn, R.L. 1966. The Social Psychology of Organization. A Wiley

International Edition.

Kotler, Philip. 2000. Maketing Management. The Milenium Edition. New Jersey: Prentice-Hall Inc.

Lilliweri, Alo. 2001. Gatra-Gatra Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

_________. 2004. Sosiologi Organisasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Lunenburg, Fred C., and Omstein, Allan C. 2000. Educational Administration;

Concepts and Practices.USA: Wodsworth.

Lussier, Robert N. and Achua, Christopher F. 2010. Leadership: Theory,

Application, and Skill Development. 4th Edition. Mason-Ohio:

South-Western Cengage Learning.

Mahsun, Mohamad. 2006. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE UGM

Mandenhall, William. 1969. Introduction to Probability and Statistics. Belmont-California: Wadsworth Publishing Company, Inc.

Mangkunegara, A.A Anwar Prabu. 2001. Manajemen SDM Perusahaan. Bandung: Remaja Rosda Karya

Marwansyah dan Mukaram. 1999. Manajemen Sumberdaya Manusia. Bandung: Pusat Penerbit Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung

Masyhuri HP. 1991. Asas-asas Komunikasi, Semarang: IKIP Semarang Press. Muhammad, Arni. 1989. Komunikasi Organisasi, Jakarta: Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

Mullins, Laurie J. 2005. Management and Organisational Behavior. 7th Edition. Essex: Pearson Education Limited.

Mulyasa, E. 2007. Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi dan

implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

_________. 2005. Menjadi kepala sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

Musakabe, Herman. 2004. Mencari Kepemimpinan Sejati, di Tengah Krisis dan

Reformasi. Jakarta: Penerbit Citra Insan Pembaru.

Northouse, Peter G. Northouse. 2010. Leadership: Theory and Practice. Fifth Edition. Thousand Oaks-California: SAGE Publication.

Pace, R Wayne and Faules, Don F.2006. Komunikasi Organisasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Permana, Johar. 2010. Budaya Kerja, Transformasi & Strategi Komunikasi

Organisasi. Bandung: Rizqi Press.

Permendiknas No.13 Tahun 2007. tentang Kompetensi profesional kepala sekolah/madrasah

Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan. 2012. Pedoman Pemenuhan Standar

Nasional Pendidikan Pada Sekolah Menangah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs). Jakarta: Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia

Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional

Rakhmat, Jalaludin. 2003. Psikologi Komunikasi. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Reinhartz, Judy., and Beach, Don M. 2004. Educational Leadership: Changing

Robbins, Stephen P. 2003. Essentials of Organization Behavior, 7th Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.

Rowe, W. Glenn and Guerrero, Laura. 2011. Cases in Leadership. Second Edition Thousand Oaks-California: SAGE Publications, Inc.

Saondi, Ondi. 2009. Menjadi Sekolah Unggul. Oleced: Al Tarbiyah

Scheerens, Jaap. 2003. Peningkatan Mutu Sekolah. Terjemahan: Abas Al-Jauhari. Jakarta:PT. Logos Wacana Ilmu

Schein, E. H. 1990. Organizational Culture. American Psychologist, 45(2) Sim, Urgyen Rinchem. 2011. The Server Leadership. Depok: Raih Asa Sukses Spears, Larry C. 2010. Character and Servant Leadership: Ten Caharacteristics

of Effective, Caring Leader. The Journal of Virtues Leadership. Vol 1 Iss 1.

School of Global Leadership & Entrepreneurship, Regent University

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung Alfabeta.

Suryono, Agus. 2010. Manajemen Organisasi Publik. Bandung: Alfabeta Verderber, Rudolph F. 2004. Communicate!. Belmont-California: Wodsworth. Wahyudi. 2009. Kepemimpinan Kepala Sekolah; dalam organisasi pembelajar

(learning organization). Bandung: Alfabeta.

Waugh, Albert R. 1952. Elements of Statistical Methode. New York: Mc-Graw-Hill Book Company.

Wirawan .2009. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat

Wiryanto. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia

Wursanto, Ig., 2003. Dasar-dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta: Andi.

Yukl, Gary. 2009. Leadership in Organizations. Sixth Edition. Delhi: Dorling Kindersley.

Dokumen terkait