• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

2. Rekomendasi Khusus Sesuai Objek Penelitian a.Politeknik Negeri Bandung a.Politeknik Negeri Bandung

1) Optimalisasi arah penelitian di POLBAN direkomendasikan untuk dilakukan secara strategis dengan cara melibatkan jurusan dalam proses pengelolaan kegiatan penelitian di LPPM POLBAN. Tujuannya agar arah penelitian dosen di jurusan selaras dengan arah penelitian institusi yang dituangkan didalam RIP POLBAN serta mendukung terwujudnya visi dan misi POLBAN.

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

2) Sistem pendanaan penelitian di POLBAN perlu dibuat semudah dan sesederhana mungkin dengan strategi pendanaan yang baik agar peneliti dapat dengan mudah melakukan administrasi pertanggungjawaban penggunaan dana penelitian tanpa mengganggu waktu yang diperlukan untuk melakukan substansi penelitian. Sistem hibah dalam pendanaan penelitian cenderung lebih mudah untuk dipertanggungjawabkan oleh dosen peneliti dan tidak memerlukan waktu yang banyak untuk melakukannya dibandingkan dengan sistem yang berlaku pada saat ini.

3) Pengelolaan kegiatan penelitian dosen-dosen POLBAN yang saat ini dilakukan secara terpusat oleh LPPM POLBAN perlu dikembangkan untuk mengikutsertakan ketua jurusan dan ketua kelompok keahlian. Keikutsertaan tersebut dapat berkontribusi dalam mengkawal topik-topik penelitian yang diusulkan dosen selaras dengan bidang keahlian dosen yang bersangkutan dan

road map penelitian institusi POLBAN. Demikian juga ketua jurusan dan

ketua kelompok bidang keahlian dapat mengoptimalkan pemanfaatan produk-produk yang dihasilkan dari penelitian untuk mendukung pencapaian visi dan misi POLBAN.

4) Pimpinan POLBAN perlu didorong untuk menempatkan kegiatan penelitian sebagai tulangpunggung bidang pendidikan dan pengajaran serta bidang pengabdian kepada masyarakat.

5) Model pemanfaatan penelitian yang terintegrasi dalam konsep tridarma perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut sebagai start-up konsep tridarma pemanfaatan hasil-hasil penelitian. Hal ini untuk menjembatani pemanfaatan hasil-hasil penelitian yang saat ini dilakukan oleh dosen POLMAN secara parsial dan tersebar (scattered) tanpa fokus dan arah yang jelas. Model terserbut dapat digunakan sebagai salah satu strategi optimalisasi pemanfaatan hasil-hasil penelitian.Data base penelitian POLMAN perlu segera dibuat agar keputusan-keputusan yang dilakukan oleh pimpinan POLMAN sesuai dengan kondisi dan kebutuhan civitas akademika POLMAN

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian yang selaras dengan pencapaian visi dan misi POLMAN.

6) Publikasi ilmiah 11 jurnal yang dikelola oleh jurusan perlu diidentifikasi yang potensial untuk ditingkatkan menjadi jurnal nasional terakreditasi, untuk selanjutnya diberi dukungan dana dari LPPM POLBAN agar jurnal tersebut dapat meningkat menjadi jurnal nasional terakreditasi. Salah satu alternatif termudah yang dapat dilakukan oleh LPPM POLBAN untuk membangun jurnal nasional terakreditasi adalah pengembangan jurnal ditangani oleh LPPM. Minimal dua jenis jurnal dapat dikembangkan yaitu jurnal bidang teknologi terapan dan jurnal bidang bisnis dan humaniora terapan. Mengingat aspek yang dikelola adalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang berasal dari pengalaman individu peneliti (tacit knowledge), maka untuk menangkap pengalaman kolektif civitas akademika POLBAN di bidang penelitian dan mendiseminasikan pengetahuan tersebut kepada sebanyak mungkin penerima supaya produk penelitian tersebut diadopsi dengan baik diperlukan strategi

knowledge management di bidang penelitian.

b. Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

1) Kebijakan penelitian yang saat ini digunakan sebagai dasar pengelolaan kegiatan penelitian di POLMAN dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengakomodasi tantangan dan perilaku individu civitas akademika.

2) Program penelitian kerjasama dengan industri sebaiknya dipertahankan atau ditingkatkan, karena program tersebut cukup banyak memberikan manfaat kepada civitas akademika dalam pengayaan dan peningkatan wawasan praktek yang berasarkan kebutuhan di maxyarakat industri. Strategi optimalisasi sumber daya, baik sumberdaya fasilitas penunjang penelitian dan SDM peneliti, dihimbau agar dikaji dan dikembangkan secara lebih rinci agar dapat dioperasionalkan untuk peningkatan kompetensi peneliti dan melayani kebutuhan masyarakat industri mitra POLMAN.

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

3) Sumber dana penelitian yang berasal dari kerjasama industri perlu dipertahankan, jika memungkinkan ditingkatkan. Sifat sumber dana PNBP lebih fleksibel, sehingga peningkatan dana PNBP lebih memungkinkan untuk dosen POLMAN mengembangkan penelitian yang kreatif dan innovatif untuk memenuhi kebutuhan internal POLMAN dalam mencapai visi dan misinya.

4) Pengelolaan kegiatan penelitian yang saat ini dilakukan secara terpusat oleh UP3M POLMAN dibawah pembinaan Wakil Direktur IV Bidang Kerjasama perlu dikembangkan untuk mengikutsertakan perwakilan jurusan sebagai tim UP3M. Keikutsertaan tersebut dilakukan untuk mendorong keselarasan pengelolaan dari tingkat pusat sampai dosen di jurusan serta untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Demikian juga ketua jurusan dan kelompok keahlian dapat mengoptimalkan pemanfaatan produk-produk yang dihasilkan dari penelitian untuk mendukung pencapaian cita-cita POLMAN menjadi world class university.

5) Kerjasama industri dibidang penelitian, baik profit maupun non-profit perlu dipertahankan, manakala memungkinkan ditingkatkan, sebab sangat mendukung sistem pendidikan di POLMAN yang berbasis produk. Terlepas apakah murni production base atau knowledge based production. Melalui kerjasama industri kegiatan penelitian menjadi lebih fokus dan produk-produk hasil penelitian dapat langsung diimplementasikan. Strategi optimalisasi sumber daya fasilitas penunjang penelitian perlu dikembangkan dan digunakan sebagai referensi.

6) Publikasi ilmiah yang pada saat ini dimiliki oleh satu jurusan di POLMAN perlu dikembangkan pada tingkat institusi agar kontribusi artikel ilmiah dapat dipenuhi untuk setiap penerbitan dan dijaga stabilitas kelanjutannya, sehingga berpotensi untuk ditingkatkan menjadi jurnal ilmiah terkreditasi. Mengingat keunikan dan ciri khas pendidikan di POLMAN yang difokuskan kepada pengembangan bidang manufaktur, maka minimal POLMAN perlu memiliki satu jurnal terakreditasi bidang Teknologi Manufaktur guna mewujudkan

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

visinya sebagai “Institusi pendidikan dan penerapan teknologi manufaktur

terdepan di Indonesia dan diakui secara internasional”. Strategi knowledge

management untuk menangkap, mengelola dan menyimpan pengetahuan

dibidang penelitian direkomendasikan untuk dikaji dan diimplementasikan agar dapat mendorong efektifitas, efisiensi dan produktifitas kinerja penelitian POLMAN.

c. Rekomendasi untuk Pimpinan Politeknik Negeri Jakarta

1) Skema penelitian Riset Grant yang dikembangkan secara internal oleh P3M PNJ untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen perlu dikembangkan dengan lebih strategis. Terutama mengingat berbagai potensi yang dimilikinya, seperti memberikan pengalaman kepada mahasiswa melakukan penelian ilmiah secara utuh bersama dosennya; memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menyelesaikan Tugas Akhirnya sebagai bagian penelitian yang dilaksanakan bersama dosennya; membangun atmosfir ilmiah dalam hubungan antara dosen dan mahasiswa; membuka peluang sustainability manfaat penelitian kearah Penelitian Karya Mahasiswa dari Dikti dan pengembangan kegiatan penelitian lebih lanjut oleh dosen ketingkat yang lebih tinggi. Peneliti merekomendasikan strategi optimalisasi sumber daya dan strategi optimalisasi potensi civitas akademika dibidang penelitian.

2) Strategi untuk meningkatkan perolehan dana yang dikategorikan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui bidang penelitian perlu dikembangkan oleh UP3M PNJ, mengingat alokasi dana BOPTN dari Dikti akan bertambah sejalan dengan meningkatnya dana PNBP. Hal ini selaras dengan sifat dana BOPTN sebagai dana bantuan operasional.

3) Pengelolaan kegiatan penelitian yang saat ini dilakukan secara terpusat di P3M PNJ dengan dukungan dua dosen perwakilan dari setiap jurusan telah mendukung optimalisasi proses pelaksanaan kegiatan penelitian. Agar lebih efektif formalitas tugas dan kewenangan dosen perwakilan jurusan tersebut

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

perlu dituangkan dengan jelas dan terukur. Perwakilan jurusan tersebut dapat diikutsertakan dalam pengembangan cara yang strategis untuk memandu dosen PNJ agar dapat mengintegrasikan dan mensinergikan topik-topik penelitian yang dipilih dan dilaksanakan sesuai dengan arah kebijakan bidang penelitian PNJ yang telah diformulasikan oleh P3M PNJ dengan jelas, lengkap, holistik dan terdokumentasikan dengan baik sampai dengan tahun 2027 dan sesuai dengan visi PNJ untuk “Menjadi Politeknik Unggul Berkelas Dunia”.

4) Model pemanfaatan hasil-hasil penelitian yang diintegrasikan dengan bidang pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan oleh P3M PNJ dalam bentuk Desa Binaan sangat baik untuk dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikan ke bidang pendidikan, agar menjadi model tridarma yang utuh dan sistematis. Strategi optimalisasi pemanfaatan hasil-hasil penelitian direkomendasikan untuk diimplementasikan di Politeknik

5) Publikasi ilmiah yang pada saat ini telah dikembangkan pada tingkat institusi perlu dijaga keberlanjutannya agar dapat ditingkatkan menjadi jurnal nasional terakreditasi. On-line jurnal yang telah diimplementasikan perlu dijaga kesinambungannya agar dapat ditingkatkan menjadi jurnal terkreditasi.

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu 586

DAFTAR PUSTAKA

Association of Commonwealth Universities (ACU). (2008). Global research management network: research management staff survey, GRMN. Dalam Green.J & Langley.D, Professionalizing Research Management University of

Bristol. London: PRM Report.

Albach, P. G. (2004). The cost and benefits of world-class universities. [Online].

Diakses dari

http://www.aaup.org/AAUP/pubsres/academe/2004/JF/Feat/altb.htm.

Albach, P.G., Reisberg, L. & Rumbley, L.E. (2009). Trends in global higher

education: tracking an academic revolution, UNESCO 2009 World Conference

on Higher Education.

Altbach, P.G. & Jamil, S. ed. (2011). The road to academic excellence: The making

of world-class research university. Washington D.C.: World Bank.

Amstrong, M. (2006). Strategic human resource management: A guide to action. (edisi ketiga). London: Kogan Page.

Anderson, D.S. & Biddle, B.J. (eds). (1991). Knowledge for policy: improving

education through research. London: Falmer Press.

Baets, W. (2005). Knowledge management and mangement of learning: Extending

the horizons of knowledge-based management. Springer Science and Media Inc.

Bank Dunia. (2011). Pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi yang lebih

besar bagi pembangunan Indonesia. [Online]. Diakses dari

http://www.worldbank.org/in/news/press-release/2011/10/13/higher-education-contribute-even- more-indonesia-development.

Beerkens, H.J.J.G. (2004). Global opportunities and institutional embededness: Higher education consortia in europe and south east asia, center for higher education policy studies, university of twente. [Online]. Dalam Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD), (2009). Higher Education to

2030, Vol 2: Globalisation, Centre for Educational Research and Innovation.

Diakses dari www.oecd.org/publishing/corrigenda.

Bernardo, M. (2010). Research management in higher education: An emerging

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

http://www.academia.edu/595210/Research_Mangement_in_HigherEducation_A n_Emerging_ Critical_Skill_for_Educational_Leaders.

Benner, M. & Sandstrom, U. (2000). Institutionalizing the triple helix: research funding and norms in the academic system. Research Policy 29 2000, pp. 291–

301. Dalam Gibb,A., Haskins, G., & Robertson, I. (2009). Leading the

entrepreneurial university: Meeting the entrepreneurial development needs of higher education institutions. Said Business School: University of Oxford.

Bogdan, R.C. & Biklen, S.K. (2007). Qualitative research for education: An

introduction to theory and methods. (edisi kelima). New York: Pearson

Education.

Boote, D.N. & Beile, P. (2005). Scholars before researchers: On the centrality of the dissertation literature review in research preparation. Educational Researcher, 34/6, 3-15.

Boucher, G. Conway, C. & Van Der Meer, E. (2003). Tiers of Engagement by Universities in their Region’s Development. Regional Studies, 37:9, pp. 887-897. Dalam Gibb, A., Haskins, G., & Robertson, I. (2009). Leading the

entrepreneurial university: Meeting the entrepreneurial development needs of higher education institutions. Said Business School: University of Oxford.

British Council. (2012). The shape of things to come: higher eduction global trends

and emerging opportunities 2020. [Online]. Report. Diakses dari

http://ihe.britishcouncil.org/news/shape-things-come-higher-education-global-trends-and-emerging-opportunities-to-2020.

Boulton, G. & Lucas, C. (2008). ‘What are universities for?’,leaque of europen research university. In john green dan david langley. (2010). Professionalising research management. PRM Report, London: University of Bristol.

Charles, D. (2003). Universities and territorial development: Reshaping the regional role of UK universities. Local Economy 2003, 18(1), 7-20. Dalam Gibb, A., Haskins, G., & Robertson, I. (2009). Leading the entrepreneurial university:

Meeting the entrepreneurial development needs of higher education institutions.

Said Business School: University of Oxford.

Charles, D.R. (2006). Universities as key knowledge infrastructures in regional innovation systems. Innovation 2006, 19(1), 117-130. Dalam Gibb, A., Haskins, G., & Robertson, I. (2009). Leading the entrepreneurial university: Meeting the

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

entrepreneurial development needs of higher education institutions. Said

Business School: University of Oxford.

Chi-Kang, P., Hsi-Liang, C. & Yi-Shin D. (2007). A Process to Develop

University-Based Design Research: A Pilot Study towards a Knowledge Management System for Design Research. Proceedings of the Experiential Knowledge Conference 2007. [Online]. Diakses dari herts.ac.uk/ artdes_researc/papers/

wpdesign/ wpdvol13/ peng.pdf.

Connell, H. (2004). The challenges of research management: developing a research

strategy and funding it. Barcelona: European University Association.

Creswell, J.W. (2008). Educational research: Planning, conducting and evaluating

quantitative and qualitatif research (edisi ketiga). New Jersey: Pearson Education

Ltd.

--- (2010). Research design: Pendekatan kualitatif, dan mixed. (edisi ketiga). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dalkir, K. (2005). Knowledge management in theory and practice . Dalam King. W. R. (2009). Knowledge Management and Organizational Learning Springer New York. ISBN978-1-4419-0007-4; e-ISBN 978-1-4419-0011-1. Amsterdam: Butterworth-Heinemann.

Dikti- Kemdikbud. (2013). Panduan Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi

Tahun 2013. [Online]. (edisi kesembilan). Diakses dari http://www.library.cqu.edu.au/ tutorials/litreviewpages/. Document ID: PROD22470.

---(2013). Daftar hasil pengelompokkan pemetaan perguruan

tinggi menurut kinerja penelitian. [Online]. Diakses dari

http://www.dikti/2013/04/30daftar-hasil-pengelompokkanpemetaan-perguruan-tinggi- menurut-kinerja-penelitian.html.

Etzkowitz, H. (2008). The triple helix. university- industry- government, innovation

in action’. London: Routledge. Dalam Gibb, A., Haskins, G., & Robertson, I. (2009). Leading the entrepreneurial university: Meeting the entrepreneurial

development needs of higher education institutions. Said Business School:

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

European Science Foundation (ESF), (2008). Higher education looking forward: an

agenda for future research, IREG, Stasbourg. ISBN: 2-912049-84-9.

Fary, M. Dkk. (2013). Developing Institutional Research Data management Plan

Service; ACTI: Chivago

Gaffar M. F. (2012). Dinamika Pendidikan Nasional: isu, tantangan dan perspektif masa

depan. Bandung: UPI Press.

Gibb, A., Haskins, G., & Robertson, I. (2009). Leading the entrepreneurial

university: Meeting the entrepreneurial development needs of higher education institutions. Said Business School: University of Oxford.

Gibbons, M., Limoges, C., Nowotny,H., Schartzman,S., Scott, P., & Trow, M. (1994). The new production of knowledge: the dynamic of science and research

in contemporary societies. London, UK.: Sage Publications.

Green, J. & Langley, D. (2010). Professionalizing Research Management. PRM Report, London: University of Bristol.

Greenberg, D.S. (2007). Science for sale: The perils, rewards, and delusions of

campus capitalism. Chicago and London: The University of Chicago Press.

Governance Working Party. (2006). White Paper on University Governance. Oxford

University Gazette (Supplement 5). Vol 136 May. Pp70. Dalam Johnson.A.M.

(2013). Improving your research management: A guide for senior university

researc managers. Netherlands: Elsevier.B.V. ISBN 9789491598012.

Harman, G. (2006). Research policy and the changing role of the state in the asia pacific region. Dalam Meek.L.V and Suwanwela.C.eds. (2006).Higher

education, research, and knowledge in the asia pacific region. New York:

Palgrafe McMillan. ISBN-10: 1–4039–7095–5.

Hoy, W. & Miskel., C. G. (2008). Educational Administration: Theory, research and

practice. (edisi kedelapan). New York: McGraw Hill.

IEEE. (2012). Author Guide Interactive. [Online]. Diakses dari www.ieee.org/go/authorship. New York.

IHEP. (2007). ‘Regional Universities and Civil Society Development. A Symposium

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

I. (2009). Leading the entrepreneurial university: Meeting the entrepreneurial

development needs of higher education institutions. Said Business School:

University of Oxford.

Ismaun. (2010). Filsafat administrasi pendidikan: Kapita Selekta.

Jensen, H.S. (2011). The role of ambiguity in innovation. Dalam E.Bonet,B. Czarniawska, D., McCloskey & Jensen, H.S. (edisi kedua). Conference on

rhetoric and narratives in management research: Management and persuasion,

Barcelona Spain: ESADE.

Johnson, A.M. (2013). Improving your research management: a guide for senior

university researc manager. Netherlands: Elsevier.B.V. ISBN 9789491598012.

Johnson, B. & Christensen, L. (2000). Educational research: quantitative and

qualitative approaches. Allyn and Bacon: Pearson Education Company.

Jorna, R.J. (2006). Sustainable innovation: The organisational, human, and knowledge dimension. Sheffield: Greenleaf Publishing. Dalam King. W. R. (2009). Knowledge Management and Organizational Learning. Springer: New York. ISBN978-1-4419-0007-4; e-ISBN 978-1-4419-0011-1.

Jorna, R.J.. 2007. Knowledge dynamics: A framework to handle types of knowledge.

In Advances in knowledge management, Vol. 3: 15 Years of knowledge management , ed. J.F. Schreinemakers, and T.M. van Engers, 25–48. Würzburg: Ergon. Dalam King. W. R. (2009). Knowledge Management and Organizational

Learning. Springer: New York. ISBN0007-4; e-ISBN

978-1-4419-0011-1.

Jorna, R.J., Faber, N.R. & Hadders, H. (2009). Organizational knowledge, cognitively plausible actors and multi-actor systems. Dalam King. W. R. (2009).

Knowledge management and organizational learning. Springer: New York.

ISBN978-1-4419-0007-4; e-ISBN 978-1-4419-0011-1.

Kemendikbud. (2013). Borang akreditasi nasional perguruan tinggi. [Online]. Diakses dari http://www.google.co.id/#q=borang+akreditasi+ban+pt+2013. King. W. R. (2009). Knowledge management and organizational learning. Springer:

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Kiku, J., Lori, N., & Leonard, K. (2009). From tacit knowledge to organisational knowledge for successful. Dalam William. R. King. (2009). Knowledge

management and organisational learning. Springer Science and Media Inc.

Kjolhede, E.E. (2000). Project Management Teory and the Management of Research

Projects Copenhagen Business School. ISBN: 87-90403-70-3, ISSN: 1396-2817.

Koswara, J. & Tadjudin, M. K. (2006). Development and impact of state policies on higher education research in indonesia. Dalam Meek, L.V. & Suwanwela, C. (2006). Higher education, research, and knowledge in the asia pacific region. New York: Palgrafe McMillan. ISBN-10: 1–4039–7095–5.

Lancrin, S. V. (2009). What is changing in academic research? trends & prospects, OECD. Dalam OECD. (2009). Higher Education to 2030 Vol 2: Globalization,

ISBN 978-92-64-07537-5. [Online]. Diakses dari

www.oecd.org/publishing/corrigenda.

Latour, B. (1987). Science in action: how to followscientists and engineers through

society. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press.

Lepori, B. & Attar, L. (2006). Research strategies and framework conditions for

research in swiss universities of applied sciences. KTI/CTI. Diakses dari

www.kti-cti.ch.

Leslie, L. L., & Brinkman, P.T., (1993). The economic value of higher education. American Council On Education: Oryx Press.

Lindgren, N. & Rautamaki, A. (2006). Managing strategic aspect of research. Helsinki University of Technology.

Lili, W. (2012). Desentralisasi penelitian di perguruan tinggi. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Dikti- Kemdikbud.

Litan, R.E. et al. (2007). Commercializing university innovations: A better way.

Innovation Policy and the Economy, vol. 8. MIT Press in National Science

Foundation, 2007, NSF Report 07-317.

Liyanage, S., Greenfield,P., & Don, R. (1999). Towards a fourt generation r&d management model-research network in knowledge management. International

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Maier Ronald. (2007). Knowledge management systems: information and

communication technologies for knowledge management. (edisi ketiga).

Springer-Verlag, Berlin: Heidelberg.

Mark, E.W. & Alan, R. C. (2006). A report on research activities at research universities. Research Management Review, Vol 15, Number 1.

Martin, P.R & Tang, P. (2007). The Benefi ts from Publicly Funded Research. SPRU

paper no. 161. Dalam Russel. (2010). Staying on top: The challenge of sustaining world-class higher education in the UK. Russel Group, Issue 2.

McElroy, M. (2003). The new knowledge management: Complexity, learning and sustainable innovation. Burlington: Butterworth-Heineman. Dalam King. W. R. (2009). Knowledge Management and Organizational Learning. New York: Springer. ISBN978-1-4419-0007-4; e-ISBN 978-1-4419-0011-1.

McMillan, J.H & Schumacher, S. (1997). Research in education: a conceptual

introduction. New York: Longman.

Meek, V.L., Teichler, U. & Kearney, L. (eds). (2009). Higher Education Research

and Innovation: Changing Dynamics, UNESCO, Germany. [Online]. Diakses

dari http://www.unesco.org/education/researchforum.

Ministry of Education. (2010). Māori Economic outcomes from Tertiary (factsheet), Wellington: Ministry of Education.

Moleong, L.J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Rosda.

Nadal, N. (2011). Managing research organizations: an empirical study. [Online]. Diakses dari www.edamba.eu/20110601.Nadal,N.

Muraskin.L.D. (1993).Hand Book on Understanding Evaluation: The Way to Better Prevention Programs. Westat, Inc. USA.

National Academy of Sciences/NAS. (2011). Examining Core Elements of

International Research Collaboration, The National Academic Press. ISBN

13:978-0-309-21640-1.

Newell, A. & H.A. Simon. (1972). Human problem solving. Englewood Cliffs: Prentice Hall. Dalam King. W. R. (2009). Knowledge Management and

Carolina Magdalena Lasambouw, 2015 PENGELOLAAN PENELITIAN D I POLITEKNIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Organizational Learning.Springer. New York. ISBN978-1-4419-0007-4; e-ISBN

978-1-4419-0011-1.

OECD, (2005). Higher Education Management and Policy’. Special Issue: Entrepreneurship. Volume 17, No. 3. Paris: OECD Publishing. In particular ‘Entrepreneurial Universities and the Development of Regional Societies: A Spatial View of the Europe of Knowledge’ pp. 59-86. Dalam Gibb, A., Haskins, G., & Robertson, I. (2009). Leading the entrepreneurial university: Meeting the

entrepreneurial development needs of higher education institutions. Said

Business School: University of Oxford.

Organization for Economic Co-Operation and Development. (2008). ‘Tertiary education for the knowledge society-oecd thematic review of tertiary education.

[Online]. Diakses dari www.oecd/edu/tertiary/review.

Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD). (2009). Higher

Education to 2030, Vol 2: Globalisation, Centre for educational research and

innovation. [Online]. Diakses dari www.oecd.org/publishing/corrigenda.

--- (2012). Science, technology and industry outlook 2012. [Online]. Diakses dari www.oecd.org/publishing/corrigenda.

Peters, M.A. (2003). ‘Classical political economy and the role of universities in the

new knowledge economy’. Globalisation, Societies and Education. Volume 1 Issue 2 pp153-168. Dalam Gibb, A., Haskins, G., & Robertson, I. (2009).

Leading the entrepreneurial university: Meeting the entrepreneurial development

Dokumen terkait