• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PELAKSANAAN PEMBINAAN TERKAIT BADAN LAYANAN UMUM

D. Materi dan Prosedur Pembinaan

5. Remunerasi

Memberikan pemahaman tentang proses penyusunan dan pengusulan remunerasi satker BLU

B. Dasar Hukum:

1. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012.

2. PMK Nomor 10/PMK.02/2006 tentang Pedoman Penerapan Renumerasi Bagi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas dan Pegawai Badan Layanan Umum, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.05/2007.

C. Dokumen yang Dibutuhkan:

1. Realisasi pendapatan BLU tahun sebelumnya dan proyeksi pendapatan yang akan datang.

2. Neraca tahun sebelumnya dan proyeksi neraca tahun yang akan datang. 3. Kinerja BLU tahun sebelumnya.

4. Struktur organisasi dan uraian jabatan.

5. Standard kompetensi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai BLU. 6. Beban kerja Pejabat Pengelola BLU dan Pegawai secara umum.

7. Hasil survei remunerasi industri sejenis (bisa diperoleh dari lembaga penyedia informasi).

8. Hasil penelaahan dari Menteri/Pimpinan lembaga atas usulan remunerasi BLU.

D. Kriteria:

1. Pengertian dan pemberian remunerasi :

a. Remunerasi merupakan imbalan kerja yang dapat berupa gaji, honorarium, tunjangan tetap, bonus atas prestasi, pesangon, dan/atau pensiun.

b. Pejabat pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai BLU dapat diberikan remunerasi berdasarkan tingkat tanggung jawab dan tuntutan profesionalisme yang diperlukan.

36

2. Besaran remunerasi ditetapkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor: a. Proporsionalitas, yaitu pertimbangan atas ukuran (size) dan jumlah aset

yang dikelola BLU serta tingkat pelayanan;

b. Kesetaraan, yaitu dengan memperhatikan industri pelayanan sejenis; c. Kepatutan, yaitu menyesuaikan dengan kemampuan pendapatan BLU

yang bersangkutan;

d. Kinerja Operasional BLU yang ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga sekurang-kurangnya mempertimbangkan indikator keuangan, pelayanan, mutu, dan manfaat bagi masyarakat.

3. Komponen remunerasi: a. Pay for position

Penghargaan pelaksanaan pekerjaan (pay for position) untuk mendorong dan menghargai berlangsungnya kewajiban pelaksanaan proses bekerja. Komponen ini dikaitkan dengan harga jabatan.

Untuk PNS, struktur remunerasinya terdiri dari gaji pokok dan tunjangan-tunjangan struktural/fungsional yang dibayarkan dari RM ditambah tunjangan yang dibayarkan dari pendapatan BLU (PNBP). Sementara untuk non PNS profesional struktur remunerasinya merupakan penyetaraan sebagai PNS ditambah tunjangan yang semuanya dibayarkan dari pendapatan BLU (PNBP). Besaran remunerasi bersifat tetap dan dibayarkan rutin setiap bulan.

b. Pay for performance

Penghargaan kinerja (pay for performance) bertujuan untuk mendorong motivasi perwujudan kinerja. Komponen remunerasi ini dikaitkan dengan pencapaian target kinerja sebagaimana yang telah dikontrakkinerjakan. Komponen ini diberikan sebagai penghargaan atas capaian kinerja individu yang dikaitkan dengan kinerja unit kerja/organisasi. Komponen ini berupa insentif dan/atau bonus. Besarannya tergantung pada tingkat capaian target dan dibayarkan secara periodik sesuai kebijakan unit kerja/organisasi.

c. Pay for people

Program perlindungan keamanan, fasilitas untuk mendukung kenyamanan dan kesejahteraan yang ditetapkan dengan kriteria yang bersifat individual (pay for people) atau disebut dengan program benefit. Komponen remunerasi ini terkait dengan kondisi perorangan/individu, yang dapat berupa premi asuransi, pesangon, pensiun

4. Pemberian remunerasi dalam bentuk fasilitas dalam rangka mendorong motivasi dan penghargaan kepada pegawai BLU atas kinerja yang telah dicapai (misalnya fasilitas kendaraan dinas atau kepesertaan dalam sebuah asuransi).

5. Hal utama yang perlu pula diperhatikan dalam rangka pemberian remunerasi adalah pelaksanaan proses analisis jabatan yang terdapat pada BLU. Proses ini dimulai dari aktivitas analisis jabatan, menyusun uraian jabatan, dan melaksanakan evaluasi jabatan.

6. Analisis jabatan dilaksanakan dengan cara memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Kompetensi jabatan (misalnya jenjang pendidikan minimal pascasarjana untuk Direktur Utama);

b. Tingkat urgensi tugas sebuah jabatan dalam sebuah proses bisnis (misalnya seorang Kepala Bagian Keuangan yang memiliki kewenangan melakukan otorisasi pengeluaran unit kerja).

7. Perhitungan besaran gaji Pejabat Keuangan dan Pejabat Teknis ditetapkan sebesar 90% dari gaji Pemimpin BLU.

8. Perhitungan honorarium Dewas ditetapkan sebagai berikut:

a. Honorarium Ketua Dewas sebesar 40% dari gaji Pemimpin BLU. b. Honorarium anggota Dewas sebesar 36% dari gaji Pemimpin BLU. c. Honorarium Sekretaris Dewas sebesar 15% dari gaji Pemimpin BLU

9. Bagi Pejabat Pengelola, Dewas, dan Sekretaris Dewas yang diberhentikan sementara dari jabatannya memperoleh penghasilan sebesar 50% dari gaji/honorarium bulan terakhir yang berlaku sejak tanggal diberhentikan sampai dengan ditetapkannya keputusan defnitif tentang jabatan yang bersangkutan.

10.Di samping pemberian gaji/honorarium, Pejabat Pengelola, Dewas, Sekretaris Dewas, dan Pegawai BLU dapat memperoleh tunjangan tetap, insentif, bonus atas prestasi, pesangon, dan/atau pensiun dengan memperhatikan kemampuan pendapatan BLU yang bersangkutan.

11.Pejabat Pengelola, Dewas, dan Sekretaris Dewas telah berakhir masa jabatannya, dapat diberikan pesangon berupa santunan purna jabatan dengan pengikutsertaan dalam program asuransi atau tabungan pensiun yang beban premi/iuran tahunannya ditanggung oleh BLU yang besarannya ditetapkan paling banyak sebesar 25% dari gaji/honorarium dalam satu tahun.

12.Besaran remunerasi untuk Pejabat Pengelola, Dewas, Sekretaris Dewas, dan Pegawai BLU pada masing-masing BLU ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan usulan menteri/pimpinan Lembaga.

13.Dokumen sumber yang diperlukan dalam rangka penyusunan proposal remunerasi:

a. Tugas Dan Fungsi BLU b.Struktur Organisasi BLU c. Diskripsi Pekerjaan/Job Desk

d.Kompetensi Jabatan/Job Competency e. Data Pembanding/Benchmarking

38 f. Data Keuangan

g. Data Kinerja

14.Tahapan Penyusunan Remunerasi:

15.Menteri/Pimpinan Lembaga mengajukan usulan remunerasi untuk Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, Sekretaris Dewan Pengawas, dan pegawai satker BLU kepada Menteri Keuangan c.q. Ditjen Perbendaraan untuk mendapat penetapan.

16.Usulan remunerasi dilampiri antara lain dengan:

a. Realisasi pendapatan BLU tahun sebelumnya dan proyeksi pendapatan yang akan datang.

b. Neraca tahun sebelumnya dan proyeksi neraca tahun yang akan datang. c. Kinerja BLU tahun sebelumnya.

d. Struktur organisasi dan uraian jabatan.

e. Standard kompetensi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai BLU.

f. Beban kerja Pejabat Pengelola BLU dan Pegawai secara umum.

g. Hasil survei remunerasi industri sejenis (bisa diperoleh dari lembaga penyedia informasi).

h. Hasil penelaahan dari Menteri/Pimpinan lembaga atas usulan remunerasi BLU.

E. Prosedur Pembinaan untuk Direktorat Pembinaan PK BLU dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan

1. Memberikan arahan tentang pengertian dan pemberian remunerasi. 2. Memberikan arahan mengenai komponen remunerasi.

3. Memberikan arahan mengenai faktor-faktor yang harus dipertimbangakan dalam pemberian remunerasi.

4. Memberikan arahan mengenai proses pengusulan dan penetapan usulan remunerasi.

5. Memberikan arahan mengenai tahapan penyusunan remunerasi. 6. Memberikan arahan mengenai perhitungan remunerasi

7. Memberikan arahan mengenai lampiran / kelengkapan data dan dokumen remunerasi yang harus disampaikan dalam pengajuan usul remunerasi. 8. Memberikan konsultasi perhitungan remunerasi beserta kelengkapan data

dan dokumen pengusulan remunerasi BLU.

6. DEWAN PENGAWAS