BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Pemikiran Ibn Khaldun tentang metode pengajaran
3. Relevansi metode pengajaran
Peneliti melakukan teknik wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data tentang metode pengajaran yang diterapkan di SMP Unismuh Makassar, menurut narasumber kami Drs. Kandacong Melle, M.Pd beliau mengatakan bahwa :
“persoalan metode pembelajaran nanti diturunkan ke RPP, pada saat menyusun kurikulum, kemudian penyusunan silabus setelah itu ada muatan materi-materi didalamnya, nanti setelah pembuatan muatan materi baru disesuaikan pelajaran dan metode apa yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, tapi tidak ditentukan secara spesifik metode yang harus digunakan pada setiap mata pelajaran, di kembalikan kepada guru mata pelajaran yang sesuai dengan pelajaran yang diajarkan, ada juga beberapa pelajaran yang kita keluar sambil tadabbur contohnya english camp dalam pelajaran Bahasa inggris, karena Bahasa harus dibiasakan dengan lingkunganya, ada juga metode study budaya melihat peninggalan-peninggalan sejarah”111
111 Drs. Kandacong Melle, M.Pd, Wawancara, di Makassar, tanggal 5 April 2021
Sejalan dengan wawancara dengan Bapak Muh. Ikbal, S.Pd, salah satu guru Bahasa Indonesia beliau mengatakan bahwa :
“metode yang paling sering kami gunakan dalam proses belajar-mengajar yaitu metode interaktif, kami jelaskan ketika peserta didik kurang faham boleh langsung untuk ditanyakan, terkadang juga menggunakan metode diskusi, Tanya jawab, terkadang ada public speaking dengan metode puisi, drama, tapi saat ini karena covid dan kita mengajar dengan sistem daring maka menggunakan metode LKPD (lembar kerja peserta didik).”112
Pada uraian sebelumnya Ibn Khaldun tidak tidak memusatkan perhatiannya pada metode tertentu dalam pengajaran, bahkan ia berpendapat hendaklah membedakan metode yang dipergunakan untuk anak-anak kecil berbeda dengan metode yang dipergunakan untuk anak-anak kecil berbeda dengan metode yang dipergunakan untuk orang dewasa. Hal imi karena terdapatnya perbedaan gambaran (persepsi) antara anak didik yang masih kecil dan anak didik yang dewasa, dsiantara metode pelajaran yang terpenting menurut Ibn Khaldun yatiu : metode bertahap dan pengulangan, metode dialog dan diskusi, metode wisata, metode pengajaran Bahasa Arab. Dari uraian metode pengajaran yang terpenting menurut Ibn Khaldun ini relevan dengan yang di terapkan SMP Unismuh Makassar berdasarkan hasil wawancara kami bersama narasumber.
112 Drs. Kandacong Melle, M.Pd, Wawancara, di Makassar, tanggal 6 April 2021
93
Berdasarkan uraian yang telah diungkapkan dalam penelitian ini,penulis dapat mengambil kesimpulan dari pandangan Ibn Khaldun tentang tujuan pendidikan, kurikulum dan metode pengajaran sebagai berikut :
1. Ibnu Khaldun mengemukakan pendapat tentang tujuan dari pada pendidikan, yaitu adalah; Pertama, untuk peningkatan segi pemikiran dan pengetahuan. Kedua, peningkatan kemasyarakatan. Ketiga, akhlak, keempat segi jasmani, di samping segi fragmatis. Dari sinilah mengapa menurut Ibnu Khaldun, ilmu pengetahuan merupakan hal yang alami bagi manusia. Dan karena tujuan tersebut, maka manusia sangat membutuhkan pendidikan di dalam kehidupannya, karena menurutnya setiap manusia butuh diberikan pendidikan agar menjadi manusia yang paripurna.
2. kurikulum pada masa Ibnu Khaldun masih terbatas pada maklumat-maklumat dan pengetahuan yang dikemukakan oleh guru atau sekolah dalam bentuk mata pelajaran yang terbatas atau dalam bentuk kitab-kitab tradisional yang tertentu, yang dikaji oleh murid dalam tiap tahap pendidikan. Kurikulum menurut Ibnu Khaldun, ini sangat beriringan dengan tujuan Pendidikan Islam, tujuan Pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun yaitu: peningkatan pemikirian, peningkatan kemasyarakatan, segi kerohanian, segi jasmani di samping segi fragmatis. Konsep
kurikulum pendidikan menurut Ibnu Khaldun, meliputi tiga hal, yaitu:
pertama, kurikulum sebagai alat bantu pemahaman (ilmu bahasa, ilmu nahwu, balagah dan syair). Kedua, kurikulum sekunder yaitu matakuliah untuk mendukung memahami Islam (seperti logika, fisika, metafisika, dan matematika). Ketiga kurikulum primer yaitu inti ajaran Islam (ilmu Fiqh, Hadist, Tafsir, dan sebagainya). pandangannya mengenai materi pendidikan, Ibnu Khaldun telah mengklasifikasikan ilmu pengetahuan menjadi dua macam yaitu ilmu-ilmu tradisional (Naqliyah: bersumber dari al-Qur’an dan Hadits). Yang kedua yaitu ilmu-ilmu filsafat atau rasional (Aqliyah: Ilmu yang bersifat alami bagi manusia, yang diperoleh melalui kemampuannya untuk berfikir). Jadi, orentasi Kurikulum Pendidikan Islam menurut Ibn Khaldun, adalah harus mengutamakan Al-Qur’an dan al-Hadist sebagai sumber Pokok untuk mendapat pengetahuan yang lain
3. Metode pengajaran menurut Ibn Khaldun harus berjalan sesuai dengan tahapan perkembangan akal manusia atau sesuai dengan malakah nya.
Dalam mengajarkan ilmu pengetahuan, Ibnu Khaldun menganjurkan kepada guru untuk mengajar dengan baik dan tidak dengan tindakan kekerasan, karena tindakan kekerasan dan mengajar secara kasar hanya akan mengakibatkan gangguan jiwa pada anak didik. Ibnu Khaldun berpandangan bahwa nalar yang baik dalam pengajaran, keahlian, dan prilaku yang biasa dilakukan akan menambah kecerdasan akal manusia dan menerangi ruang pemikirannya, karena banyaknya nalar yang
dihasilkan jiwanya. Sebab jika manusia hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan pengetahuan dan insting yang dimilikinya, maka insting akan berkembang dan menambah kecerdasan karena pengaruh ilmiah mengendap dalam jiwanya.
4. Konsep pendidikan yang diberikan Ibnu Khaldun masih sangat relevan jika dikaitkan dengan model pendidikan di SMP Unismuh Makassar.
Semua tidak terlepas dari corak pemikirannya yang mementingkan adanya hubungan emosional yang baik antara pendidik dan peserta didik namun tetap menanamkan nilai-nilai edukatif. Mulai dari memikirkan tingkatan dan kemampuan berpikir peserta didik dalam menerima pelajaran hingga menanamkan nilai pembiasaan dan pengulangan di dalam belajar. Cukup sederhana, namun metode pengulangan materi belajar sampai saat ini masih sangat relevan.
B. Saran
1. Untuk para pendidik dan juga praktisi pendidikan hendaknya memahami dan mengetahui konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun, karena dalam konsep yang ditawarkan tersebut dijelaskan tentang tujuan pendidikan, kurikulum, metode pengajara dan masih banyak lagi konsep yang ditawarkan dengan mempertimbangkan kesiapan akal anak didik sehingga bila dipahami dengan baik, maka proses pendidikan insya Allah akan berjalan dengan baik.
2. Para pendidik yang memang berkecimpung di dalam dunia pendidikan secara langsung agar lebih mengedepankan perhatiannya terhadap
peristiwa yang terjadi di dalam dunia pendidikan, karena saat ini banyak sekali peristiwa yang miris yang menimpa dunia pendidikan, lebih tepatnya di Indonesia
97
Amir Hamzah Nasution dan Oejeng S. Gana, 1956, Ilmu Jiwa kanak-kanak jliid I (Bandung : Ganeca,)
Abdullah ‘Ulwan, 1981, Tarbiyah al-Awlad fi al-Islam, jilid I, (Bairut : Dar as-salam Li ath-Thiba’ah wa at-Tauzi,)
Abd al-Mun’im Muhammad ‘,1962, Ibn Khaldun ka Mufakkir Ijtma’I ‘Arab, (Kairo : Dar Tsaqafah wa an-Nasyr.)
Abd ar-Rahman bin Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldun, Tahqiq ‘Ali ‘Abd al-Wahid Wafi, jilid III, Cetakan Ketiga (kairo : Dar Nahdlah Mishr, t,t) Abd al-‘Alim Ibrahim, Al-Muwajjih al-fann li Mudarrisi al-lughah al
‘Arabiyah (kairo : Dar al-Ma’arif, t.t)
Abd ar-Rahman bin Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldun, jilid III, Tahqiq Ali Abd al-wahid, (kairo : Dar Nahdlah Mishr, t. t.)
Abdullah Fayyadl, Tarikh at-Tarbiyah ‘Ind Imamah (kairo : Dar al-Ma’arif, t.t.)
Ahmad fu’ad Al-Ahwani, At-Tarbiyah fi al-Islam, (kairo : Dar al-Ma’arif, t.t.) Ahmad Muhammad al-Hufi, Ushu (I at-Tarbiyah wa at-Ta’lim ‘ind Ibn
Khaldun)
Ahmad Zaid, 2003,The Epistemology of Ibn Khaldun, (London: Routledge Curzon.)
al-Hushari Sathi’, 1967, Dirasat ‘an Muqadimahh Ibn Khaldun, (Bairut : Dar al-Kitab al-‘Arabi, Cetakan III. )
Asma’ Hasan Fahmi, 1947, Mabdi at-Tarbiyah al-Islamiyah, (kairo : Lajnah at-Ta’lif wa at-Tarjamah wa an-Nasyr,)
Burhanuddin al-Islam az-Zurnuji, Ta’lim al-Muta’allim Thariq at-Ta’allum, (Indonesia : Dar Ihya’ al-kutub al-Arabiyah, t.t.
Departemen Pusat Bahasa Pendidikan Nasional, 2007, kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.
Fathiyyah Hasan Sulaiman, At-Tarbiyah fi al-Mujtama’ain al-Yunani wa ar-Rumani, (kairo : Dar Nahdlah Mishr, t.t.)
Fathiyyah Hasan Sulaiman, 1979,Tarbiyah ath-Thifl bain Madli wa al-Hadlir, (kairo : Dar al-syuruq,)
Fransis ‘Abd al-Nur, At-Tarbiyah wa al-manahij (kairo : Dar Nahdlah Mishr, t.t)
George M. Gazada, Raymond J. Corsini, Theories of Learning, 1986, terjemahan ‘Ali Huden Hajjaj, (Kuwait : Mathabi’ ar-Risalah,)
Idrus Muhammad, 2009, Metode Penelitian ilmu sosial (Yogyakarta : Erlangga,)
Islamuddin, haryu, 2012, psikologi pendidikan , Jember: STAIN Jember Press.
Issawi Charles MA, 1962, Ibnu Khaldun, Pilihan dan Muqaddimah, Filsafat Islam tentang Sejarah, Cetakan II, Jakarta: Tinta Mas,.
Mahmud Yunus, 1979, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta : penerbit Mutiara,), cetakan kedua,
Miqdad Yaljun, 1983, Dar at-Tarbiyah Akhlaqiyah fi Bina’ Fard wa al-Mujtama’ wa ak-Hadlarah al-Insaniyah, (kairo : Dar asy-Syuruq,), Muhammad Quthb, 1980, Al-Insan bain al-Maddiyah wa al-Islam, (kairo
:Dar asy-syuruq,)
Muhammad Syadid, 1979, Manhaj al-Qur’an fi at-Tarbiyah, (Bairut : MUassasah ar-Risalah,)
Muhammad Utsman Najati, 1982, Al-Qur’an wa ‘ilm an-Nafsi, (kairo : Dar asy-Syuruq,)
Nasution Harun, 1991, Pembaharuan dalam Islam : Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Cet. VIII; (Jakarta: Bulan Bintang,)
Sa’id Ismaill ‘Ali, Nasy’ah at-Tarbiyah al-Islamiyah, (kairo : ‘Alam al-kutub, Samah Rafi’ Muhammad, Tadris Mawad Falsafiyyah fi at-Ta’lim
al-Tsanawi, (kairo : Dar al-Ma’rif, 1971)
Sathi’ al-Hushari. 1967, Diirasat ‘an Muqaddimah Ibn Khaldun, (Bairut : Dar al-Kitab al-‘Arabi,), Cetakan ketiga
Siregar Masarudin, 1999, Konsepsi Pendidikan Ibnu Khaldun, suatu analisis fenomenologi. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisango Semarang.
Siswoyo Dwi dkk, , 2008, Ilmu pendidikan, Yogyakarta : UNY Press.
Sugiyono, 2015, metode penelitian pendekatan kualitatif dan R&C (Cet. XXI
; Bandung : Alfabeta,) h. 246-253
Suharto Toto, 2003, Epistimologi Sejarah Kritis Ibnu Khaldun. (Yogyakarta:
Fajar Pustaka Baru,)
Syam Firdaus, 2010, Pemikiran Politik Barat: Sejarah, Filsafat, Ideologi, dan Pengaruhnya Terhadap Dunia , Ke-3, Ed. 1, Cet. 2,( Jakarta: Bumi Aksara.)
Umar Muhammad at-Tumi Asy-Syibani, 1971T, athawwur an-Nazhariyat wa al-Afkar at-Tarbawiyah, (Bairut : Libanon, Dar ats-Tsaqafah,
Umar Muhammad at-Tumi asy-Syibani, 1975, falsafah at-Tarbiyah Islamiyah (Tripoli : Al-Syarikah Ammah li an-Nasyr wa Tauzi wa al-I’ian,)
Umar Muhammad at-Tumi Asy-Syibani, Tathawwur an-Nazhariyat wa al-Afkar at-Tarbawiyah,
Yaumi Muhammad, 2013, ACTION RESERCH: Teori, Model, dan Aplikasi, (Makassar : Alauddin University Press),
100
Kabupaten Kolaka, penulis merupakan anak ke 7 dari 7 bersaudara, buah cinta dari pasangan A.M. Syahrul Basman dan Nur Baya Amas.
Penulis menyelesaikan pendidikan dasar (SD) di SDN 1 Donggala Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka pada tahun 2011, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) di Mts. Al-Hidayah Tosbia di Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka dan selesai pada tahun 2013, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 2 Kolaka di Kabupaten Kolaka hingga selesai pada tahun 2015.
Pada tahun 2017 terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Ulama Tarjih di Universitas Muhammadiyah Makassar dan program lughawi di Ma’had Al-Birr, dan terdaftar di Fakultas Agama Islam dengan fokus jurusan Studi Pendidikan Agama Islam dengan Program Pendidikan Strata satu (S1).
Riwayat Organisasi, ketua Bidang Organisasi Pikom IMM Ma’had Al-Birr periode 2018-2019, Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Tarjih Muhammadiyah (IMTM) periode 2019-2020, Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman PC IMM Kota Makassar periode 2021-2022
Berkat rahmat Allah Swt dan doa restu kedua orang tua dan dukungan dari seluruh sahabat, sehingga penulis menyelesaikan skripsi pada tahun 2021 dengan judul skripsi “Pemikiran Pendidikan Ibn Khaldun dan Relevansinya pada Model Pendidikan SMP Unismuh Makassar.
101
A M
P
I
R
A
N
LAMPIRAN Lampiran 1
Pedoman wawancara Nama
Pekerjaan
1. Apa tujuan pendidikan di SMP Unismuh Makassar?
………
………
2. bagaimana penerapan kurikulum SMP Unismuh Makassar?
………
………
3. apa metode pengajaran yang diterapkan di SMP Unismuh Makassar?
...
...
DOKUMENTASI Lampiran 2
(gerbang/pintu masuk sekolah)
(halaman sekolah)
(wawancara dengan bapak Drs. Kandacong Melle, M.Pd, wakasek)
(wawancara dengan bapak Muh.Akbar, S.Pd, bidang kurikulum)
(wawancara dengan bapak Muh.Ikbal, S.Pd, guru Bahasa Indonesia)
(Visi dan Misi Sekolah SMP Unismuh Makassar)