• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAN DAN PERDESAAN

Dalam dokumen Bab 5 : Rencana Pola Ruang Wilayah (Halaman 36-41)

t RTRW Kabupaten Bondowoso Tahun 2011 – 2031 V- 75

5.2.9 Kawasan Peruntukan Lainnya

Kawasan peruntukan lainnya terdiri atas : kawasan perdagangan dan jasa, kawasan khusus dan ruang terbuka hijau (RTH).

5.2.9.1. Kawasan Perdagangan Dan Jasa 1. Berdasarkan Kebijakan

Pengembangan kawasan perdagangan dan jasa di Kabupaten Bondowoso pada intinya terintegrasi dengan pengembangan perkotaan. Kawasan perkotaan merupakan kawasan dengan karakteristik utama perdagangan dan jasa, sehingga kebijakan pengembangan perdagangan juga didasarkan pada struktur ruang yang dituju yaitu bahwa dalam penyediaan fasilitas perdagangan selalu disesuaikan dengan skala pelayanan perkotaannya.

2. Kondisi Eksisting

Melihat potensi sektor produksi yang pada umumnya berbasis sektor pertanian, maka potensi perdagangan dan jasa yang telah berkembang dengan baik di Bondowoso adalah kegiatan perdagangan pendukung sektor pertanian dan distribusi kebutuhan konsumsi masyarakat, dengan persebaran utama di Perkotaan Bondowoso dan perkotaan kecamatan lainnya.

Sektor perdagangan dan jasa merupakan muara dari upaya peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Berbagai produksi pertanian, pertambangan dan industri, maupun pariwisata perlu didukung oleh sektor perdagangan dan jasa agar mencapai target pasar atau konsumen yang diinginkan.

3. Rencana

a. Kawasan perdagangan dan jasa di Kabupaten Bondowoso seluas kurang lebih 600,00 Ha, ditetapkan sebagai berikut :

 Kawasan perdagangan dan jasa skala kabupaten ditetapkan di Kecamatan Bondowoso, Tenggarang, Tegalampel dan Curahdami yang merupakan kawasan Perkotaan Bondowoso.

 Kawasan perdagangan dan jasa skala sub wilayah ditetapkan di Kecamatan Cermee, Maesan, Prajekan, Sukosari, Tamanan, Wonosari dan Wringin.

 Kawasan perdagangan dan jasa skala kecamatan ditetapkan di Kecamatan Binakal, Botolinggo, Sumberwringin, Grujugan, Jambesari Darus Sholah, Klabang, Pakem, Pujer, Sempol, Taman Krocok, Tapen dan Tlogosari.

 kawasan perdagangan skala kawasan dan lingkungan, termasuk areal pedagang kaki lima pada Kawasan Perkotaan Bondowoso dan setiap Perkotaan Kecamatan.

b. Arahan pengembangan dan pengelolaan kawasan perdagangan dan jasa antara lain sebagai berikut :

t RTRW Kabupaten Bondowoso Tahun 2011 – 2031 V- 76

 Pengembangan kawasan perdagangan yang terdiri dari : pasar umum (pasar induk, pasar kecamatan dan pasar desa), pasar khusus (pasar hewan, pasar agro, dsb), pasar modern dan pertokoan, dikembangkan sesuai hierarki skala dan fungsi pelayanan kawasan perkotaan masing-masing;

 Pengembangan kawasan perdagangan dilakukan secara bersinergi dengan perdagangan informal sebagai sebuah aktivitas perdagangan yang saling melengkapi;

 Setiap kawasan perkotaan menyediakan ruang yang memadai bagi sektor informal (pedagang kaki lima) yang dapat mendorong usaha ekonomi masyarakat dengan tetap memelihara fungsi prasarana umum dan keindahan perkotaan.

 Diupayakan penyediaan areal (lapak) khusus pedagang kaki lima di kawasan strategis perkotaan pada lahan tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk sektor informal, selain ruang jalan dan taman terbuka hijau.

 Apabila alternatif penempatan pedagang kaki lima harus memanfaatkan ruang jalan, maka dipilih lokasi tertentu dengan kriteria antara lain :

a) tidak menganggu secara umum pola sirkulasi (arus lalu lintas) kawasan dan transportasi wilayah yang menganggu kepentingan umum dan perekonomian yang lebih luas. Diarahkan pada lokasi yang memiliki jalur alternatif pengalihan arus lalu lintas;

b) tidak pada jalan kolektor primer dan lokal primer.

c) tersedia luasan yang memadai untuk parkir pengunjung, ruang bebas untuk sirkulasi udara, dan jalur penyelamatan terhadap kemungkinan bahaya kebakaran.

d) tertata rapi dan memenuhi kaedah estetika yang mendukung wisata.

c. Sebaran kawasan perdagangan dan jasa secara umum menyatu dengan kawasan permukiman, khususnya sangat dominan di kawasan perkotaan.

5.2.9.2. Kawasan Khusus

Kawasan khusus meliputi kawasan perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dengan kabupaten sekitarnya, yang memerlukan sinkronisasi dalam perencanaan dan pengelolaannya, serta kawasan khusus militer.:

1. Kawasan Perbatasan

Kawasan perbatasan terdiri 4 segmen batas daerah, yaitu Bondowoso - Jember, Bondowoso - Banyuwangi, Bondowoso - Situbondo, dan Bondowoso - Probolinggo.

a. Kawasan perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Jember, meliputi Kecamatan Maesan, Tamanan, Jambesari Darus Sholah, Pujer dan Tlogosari :

t RTRW Kabupaten Bondowoso Tahun 2011 – 2031 V- 77  Merupakan kawasan industri pengolahan hasil pertanian yaitu kawasan

agroindustri durian,

 Mempunyai akses yang sudah menyambung (Maesan - Jelbuk)

Arahan yang diberikan untuk daerah perbatasan adalah sebagai berikut:

 Pengelolaan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku dengan melakukan koordinasi dan sinkronisasi antar pihak terkait secara kontinyu;

 Menyusun rencana tata ruang kawasan perbatasan secara bersama dan terpadu untuk memperoleh arahan yang jelas dalam pemanfaatan dan pengelolaannya; dan

 Meminta mediator/fasilitator kepada pemerintah provinsi dan/atau pemerintah pusat apabila terjadi permasalahan kawasan perbatasan.

b. Kawasan perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Banyuwangi adalah Kecamatan Sempol:

 Merupakan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan pariwisata dengan konsep ekotorism;

 Sebagai kawasan pengembangan agro yaitu strawberi dan kopi (Kabupaten Bondowoso), dan pengembangan sayur dan buah (Kabupaten Banyuwangi);

 Merupakan kawasan pengembangan energi geotermal dengan mengambil sumber air panas dari kawah ijen dan pengolahannya di Kabupaten Bondowoso dengan memanfaatkan kawasan budidaya.

c. Kawasan perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Situbondo, meliputi Kecamatan Pakem, Wringin, Tegalampel, Taman Krocok, Klabang, Prajekan dan Cermee:

 Pengadaan jalan tembus menuju Rajekwesi (Situbondo)

 Pengelolaan bersama untuk pengendalian secara ketat penggunaan lahan Sumber Daya Alam di Kawasan sekitar Wringin

d. Kawasan perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Probolinggo, di Kecamatan Pakem dan Binakal.

Sebaran kawasan perbatasan dapat dilihat pada peta 5.23.

2. Kawasan Militer

Kawasan khusus militer yang terdiri atas :

 Batalyon 514 Raider terletak di Desa Curahpoh Kecamatan Curahdami seluas kurang lebih 50 ha dan Gudang Mesiu di Desa Curahdami Kecamatan Curahdami seluas kurang lebih 1,00 ha.

 Instalasi Militer Kodim 0822/Bondowoso meliputi Koramil 01 Kecamatan Bondowoso, Koramil 02 Kecamatan Curahdami, Koramil 03 Kecamatan Tegalampel, Koramil 04 Kecamatan Tenggarang, Koramil 05 Kecamatan Wringin, Koramil 06 Kecamatan Tamanan, Koramil 07 Kecamatan Maesan, Koramil 08 Kecamatan Grujugan, Koramil 09 Kecamatan Pujer, Koramil 10 Kecamatan Wonosari, Koramil 11 Kecamatan Tapen, Koramil 12 Kecamatan Sukosari, Koramil 13 Kecamatan Tlogosari, Koramil 14 Kecamatan Prajekan, Koramil 15 Kecamatan Klabang dan Koramil 16 Kecamatan Cerme;

t RTRW Kabupaten Bondowoso Tahun 2011 – 2031 V- 78

Rencana pengelolaan kawasan pertahanan dan keamanan, adalah :

 Penataan dan pengelolaan kawasan sedemikian rupa sehingga terdapat kejelasan ruang pemanfaatan antara kepentingan militer dan masyarakat di sekitarnya

 Pemenuhan syarat-syarat standar kebutuhan militer dan keamanan bagi permukiman penduduk di sekitarnya

t RTRW Kabupaten Bondowoso Tahun 2011 – 2031 V- 79

PETA 5.23

Dalam dokumen Bab 5 : Rencana Pola Ruang Wilayah (Halaman 36-41)

Dokumen terkait