• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : PROFIL PERUSAHAAN

F. Rencana Kegiatan Perusahaan

PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut dalam menjalankan aktivitas

usahanya senantiasa melihat prospek kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang. Hal ini dapat dilihat dari rencana-rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan meliputi rencana kegiatan penghijauan, perekrutan pegawai baru yang berpotensi di seluruh cabang PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut, mempersiapkan dua lokasi untuk tempat penampungan cadangan batu bara (buffer stock).

1. Rencana kegiatan penghijauan merupakan rangkaian penyelenggaraan program penanaman seribu pohon yang dicanangkan secara nasional. Penanaman pohon ini bertujuan untuk penghijauan dan pelestarian lingkungan, serta bermanfaat juga oleh masyarakat setempat.

2. Perekrutan pegawai baru yang berpotensi bertujuan untuk mewarnai dinamika pengelolaan perusahaan yang dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan menjadi perusahaan yang lebih baik.

3. PT. PLN mempersiapkan dua lokasi untuk tempat penampungan cadangan batu bara (buffer stock), kedua lokasi berada di bagian barat dan timur Indonesia, tujuan kegiatan ini yaitu untuk membantu PLN menghadapi situasi kekurangan pasokan, untuk mendapatkan pasokan batu bara dengan kualitas yang lebih baik, dan pemerintah akan memperoleh royalti sebesar 13,5% dari produsen batu bara dalam bentuk barang yang nantinya akan dijual pemerintah untuk memenuhi pasokan batubara PLN.

BAB III

TOPIK PENELITIAN

A. Definisi Pendapatan pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut

PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut mendefinisikan pendapatan merupakan hasil yang diperoleh dari aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan selama suatu periode tertentu. Pendapatan terdiri dari arus masuk dari manfaat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh perusahaan untuk dirinya sendiri. Dengan perkataan lain, pendapatan dikatakan baik sebagai inflow of net assets atau inflow of goods and services.

Penghasilan didefinisikan dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan sebagai peningkatan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi tertentu dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Penghasilan (income) meliputi baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gain). Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan dalam PSAK No. 23 ( per 1 Juni 1999), pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Tujuan pernyataan ini adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk pendapatan yang timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi tertentu.

B. Penggolongan Pendapatan pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut

PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut menggolongkan pendapatan menjadi dua bagian, yaitu pendapatan operasi dan pendapatan diluar operasi.

1. Pendapatan Operasi

Pendapatan operasi adalah pendapatan yang diperoleh dari kegiatan operasi PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara yang terdiri dari pendapatan lain-lain,contohnya yaitu pendapatan jasa yaitu jasa manfaat pensiun, koreksi penyisihan piutang YPK, koreksi hutang usaha, restitusi konsultan elipse, koreksi buku bank, pinalti daya mampu dan terlambat COD.

2. Pendapatan Diluar Operasi

Pendapatan diluar operasi adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan diluar operasi perusahaan. Adapun jenis-jenis pendapatan diluar operasi perusahaan yaitu pendapatan, subsidi pemerintah, laba akibat selisih kurs.

a. Pendapatan, yang termasuk pada pendapatan ini adalah :

- jasa giro adalah pendapatan yang diperoleh dari bunga uang yang di tabung di bank,

- jasa pensiun adalah pendapatan yang diperoleh dari pegawai-pegawai yang telah pensiun,

- pendapatan dari biaya keterlambatan adalah pendapatan yang diperoleh dari denda-denda yang dikenakan oleh PT.PLN (Persero) Pembangkitan

Sumbagut kepada para pelanggan yang terlambat membayar listrik, denda susut BBM, pembelian listrik swasta,

- pekerjaan yang diberikan kepada pihak ketiga adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari pihak ketiga yang memberi pekerjaan.

b. Subsidi pemerintah adalah pendapatan yang diperoleh dari bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

c. Laba akibat selisih kurs adalah pendapatan yang diperoleh dari laba akibat penurunan nilsi kurs.

C. Pengukuran Pendapatan pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut

Pengukuran pendapatan yang paling baik adalah dengan melihat ke dalam

nilai tukar produk atau servis perusahaan. Nilai tukar menggambarkan ekuivalen kas atau nilai sekarang yang dinilai kembali dari jumlah uang yang pada akhirnya akan diterima dari transaksi-transaksi pendapatan. Apabila masa pengumpulan piutang tersebut pendek maka diskon dapat diabaikan berdasarkan tiga alasan berikut :

1. pada tingkat diskon yang rendah maka jumlah diskon yang diberikan adalah kecil dan tidak akan mempengaruhi total pendapatan secara material,

2. karena bunga diklasifikasikan sebagai bagian dari total pendapatan, maka pengaruh pertama yang perlu diperhatikan adalah masalah waktu, bunga harus dicatat dalam urutan sesudah pencatatan transaksi pendapatan,

3. pengklasifikasian pendapatan yang timbul karena adanya masa menunggu (bunga) tidak akan berarti banyak dan oleh karena itu dapat dimasukkan ke dalam pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk.

Kriteria pengukuran pendapatan di atas menunjukkan kepada nilai sekarang dari uang atau ekuivalen yang pada akhirnya akan diterima sebagai hasil dari proses produksi atau transaksi pendapatan. Dari kriteria ini jelas bahwa semua return penjualan, reduksi-reduksi lain yang telah ditetapkan harus dikurangi dari pendapatan yang dihasilkan sebagai akibat adanya transaksi-transaksi khusus. Perlakuan terhadap potongan tunai dan rugi (losses) yang diakibatkan karena adanya perkiraan-perkiraan yang tidak tertagih mungkin tidak begitu jelas.

Dalam keadaan yang penuh dengan kepastian, jumlah kas sesungguhnya yang pada akhirnya akan diterima, didiskon secara wajar untuk keperluan selama periode menunggu harus dicatat sebagai pendapatan yang berasal dari transaksi. Sebaliknya dalam keadaan yang penuh dengan ketidakpastian, prinsipnya masih tetap sama seperti diatas, tetapi diskon kas (cash discount) yang diperkirakan akan diambil dan perkiraan bad debt losses haruslah diestimasikan. Dengan demikian, pos-pos ini harus dikurangi dalam menghitung pendapatan.

FASB (Financial Accounting Standard Board) (1997) memberikan definisi pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan nilai asset atau penyelesaian kewajiban dari entitas atau gabungan keduanya selama periode tertentu yang berasal dari penyerahan produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan. Kapan pendapatan dianggap sebagai penghasilan. Suatu pendapatan akan diakui sebagai

penghasilan pada periode kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu telah selesai. Dalam hal waktu yang dimaksud di sini ada empat alternatif yaitu selama produksi, pada saat proses produksi selesai, pada saat penjualan, pada saat penagihan kas. Keempat alternatif ini sama-sama dipakai dalam pengakuan pendapatan. Pengakuan pendapatan selama proses produksi berlangsung diterapkan pada proyek pembangunan jangka panjang. Pada saat selesainya produksi dapat diterapkan pada kegiatan pertanian atau pertambangan, pada saat penjualan dipakai untuk barang perdagangan, pada saat penagihan diterapkan pada metode penjualan angsuran.

D. Waktu Pelaporan Pendapatan pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut

Menurut penelitian yang telah dilakukan, PT. PLN (Persero) Pembangkitan

Sumbagut adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Perusahaan memberikan jasa kepada konsumen dan memperoleh imbalan dari jasa yang diberikan. Pendapatan diperoleh dari konsumen yang menggunakan jasa dari perusahaan yang bersangkutan.

PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut melaporkan pendapatan dengan menggunakan metode akrual, dimana pendapatan ditetapkan pada saat jasa diberikan bukan pada saat kas diterima atau dalam kata lain pelaporan pendapatan dilakukan selama proses produksi di perusahaan berlangsung. Jumlah tuntutan (tagihan) biasanya ditentukan menurut perjanjian atau kontrak yang dilaksanakan

perusahaan, sekalipun klien atau pemakai jasa yang lain tidak akan diminta membayar paling tidak sampai dengan jumlah jasa yang dibutuhkan terpenuhi. PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembangkitan. Oleh karena itu tidak terjadi penjualan pada perusahaan ini, perusahaan hanya memperoleh pendapatan dari pendapatan lain-lain atau pendapatan jasa. Contoh dari metode akrual tentang pengakuan pendapatan adalah bunga dari jasa giro, jasa pensiun, biaya keterlambatan. Bagian akuntansi akan mencatatnya sebagai pendapatan yang akan diterima, dalam hal ini perusahaan tersebut telah menetapkannya sebagai pendapatan walaupun kas belum diterima oleh bagian keuangan. Masing-masing contoh tersebut telah memenuhi kriteria dasar untuk laporan pendapatan. Pelayanan dianggap penting di mana jumlah pendapatan sudah ditetapkan dalam kontrak atas persetujuan yang sudah dibuat sebelumnya. Beban yang berhubungan biasanya dapat ditentukan secara bersamaan (simultan) dengan pendapatan. Sebagai tambahan, suatu yang valid terhadap langganan, klien atau pemakai-pemakai jasa lainnya timbul sekalipun tidak diperlukan surat-surat penagihan dan pembayaran biasanya kontan.

Menurut Warren Reeve Fess (2005), pendapatan dengan menggunakan metode akrual dicatat hanya ketika kas diterima. Jadi pada akhir periode akuntansi, mungkin saja terdapat pendapatan yang telah dihasilkan namun belum dicatat. Dalam kasus seperti ini, jumlah pendapatan harus dicatat dengan mendebit akun aktiva dan mengkredit akun pendapatan.

Pengakuan mengacu pada waktu pencatatan transaksi dalam pembukuan. Dua kriteria FSAB (2004) menyatakan bahwa pendapatan pada umumnya diakui ketika :

1. pendapatan atau keuntungan tersebut sudah direalisasi atau dapat direalisasi, 2. pendapatan atau keuntungan tersebut diperoleh dari penyelesaian secara

substansial atau aktivitas-aktivitas yang terkait dengan proses menghasilkan. Kedua kriteria tersebut secara umum dipenuhi pada saat penjualan, yang sering kali terjadi ketika barang telah dikirimkan atau ketika jasa telah diberikan ke pelanggan.

E. Penggolongan Beban pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut

Penggolongan beban atas dasar fungsi pokok dari kegiatan perusahaan pada PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut dapat digolongan kedalam:

1. fungsi pembangkitan, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan dan penyediaan tenaga listrik baik dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang,

2. fungsi administrasi dan umum, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penentuan kebijaksanaan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan perusahaan secara menyeluruh,

3. fungsi transmisi,

4. fungsi tata usaha langganan,

6. fungsi pendukung, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan tata usaha, gudang, persediaan bahan, bengkel, laboratorium jasa-jasa tekhnik, wisma dan rumah dinas, telekomunikasi, rupa-rupa jasa umum, pendidikan dan latihan. Atas dasar fungsi pokok kegiatan perusahaan tersebut diatas, biaya dapat dikelompokkan menjadi, yaitu :

a. biaya produksi (manufacturing cost), yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi tenaga listrik,

b. biaya administrasi dan umum, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi dan umum,

c. biaya keuangan, yaitu biaya yang terjadi dalam melaksanakan fungsi keuangan yang mencakup biaya pinjaman luar negeri/dalam negeri.

Penggolongan biaya atas dasar periode akuntansi dimana biaya akan dibebankan terdiri dari :

a) pengeluaran modal (capital expenditure), yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu periode akuntansi (biaya satu tahun) misalnya pengeluaran untuk pembelian mesin,

b) pengeluaran penghasilan ( revenue expenditure), yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan yang hanya bermanfaat dalam satu periode akuntansi ( kurang atau sama dengan satu tahun).

Penggolongan beban yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut, yaitu beban operasi dan pendapatan diluar operasi.

1. Beban Operasi

Beban operasi adalah beban yang dikorbankan untuk membiayai semua pengeluaran yang berhubungan dengan kegiatan operasi perusahaan. Adapun jenis-jenis beban operasi antara lain pembelian tenaga listrik, bahan bakar dan pelumas,biaya pemeliharaan, biaya kepegawaian, biaya administrasi lainnya, biaya penyusutan aktiva tetap.

a. Pembelian Tenaga Listrik (Transfer Price)

Sebagaimana yang telah diuraikan terlebih dahulu mengenai gambaran umum perusahaan yang menjelaskan bahwa pada tahun 1996 adanya pemisahan tugas antara PT.PLN (Persero) Pembangitan Sumbagut dengan PT.PLN (Persero) Wilayah II, dimana PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut mempunyai tugas sebagai distributor.

b. Bahan Bakar Minyak dan Pelumas

Biaya bahan bakar dan pelumas adalah biaya yang dikeluarkan oleh PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut untuk membeli bahan bakar minyak dan pelumas yang akan digunakan oleh pembangkit-pembangkit tenaga disel yang ada didaerah yang masih terisolasi.

c. Biaya Pemeliharaan

Biaya pemeliharaan adalah biaya yang dikeluarkan untuk merawat semua aset-aset yang dimiliki oleh PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut. Adapun biaya-biaya pemeliharaan pada perusahaan ini adalah sebagai berikut :

- biaya pemeliharaan mesin pembangkit dan perlengkapannya, - biaya pemeliharaan jaringan transportasi dan perlengkapannya, - biaya kendaraan bermotor dan alat-alat mobil,

- biaya jasa borongan. d. Biaya Kepegawaian

Adapun yang termasuk biaya kepegawaian sebagai berikut :

- gaji pegawai adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan secara continue setiap bulannya sebagai imbalan jasa para pegawai perusahaan,

- beban PPh jasa giro dan deposito, - beban pajak,

- biaya pinjaman, - bonus.

e. Biaya Administrasi Lainnya

Biaya administrasi lainnya adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan ini sehubungan dengan kegiatan sehari-hari. Contohnya adalah sebagai berikut :

- biaya insentif inventarisasi,

- biaya pembersihan rumah manajer,

- biaya partisipasi penerbitan buku dan tabloid potensi, - biaya rekrutmen pegawai,

f. Biaya Penyusutan Aktiva Tetap

Adapun yang termasuk pada biaya penyusutan aktiva tetap adalah sebagai berikut :

- biaya penyusutan gedung, - biaya penyusutan komputer.

2. Beban Diluar Operasi

Adapun yang termasuk kedalam biaya non operasi adalah sebagai berikut : a. biaya pensiun,

b. biaya bantuan uang duka,

c. biaya ganti rugi pada pihak ketiga,

d. biaya penyusutan BBM akibat pengeringan tengki,

e. biaya bunga dan keuangan tahun 2008 dan tahun 2007 mengalami kenaikan 14%, sebagai akibat adanya beban pinjaman hutang jangka panjang dalam mata uang asing atas proyek PLTU Labuhan Angin yang bersumber dari :

- BNP Paribas & Cr Agricole Indsz – 1776, - China Exim Bank – 1181,

- Japan Bank for Int. Coopr – IP 526 – 1198,

f. biaya selisih kurs bersih tahun 2008 dan tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 35 %, sebagai akibat adanya perubahan nilai kurs atas pinjaman hutang jangka panjang dalam mata uang asing atas proyek PLTU Labuhan Angin,

g. beban lain-lain luar operasi tahun 2008 dan tahun 2007 mengalami kenaikan sebesar 34%, sebagai akibat adanya penyusutan dipercepat atas ditariknya sejumlah aset operasi.

Penggolongan biaya yang tepat menurut Abdul Halim (1999) adalah dengan menggunakan konsep “different costs for different purposes”, yang maksudnya bahwa biaya digolongkan atas dasar tujuan penggunaan dari data biaya tersebut. 1. Berdasarkan hubungan dengan produk, biaya digolongkan atas biaya produksi

dan biaya periodik.

a. Biaya produksi adalah biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari suatu produk dan akan dipertemukan dengan penghasilan di periode mana produk itu dijual.Yang termasuk biaya produksi yaitu biaya bahan baku, tenaga kerja, biaya overhead.

b. Biaya periodik adalah biaya-biaya yang lebih berhubungan dengan waktu dibanding dari unit yang diproduksi (produk). Contoh dari biaya ini adalah biaya administrasi dan umum, biaya pemasaran (biaya iklan/promosi, biaya upah).

2. Berdasarkan hubungannya dengan volume produksi/kegiatan perusahaan biaya digolongkan atas biaya variabel, biaya semi variabel, biaya tetap.

a. Biaya variabel adalah biaya-biaya yang selalu berubah secara proporsional (sebanding) sesuai dengan perbandingan volume kegiatan perusahaan. Contohnya yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, sebagian dari biaya overhead seperti biaya listrik, gas dan air yang dibayar sesuai

dengan pemakaian, depresiasi yang dihitung atas dasar unit produksi (satuan unit output).

b. Biaya semi variabel adalah biaya yang selalu berubah tetapi perubahannya tidak proposional (sebanding) dengan perubahan kegiatan/volume perusahaan. Contoh biaya ini yaitu gaji salesman/salesgirl, yang sistem penggajiannya dengan gaji tetap plus persentase tertentu dari penjualan, biaya reparasi dan pemeliharaan dan lain-lain.

c. Biaya tetap adalah biaya yang besar kecilnya tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya volume kegiatan perusahaan. Contohnya yaitu biaya penyusutan yang dihitung dengan metode garis lurus, upah yang tetap untuk beberapa periode tertentu.

F. Penetapan Beban pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut

Sesuai dengan hasil penelitian pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut, perusahaan menetapkan beban dengan dua cara yaitu pada saat kas dikeluarkan (cash basis) dan kas belum dikeluarkan (accrual basis) dengan cara melihat transaksinya terlebih dahulu. Penetapan beban pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut ada pada saat uang kas tersebut dikeluarkan oleh bagian keuangan untuk biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan. Contoh dari metode cash basis meliputi biaya pemeliharaan dan biaya perlengkapan dan accrual basis meliputi biaya gaji.

1. Biaya Pemeliharaan

Ditetapkan sebagai biaya pada saat perusahaan mengeluarkan uang kas dari bagian keuangan untuk membayar biaya tersebut, maka pada saat itulah bagian akuntansi menetapkannya sebagai biaya.

2. Biaya Perlengkapan

Ditetapkan sebagai biaya perlengkapan pada saat kas dikeluarkan oleh bagian keuangan untuk membayar pembelian perlengkapan tersebut bukan pada saat perlengkapan itu digunakan.

3. Biaya Gaji

Biaya gaji ditetapkan secara sah sebagai biaya pada saat daftar gaji telah dibuat, meskipun uang kas belum dikeluarkan oleh bagian keuangan untuk biaya tersebut.

Menurut Kusnadi HMA (1997), beban timbul bilamana barang atau jasa

dikonsumsikan atau dipakai dalam proses memperoleh pendapatan. Waktu atau pembuatan laporan beban akan ditampakkan dengan mencatat aktivitas-aktivitas (pemakaian) dalam perkiraan atau memasukkannya ke dalam laporan keuangan. Laporan biaya mungkin dilakukan pada saat yang sama dengan aktivitas pemakaian barang dan jasa, dilakukan sesudahnya, laporan tersebut sebelum barang atau jasa dipakai.

Menurut Stice Skousen (2004) pengakuan beban dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pengaitan atau penandingan langsung (direct matching), alokasi secara sistematik dan rasional dan pengakuan dengan segera (immediate recognititon).

a. Pengaitan atau Penandingan Langsung

Mengaitkan atau menghubungkan beban pada pendapatan tertentu sering disebut proses pengaitan atau penandingan. Misalnya, harga pokok penjualan jelas merupakan beban langsung yang dapat dikaitkan atau ditandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan oleh penjualan barang dan dilaporkan pada periode yang sama dengan pengakuan pendapatan.

b. Alokasi Sistematik dan Rasional

Kategori pengakuan beban ini melibatkan aktiva yang memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

c. Pengakuan dengan Segera

Banyak beban yang tidak terkait dengan pendapatan tetapi terjadi untuk mendapatkan barang dan jasa yang secara tidak langsung membantu menghasilkan pendapatan.

Setelah peneliti melakukan penelitian pada PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa penetapan pendapatan dan beban pada perusahaan telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. 23. Ini dapat dilihat dari penetapan pendapatan dan beban yang diakui pada saat terjadinya transaksi bukan pada saat kas diterima atau dikeluarkan oleh atau dari perusahaan.

PERTANYAAN MENGENAI PENETAPAN PENDAPATAN DAN BEBAN

Nama Peresponden : Asber Sihole, SE Bagian : Akuntansi

Perusahaan : PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Bacalah tiap pertanyaan, kemudian berilah tanda ( ) pada salah satu alternatif jawaban yang paling sesuai berikut ini :

No. Pertanyaan

Pilihan Jawaban

STS KS R S SS

1. Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

2. Nilai wajar adalah suatu jumlah, untuk itu suatu aktiva mungkin ditukar atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar.

3. Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar

imbalan yang diterima atau yang dapat

diterima.

4. Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli atau pemakai aktiva tersebut.

5. Pendapatan hanya terdiri dari arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh perusahaan untuk dirinya sendiri. Jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga, seperti pajak pertambahan nilai, bukan merupakan manfaat ekonomi yang mengalir ke

perusahaan dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas, dan karena itu harus dikeluarkan dari pendapatan.

6. Jika hasil dari suatu transaksi tidak dapat diestimasi dengan andal dan kecil kemungkinan biaya yang terjadi akan diperoleh kembali, maka pendapatan tidak diakui dan biaya yang terjadi diakui sebagai beban.

7. Bila barang atau jasa dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat dan nilai yang sama, maka pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai suatu transaksi yang mengakibatkan pendapatan.

8. Dalam penetapan pendapatan dan beban

metode akrual sangat efektif untuk memudahkan bagian akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan.

9. Perubahan jumlah estimasi kewajiban, sebagai proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi dengan biaya yang dibayarkan diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya perubahan.

10. Bila hasil transaksi yang meliputi penjualan jasa tidak dapat diestimasi dengan andal, pendapatan yang diakui hanya berkaitan dengan beban yang telah diakui yang dapat diperoleh kembali.

11. Dalam penetapan pendapatan dan beban

bagian akuntansi dan keuangan sangat berperan penting dalam penyusunan laporan keuangan khususnya dalam penyusunan laporan laba rugi.

Keterangan :

STS : Sangat Tidak Setuju KS : Kurang Setuju R : Ragu-ragu S : Setuju

Kriteria Penilaian : 11 - 18 = Tidak Efektif 19 - 26 = Kurang Efektif 27 - 34 = Cukup Efektif 35 - 42 = Efektif 43 - 50 = Sangat Efektif

Setelah peneliti menghitung dan menyimpulkan dari jawaban pertanyaan responden perusahaan tentang penetapan pendapatan dan beban, maka dalam perumusan masalah peneliti yang berisi apakah penetapan pendapatan dan beban yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut sudah sangat efektif. Sesuai dengan perhitungan jumlah pilihan jawaban dari pertanyaan tersebut, dimana peneliti telah melakukan perhitungan kriteria penilaian yang mencapai skor 41 dengan 11 pertanyaan yang terdiri dari lima pilihan jawaban. Dapat disimpulkan bahwa PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut dalam

Dokumen terkait