Umum Pasal 46
(1) Rencana jaringan prasarana meliputi rencana sistem jaringan pergerakan dan rencana sistem jaringan utilitas;
(2) Rencana sistem jaringan pergerakan sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi :
a.rencana pola pergerakan; b.rencana fungsi jalan;
c. rencana prasarana dan sarana perhubungan; d.rencana fasilitas perlengkapan jalan;
e. rencana rute angkutan umum;
f. rencana pengembangan angkutan Kereta Api; g. rencana jalur pejalan kaki; dan
h.rencana jalur sepeda.
(3) Rencana sistem jaringan utilitas sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi :
a.rencana sistem jaringan listrik/energi; b.rencana sistem jaringan telekomunikasi; c. rencana sistem jaringan air minum; d.rencana sistem pengelolaan air limbah; e. rencana sistem pengelolaan persampahan; f. rencana sistem drainase;
g. rencana jalur evakuasi bencana; dan
38
Bagian Kedua
Rencana Sistem Jaringan Pergerakan Paragraf 1
Rencana Pola Pergerakan Pasal 47
(1) Rencana pola pergerakan orang dan barang sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (2) huruf a, terbagi dalam 3 (tiga) pola, yaitu pergerakan internal – internal, internal – eksternal, dan pola pergerakan eksternal – eksternal;
(2) Rencana pola pergerakan orang dan barang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah :
a.pola pergerakan internal – internal yaitu pergerakan di dalam kawasan perkotaan baik asal maupun tujuannya, direncanakan dengan mengoptimalkan ruas Jalan Dr. Muwardi, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Oto Iskandar Dinata II, Jalan Siti Jenab, Jalan Siliwangi, Jalan Adi Sucipta, Jalan Prof. Moch Yamin, Jalan Aria Cikondang, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Yulius Usman, Jalan Moch. Ali, Jalan Moch Toha, Jalan Amalia Rubini, Jalan Raya Bandung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Abdullah Bin Nuh, Jalan Suroso, Jalan Taifur Yusuf, dan Jalan Pangeran Hidayatulloh; a.pola pergerakan internal – eksternal yaitu pergerakan dari kawasan perkotaan ke luar atau sebaliknya, direncanakan dengan mengoptimalkan ruas Jalan Dr. Muwardi, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Prof. Moch. Yamin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Didi Prawirakusumah, Jalan Abdullah Bin Nuh, Jalan Aria Wiratanudatar, rencana jalan lingkar barat, rencana jalan lingkar utara dan jalan tembus antara jalan lingkar barat dan jalan tembus lingkar utara;
b.pola pergerakan eksternal – eksternal yaitu pergerakan yang melewati kawasan perkotaan yang berasal dari luar dan menuju ke luar, direncanakan dengan mengoptimalkan ruas Jalan Raya Sukabumi, rencana Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Timur, dan Jalan Raya Bandung.
Paragraf 2
Rencana Fungsi Jalan Pasal 48
(1) Rencana fungsi jalan sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (2) huruf b, meliputi :
a. jalan arteri primer, yaitu Jalan Raya Sukabumi, Jalan Lingkar Timur, Jalan Lingkar Selatan, Jalan Raya Bandung;
39
b.jalan arteri sekunder, yaitu ruas Jalan Dr. Muwardi, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Prof. Moch. Yamin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Didi Prawirakusumah, Jalan Abdullah Bin Nuh, dan rencana jalan tembus antara Jalan Lingkar Barat dan Jalan Lingkar Utara serta Jalan Lingkar Barat;
c. jalan kolektor primer, yaitu Jalan Aria Wiratanudatar, Jalan Mangunsarkoro, Jalan Aria Cikondang, Jalan Siliwangi, Jalan Siti Jenab, Jalan Suroso, dan Jalan Ir. H. Juanda;
d.jalan lokal meliputi seluruh ruas jalan yang tidak termasuk dalam katagori jalan arteri primer, jalan arteri sekunder, dan jalan kolektor primer;
e. jalan lingkungan, yaitu seluruh ruas jalan di dalam lingkungan permukiman menuju pusat kegiatan di sekitarnya;
(2) Rencana jaringan jalan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tercantum dalam peta Lampiran XV yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Paragraf 3
Rencana Prasarana dan Sarana Perhubungan Pasal 49
(3) Rencana prasarana dan sarana perhubungan sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (2) huruf c, meliputi :
a.rencana prasarana perhubungan; b.rencana sarana perhubungan.
(4) Rencana prasarana perhubungan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a, berupa rencana terminal;
(5) Rencana sarana perhubungan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b, terdiri :
a.shelter;
b.jembatan penyeberangan; c. trotoar (pedestrian); dan d.tempat parkir kendaraan.
(2) Rencana prasarana dan sarana perhubungan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam peta Lampiran XVI yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Pasal 50
Rencana lokasi terminal sebagaimana dimaksud Pasal 49 ayat (2) meliputi terminal tipe B dan terminal tipe C, yaitu :
a. terminal tipe B atau terminal utama ditempatkan pada tempat/simpul yang saling terhubung dengan sistem jaringan jalan, yaitu di Kmp. Pasirhayam Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku blok C.2 seluas kurang lebih 2,13 (dua koma tiga belas) hektar;
40
b. terminal tipe C atau sub-terminal ditempatkan di masing-masing sub BWP yaitu di Kmp. Warungseuseupan untuk melayani angkutan umum dari arah Bogor/Cipanas, di Kmp. Rawabango blok B.3 untuk melayani angkutan arah Ciranjang/Cikalongkulon, dan di Kmp. Pasirhayam Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku blok C.2 untuk melayani angkutan dari arah Warungkondang dan Cibeber yang bersatu dengan terminal tipe B.
Pasal 51
(1) Rencana sarana perhubungan berupa shelter sebagaimana dimaksud Pasal 49 ayat (3) huruf a, ditempatkan disepanjang Jalan Dr. Muwardi, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Siliwangi, Jalan Prof. Moch Yamin, Jalan Arif Rahman Hakim, dan Jalan Pangeran Hidayatulloh; (2) Rencana penempatan shelter sebagaimana dimaksud ayat (1)
diarahkan pada kegiatan sarana pelayanan umum seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran dan perdagangan.
Pasal 52
(1) Rencana sarana perhubungan berupa jembatan penyeberangan sebagaimana dimaksud Pasal 49 ayat (3) huruf b, ditempatkan di beberapa titik sepanjang Jalan Dr. Muwardi, Jalan Siliwangi, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Prof Moch Yamin, dan Jalan Arif Rahman Hakim; (2) Penempatan jembatan penyebarangan sebagaimana dimaksud ayat (1)
diarahkan pada lokasi yang sekitarnya terdapat fasilitas perkantoran, fasilitas pendidikan, fasilitas perdagangan, dan fasilitas umum lainnya serta pada lokasi strategis lainnya di sekitar lokasi shelter;
Pasal 53
(1) Rencana sarana perhubungan berupa trotoar (pedestrian) sebagaimana dimaksud Pasal 49 ayat (3) huruf c, diarahkan disemua ruas jalan baik ruas jalan arteri, kolektor dan jalan lokal;
(2) Rencana penyediaan trotoar (pedestrian) harus terintegrasi dengan perabot jalan lainnya seperti rambu lalu lintas, tempat sampah, lampu penerangan, pot bunga, tanaman penghijauan, halte dan zebra cross;
(3) Pada bagian bawah trotoar (pedestrian) selain disediakan saluran pembuangan air (drainase) juga wajib disediakan box utilitas untuk menampung jaringan utilitas seperti jarigan air bersih, jaringan listrik, jaringan telekomunkasi, dan jaringan gas.
41
Pasal 54
(1) Rencana sarana perhubungan berupa tempat parkir kendaraan sebagaimana dimaksud Pasal 49 ayat (3) huruf d, menggunakan sistem parkir yang memanfaatkan badan jalan maupun sistem di luar badan jalan;
(2) Pengaturan sistem yang memanfaatkan badan jalan hanya diperbolehkan pada ruas jalan dengan fungsi jalan kolektor dan/atau lokal dengan memperhatikan kondisi jalan dan lingkungannya, kondisi lalu lintas, aspek keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas;
(3) Desain parkir yang memanfaatkan badan jalan dilakukan dengan penentuan sudut parkir, pola parkir, dan larangan parkir;
(4) Rencana sistem parkir di luar badan jalan ditempatkan berdasarkan fasilitas parkir untuk umum dan fasilitas parkir sebagai penunjang; (5) Fasilitas parkir untuk umum direncanakan disepanjang Jalan
Mangunsarkoro, Jalan Abdullah Bin Nuh, dan Jalan Dr. Muwardi; (6) Fasilitas parkir sebagai penunjang ditempatkan di pusat-pusat
pendidikan, kesehatan, dan perkantoran serta fasilitas umum lainnya; (7) Desain parkir di luar badan jalan terdiri taman parkir dan gedung
parkir menurut kriteria tertentu.
Paragraf 4
Rencana Fasilitas Perlengkapan Jalan Pasal 55
(1) Rencana fasilitas perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (2) huruf d, terdiri dari :
a. zebra cross;
b. zona selamat sekolah (ZOSS); c. rambu lalu lintas;
d. alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL); dan e. fasilitas penerangan jalan.
(2) Rencana penyediaan zebra cross sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a ditempatkan di beberapa lokasi pada ruas Jalan Dr. Muwardi, Jalan Siliwangi, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Prof Moch Yamin, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Raya Bandung, dan Jalan Abdullah Bin Nuh;
(3) Rencana penyediaan Zona Selamat Sekolah (ZOSS) sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b ditempatkan pada ruas-ruas jalan yang
terdapat fasilitas pendidikan, yaitu di Jalan Siliwangi, Jalan Dr. Muwardi, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Prof Moch Yamin, Jalan Arif
Rahman Hakim, dan Jalan HOS Cokroaminoto;
(4) Rencana penyediaan rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c ditempatkan diseluruh jaringan jalan;
42
(5) Rencana penyediaan fasilitas Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf d ditempatkan pada titik-titik persimpangan jalan;
(6) Rencana penyediaan fasilitas penerangan jalan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf e ditempatkan diseluruh jaringan jalan.
Paragraf 5
Rencana Rute Angkutan Umum Pasal 56
(1) Rencana rute angkutan umum sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (2) huruf e, dilakukan melalui optimalisasi rute angkutan angkutan umum yang sudah ada dengan mempertimbangkan kapasitas jalan; (2) Penambahan dan perubahan rute angkutan umum ditetapkan
kembali sesuai dengan perkembangan kawasan dan diatur lebih lanjut dalam rencana routing angkutan umum oleh instansi teknis;
Paragraf 6
Rencana Pengembangan Angkutan Kereta Api Pasal 57
(1) Rencana pengembangan angkutan Kereta Api sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (2) huruf f, dilakukan melalui peningkatan operasional dan perbaikan sarana serta prasarana perkeretaapian;
(2) Rencana pengembangan angkutan Kereta Api sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan melalui :
a. peningkatan operasional Kereta Api, yaitu pembukaan jalur Kereta Api Bandung – Sukabumi – Bogor untuk keperluan angkutan orang dan barang maupun angkutan keperluan wisata;
b. perbaikan sarana dan prasarana Kereta Api, yaitu perbaikan Statsiun Kereta Api, perbaikan rel Kereta Api, dan pemanfaatan lahan disekitar stasiun Kereta Api untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan pengguna Kereta Api;
c. mempertahankan bangunan, sarana maupun prasarana
perkeretaapian yang mempunyai nilai sejarah.
(3) Rencana pengembangan angkutan Kereta Api diatur lebih lanjut dalam rencana operasional perkerataapian oleh PT. Kereta Api Indonesia.
Paragraf 7
Rencana Jalur Pejalan Kaki Pasal 58
(1) Rencana jalur pejalan kaki sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (2) huruf g, berupa ruang pejalan kaki di sisi jalan, ruang pejalan kaki di bangunan, ruang pejalan kaki di RTH, ruang pejalan kaki di atas tanah (penyeberangan diatas);
43
(2) Rencana penyediaan ruang pejalan kaki di sisi jalan sebagimana di maksud ayat (1) diarahkan pada semua ruas jalan utama pembentuk struktur ruang pusat kegiatan/pelayanan yaitu Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Dr. Muwardi, Jalan Lingkar Timur, Jalan Lingkar Selatan, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Prof. Moch. Yamin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Didi Prawirakusumah, Jalan Abdullah Bin Nuh, Jalan Aria Wiratanudatar, Jalan Mangunsarkoro, Jalan Aria Cikondang, Jalan Siliwangi, Jalan Siti Jenab, dan Jalan Suroso;
(3) Rencana penyediaan ruang jalur pedestriaan di sisi bangunan sebagaimana di maksud ayat (1) diarahkan pada pusat-pusat kegiatan strategis yaitu di kawasan komesil, pusat pemerintahan dan perkantoran, kawasan pendidikan, kesehatan, dan terminal;
(4)Rencana penyediaan jalur pejalan kaki di tepi jalan utama diarahkan memiliki lebar 1,5 – 3 (satu koma lima sampai tiga) meter, berupa paving block dan jalur pejalan kaki di depan bangunan ruko dan pertokoan di arahkan memiliki lebar 1 - 2 (satu sampai dua) meter berupa paving block.
Paragraf 8
Rencana Pengembangan Jalur Sepeda Pasal 59
(1) Rencana penyediaan jalur sepeda sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (2) huruf h, dipadukan dengan rencana pengembangan jalur pejalan kaki di kawasan pusat kota yaitu mulai dari Jalan Siliwangi – Jalan Siti Jenab – Jalan Oto Iskandar Dinata II - Jalan Ir. H. Juanda - Jalan Dr. Muwardi – Jalan Prof Moch Yamin – Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Abdullah Bin Nuh; (2) Rencana penyediaan jalur sepeda sebagaimana dimaksud ayat (1),
tercantum dalam peta Lampiran XVII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Bagian Ketiga
Rencana Sistem Jaringan Utilitas Paragraf 1
Rencana Sistem Jaringan Listrik/Energi Pasal 60
(1) Rencana sistem jaringan utilitas berupa rencana sistem jaringan listrik/energi sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (3) huruf a, yaitu :
a. sistem jaringan listrik dikembangkan dengan memperhatikan aspek terpenuhinya kebutuhan dan terjaminnya ketersediaan energi listrik;
44
b. pengembangan jaringan listrik diarahkan pada lokasi-lokasi pengembangan kegiatan/zona peruntukan baru yaitu di blok B.2 dan B.3 Desa Sukataris dan Desa Bojong, blok B.3 dan B.4 Desa Sabandar dan Desa Sukamanah, blok C.1 Desa Sukamaju, blok D.3 Desa Mekarsari dan Desa Limbangansari, blok E.1 Desa Nagrak dan Desa Rancagoong serta blok E.2 Desa Sirnagalih melalui penyambungan jaringan yang ada dengan mengikuti jaringan listrik yang sudah ada;
c. membangun jaringan pemancang listrik dengan mengikuti koridor sistem jaringan jalan yang terhierarki sesuai dengan klasifikasi jalan serta mengarahkan pengembangan infrastruktur kelistrikan sesuai dengan pola pengembangan ruang aktifitas perkotaan; d. pola jaringan kabel listrik tegangan tinggi (SUTT) dan kabel listrik
tegangan ekstra tinggi (SUTET) dapat melintasi daerah tertentu dan diatur pengamanannya terhadap lingkungan yaitu 25 (dua puluh lima) meter ke samping dan di sisi jaringan tersebut harus bebas bangunan untuk dijadikan jalur hijau tanpa bangunan;
e. pola jaringan kabel listrik tegangan menengah dan rendah direncanakan disisi kiri jalan satu jalur dengan pipa air minum di bawah tanah;
f. mengembangkan sistem listrik pra bayar.
(2) Rencana sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan Raya Bandung blok B.2 Desa Bojong, di Jalan Perintis Kemerdekaan blok C.1 Kelurahan Sayang dan di blok C.2 Desa Sirnagalih, di Jalan Abdullah Bin Nuh blok E.1 Kelurahan Sawahgede, di Jalan Ir. H. Juanda blok D.1 Desa Mekarsari, dan di Jalan Halte - Maleber blok B.3 Desa Sabandar;
(3) Rencana Sarana Pengisian dan Pengiriman Bulk Elpiji (SPPBE) di Jalan Pramuka blok B.2 Desa Bojong dan di Jalan Abdullah Bin Nuh blok E.1 Kelurahan Sawahgede;
(4) Merelokasi SPBU Joglo yang berada di persimpangan Jalan Siliwangi – Jalan Pangeran Hidayatulloh ke Jalan Halte - Maleber blok B.3 Desa Sabandar;
(5) Rencana pengembangan jaringan energi listrik sebagaimana dimaksud ayat (1), tercantum dalam Lampiran XVIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Paragraf 2
Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi Pasal 61
(1) Rencana sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud Pasal 46 ayat (3) huruf b dilakukan melalui pemenuhan terhadap jaringan telepon menara telekomunikasi, dan internet atau jaringan nirkabel;
45
(2) Rencana pengembangan jaringan telepon meliputi : a.pengembangan Sentral Telepon Otomat (STO);
b.pembangunan jaringan telekomunikasi mengikuti jaringan jalan utama dan berhierarki sesuai dengan klasifikasi jalan dengan cakupan pelayanan ke seluruh pusat pelayanan dan wilayah pengembangan;
c. pengembangan jaringan instalasi telekomunikasi dilakukan di bawah tanah dengan mengikuti pola jaringan jalan sisi jalan dan tidak satu lajur dengan jaringan pipa air minum atau dengan jaringan kabel listrik;
d.kabel primer ataupun kabel sekunder bawah tanah diwajibkan ditempatkan dalam satu box utilitas telepon khusus.
(3) Rencana pengaturan menara telekomunikasi meliputi :
a.pelarangan terhadap pembangunan menara tower seluler baru terutama di kawasan perumahan padat, kawasan perdagangan, kawasan pendidikan dan fasilitas umum serta fasilitas sosial, kecuali menara penyiaran (broadcasting) dan bangunan menara telekomunikasi khusus;
b.menara tower seluler yang telah berdiri di kawasan permukiman padat, kawasan perdagangan, kawasan pendidikan dan fasilitas umum serta fasilitas sosial apabila masa sewa tanah dengan pemilik tanahnya telah habis, tidak diperkenankan untuk diperpanjang pemakaiannya, serta apabila secara teknis memungkinkan dapat dikembangkan pemanfaatan menara tower seluler secara bersama;
(4) Rencana penggunaan menara telekomunikasi sebagaimana dimaksud ayat (3) diatur lebih lanjut dalam Rencana Induk Menara Telekomunikasi oleh instansi teknis;
(5) Peningkatan prasarana internet dilakukan melalui pemanfaatan titik-titik akses internet di pusat-pusat kegiatan seperti perkantoran, pendidikan, perdagangan, dan fasilitas umum serta fasilitas sosial; (6) Rencana jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud ayat (1)
tercantum dalam peta Lampiran XIX yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Paragraf 3
Rencana Sistem Jaringan Air Minum Pasal 62
(1) Rencana penyediaan air minum sebagaimana dimaksud Pasal 45 ayat (3) huruf c meliputi :
a. rencana penyediaan air minum sistem perpipaan;
b. rencana penyediaan air minum sistem non perpipaan; dan c. rencana penambahan kapasitas air baku.
46
(2) Rencana penyediaan air minum sistim perpipaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a, meliputi :
a. sesuai dengan target pelayanan air bersih di daerah perkotaan sebesar 80 % (delapan puluh persen) maka perlu adanya penambahan kapasitas sumber air baku Mata Air Cirumput, Mata Air Cilembang, Mata Air Selakawung, Sumur Bor Gombong, Sumur Bor Munjul, dan Sumur Bor Pesona Indah ;
b. membangun jaringan transmisi dan jaringan pipa distribusi melalui jaringan pipa primer dan jaringan pipa sekunder dan jaringan pipa tersier yang merupakan jaringan perpipaan/saluran yang langsung ke konsumen atau ke rumah;
c. pola pengembangan jaringan distribusi air bersih diarahkan sesuai dengan pola kemiringan lahan, sehingga untuk memperkuat aliran air bersih diperlukan instalasi penguat aliran air bersih transmisi dan distribusi masing-masing di D.1 Panembong, blok A. Limbangansari, dan direncanakan di blok B. 3 Sabandar, blok C.1 Sukamaju;
d. pengembangan jaringan distribusi air bersih diprioritaskan pada penyediaan jaringan distribusi air bersih bagi kawasan komersil, fasilitas umum dan daerah pengembangan yang belum terlayani serta pada zona kegiatan baru yang akan dikembangkan di seluruh kawasan perkotaan yaitu blok B.2 dan B.3 Desa Sukataris dan Desa Bojong, blok B.3 dan B.4 Desa Sabandar dan Desa Sukamanah, blok C.1 Desa Sukamaju, blok D.3 Desa Mekarsari dan Desa Limbangansari, blok E.1 Desa Nagrak dan Desa Rancagoong, dan blok E.2 Desa Sirnagalih;
e. membangun dan mengembangkan jaringan distribusi air bersih dengan mengikuti koridor, sistim jaringan jalan yang berheirarki sesuai dengan klasifikasi jalan dan mengarahkan pengembangan jaringan distribusi pipa air bersih di sisi kiri jalan serta diarahkan di bawah tanah dalam box utilitas;
f. pembangunan Hidran Umum (HU) direncanakan pada daerah yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi yaitu di blok A.1 Kelurahan Muka, blok A.2 Kelurahan Bojongherang, blok A.3 Kelurahan Pamoyanan dan Solokpandan, blok A.4 Kelurahan Sayang dan blok A.5 Kelurahan Sawahgede serta diarahkan pada kawasan pengembangan zona perumahan di seluruh perkotaan; (3) Rencana penyediaan air bersih sistem non perpipaan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) huruf b, meliputi :
a. penyediaan air bersih secara komunal melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) dengan sumber air baku berasal dari air permukaan dan air tanah di blok D.1 Kelurahan Bojongherang dan Desa Babakankaret, blok B.4 Desa Sukamanah, dan blok C.2 Desa Sirnagalih;
47
b. penyediaan air bersih secara individual melalui pembangunan sumur-sumur dangkal yang memenuhi persyaratan teknis maupun hygienis.
(4) Rencana penambahan kapasitas air baku sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c adalah peningkatan debit sumber air baku dari 400 liter/detik menjadi 700 liter/detik sampai akhir tahun perencanaan; (5) Penyuluhan kepada masyarakat pemakai tentang penggunaan air
tanah yang baik serta usaha melestarikan sumber air permukaan dan air tanah dengan peningkatan fungsi lindung terhadap tanah dan pembuatan sumur-sumur resapan serta pembatasan pembuatan sumur dalam diseluruh kawasan perkotaan;
(6) Rencana penyediaan air minum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam peta Lampiran XX yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Paragraf 4
Rencana Sistem Pengelolaan Air Limbah Pasal 63
(1) Rencana penanganan dan pengelolaan air limbah sebagaimana dimaksud Pasal 45 ayat (3) huruf d, meliputi:
a.rencana penangan dan pengolahan limbah domestik; b.rencana penangan dan pengolahan limbah non domestik.
(2) Rencana penanganan dan pengelolaan air limbah domestik sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a meliputi:
a.rencana penanganan limbah domestik melalui penggunaan tangki septik konvensional secara individual;
b.rencana penanganan limbah domestik melalui penggunaan tangki septik konvensional secara komunal.
(3) Rencana penanganan dan pengelolaan limbah domestik melalui penggunaan tangki septik konvensional secara individual sebagaimana dimaksud ayat (2) huruf a diarahkan di blok A.5 Kelurahan Sawahgede, B.2 Desa Bojong, blok C.1 Desa Sukamaju, blok D.1 Kelurahan Bojongherang, dan blok E.2 Desa Sirnagalih;
(4) Rencana penanganan dan pengelolaan limbah domestik melalui penggunaan tangki septik konvensional secara komunal sebagaimana dimaksud ayat (2) huruf b diarahkan di blok A.4 Kelurahan Sayang, blok E.1 Desa Nagrak, dan blok B.3 Desa Sabandar;
(5) Rencana penanganan dan pengelolaan air limbah non domestik sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b yaitu pengolahan limbah untuk kegiatan rumah sakit, sarana umum, komersial, dan pemerintahan yang di arahkan untuk memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tersendiri sesuai dengan jenis dan karakteristik limbah yang dihasilkan;
48
(6) Rencana pengolahan air limbah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam peta Lampiran XXI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Paragraf 5
Rencana Sistem Pengelolaan Persampahan Pasal 64
(1) Rencana sistem pengelolaan persampahan sebagaimana dimaksud Pasal 45 ayat (3) huruf e, dilakukan terhadap sampah organik maupun sampah anorganik secara off – site, yaitu pewadahan
sampah, pengumpulan sampah, pemindahan sampah dan
pengangkutan sampah untuk kemudian dibuang di Tempat TPA Sampah;
(2) Pengembangan pengelolaan persampahan dengan menggunakan sistem 3 R (Reduce, Reuse, Recycle);
(3) Sampah yang berasal dari Rumah Sakit harus diolah terlebih dahulu dengan incinerator sebelum dibuang ke TPA Sampah;
(4) Optimalisasi pemanfaatan TPA Sampah Pasirsembung dilakukan sebelum TPA Sampah di Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon layak operasi;
(5) Meningkatkan jangkauan pelayanan persampahan ke seluruh kawasan perkotaan melalui penambahan armada pengangkutan sampah serta penambahan sarana dan prasarana persampahan di setiap desa/kelurahan;
(6) Rencana penempatan TPS Sampah melalui container natau transfer dipo diarahkan di blok A.1 Kelurahan Bojongherang, blok A.2 Kelurahan Pamoyanan, blok A,3 Kelurahan Sayang, dan blok A.5 Kelurahan Sawahgede;
(7) Rencana TPSS permanen diarahkan di blok B.3 Desa Bojong, blok D.1 Kelurahan Bojongherang, blok D.3 Desa Mekarsari, blok C.1 Desa Sukamaju, dan blok E.1 Desa Rancagoong;
(8) Melakukan kerjasama pengelolaan sampah dengan pihak ketiga dengan prinsip saling menguntungkan;
(9) Rencana pengelolaan persampahan sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam peta Lampiran XXII yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Paragraf 6
Rencana Sistem Drainase Pasal 65
(1) Rencana sistem drainase sebagaimana dimaksud Pasal 45 ayat (3) huruf f, dilakukan melalui :
49
a.pemeliharaan saluran-saluran yang mengalami penyumbatan baik oleh sampah maupun endapan sedimentasi dan sering terjadi banjir di musim penghujan, seperti di persimpangan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Oto Iskandar Dinata II (Selakopi), Jalan Oto Iskandar Dinata I, Perempatan Harimat, Jalan Rumah Sakit, Jalan Aria Wiratanudatar (Muka), dan semua saluran tersier yang berada di kawasan permukiman;
b.rehabilitasi saluran dilakukan dengan melakukan pelebaran saluran seperti di Jalan Siti Bodedar, Jalan Rumah Sakit, Jalan Abdullah Bin Nuh (depan BLK), dan pertigaan Jalan Barisan Banteng - Jalan Arif Rahman Hakim (Pasarsuuk);
c. penambahan saluran baru terutama di sepanjang Jalan Pangeran Hidayatulloh, Jalan Siliwangi (mulai pertigaan Jalan Aria Cikondang sampai Cikaret), Jalan Perintis Kemerdekaan, dan di sepanjang rencana jalan di seluruh kawasan perkotaan;
(2) Pembangunan saluran drainase dilakukan secara terpadu dengan pembangunan jalan dengan memperhatikan kondisi kemiringan lahan dan daerah tangkapan air (catchment area);
(3) Rencana sistem drainase sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam peta Lampiran XXIII yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Paragraf 7
Rencana Jalur Evakuasi Bencana Pasal 66
(1) Rencana pengembangan jalur evakuasi bencana sebagaimana dimaksud Pasal 45 ayat (3) huruf g, meliputi:
a. rencana pengembangan jalur evakuasi; b. rencana melting point (titik pertemuan).
(2) Jalur evakuasi bencana harus dapat di akses dengan mudah sehingga jalur evakuasi akan di arahkan pada jalan-jalan utama pembentuk struktur ruang kawasan perkotaan yang meliputi Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Dr. Muwardi, Jalan Lingkar Timur, Jalan Lingkar Selatan,