PGN telah menyusun dan merealisasikan berbagai program pengembangan usaha untuk mencapai visi “Menjadi World Class Company,” termasuk di dalamnya menetapkan langkah strategis dan target yang ingin diraih dari pengembangan pada masing-masing bidang usaha.
Langkah strategis yang disusun oleh PGN untuk memenuhi pertumbuhan permintaan gas bumi adalah dengan memperkuat bisnis inti PGN di bidang hilir dan juga menguasai bisnis hulu.
Rencana pengembangan usaha diaplikasikan melalui serangkaian program pembangunan infrastruktur fisik maupun keorganisasian sebagai berikut.
• Pembangunan Terminal Penerima LNG Lampung
PGN berencana merelokasi terminal penerima liquefied natural gas/gas alam cair (LNG) di Medan ke Lampung sebagai bentuk tindak lanjut dari ketetapan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) tentang relokasi proyek terminal LNG di Belawan, Medan, dan proyek revitalisasi terminal LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh. Pembangunan terminal penerima LNG di Lampung ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gas di tanah air, terutama wilayah Lampung, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Terminal penerima LNG Lampung dan FSRU (Floating Storageand Regasification Unit) kini telah memasuki tahap konstruksi. Diperkirakan terminal penerima LNG Lampung akan mulai beroperasi pada akhir 2014.
• Penyertaan Minoritas Hulu
Untuk memperluas akses terhadap pasokan gas, PGN akan berpartisipasi pada kepemilikan minoritas perusahaan-perusahaan yang bergerak di sisi hulu gas bumi. Selain itu, PGN juga akan melakukan penyertaan pada kilang gas bumi yang telah berproduksi, kilang yang telah mendapatkan persetujuan Plan of Development (POD) dari BP Migas, dan kilang yang memiliki cadangan tersisa (remaining reserves) berskala kecil sampai menengah.
• Niaga Gas
PGN akan mengembangkan usaha di bidang niaga gas untuk memperluas rantai nilai industri gas bumi. Terkait dengan rencana itu, PGN akan bekerjasama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam memasok dan menyalurkan gas bumi. Pengembangan usaha niaga gas dilakukan oleh PT. Gagas Energih sebagai anak perusahaan PGN. Saat ini, PT. Gagas Energi mulai beroperasi dan telah memiliki perjanjian jual beli gas (PJBG ) dengan sejumlah pemasok.
• LNG Mini
PGN akan membangun dan mengoperasikan terminal LNG berskala kecil di kawasan Indonesia timur dan kawasan yang tidak terjangkau jaringan pipa gas untuk memenuhi kebutuhan gas di daerah tersebut. Rencananya, pengembangan ini akan dilakukan di wilayah Indonesia bagian timur.
• Compressed Natural Gas (CNG) Point-to-Point PGN akan membangun CNG Point-to-Point
untuk memenuhi kebutuhan gas di sektor industri dan transportasi (BBG) yang ada di Jawa Barat serta yang berada di luar jangkauan jaringan distribusi gas bumi eksisting.
Kebijakan pemerintah mengkonversi BBM ke BBG merupakan peluang PGN untuk membangun CNG Point-to-Point di wilayah
Rencana dan Realisasi Pengembangan Usaha
Meningkatkan Perekonomian 109 Table of Contents
yang belum tercakup jaringan pipa gas bumi.
• Distribusi Gas Kota
PGN akan memperluas jaringan distribusi gas kota di wilayah existing, yaitu Purwakarta-Subang dan Bogor-Ciawi-Sukabumi serta penetrasi ke wilayah baru seperti Dumai dan Semarang untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik, industri kecil, komersial, transportasi, dan rumah tangga. Adanya permintaan gas yang cukup besar di daerah potensial tersebut meyakinkan PGN untuk melakukan perluasan jaringan distribusi di wilayah existing dan baru.
• Pembangkit Tenaga Listrik
Tingginya harga minyak mentah dunia mendorong industri listrik tanah air untuk bergeser ke penggunaan bahan bakar gas sebagai bahan bakar alternatif. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan DMO (Domestic Market Obligations) ke beberapa industri, termasuk pembangkit listrik. PGN akan memasuki usaha penyediaan tenaga listrik sebagai strategi mendapatkan pasokan gas dan meningkatkan nilai tambah dalam pemanfaatan gas bumi. Pengembangan usaha pembangkit listrik ini akan dilakukan oleh anak perusahaan PGN di wilayah hilir.
PGN juga tengah merancang langkah strategis untuk menggerakkan pertumbuhan tersebut.
Inisiatif penggerak (enable initiatives) tersebut di antaranya adalah:
• Regulatory management,
Yaitu inisiatif yang bersifat penyikapan terhadap dampak regulasi gas bumi terhadap pertumbuhan perusahaan ke depan. PGN membentuk tim khusus untuk menangani
proses bisnis yang jelas;
• Stakeholder management,
Yaitu inisiatif yang bertujuan untuk
menciptakan dan membina hubungan yang harmonis dengan stakeholder;
• Integrated project management, Yaitu inisiatif yang bertujuan untuk
menyusun strategi, business process, maupun struktur organisasi untuk melakukan project management secara terintegrasi dan efektif;
• Supply chain management,
Yaitu inisiatif yang bertujuan untuk
menciptakan alur rantai pasokan yang handal, efektif, dan efisien untuk mendukung bisnis PGN meliputi procurement, asset management, inventory management, asset transportation;
• Integrated IT and operating technology implementation,
Yaitu inisiatif yang bertujuan untuk
mengembangkan dan mengimplementasikan sistem IT dan teknologi operasi (SCADA, GMS, dan lainnya) yang terintegrasi guna meningkatkan proses bisnis dan mencapai Operation Excellence;
• Enterprise risk management, Yaitu inisiatif yang bertujuan untuk
mendorong dan meningkatkan implementasi manajemen risiko di PGN berdasarkan best practice pelaksanaan manajemen risiko berskala dunia;
• PGN transformation & business process reengineering,
Yaitu inisiatif yang bertujuan untuk
pengembangan perusahaan secara korporasi dan organisasi yang meliputi:
• Persiapan strukturisasi PGN menuju holding company,
Rencana dan Realisasi Pengembangan Usaha
Meningkatkan Perekonomian 110 Table of Contents
hubungan antara PGN dan anak perusahaan,
• Penyusunan bisnis yang sinergis dan efisien baik yang lintas divisi maupun antara PGN sebagai korporat dengan anak perusahaan atau SBU;
• Integrated human resources management, yaitu inisiatif yang bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan SDM yang selaras dengan roadmap organisasi dan menciptakan SDM sebagai keunggulan kompetitif perusahaan;
• Culture and change management, yaitu inisiatif yang bertujuan untuk menciptakan budaya yang kompetitif serta kondusif bagi terlaksananya transformasi perusahaan;
• Corporate branding & reputation, yaitu inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan brand image perusahaan di mata stakeholder dalam meningkatkan nilai perusahaan serta loyalitas pelanggan dan pekerja;
• Safety excellence, yaitu inisiatif yang bertujuan untuk menjamin terlaksananya Safety Excellence di seluruh lingkungan operasional PGN, anak perusahan dan SBU.
PGN meyakini bahwa realisasi seluruh rencana pengembangan usaha tersebut akan memberikan banyak manfaat kepada seluruh stakeholder.
Rencana dan Realisasi Pengembangan Usaha
Meningkatkan Perekonomian 111 Table of Contents
Sebagai bagian dari upaya mereduksi ketimpangan pembangunan perekonomian, PGN berupaya menstimulir tumbuh kembang kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah operasi dan sekitarnya melalui pelaksanaan Program Kemitraan (PK). Dalam melaksanakan PK, PGN mengusung slogan “Bangkitkan Mitra untuk Bangsa.” Sesuai slogan itu, PGN merealisasikan berbagai kegiatan pengembangan potensi ekonomi masyarakat dengan satu tujuan, meningkatkan kemampuan unit-unit usaha kecil dan Mikro (UKM) agar mampu tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Program PK, merupakan bagian dari