• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rela Berkorban demi Bangsa

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian

4.3.1.3 Rela Berkorban demi Bangsa

Sikap rela berkorban demi bangsa berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN 3 Padurenan adalah berkata jujur kepada orang tuanya ketika mau bermain, membantu teman yang kesulitan dalam memahami pelajaran melalui pesan whattapp atau bertemu langsung dan meminjami buku kepada teman yang datang kerumah.

Rela berkorban adalah kerelaan seseorang dalam menjalankan kewajiban dan hak sebagai warga negara (Rianto & Firmansyah, 2017).

Dengan kerelaan berkorban, maka keselarasan hubungan antarmanusia yang satu dengan yang lainnya akan terjamin (Rianto & Firmansyah, 2017). Dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa sikap rela berkorban siswa sudah cukup baik dengan memberikan contoh-contoh yang bersangkutan dengan sikap rela berkorban dan siswa sudah melakukan hal-hal yang bersangkutan dengan sikap rela berkorban dengan dibuktikan seperti berkata jujur kepada orang tuanya ketika mau bermain, membantu teman yang kesulitan dalam memahami pelajaran melalui pesan whattapp atau bertemu langsung dan meminjami buku kepada teman yang datang kerumah, tolong menolong sesama teman, dan meminjamkan alat tulis kepada teman yang membutuhkan. Hal ini sependapat dengan Permana Ujang (2018) bahwa nasionalisme Indonesia adalah persatuan dan kesatuan, perasaan senasib, toleransi, kekeluargaan, dan gotong royong.

4.3.1.4. Menghargai Kebudayaan

Sikap menghargai kebudayaan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN 3 Padurenan adalah mengenalkan siswanya

48

kesenian tari daerah lewat video pembelajaran serta siswa SDN 3 Padurenan gemar mengikuti rebana di rumahnya.

Kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, adat dan berbagai kemampuan serta kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat (Fatonah, 2017). Nasionalisme di Indonesia itu paham kebangsaan yang mengajarkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kebhinekaan agama, budaya, dan suku bangsa demi membentuk dan mempertahankan eksistensi kehidupan bernegara (Aswasulasikin dkk, 2020).

Keragaman budaya itu hendaknya disikapi dengan bijak, yaitu dengan sikap menghargai kebudayaan. Karena pada dasarnya, sifat kebudayaan/budaya adalah menyatukan identitas masyarakatnya dalam hal makanan, pakaian, keyakinan, dan sebagainya (Irawati, 2020).

Penanaman sikap menghargai kebudayaan diwujudkan dengan mengenalkan siswa kesenian tari daerah lewat video pembelajaran. Hal ini sejalan dengan keadaan siswa ketika pembelajaran jarak jauh yaitu ada beberapa siswa yang gemar mengikuti rebana di rumahnya, bahkan ada yang latihan alat musik rebana.

4.3.1.1. Menghargai Jasa Pahlawan

Sikap menghargai kebudayaan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN 3 Padurenan adalah menggunakan metode sosiodrama dalam memperagakan perjuangan para pahlwan dalam perumusan nahkah proklamasi saat pembelajaran. Tidak hanya itu, siswa juga disiplin dalam mengerjakan tugas sekolah, jujur, serta mandiri.

Sikap menghargai jasa pahlawan berdasarkan hasil penelitian yng telah dilakukan di SDN 3 Padurenan adalah Siswa tetap diajarkan untuk menghargai jasa pahlawan dengan cara selalu disiplin dalam menaati peraturan yang ada seperti mengerjakan tugas sekolah tepat waktu, mengerjakan dengan jujur, mandiri, dan pantang menyerah. Sesuai dengan yang dikemukakan Haris dan Gunansyah (2013), dengan materi

49

jasa kepahlawanan, siswa diajarkan sikap yang menunjukkan seorang pahlawan misalnya rela berkorban, keberanian, pantang menyerah, berjiwa besar, patriotisme/ bela negara.

Penanaman nilai menghargai jasa pahlawan merupakan usaha untuk mengembangkan kesadaran nilai menghargai pada diri siswa, selalu patuh dan hormat kepada orang tua maupun guru (Haris dan Gunansyah, 2013). Hal ini peneliti temukan saat wawancara dan observasi, siswa bener-benar mengerjakan tugas dirumah sendiri tanpa bantuan orang lain. Guru juga memantau siswanya agar selalu disiplin melaksanakan pekerjaan rumah. Karena kalau ada siswa yang tidak disiplin pasti ada guru yang mengecek kerumah masing-masing.

4.3.1.2. Mengutamakan Kepentingan Umum

Sikap menghargai kebudayaan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN 3 Padurenan yaitu siswa kelas V diajarkan untuk selalu menghormati orang lain ketika menjalankan ibadah, saat ada siswa yang menyampaikan hasil diskusi juga diperhatikan dengan baik, bersikap sopan, tidak berkelahi saat ada permasalahan serta mementingkan kepentingan kelompok ketika ada lomba pramuka dan berkerja sama ketika ada bersih-bersih kelas.

Mengutamakan kepentingan umum artinya mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan umum, kepentingan umum dimaksudkan sebagai kepentingan bangsa atau negara dan atau kepentingan masyarakat luas (Hidayat dkk, 2017). Laksono Puji (2017) juga menyatakan bahwa harus membawa kepentingan umum dengan tidak abai terhadap entitas kelompok lainnya yang menjadi komponen pembentuk kebangsaan bangsa Indonesia.

Sikap ini terwujud dari sikap siswa untuk selalu menghormati orang lain ketika menjalankan ibadah, saat ada siswa yang menyampaikan hasil diskusi juga diperhatikan dengan baik, bersikap sopan, tidak berkelahi saat ada permasalahan serta mementingkan

50

kepentingan kelompok ketika ada lomba pramuka dan berkerja sama ketika ada bersih-bersih kelas.

4.3.2. Strategi sekolah dalam menumbuhkan sikap nasionalisme siswa di SDN 3 Padurenan

Strategi SDN 3 Padurenan dalam menumbuhkan sikap nasionalisme pada siswa berdasarkan hasil penelitian adalah budaya sekolah wahana pengembangan sikap nasionalisme siswa, Integrasi pembelajaran sebagai wahana pengembangan sikap nasionalisme siswa, dan ekstrakurikuler wahana pembinaan sikap nasionalisme siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Suwandi dkk, (2017), bahwa penanaman sikap nasionalisme dilakukan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat secara berkesinambungan. Penanaman karakter nasionalisme perlu dilakukan melalui sekolah karena sekolah dapat menjadi pensinergi antara orang tua dan masyarakat dalam menguatkan pendidikan anak.

Pada proses budaya sekolah dengan Upacara bendera setiap hari senin yang setiap siswa kelas lima mendapat giliran menjadi petugas upacara. Selai itu siswa disana selalu menegakkan 3S (senyum, sapa, dan salam). Hal ini dilakukan sebagai bentuk memberi teladan/contoh.

Pengkondisian awal belajar dengan mengikuti pembacaan Asmaul Husna dengan tertib dan bersama-sama. Karena siswa adalah pelopor bagi lingkungan di sekitarnya untuk terus senantiasa membangkitkan semangat nasionalisme di dada seluruh masyarakat Indonesia (Taubah dan Chasanah, 2018).

Integrasi kegiatan pembelajaran sebagai wahana pengembangan sikap nasionalisme siswa adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Wajib Nasional sebelum dan sesudah pembelajaran, serta siswa membaca doa sebelum belajar secara bersama-sama. Semua kegiatan ini dilakukan untuk menjadikan siswa mempunyai sikap-sikap nasionalisme pada muatan PPKn dengan melakukan pembelajaran melalui metode sosiodrama dengan tujuan mengenang sejarah kemerdekaan indonesia dan melatih percaya diri serta tanggungjawab. Sosiodrama yang telah

51

dilakukan ini mengenai cerita perjuangan pahlawan dalam peristiwa Rengasdengklok Hal ini sejalan dengan pendapat Elviana dan Murdiono (2017), bahwa metode sosiodrama dapat digunakan untuk melatih sikap tanggung jawab dan rasa percaya diri dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Pada pelaksanaannya peserta didik mampu untuk memahami isi cerita yang ada dalam naskah drama karena merupakan pengalaman yang benar-benar dialami. Hal ini membuat peserta didik bertanggung jawab untuk memainkan peran yang telah ditetapkan dengan baik demi kelancaran permainan drama.

Penanaman sikap nasionalisme dilakukan pada ekstrakurikuler yang menjadikan wahana pembinaan sikap nasionalisme SDN 3 Padurenan mengajarkan siswanya untuk selalu bersikap kepahlawanan, disiplin, jujur, mandiri, selalu membantu teman dengan jiwa korsanya dan gotong royong ini semua terdapat pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, kegiatan hari-hari besar, dan lomba-lomba kesenian. Ningrum dkk (2020), menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler pramuka bertujuan untuk membentuk karakter disiplin serta tanggungjawab anak.

Proses terbentunya karakter tersebut dengan cara pelatih dan pembina melatih peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang diselenggarakan dengan datang tepat waktu, menggunakan baju dengan rapi, meminta izin apabila keluar ruangan, baris-berbaris, sapa, dan salam.

52 BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitan dan pembahasan dalam mengidentifikasi sikap nasionalisme siswa SDN 3 Padurenan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Sikap Nasionalisme yang ada pada siswa SDN 3 Padurenan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) antara lain bangga sebagai bangsa Indonesia, cinta tanah air, rela berkorban demi bangsa, menghargai keanekaragaman kebudayaan, menghargai jasa para pahlawan, dan mengutamakan kepentingan umum. Dari sikap nasionalisme tersebut sudah ada pada siswa SDN 3 Padurenan dan sudah diterapkan walaupun masih ada yang belum maksimal dikarenakan kondisi yang ada.

2. Strategi sekolah dalam menumbuhkan sikap nasionalisme siswa di SD 3 Padurenan antara lain budaya sekolah wahana pengembangan sikap nasionalisme siswa, Integrasi pembelajaran sebagai wahana pengembangan sikap nasionalisme siswa, dan ekstrakurikuler wahana pembinaan sikap nasionalisme siswa. Yaitu dengan menegakkan budaya sekolah yaitu selalu menegakkan 3 S (senyum, sapa, dan salam) setiap berada di lingkunagn sekolah maupun diluar sekolah. Upacara bendera dengan tertib, pembacaan Asmaul Husna. Integrasi pembelajaran sebagai wahana pengembangan sikap nasionalisme siswa yaitu pembelajaran melalui metode sosiodrama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Wajib Nasional, serta siswa membaca doa sebelum belajar secara bersama-sama. Serta ekstrakurikuler wahana pembinaan sikap nasionalisme siswa yaitu dengan berlatih tari, pramuka, dan rebana dengan baik.

53 5.2. Saran

Saran yang dapat disampaikan berdasarkan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Kepada pihak sekolah melalui kepala sekolah hendaknya selalu mempertahankan progam-progam dan kegiatan-kegiatan untuk usaha menanamkan sikap nasionalisme kepada siswa walaupun dalam masa pembelajaran jarak jauh seperti selalu mengecek tanggungjawab siswa dalam mengerjakan tugas, memperingati hari besar dengan caranya sendiri, dan memaksimalkan alat drum band untuk menambah ekstrakurikuler selain pramuka.

2. Guru hendaknya mempertahakan keteladanan yang baik dalam terus menanamkan sikap nasionalisme, seperti menggunakan bahasa indonesia dengan baik, melestarikan kebudayaan, maupun hadir tepat waktu. Hal ini agar siswa juga termotivasi untuk mencontoh karena guru itu teladan bagi siswanya. Serta tidak lupa memberikan sebuah apresiasi kepada siswa yang dengan baik melaksanakan semua arahan khususnya dalam pembentukan sikap nasionalisme di SDN 3 Padurenan.

3. Siswa hendaknya membiasakan diri untuk terus menerapkan sikap nasionalisme di sekolah dan di lingkungan masyarakat, seperti membantu teman jika kesulitan, membersihkan lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kesetiakawanan antar teman.

54

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Yunus. 2012. Model Penilaian Outentik dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Berorientasi Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 2 (2), 166.

Amelia, Citra Ayu. 2014. Peranan Pembelajaran Sejarah Dalam Penanaman Sikap Nasionalisme Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pecangaan. Indonesian Journal of History education, Vol. 3 (2).

Arikunto. 2013. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Arindiono, Rudi Yulio dan Ramadhani, Nugrahadi. 2013. Perancangan Media Pembelajaran Interaktif Matematika untuk siswa kelas 5 SD. JURNAL SAINS DAN SENI POMITS, Vol. 2, No.1.

Ariyani, Yasinta Dwi dan Apriani, An-nisa. 2017. Analisis Muatan Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Buku Teks KTSP PKN Kelas 3 SD. Elementary School Vol. 4 No. 2.

Aswasulasikin, Pujiani, Sri, Hadi, Yul Alfian. 2020. Penanaman Nilai Nasionalis Melalui Pembelajaran Budaya Lokal Sasak di Sekolah Dasar. Jurnal DIDIKA : Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar. Vol. VI, No. 1.

Azwar, Saifuddin. 1995. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Bahtiar, Reza Syehma. 2016. Upacara Bendera Berbasis Karakter Dalam Pengembangan Sikap Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar. INOVASI, 18, 2.

Bausad, Andi Anshari dan Musrifin, Arif Yanuar. 2017. Analisis karakter peserta didik kelas V pada pembelajaran penjaskes di sekolah dasar negeri se kota mataram. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan IlmuPendidikan, Vol. 1 No. 2 ISSN 2598-9944.

Diyantini, N.K., Yanti, Ni Luh P.E., dan Lismawati, Sagung M. 2015. Hubungan Karakteristik dan Kepribadian Anak dengan Kejadian Bullying Pada Siswa Kelas V di SD “X” di Kabupaten Badung. COPING Ners Journal. Vol. 3 No. 2.

Elviana, Premita Sari Octa dan Murdiono, Mukhamad. 2017. Pengaruh Metode Sosiodrama terhadap Hasil Belajar dan Sikap Tanggung Jawab dalam Pembelajaran PKn. Jurnal Civics. Vol. 14 No.1.

55

Fardani, Much Arsyad, dkk. (2021). Game Panjol Berbasis Androit untuk Meningkatkan Karakter Bersahabat Pada Siswa Sekolah Dasar. REFLEKSI EDUKATIKA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol 11, no.2.

Fatonah, Fatonah. 2017. Belajar dari Karakeristik Bangsa Jepang. Tsaqofah &

Tarikh. Vol. 2 No. 2.

Haris, Fairizah dan Gunansyah, Ganes. 2013. Penerapan Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) untuk Meningkatkan Kesadaran Nilai Menghargai Jasa Pahlawan Pada Siswa Sekolah Dasar. JPGSD Vol. 01 no.

02.

Hendri, Edi. 2010. Guru Berkualitas: Profesional Dan Cerdas Emosi. Jurnal Saung Guru, 1, 2, Halaman: 1-12.

Hidayat, Ahmad Arif, PJ, Nyoman Serikat, dan Sukinta. 2017. Kepentingan Umum sebagai Dasar Pertimbangan Penerapan Asas Oportunitas oleh Jaksa Agus dalam Proses Pidana. Diponegoro Lawa Journal. Vol. 5, No. 2.

Irawati, Enny. 2020. Peranan Mahasiswa dan Lembaga dalam Membangun Toleransi Keragaman Budaya di Sekolah Tinggi Theologia Biblika Jakarta.

Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology). Vol. 6 No. 1.

Ismaya, Erik Aditia dan Romadlon, Farid Noor. 2017. Strategi Membentuk Karakter Semangat Kebangsaan Anggota Ambalan Kyai Mojo Dan Nyi Ageng Serang. JURNAL REFLEKSI EDUKATIKA,7 (2).

Jatmika, Herka Maya. 2005. Pemanfaatan Media Visual dalam Menunjang Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia.

Kemendikbud. 2018. Salinan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 20 Tahun 2018, tentang Pengu atan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal.

Kurniawan, Ferry, Ruslan, dan Awaluddin. 2018. Pelaksanaan penanaman nilai-nilai nasionalisme pada siswa sd negeri unggul sibreh. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar KIP Unsyiah, 3,1, 114-118.

Kusumawardani, Anggraeni & Faturochman. (2004). NASIONALISME. Buletin Psikologi, XII, 2.

Laksono, Puji. 2017. Realisme Media: Telaah Kritis Media Massa Indonesia.

Dimensi. Vol. 10, No. 1.

56

Machin, A. 2014. Implementasi Pendekatan Saintifik, Penanaman Karakter dan Konservasi pada Pembelajaran Meteri Pertumbuhan. Jural Pendidikan IPA Indonesia, 3 (1), 29.

Masganti Sit. 2012. Perkembangan Peserta Didik. Medan: Perdana Mulya Sarana Mercer, Jenny dan Debbie Clayton. 2012. Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.

Ningrum, Retno Wulan, Ismaya, Erik Aditia, dan Fajrie Nur. 2020. Faktor-Faktor Pembentuk Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Dalam Ekstrakurikuler Pramuka. Jurnal Prakarsa Paedagogia.Vol. 3 No.1

Patton, Michael Quinn. 2009. Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Permana, Ujang. 2018. Implementasi Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Mahasiswa AKPER YPIB Majalengka. Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia. Vol.

3, No.1.

Purwanti, Dwi. 2017. Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan dan Implementasinya. Jurnal Riset Pedagogik, 1 (2), 14-20.

Priyoutomo, Sunu Dwi dan Ngalim, Abdul. 2016. Penanaman Sikap Cinta Tanah Air dalam Pramuka di Dabin 5 UPTD Pendidikan Wirosari Brobogan Varia Pendidikan, vol. 28, No. 1.

Rahardjo, Susilo dan Gudnanto. 2012. Pemahaman Individu: Teknik Non Tes.

Kudus: Badan Penerbit Universitas Muria Kudus

Ratnasari, Meita. 2017. Proses Penanaman Sikap Nasionalisme Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas Tinggi Sd Taman Muda Ibu. Pawiyatan Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/ 2017. Trihayu:

Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, Vol. 3, Nomor 3.

Rianto, Hadi dan Firmansyah, Syarif. 2017. Upaya Mewujudkan Pemahaman Nilai-Nilai Patriotisme Dalam Bersikap Mahasiswa Program Studi PPKN IKIP PGRI Pontianak. SOSIAL HORIZON: Jurnal Pendidikan Sosial. Vol.

4, No. 1.

Rochmadi, Nur Wahyu. 2007. Kwarganegaraan 1. Jakarta Timur: Yudistira.

Rusiyono, Ruwet dan Apriani, An-Nisa. 2020. Pengaruh Metode Storytelling terhadap Penanaman Karakter Nasionalisme pada Siswa SD. LITERASI, 11, 1.

Smith, D. Anthony. 2003. NASIONALISME Teori, Idelogi, Sejarah. Jakarta:

Erlangga.

57

Siswanto. 2019. Mencintai Produk dalam Negri Sebagai Manifestasi Bela Negara di Era Global. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara. 7(3).

Sugiyanto, 1996. Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta: Universitas Terbuka Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suhayah, Yayah, Maryani, Enok, dan Yani, Ahmad. 2013. Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Terhadap Hasil Belajar dan Sikap Cinta Tanah Air Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Geografi. Vol. No.

Surono, Aris Kabul. 2017. Penanaman Karakter dan Rasa Nasionalisme Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Paramuka di SMP N 4 Singorojo Kabupaten Kendal. Indonesian Journal of Conservation, 06 (01)

Suwandi, Intan Kurniasari dan Sari, Indah Perdana. 2017. Analisis karakter nasionalisme pada buku teks kurikulum 2013 edisi revisi 2016 kelas I SD.

Elementary School 4, 4, 2.

Taubah, Mufatihatut dan Chasanah, Uswatun. 2018. Peranan Gerakan Pramuka Dalam Menanamkan Sikap Nasionalisme Di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Kasus Di MIN Kudus Tahun Pelajaran 2017/2018). ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal. Vol. 6 No. 2

Utaminingsih, Sri, dan Zuliana, Eka. 2019. Efektivitas Manajemen Pembelajaran Karakter Berbasis Financial Literasi di Sekolah Dasar. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD), Vol. 3 No.2.

Widiatmaka, Pipit. 2016. Pembangunan karakter nasionalisme peserta didik di sekolah berbasis agama islam. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan,1,1.

58

LAMPIRAN

59 Lampiran 1. Kriteria subyek Penelitian

Kriteria Subjek Penelitian

Sikap Nasionalisme Siswa SDN 3 Padurenan Tabel 3.1. Kriteria subjek Penelitian

No. Kriteria Kelas Nama

1. Mengikuti Ekstrakurikuler Tari 5 NR, KS, RNA 2. Mengikuti Ekstrakurikuler

Pramuka 5 RAA,RMP,FRA,AF,NR,KS,

RNA,NLA.

3. Mengikuti Ekstrakurikuler Rebana 5 RMP, FRA, AF

4. Menjadi Petugas Upacara Bendera 5 RAA,RMP,FRA,AF,NR,KS, RNA,NLA.

60 Lampiran 2. Waktu Penelitian Sikap Nasionalisme

WAKTU PENELITIAN

SIKAP NASIONALISME SISWA SDN 3 PADURENAN Tabel 3.2. Waktu Penelitian Sikap Nasionalisme Kegiatan

2. Penyusunan Instrumen dan proposal

61

Lampiran 3. Hasil Wawancara Kepala sekolah, Guru kelas V dan Siswa HASIL WAWANCARA KEPALA SEKOLAH DAN

GURU KELAS V SDN 3 PADURENAN

Tabel. Hasil wawancara kepala sekolah dan guru kelas V

No. Hari/Tanggal Subjek Kesimpulan Hasil Wawancara 1. Senin,

31 Mei 2021

Kepala Sekolah (Munziati)

Penanaman sikap nasionalisme sangat penting dilakukan dengan cara disiplin dalam mengikuti ekstrakurikuler, upacara bendera, mengikuti lomba-lomba agar menjadikan siswa berpengalaman dalam membawa kebanggaan sekolah, serta menampilkan pertunjukkan-pertunjukkan seni seperti rebana, tari, puisi, maupun lainnya.

Memanfaatkan sarana-prasarana dengan baik agar maksimal dalam mengikuti semua kegiatan yang akan dilakukan. Siswa juga meneladani sikap-sikap yang dimiliki oleh pahalawan melalui pembelajaran di dalam kelas dan cerita-cerita mengeani pahlawan yang berani disiplin, jujur, dan tanggungjawab. Membantu teman ketika kesusahan, menghargai kebudayaan, serta mencintai produk-produk dalam negeri, menjaga kebersihan dirumah maupun sekolah, dan tentunya dengan pengawasan oleh bapak ibu guru dan orang tua ketika dirumah. Serta bapak ibu guru juga selalu mengecek pada saat PJJ, ketika siswa yag tidak disiplin dalam mengumpulkan tugas, guru kelas maupun lainnya mendatangi kerumah-rumah (Home visit) agar tau kenapa siswanya tidak disiplin.

62 2. Rabu, 03

Juni 2021

Guru Kelas V (Murwati)

Siswa kelas V di SDN 3 Padurenan sangat dan selalu diajarkan untuk menghargai jasa pahlawan dengan cara saat kegiatan PJJ maupun normal masih menanamkan nilai-nilai kepahlawan yaitu dengan metode sosiso drama pahlawan, menyisipkan cerita-cerita pahalwan, lagu-lagu nasional. Tidak hanya itu siswa disini diajarkan untuk menggunakan bahasa Indonesia maupun daerah dengan baik agar siswa terbiasa melestarikan budaya kudus. Siswa juga didorong untuk mengikuti lomba-lomba entah itu pramuka, kesenian tari rebana, lomba islami (MAPSI) dengan tujuan untuk meneruskan jasa pahlawan maupun bangga terhadap bangsa indonesia. Karena dengan berkompetisi siswa akan sangat berani, disiplin, dan pantang menyerah. Guru juga mengajarkan untuk berpakaian rapi, menggunakan ikat pinggang, mengajar dengan waktu yang telah ditentukan.

63

HASIL WAWANCARA SISWA SDN 3 PADURENAN Tabel. Hasil wawancara siswa

No. Hari/Tanggal Siswa Kesimpulan Hasil Wawancara 1. Senin,

24 Mei 2021

RAA Siswa ini mengutarakan bahwa dia mengikuti pramuka, di saat pramuka dia diajarkan untuk gotong royong, percaya diri pada saat memimpin baris. Pada PJJ suka sekali di kirimkan video-video pembelajaran melalui whatsApp, bermain layang-layang ketika di rumah dan sesekali menggunakan bahasa daerah dengan baik.

2. Senin, 24 Mei 2021

RMP Siswa ini suka dalam memakai produk dalam negeri, yaitu tas, sepatu, dan suka memakai baju batik ketika bepergian. Menghargai orang lain ketika berbicara, tidak memilih-milih teman, dan yang menarik adalah membersihkan rumah dan merawat tanaman. Meminjam buku kepada teman ketika kesulitan, dan berlatih rebana ketika dirumah.

3. Kamis, 27 Mei 2021

FRA Siswa ini saat PJJ senang bermain permainan tradisional yaitu layang-layang. Dia juga mengatakan suka ikut kemah dan memakai baju batik saat hari kartini. Saat PJJ juga gurunya mengajarkan menyanyi walaupun lewat whatsApp Grup. Ikut berlatih rebana ketika dirumah. Bersikap sopan dan jujur kepada orangtua ketika akan bermain.

4. Senin, 24 Mei 2021

AF Siswa ini pernah sesekali ketika upcara tidak tertib, jadinya di tegur oleh bapak/ibu guru. Tetapi, dia sering menggunakan bahasa daerah dengan baik saat berbicara, membantu meminjami buku kepada teman ketika kesulitan, dia juga suka pentas tari dan melihat video-video tari saat PJJ sangat antusias tapi tidak mengikuti tari. Ikut rebana juga.

64 5. Senin,

07 Juni 2021

NR Dia mengikuti ekstra tari, karena dengan mengikuti itu menjadi lebih percaya diri dan gembira. Ketika mau bermain dengan teman dia juga izin dan berkata jujur kepada orangtuanya. Menggunakan bahasa daerah serta mengikuti kegiatan kepramukaan.

6. Sabtu, 05 Juni 2021

KS Siswa ini menggunakan produk dalam negeri, tidak memilih teman, menjaga kebersihan rumah maupun dikelas, dan mengikuti ekstra tari, pramuka, bahkan pernha mewakili lomba dan pementasan hari-hari besar.

7. Sabtu, 05 Juni 2021

RNA Siswa ini tidak egois ketika berteman, menghargai teman ketika diajak diskusi, menjaga kebersihan dirumah dan merawat tanaman dengan baik, mengikuti kegiatan pramuka, serta mewakili ikut lomba. Senang ketika diawal pebelajaran bernyanyi lagu daerah atau nasional. Suka mengikuti esktra tari.

8. Sabtu, 05 Juni 2021

NLA Siswa ini pernah juga menjadi petugas upacara, jadi setiap upacara dia tertib mengikuti biarpun tidak menjadi petugas, suka mengikuti ekstra pramuka, suka memakai baju batik, menggunakan bahasa daerah dan indonesia ketika bertemu dengan orang, sopan kepada sesesama.

65

Lampiran 4. Analisis Data (Reduksi, Display dan Kesimpulan) Hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Analisis Data (Reduksi, Display dan Kesimpulan) Hasil Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi

Analisis Data (Reduksi, Display dan Kesimpulan) Hasil Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi

Dokumen terkait