• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA DAN ANALISIS

RENCANA AKTIVITAS DAN FASILITAS

Rencana aktivitas yang dikembangkan di dalam kawasan agrowisata adalah aktivitas aktif dan aktivitas pasif, yang dibedakan berdasarkan keterlibatan atau keikutsertaan wisatawan di dalam proses pertanian.

Ruang Utama Agrowisata

Rencana aktivitas aktif dan pasif di dalam ruang utama agrowisata dikembangkan sesuai dengan komoditi pada masing-masing sub ruang atraksi agrowisata.

Ruang Agrowisata Tanaman Hias

Aktivitas aktif dan pasif pada sub ruang atraksi agrowisata tanaman hias diterjemahkan sebagai keikutsertaan wisatawan di dalam proses budidaya tanaman hias. Pengembangan aktivitas agrowisata juga memperhatikan pada fungsi masing-masing sub ruang yang ada di dalamnya.

Ruang penyambutan merupakan ruang pertama yang dapat dijumpai wisatawan untuk memperoleh informasi mengenai agrowisata tanaman hias. Fasilitas yang dapat dijumpai adalah kantor informasi. Selanjutnya di dalam ruang

display, wisatawan dapat menjumpai keragaman tanaman hias yang ditata rapi, menarik dan siap jual. Aktivitas yang dikembangkan adalah aktivitas pasif berupa pengamatan, berfoto ataupun berbelanja. Pada ruang budidaya, aktivitas aktif yang dikembangkan adalah mengikuti proses budidaya tanaman hias, di mulai dari persiapan media tanam, teknik perbanyakan tanaman, pemeliharaan hingga proses persiapan tanaman untuk dijual. Aktivitas aktif rekreatif yang dapat dikembangkan berupa seni menata taman ataupun merangkai bunga. Fasilitas pedukung aktivitas aktif berupa lath house, lahan pembibitan dan percobaan, papan informasi. Sedangkan fasilitas pendukung aktivitas pasif berupa kios penjualan tanaman hias, loket penjualan, tempat duduk serta fasilitas jalan setapak.

Gambar 33 Ilustrasi aktivitas berbelanja pada agrowisata tanaman hias

Ruang Agrowisata Tanaman Sayuran

Sub ruang kebun sayuran merupakan ruang produksi sayuran masyarakat sebagai objek pertanian yang dapat dinikmati wisatawan, sehingga aktivitas yang dikembangkan adalah aktivitas pasif berupa pengamatan, jalan santai, berfoto atau istirahat. Fasilitas yang dikembangkan berupa jalan setapak serta tempat duduk atau saung petani. Pada sub ruang budidaya, aktivitas yang dikembangkan adalah aktivitas aktif wisatawan dalam proses penanaman hingga panen sayuran. Fasilitas yang disediakan berupa lahan percobaan, gudang peralatan. Selanjutnya

wisatawan dapat secara langsung ikut menangani proses pasca panen hingga mengolahnya menjadi produk olahan sederhana yang lebih menarik untuk dikonsumsi. Fasilitas yang disediakan berupa packing house dan bangunan sederhana bagi pengolahan produk. Produk dan bahan olahan ini kemudian dapat dibeli wisatawan pada ruang pelayanan. Wisatawan dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan mengenai teknologi yang digunakan dalam budidaya tanaman sayuran pada sub ruang teknologi pertanian berupa lahan percontohan dengan fasilitas pendukung berupa papan informasi.

Gambar 34 Ilustrasi aktivitas pengamatan pada agrowisata sayuran Ruang Agrowisata Tanaman Buah

Sub ruang kebun buah merupakan objek tanaman buah yang dapat dinikmati keragaman serta keindahannya oleh wisatawan melalui aktivitas pengamatan, jalan santai ataupun istirahat di dalam kebun. Di dalam kebun ini pula wisatawan dapat memetik secara langsung buah yang telah matang dan hendak dikonsumsi. Fasilitas yang disediakan berupa saung, papan informasi, tempat duduk serta jalur bagi pejalan kaki.

Di dalam sub ruang budidaya, wisatawan dapat secara langsung mengetahui tehnik perbanyakan tanaman buah serta penanganan pasca panen melalui fasilitas tempat pembibitan dan packing house. Buah siap jual dapat secara langsung dibeli pada ruang pelayanan.

Ruang Agrowisata Peternakan

Sub ruang budidaya merupakan ruang hidup hewan terna k di dalam kandang. Aktivitas yang dikembangkan adalah aktivitas aktif mengikuti pola dan cara berternak, seperti memberi makan, memerah susu pada hewan ternak sapi, ataupun aktivitas memberi makan serta mengikuti proses pemilihan dan pengambilan telur pada ternak unggas. Pada sub ruang bermain, aktivitas yang dikembangkan adalah aktivitas pasif berupa pengamatan terhadap keragaman serta perilaku hewan ternak. Di dalam ruang produksi dan pengolahan produk, wisatawan dapat mengetahui proses pasca panen dan pengolahannya ke dalam kemasan siap jual. Fasilitas yang disediakan berupa kandang percobaan dan pengamatan, padang gembala atau halaman berpagar, papan informasi, jalur pengamatan, ruang produksi dan ruang pengolahan.

Gambar 36 Ilustrasi aktivitas memerah susu pada agrowisata peternakan Ruang Pendukung Agrowisata

Di dalam ruang pendukung agrowisata, aktivitas yang dikembangkan adalah aktifitas pasif, sesuai dengan fungsi pada masing-masing sub ruang sebagi berikut:

Ruang penerimaan

Sebagai area pertama yang dijumpai oleh wisatawan yang datang, ruang penerimaan yang berfungsi sebagai ruang identitas membutuhkan fasilitas

identitas kawasan berupa papan atau gerbang penanda kawasan. Tidak hanya terletak pada akses masuk kawasan agrowisata, juga pada masing-masing sub ruang atraksi agrowisata yang dikembangkan. Suasana pedesaan dengan penggunaan arsitektur bangunan tradisional serta penggunaan tanaman buah sebagai tanaman jalan dapat memberikan identitas kawasan sebagai kawasan agrowisata. Aktivitas di dalam ruang ini memperoleh informasi mengenai jenis agrowisata yang dikembangkan.

.

Gambar 37 Ilustrasi gerbang penanda kawasan, loket tiket serta informasi kawasan agrowisata

Fasilitas pendukung yang direncanakan pada ruang penerimaan berup a penunjuk arah, papan informasi, gerbang penanda kawasan, loket tiket dan kantor pengelola serta pusat informasi. Fasilitas papan penunjuk arah dan informasi berupa peta kawasan ataupun informasi agrowisata tidak hanya diletakkan di satu tempat, namun menyebar di lokasi yang tepat di dalam kawasan agrowisata yang dapat dilihat jelas oleh wisatawan.

Ruang Pelayanan

Sebelum memasuki kawasan atraksi wisata, wisatawan dapat memperoleh pelayanan wisata yang terdapat dekat dengan lokasi ruang penerimaan. Ruang pelayanan yang direncanakan memusat adalah ruang yang terpisahkan dari total kawasan karena dibelah oleh lintasan jalan negara. Ruang pelayanan yang diletakkan menyebar pada titik-titik tertentu di dalam kawasan berfungsi sebagai stopping area bagi wisatawan. Selain itu, ruang pelayanan juga terdapat pada masing-masing sub ruang atraksi agrowisata pada ruang utama agrowisata.

Aktivitas yang dikembangkan pada ruang pelayanan terpusat ini adalah melepas lelah, beribadah, makan dan minum, berbelanja dan bermalam, sehingga fasilitas yang disediakan berupa tempat parkir, tempat duduk, saung, musholla, toilet umum, telepon umum, rumah makan tradisional, kios penjualan produk agrowisata serta tempat penginapan. Pada lokasi tertentu sebagai stopping area, aktivitas yang dikembangkan berupa istirahat melepas lelah, melepas dahaga atau lapar sehingga fasilitas yang disediakan berupa kios makanan ataupun saung berarsitektur tradisional sebagai fasilitas istirahat bagi wisatawan. Aktivitas yang dikembangkan pada ruang pelayanan pada masing-masing sub ruang atraksi agrowisata berupa beristirahat sejenak, makan dan minum atau berbelanja souvenir. Berkaitan dengan aktivitas tersebut, fasilitas pelayanan yang dapat dijumpai berupa tempat parkir, musholla, toilet, tempat makan, telepon umum, serta penyediaan saung dan tempat duduk pada titik tertentu sebagai tempat istirahat.

Ruang Transisi

Merupakan ruang di dalam kawasan agrowisata sebagai ruang persiapan menuju ruang utama agrowisata. Ruang ini berupa deretan pemukiman serta hamparan kebun pertanian kawasan agrowisata. Aktivitas yang dikembangkan adalah aktivitas pasif berupa aktivitas jalan santai, bersepeda, duduk dan beristirahat serta menikmati pemandangan yang ada.

Gambar 40 Ilustrasi aktivitas pada ruang transisi

Fasilitas yang disediakan berupa tempat pemberhentian kendaraan dan tempat duduk pada suatu lokasi dengan objek pemandangan alam yang menarik, jalur bagi pengguna sepeda serta jalur bagi pejalan kaki.

Ruang masyarakat

Ruang masyarakat berpotensi sebagai objek serta atraksi wisata yang dapat ditawarkan kepada pengunjung. Pola kehidupan masyarakat pedesaan pertanian menjadi hal menarik yang dapat ditawarkan kepada wisatawan. Sifat masyarakat yang cenderung terbuka memungkinkan untuk mengembangkan fasilitas tempat tinggal sebagai fasilitas home stay bagi wisatawan. Sebagai ruang pribadi masyarakat, aktivitas wisata yang dilakukan tidak direncanakan secara intensif. Pengembangan aktivitas semi intensif wisata berupa pengamatan serta bermalam di pemukiman penduduk.

Ruang Penyangga

Merupakan ruang penyangga bagi daerah konservasi kawasan, sehingga aktivitas yang dikembangka n adalah aktivitas pasif dan berorientasi pada alam berupa nature trail, viewing berupa jalan–jalan menikmati keindahan dan menghirup udara segar ataupun photohunting. Fasilitas yang ada hanya jalur bagi

pejalan kaki serta tempat duduk. Jalur yang direncanakan adalah alami, sehingga tidak mempengaruhi fungsi konservasi.

Dokumen terkait