BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI
5.3 Rekomendasi
Dengan memperhatikan hasil penelitian dan simpulan tersebut di atas , hal ini menunjukkan bahwa secara teoritis dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya yang ber- hubungan dengan masalah pemahaman pendidikan demokrasi, pendidikan kewarganegaraan, dan partisipasi politik mahasiswa . Lebih jauh hasil penelitian ini memperjelas bahwa betapa pentingnya pemahaman terhadap aspek-aspek pendidikan demokrasi, pendidikan kewarganegaraan, partisipasi politik warga negara khususnya mahasiswa sebagai bagian dari warga negara, warga masyarakat. Berdasarkan hasil temuan penelitian tentang pengaruh pendidikan demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan terhadap partisipasi politik mahasiswa dalam pemilihan umum kepala daerah (studi pada fakultas-fakultas Universitas PGRI Ronggolawe Tuban), maka dapat diajukan rekomendasi sebagai berikut :
5.3.1 Ditujukan kepada komunitas akademik dalam bidang pendidikan kewarganegaraan yang ada diperguruan tinggi, untuk berupaya meningkatkan kemampuan terutama dalam penguasaan dan pemahaman tentang pendidikan kewarganegaraan, dan perlu dikelola secara profesional. Hal ini didasarkan pada temuan penelitian bahwa pendidikan demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan memberi sumbangan atau kontribusi yang sangat berarti. Komunitas akademik dalam bidang pendidikan kewarganegaraan seyogianya memiliki profil kompetensi personal, profesional, sosial budaya, paedagogik, didaktik-metodik, dan selalu meningkatkan kemampuan keilmuan yang relevan untuk dapat men- ciptakan kegiatan belajar yang menarik. Agar komunitas akademik dalam bidang PKn lebih cakap hendaknya memiliki kompetensi tersebut, dengan mengingat bahwa khususnya dosen pendidikan kewarganegaraan menjadi tumpuan harapan mahasiswa untuk keberhasilan proses transformasi
pendidikan yang berkarakter dan demokratis. Perlu diingat kembali bahwa pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang secara substantif memuat pendidikan demokrasi lebih menekankan kepada pendidikan nilai daripada pengajaran nilai, setidaknya dosen mata kuliah pendidikan kewarga- negaraan mampu menunjukkan keteladanan
5.3.2 Ditujukan kepada para pakar , praktisi, dosen, dan guru pendidikan kewarganegaraan perlu mengembangkan kerangka pemikiran tentang PKn sebagai program kurikuler pendidikan demokrasi, PKn sebagai kajian ilmiah pendidikan disiplin ilmu, dan PKn sebagai gerakan sosio kultural kewarganegaraan yang demokratis. Dengan kerangka berpikir seperti ini diharapkan pemikiran, kegiatan ilmiah, dan kegiatan profesionalnya pada kerangka paradigmatik PKn yang sistemik dan koheren mencakup kajian ilimiah, program kurikuler pendidikan demokrasi, dan gerakan sosio kultural pendidikan kewarganegaraan. Hal ini diharapkan supaya secara fungsional ada sinergisitas antar komponen pengetahuan dalam sistem pendidikan kewarganegaraan.
5.3.3 Ditujukan kepada pakar peneliti, pengembang, dan praktisi PKn seyogianya menerapkan kompentensi kewarganegaraan sebagai pijakan dan sekaligus sebagai muara dari kegiatan konseptual dan operasional pendidikan demokrasi melalui PKn. Hal ini diperlukan agar dalam pengembangan materi dapat dirumuskan dan diformulasikan kesesuian antara materi dengan jenjang pendidikan dan perkembangan moral peserta didik. Perlu juga pengembangan metode pembelajaran yang memiliki kriteria seperti PAKEM, PAIKEM dan PAILKEM. Hal yang semacam ini sangat diperlukan agar setiap upaya mengembangkan kompentensi kewarganegaraan Indonesia yang cerdas dan baik dapat dilakukan secara tepat, layak, dan teliti.
5.3.4 Ditujukan kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus . Hendaknya mahasiswa meningkatkan penguasaan materi pendidikan demokrasi yang dibingkai dalam pendidikan kewarganegaraan sehingga mampu memiliki
Civic Knowledge, Civic Skills, dan Civic Dispositions. Dengan penguasaan dan pemahaman materi pendidikan demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan akan mampu meningkatkan kemampuan partisipasi politiknya dalam pemilihan kepala daerah dengan penuh kesukarelaan tanpa intimidasi, mobilisasi, politik uang, sehingga menanmpakkan sosok yang moderat dalam kehidupan politik dan demokrasinya. Setidaknya usaha meningkatkan pemahaman dan penguasaan pendidikan demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan, partisipasi politik dapat bermanfaat bagi kehidupannya, dan dapat dijadikan inspirasi dalam mengantisipasi kehidupan masa depannya. Adanya partisipasi politik yang aktif dalam setiap kegiatan politik baik dalam skala lokal, regional maupun nasional dapat meningkatkan kedewasaan dan kematangan berpikir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
5.3.5 Ditujukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hendaknya kedua lembaga kementerian ini, hendaknya mengakomodir gagasan konseptual nilai demokrasi dalam pembelajaran PKn, dan menyediakan sarana dan prasarana yang cukup memadai yang dapat menunjang peningkatan pembelajaran pendidikan demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan, seperti laboratorium demokrasi di bawah naungan kedua lembagaa kementerian tersebut, baik swasta maupun negeri, sumber bacaan, dan lainnya. Dalam menyusun kurikulum perlu kiranya dimasukkan unsur karakter dalam pendidikan demokrasi sehingga partisipasi politiknya dalam pemilihan umum kepala daerah dapat menunjukkan sikap yang elegan, dapat menyuarakan aspirasinya , memiliki sikap memandang menang kalah dalam suatu pemilihan kepala daerah adalah wajar bukan apriori menang saja.
5.3.6 Ditujukan kepada Kementerian Dalam negeri (Kemendagri). Hendaknya Kemendagri mengkaji ulang tentang pemilihan umum kepala daerah secara langsung karena setiap kali diadakan pemilihan umum kepala daerah selalu
menyisakan konflik yang bersifat horizontal dan vertikal, terjadinya politik uang, persoalan pemutakhiran daftar pemilih, terjadinya pemilukada yang harus diulang sebagian atau seluruh, terjadinya pemilukada sampai ke putaran ketiga, pembeayaan pemilukada yang besar, rendahnya angka partisipasi politik, meningkatnya golongan putih, pemenang pemilukada pada dasarnya tidak mayoritas mutlak, dan lainnya. Hal-hal ini perlu dipikirkan kembali pemilihan kepala daerah oleh anggota dewan, pemilukada gabungan, pemilukada yang hemat waktu dan beaya, perlunya regulasi yang sama dalam pemilukada. Disisi lain pemilukada yang diselenggarakan pada umumnya menelan biaya besar, menguras tenaga dan pikiran, dan belum mampunya penyelenggara pemilukada bersikap netral terhadap pasangan calon-pasangan calon tertentu peserta pemilukada sehingga pemilukada yang langsung, umum, bebas dan rahasia, serta jujur dan adil belum dapat dinikmati dalam waktu dekat. Pemilukada sebagai salah satu bentuk yang nyata perwujudan demokrasi dalam pemerintahan di daerah, seyogianya juga semakin mencerminkan proses kematangan berdemokrasi bagi semua pihak. Semua pihak perlu memiliki kedewasaan untuk memandang dan mewujudkan demokrasi sebagai jalan dalam mensejahterakan masyarakat. Pemilukada sebagai agenda rutinitas dan permanen dalam ketatanegaraan dan ketatapemerintahan menjadi penentu keberhasilan demokrasi di daerah, dan penentu kualitas sosok kepala daerah, perlu dijaga agar terhindar dari fenomena-fenomena yang merugikan kepentingan bersama.
Mardi Widodo, 2015
DAFTAR RUJUKAN .
Ali, M. (2009). Pendidikan untuk Pembangunan Nasional menuju bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Jakarta : PT Imperial Bhakti Utama
Aiken Hair, L. S. & West, S. G. (2014). Multiple Regression: Testing and Interpreting Interactions. Newbury Park, CA: Sage .
Almack, J.G. (1930). Reseach and Thesis Writing New York : Harcourt, Brace & Co.
Almond, G.A & Verba , S. (1980). The Civic Culture Revisited, Boston, Mass : Brown and Company
Almond, G.A. (1956). Comparative Political Systems, in : Journal of Politics XVIII, August
Allen, J. (1960) The Role Of Ninth Grade Civics in Citizenship Education, The High School Journal, 44,3 : 106-111
Ary. D., et. Al. (1992). Introduction to Research in Education.Diterjemahkan oleh Fuechan, Arief. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Indonesia (ALPTKI). (2009). Pemikiran tentang Pendidikan Karakter dalam Bingkai Utuh Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta :ALPTKI
Axtmann, R. (1996). Liberal Democracy into twenty-First Century: Globalization, Integration and the Nation State. New York: Manchester University Press.
Azwar,S. (1987). Test Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta : Liberty
Azwar,S. (2010). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta
Bahmueller, C. F. & Parick, J. J. (1998). Principles and Practices of Education for Democratic Citizenship : International Perspectives and Projects. USA : ERIC Adjunct Clearinghouse of International Civic Education
Bakry, N. MS. (1991). Pancasila Yuridis Kenegaraan, Yogyakarta : Liberty Bakti, A.F., dkk. (2012). Literasi Politik dan Konsolidasi Demokrasi. Jakarta :
Churia Press.
Basyar, H & Tobing, F. B.L. (2009). Kepemimpinan Nasional Demokrasi, dan Tantangan Globalisasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Berry, C.J. (1989). The idea of Democratic Community. New York: St. Martin’s Press.
Budiardjo, M. (2010). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Budimansyah, D. & Syaifullah (ed). (2006). Pendidikan Nilai Moral Dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan Menyambut 70 Tahun Prof. Drs. H. A. Kosasih Djahiri. Bandung : Laboratorium PKn FPIPS UPI
Buwono, H., S.S. (2007). Merajut Kembali Ke-Indonesian Kita. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Blondel, J. (1969). An Introduction to Comparative Government :” Electoral Systems and the Influence of Electoral system on Party Systems”. London : Weindenfield and Nicholson
Branson, MS. (1999). Belajar Civic Education dari Amerika diterjemahkan oleh Syafruddin. Yogyakarta : LkiS dan The Asia Foundation
Cogan, JJ. (1999). Developing the Civic Society The Role of Civic Education, Bandung : CICED
Cogan, JJ., & Ray , D. (1998. Citizenship for the 21 st Century An Internacional Perspectiva on Education. London : Kogan Page
Cohen, J.L. & Arato, A.(1992). Civil Society and Political Theory. Massachusetts: MIT Press.
Craig, E. (1998). Routhledge Encyclopedia of Philosophy. New York: Routhledge.
Crittenden, J. (2002). Democracy’s Mid Wife: an Education to Deliberation. Maryland: Lexington Book.
Center for Civic Education/CCE. (1994). Civitas : Nations Standards Civics and Government. Calabasas : CCE
Center for Indonesia Civic Education/CICED. (1999). Democratic Citizens in an Civic Society : Report of the conference on Civic Education for Civic Society. Bandung : CICED
Chamber, S. (2002). “A Critical Theory Civil Society.” In Simone Chamber & Will Kymlicka, Alternative Conceptions of Civil Society. Princeton, Oxford: Princeton University Press.
Clarke, P.B. & Foweraker, J. (2001). Encyclopedia of Democratic Thought. New York: Routledge.
Dahl, R. A. (1998). On Democracy. New Haven: Yale University Press.
Darmawan, C. (2009). Memahami Demokrasi Perspektif Teoritis dan Empiris. Bandung : Pustaka Aulia Press
Darmodihardjo, D (1985). Santiaji Pancasila suatu tinjauan filosofis historis dan yuridis konstitusional,Jakarta :KurniaEsa
Denzin, NK. & Lincoln, Y S. (1997). Handbook Of Qualitative Research. California : Sage Publication
Diamond, L. (1999). Developing Democracy Toward Consolidation. Baltimore: The John Hopkins University Press.
Dimond, S.E. (1953). Schools and The Development of Good Citizens : The Final Report of the Citizenship Study. Detroit : Wayne University Press
Depdiknas. (2003). Kurikulum 2004 SMA Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran Kewarganegaraan. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas. (2003). Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Kewarganegaraan Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Jakarta : Depdiknas : Pusat Kurikulum , Balitbang Depdiknas
Duverger, M. (1954). Political Parties.London : Methuen and Co Ltd.
Emzir. (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Esposito, J. L & Voll, O. J. (1996). Islam and Democracy. New York, Oxford: Oxford University Press.
Eurydice. (2005). Citizenship Education at School in Europe.Brussels : European Commission
Faulks, K. (1999) Political Sosiology : A Critical Introduction. Edinburgh : Edinburgh University Press
Faulks, K. (2010). Political Sociology : A Critical Introduction, Diterjemahkan oleh Mahadi, H. dan Shohibullah. (2010). Sosiologi Politik : Pengantar Kritis. Bandung : Nusa Media
Ferdinand, A. ( 2002). Structural Equation Model Dalam Penelitian Manajemen: Dasar-dasar permodelan. Edisi Indonesia. Jakarta: FJex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Ferdinand & Augusty, (2002). Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen Edisi 2, BP Undip, Semarang
Firmansyah. (2010). Persaingan Legitimasi Kekuasaan, Dan Marketing Politik Pembelajaran Politik Pemilu 2009. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Fuady, M. (2010). Konsep Negara Demokrasi. Bandung : PT Refika Aditama Fukuyama, F. (1999). The End of History and The Last Man. Penerjemah :
Amrullah, M.H. (2004). Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Yogyakarta : Qalam
Furchan, A. (1982). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional
Furchan, A. (2007). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Furqon. (2004). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta
Frazer, E. (1999). The Problems of Communitarian Politic Unity and Conflict. Oxford: Oxford University Press.
Gandal, M. & Finn, Jr.C. E. (1992). Freedom Papers : Teaching Democracy. USA : United States Information Agency
Gatara , A.A. S. (2009). Ilmu Politik Memahami dan Menerapkan. Bandung : CV. Pustaka Setia
Gatara Fh., A.A. S. & Said, M D. (2007). Sosiologi Politik Konsep dan Dinamika Perkembangan Kajian. Bandung : CV. Pustaka Setia
Ginsburg, M. B. (2001). “Democracy, Worker-Consumer-Citizens, and Teachers Education: Theoretical Musings with Findings from Research in Mexico”. In Leslie Linage (ed.) Democratizing Education and Educating Democratic Citizens. New York: Routledge Falmer.
Giroux, H. A. & McLaren, P. (1988). “ Teacher Education and the Politics of Democratic Reform”. In Henry A. Giroux Teachers As Intellectuals
Toward a Critical Pedagogy of Learning. Massachusetts: Bergin & Garvey Publishers, Inc.
Gutex, G. L. (2004). Philosophical and Ideological Voices in Education. New York: Pearson Education Inc.
Gross, R.E. & Zeleny, J.E. (1958). Educating Citizens for Democracy. London : Oxford University Press
Hadjar, I. (1996). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Heater, D. (1999). What is Citizenship? Malden, MA: Polity Press.
Held, D. (1987). Models of Democracy. California: Stanford University Press. Held, D. (2006). Models of Democracy. Cambridge : Polity
Harrison, L. (2009) Metodologi Penelitian Politik. Jakarta : Kencana
Harsya, WB. (1984). Arti Pendidikan Bagi Masa Depan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Haryadi, AD. (2012). Demokrasi Lokal Evakuasi Pemilukada Di Indonesia. Jakarta : Konstitusi Press (Konpress)
Hasan, AM. (2010). Khofifah Indar Parawansa Melawan Pembajakan Demokrasi Pelajaran dari Tragedi Pilkada Jawa Timur. Banten : Pesat
Haryanto. (1991). Elit, Massa dan Konflik. Yogyakarta : PAU-Studi Sosial UGM Haryanto, S. (1991). Pengantar Teori Pengukuran Kepribadian. Surakarta :
Sebelas Maret University Press
Hedtke, R. & Zimenkova, T. (ed). (2013). Education for Civic and Political Participation A Critical Approach. New York : Routledge Research In Education
Held, D. (2007). Models of Democracy.Terjemaham : Abdul Haris. Jakarta : Akbar Tanjung institute
Hidayat, K. & Asra, A. (2009). Pendidikan Kewargaan (Civic Education) : Demokrasi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta : UIN Hulland, J. (1999). ‘Use of Partial Least Squares (PLS) in Strategic Management
Research: A Review of Four Recent Studies’ , Strategic Management Journal 20: 195–204
Huntington, S.P. (1995). The Third Wave : Democratization in the Late Twentieth Century. Diterjemahkan oleh Marjohan, Asril. (1995).Gelombang Demokratisasi Ketiga. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti
Huntington, S.P. & Nelson, J. M. N. (1977). No Easy Choice : Political Parti- cipation in Developing Countries. Cambridge, Mass : Havard University Press
Husaini, U. & Purnomo, S.A. (2000). Metodologi Penelitian Sosial. Bandung : PT. Bumi Aksara
Indonesian Center for Civic Education. (2004). Pendidikan Kewargaan (Civic Education) Demokrasi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jarkarta
Iksan, A. B. (2009). Etika dan Logika Berpolitik Wacana Kritis atas Etika Politiik, Kekuasaan dan Demokrasi. Bandung :PT. Remaja Rosdakarya Janoski, T. (1998). Citizenship and Civil Society. Cambridge: Cambridge
University Press.
Jahanbakshsh, F. (2001). Islam, Democacy and Religious Modernism in Iran (1953-2000)
Jemadu, A. (2008). Politik Global dalam Teori dan Praktek. Yogyakarta : Graha Ilmu
J. Gordon Arbuckle, Jr., Environment and Behavior, February 2015; vol. 47, 2: pp. 205-234., first published on October 7, 2013
Kalidjernih, F.K. (2010). Kamus Studi Kewarganegaraan Perspektif Sosiologikal Dan Politikal. Bandung: Widya Aksara Press.
Kartono, K. (2013). Pemimpin dan Kepemimpinan. Apakah Kepimpinan Abnormal itu ?. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Kartono, K. (2009). Pendidikan Politik Sebagai Bagian dari Pendidikan Orang Dewasa. Bandung : Mandar Maju
Kerr, D. (1999). Citizenship Education : An the Curriculum: An International Comparrison. England : nfer. QCA
Kerr, D. (1999). Citizenship Education in the Curriculum: An International Review. England : nfer. QCA
KPU Propinsi Jawa Timur, (2013). Buku Panduan KPPS. Surabaya : Sekretariat KPU Propinsi Jawa Timur
Kovacs, P. (2008). Our Shools, our selves. Portland,Maine : Stenhouse Publishers.
Kumorotomo, W. (2005). Akuntabilitas Birokrasi Publik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Khoiron, M. N. dkk. (1999). Pendidikan Politik Bagi Warga Negara (Tawaran Operasional dan Kerangka Kerja). Yogyakarta : Lembaga Kajian Islam dan Sosial LkiS dan The Asia Foundation (TAF)
Lane, J. E. & Errsson, S. (2003). Democracy: A Comparative Approach. London: Routledge.
Levin, B. (1998). “The Educational Requirement for Democracy”. Curriculum Inquiry. 28: 1.
Lickona, T. (1991). Educating For Character : How Our Shools Can Teach Recpect and Responsibility. USA
M., Andy Ramses., & Bakry, La. (ed). (2009). Pemerintahan Daerah Indo- nesia.Jakarta : MIPI
Magsino, R. F. (2002) “From Eclectic Theory to Coherence: Citizenship Virtues for Our Times.” In Yvonne M Heber Citizenship in Transformation in Canada. Toronto: University of Toronto Press.
Manent, P. (2003). “Modern Democracy As A System of Separations”. Journal of Democracy. Vol. 14. No. 1. January.
Masdar, U. dkk. (1999) Mengasah Naluri Publik Memahami Nalar Politik, Yogyakarta : LkiS
Mayo, H. B. (1960). An Introduction to Democratic Theory. New York : Oxford University Press
Megawati, R. (2004). Pendidikan Karakter Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. Jakarta : BP Migas Energy
Milner, H. (2002). Civic Literacy How Informed Citizens Make Democracy Work. Hanover : University Press of New England.
M. Gaffar, J. (2012). Demokrasi Lokal : Evaluasi Pemilukada Di Indonesia. Jakarta : Konstitusi Press
Mohamad, G. (2009). Demokrasi dan Kekecewaan. Jakarta : PUSAD
Muhaimin. (2012) Golput dalam Optik Kaum Santri. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Mulyono, dkk. (1980). Analisa Soal Ujian Masuk UNS Tahun 1992. Surakarta : UNS
McClosky, H. (1972). “Political Participation. International Encyclopedia of the Social Sciences. Ed. Ke-2. New York : The Macmillan Company
Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia
Ostle, B. (1964). Statistic in Research 2nd ed. Ames, Iowa : The Iowa State Colege Press
Norris, P. (2011). Democratic Deficit : Critical Citizens Revisited. New York : Cambridge University Press
Pamungkas, S. (2009). Pemilih Perilaku Pemilih dan Kepartaian. Yogyakarta : Institute for Democracy and Welfarism
Panjaitan, M. (2011). Logika Demokrasi : Rakyat Mengendalikan Negara. Jakarta : Permata Aksara
Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Desain Induk Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025. Jakarta
Perczynski, P. & Vink, M. (2002). “Citizenship and Democracy: A Journey to Europe’s Past.” Ciitizenship Studies. Vol. 6. No. 6.
Purmana, Y.S. (2010). “Pemilukada dan Problema Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik. .Jurnal Penelitian Politik. 7, (1), 133-139
Putra, F.P., A.A. Gde. (2009). Meretas Perdamaian dalam Konflik Pilkada Langsung Belajar dari Konflik Pilkada Langsung Kabupaten Gianyar dan Kabupateen Buleleng.Yogyakarta : Gava Media
Print, M.; Ornstrom, S. & Skovgaard, H. (2002).”Education for Democratic Process
in Schools and Classrooms.” European Journal of Education. Vol. 37. No. 2.
Priyatno, D. (2009). SPSS untuk Analisis Korelasi, Regresi, dan Multi- variate.Yogyakarta : Gava Media
Quigley, C.N. dkk. (1991). Civitas : A Framework for Civic Education. Calabasas : Center for Civic Education
Ramdansyah, (2009). Sisi Gelap Pemilu 2009 Potret Aksesori Demokrasi Indonesia. Jakarta : Rumah Demokrasi
Reilly, B. & Reynolds, A. (2011). Prinsip Dasar dalam Sistem Pemilu. ACE Project, Sebuah Kerjasama antara IDEA, United Nations, dan IFES
Riduwan & Kuncoro, EA. (2008). Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis Jalur (Path Analysis). Bandung : Alfabeta
Riduwan. (2007). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Rohman, A. dkk. (2009). Politik, Partisipasi dan Demokrasi dalam Pembangunan. Malang : Program Sekolah Demokrasi
Romli, L. (2010). “EvaluasiPemiluLegislatif 2009 : Tinjauan atas Proses Pemilu, Strategi Kampanye, Perilaku Memilih, dan Kontelasi Politik Hasil Pemilu.Jurnal Penelitian Politik. 7, (1). 87-101
Rosyada, D. (2004). Buku Panduan Dosen Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education). Jakarta : ICCE UIN Syarif Hidayattullah Jakarta dan The Asia Fundation
Rush, M. & Althoff, P. (2003). Pengantar Sosiologi Poitik. Alih Bahasa Kartini Kartono. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Sanit, A. (1988). Sistem Politik Indonesia Kestabilan Peta Kekuatan Politik dan Pembangunan, Jakarta : Rajawali Press
Sanusi, A. (1998). Pendidikan Alternatif : Menyentuh Asas Dasar Persoalan Pendidikan dan Kemasyarakatan. Bandung : PT Grafindo Media Pratama Sanusi, A. (1998). Memberdayakan Masyarakat dalam Pelaksanaan 10 Pilar
Demokrasi. Bandung : Panitia Semlok PPKn IKIP Bandung (Makalah) Sapriya. (2007). Perspektif Pemikiran Pakar tentang Pendidikan
Kewarganegaraan dalam Pembangunan Karakter Bangsa (Suatu Kajian Konseptual Filosofis Pendidikan Kewarganegaraan dalam Konteks Pendidikan IPS).(Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Sehr, D. T. (1997). Education for Public Democracy. New York: State University of New York Press.
Sekretariat Jenderal KPU. (2010). Modul Ib : Pemilu untuk Pemula. Jakarta : Biro Teknis dan Hupmas KPU
Sekretariat Jenderal KPU. (2010). Modul Ic : Pemilu untuk Pemula. Jakarta : Biro Teknis dan Hupmas KPU
Sekretariat Jendral MPR RI. (2007). Panduan Pemasyarakatan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Sesuai dengan Urutan Bab, Pasal, dan Ayat. Jakarta : Sekretariat Jendral MPR RI.
Sembiring, S. (Penghimpun). (2009). Himpunan Peraturan Perundangan- Undangan Republik Indonesia Pemerintahan Daerah (Pemda) disertai dengan Peraturan terkait.Bandung : Nuansa Aulia
Singarimbun, M. & Effendi, S. (ed). (1989). Metode Penelitian Survei. Jakarta : LP3ES
Somantri, N. (1976). Metode Mengajar Civics. Jakarta : Erlangga
Soetjipto, AW. & Adelina, S. (2009). Partai Politik dan Strategi Gender Separuh Hati Pelajaran dari Pengalaman Tiga Partai Pemenang Pemilu 2009. Jakarta : Parentesis Publisher
Sudjana, N. (1991). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung : Remaja Rosda Karya
Sudarsono, J. (1999). Fortering Democratic Living : The Roles of Governmental and Community Agencies. Bandung : CICED
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta
Suharizal. (2011). Pemilukada Regulasi, Dinamika, dan Konsep Mendatang. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Sukarno. (1990). Sistem Politik Indonesia.Bandung : CV. Mandor Majo
Sukmadinata, N.S. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Sulaeman, Z. (2010). Demokrasi untuk Indonesia Pemikiran Politik Bung Hatta. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara
Sulistyo, J. (2011). Enam Hari Jago SPSS 17. Yogyakarta : Cakrawala.
Sundawa, D. (2010). Membangun Kecerdasan Berdemokrasi Warganegara Muda Melalui Perwujudan Kelas Sebagai Laboratorium Demokrasi. (Disertasi). Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Surbakti. R. (2010). Memahami Ilmu Politik. Jakarta : PT Grasindo
Sutarno. (2008). Pendidikan Multikultural. Jakarta : Dirjen Dikti, Depdiknas Scott, M. G. & French, E. (1992). Measurement and Evaluation in Physical
Education. Dubuque, Iswa, W.M.C. Brown Company Publishers
Schumpeter, J.A. (1976). Capitalism, Socialism and Democracy. London : George Allen & bUnwin
Shaughnessy & Zechmeister. (2000). Research Methods in Psychology, 5/e, Chapter 4 : Correlation Research: Surveys. (Online Learning Center). Smith, B.C. (1985). Decentralization : The Territorial Dimension of State.
London : Asia Publishing House
Smith, BC. (1985). Decentralization in The Territorial Dimension of the State. London : George Allen and Ulwin Diamond, L. Developing Democracy Toward Consolidation, (Baltimore : the Johns Hopkins University Press,1999)
Tilaar, H.A.R. (1995). Lima Puluh Tahun Pembangunan PendidikanNasional 1945 –1995, Jakarta : PT. Grasindo.
Tilaar, H.A.R. (2000). Paradigma Baru Pendidikan Nasional, Jakarta : Rineka Cipta.
Tim Redaksi Pustaka Yustisia. (2011) Naskah Resmi UUD 1945 (Amandemen Lengkap), . Sleman : Pustaka Yustisia.
Tjokroamidjoyo, B. (1990). Pangantar Administrasi Pembangunan. Jakarta : LP3ES
Usman, H. & Akbar, PS. (2000). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta : Bumi Aksara
UPI. (2014). Pedoman Penulisan Karya Ilimiah Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia
van Dehsen, Eleanor. (2000). Encyclopedia of Democracy. Washington, DC: Congressional Quarterly.
Waldron, J. (1998). ”Liberalism”. In Edward Craig, Routledge Encyclopedia of Philosophy. London: Routhledge.
Wahab, AA. & Sapriya. (2011). Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung : Alfabeta
Walizer, M H. & Wlenir, PL. (1993). Research Methods and Analysis : Searching for Relationships dialihbahasakan oleh Arief Sukadi Sadiman, dan Said Hutagaol. Jakarta : Erlangga