DASAR TEORI DAN STUDI LITERATUR
2.3 Rele Proteksi
Rele proteksi adalah sebuah peralatan listrik yang dirancang untuk memenuhi pemisahan bagian sistem tenaga listrik untuk mengoperasikan sinyal alarm bila terjadi gangguan atau kondisi sistem tenaga listrik tidak normal. Berikut adalah cara kerja relay proteksi
Gambar 2.5 Skema rele proteksi Secara umum fungsi rele proteksi adalah sebagai berikut:
a. Membunyikan alarm, menutup rangkaian trip dari pemutus rangkaian untuk membebaskan peralatan dari gangguan b. Membebaskan bagian yang bekerja tidak normal c. Membebaskan dengan segera bagian yang terganggu d. Melokalisir akibat gangguan
e. Memberikan petunjuk atas lokasi serta jenis gangguan 2.4 Rele Arus Lebih
Merupakan salah satu jenis rele pengaman yang sering digunakan dalam proteksi sistem kelistrikan. Rele ini beroperasi ketika arus yang mengalir melebihi nilai yang ditentukan dengan memberikan sinyal kepada pemutus untuk bekerja[3].
Berdasarkan standar IEEE 242 mengenai koordinasi proteksi waktu kerja rele berkisar antara 0.3 – 0.4 detik untuk relay analog dan 0.2 – 0.4 detik untuk relay digital. Hal ini bertujuan untuk memastikan zona
backup dapat bekerja ketika zona primer gagal dan menghindari terjadinya trip secara bersamaan. Rele ini melindungi hampi semua
10
bagian dalam sistem kelistrikan seperti jaringan distribusi dan peralatan listrik seperti transformator, generator, dan motor
2.4.1 Rele Arus Lebih Waktu Inverse
Rele ini memiliki waktu operasi yang berbanding terbalik dengan besarnya arus gangguan[4]. Jadi semakin besar arus gangguan yang terjadi maka rele akan beroperasi semakin cepat dan begitupula sebaliknya. Prinsip kerja ini juga dijelaskan dalam kurva TCC ( Time-Current Curve) yang mana berskala time dial. Standar IEC 60255-3 dan IEEE std 242-2001 menjelaskan bahwa jenis perlindungan waktu invers yang dibedakan oleh gradient kurvanya adalah standard inverse, very invers, ultra inverse, dan extremely inverse. Ketika arus semakin besar akan menyebabkan waktu operasi berjalan lambat seakan mendekati waktu minimumnya.
2.4.2 Rele Arus Lebih Waktu Instant
Untuk rele jenis ini bekerja tanpa adanya penundaan waktu. Waktu tercepat bekerjanya rele ini adalah 0.1 detik atau pada umumnya kurang dari 0.08 detik. Ketika arus gangguan hubung singkat yang ditentukan terjadi, rele akan bekerja berdasarkan arus tersebut dan membuka pemutus dalam waktu yang cepat yaitu 0.08 detik. Saat ini penggunaan rele memiliki kurva invers dan instan, sehingga kurva karakteristiknya merupakan gabungan dari kurva instan dan invers. 2.5 Koordinasi Proteksi
Tujuan dari koordinasi proteksi sistem kelistrikan dengan parameter arus adalah untuk menentukan karateristik, rating, dan setting
dari peralatan pengaman arus lebih yang berfungsi untuk meminimalisasi kerusakan perangkat serta melokalisir hubung singkat sesegera mungkin. Peralatan pengaman arus lebih bekerja dengan bagian primer dan backup. Bagian primer merupakan barisan pertama dalam menanggulangi kerusakan akibat gangguan. Tentu saja pada bagian primer, diperlukan peralatan yang bekerja lebih cepat dan apabila gagal akan ditanggulangi oleh peralatan backup.
2.5.1 Pengaturan Arus Pickup
Pada peralatan proteksi, pickup memiliki arti nilai minimum arus yang mengalir sebelum perangkat memulai tindakan. Dengan kata lain,
11
logika berpikir yang digunakan dalam peralatan (dalam hal ini relay arus lebih) adalah sebagai berikut:
Jika IF ≥ IP, maka relay mengirimkan sinyal trip
Jika IF < IP, maka relay tidak melakukan apa-apa (IF adalah arus gangguan dan IP adalah arus pickup)
Menurut British Standard BS 142, batas dalam menentukan arus
pickup pada relay sebagai pelindung dari beban lebih adalah:
1,05 FLA < IP < 1,4 FLA (2.5)
Sementara untuk batas penentuan arus pickup pada relay sebagai pelindung kejadian hubung singkat adalah:
1,6 FLA < IP < 0,8 ISC MIN (2.6)
Dimana FLA adalah Full Load Ampere yang berarti arus yang mengalir pada beban sesuai daya maksimum dan ISC MIN adalah arus hubung singkat minimum (ISC 2∅) dalam durasi steady state (30 cycle).
2.5.2 Time Current Characteristic
Suatu kurva TCC (Time Current Characteristic) mendefinisikan waktu operasi dan nilai arus operasi pada suatu peralatan proteksi. Kurva TCC digunakan sebagai panduan perancang dalam membuat suatu skema koordinasi proteksi. Kerangka pemikiran yang diperlukan adalah menentukan apakah antar kurva pada TCC boleh bersinggungan atau tidak, sesuai dengan kebutuhan koordinasi.
2.5.3 Time Dial Setting
Relay arus lebih pada umumnya digambarkan dalam suatu kurva satu garis. Pada relay inverse (Kode ANSI 51) terdapat beberapa tipe kurva yang membantu dalam melakukan koordinasi. Tipe kurva ini ditentukan berdasarkan persamaan berikut [2] (IEC Standard)
𝑡𝑜𝑝= 𝑘 𝑥 𝑇𝐷𝑆
((𝐼𝑝𝐼)0.02−1)𝑥𝛽 (2.7)
Dimana top adalah waktu operasi relay, TDS adalah Time Dial Setting, I adalah arus pada keadaan top dan IP adalah arus pickup untuk perlindungan beban lebih pada relay. Persamaan tersebut juga disusun dengan beberapakoefisien yang dilampirkan sebagai berikut [5]:
12 Tabel 2.1 Koefesien persamaan TDS
Tipe Kurva k 𝛂 𝛃 Long Time Inverse 120 1 13.33 Standart Inverse 0.14 0.02 2.97 Very Inverse 13.5 1 1.5 Extreamly Inverse 80 2 0.808 Ultra Inverse 315.2 2.5 1
Pengaruh penentuan TDS akan mempengaruhi waktu operasi relay, nilai TDS yang semakin besar akan memperlama waktu operasi relay dan semakin kecil akan mempercepat waktu operasi relay. Pengaruh TDS dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.6 Kurva Time Dial Setting [2]
Untuk jenis relay yang digunakan dalam tugas akhir ini menggunakan relay ALSTOM P343. Relay ini memiliki persamaan TDS tersendiri. Dari datasheet relay ALSTOM P343 [4] nilai TDS ditentukan berdasarkan persamaan berikut
td = TDS × [ K
[(IsetI)α-1]+ 𝐿] (2.8)
Jika dihubungkan dengan persamaan pada umumnya, persamaan diatas tidak memiliki nilai β. Oleh karena itu, jika nilai β pada persamaan
13
pada umumnya sama dengan satu maka hasil perhitungan kedua persamaan ini akan bernilai sama. Persamaan tersebut disusun dari beberapa koefesien yang dilampirkan sebagai berikut
Tabel 2.2 Koefesien persamaan TDS ALSTOM P343
Tipe Kurva k 𝛂 L Long Time Inverse 120 1 0 Standart Inverse 0.14 0.02 0 Very Inverse 13.5 1 0 Extreamly Inverse 80 2 0
2.5.4 Clearing Time Interval (CTI)
Salah satu pertimbangan dalam melakukan koordinasi relay arus lebih selain menentukan gradasi arus pickup adalah penentuan waktu kerja relay. Tanpa adanya interval antar relay, peralatan pengaman mungkin bekerja secara tidak tepat dan dapat memutus aliran daya ke lokasi yang tidak mengalami gangguan. Pada kurva arus dan waktu (TCC), selain memperhatikan koordinasi dengan tidak mentolerir adanya kurva relay yang berpotongan, perlu diperhatikan juga durasi tunggu antar relay. Dengan peralatan yang modern, durasi tunggu antar relay dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti cara kerja relay, overtravel relay, dan toleransi error. Secara ringkas, batasan CTI dapat ditinjau sebagai berikut:
Tabel 2.3 Durasi kerja relay [5]
Kerja Relay Tipe Relay
Electromechanical Static
Circuit breaker opening
time 0,08 s 0,08 s
Relay overtravel 0,10 s 0,00 s
Relay tolerance and
setting errors 0,12 s 0,12 s
14
15