BAB II PERENCANAA KINERJA
B. Rencana Kinerja Tahunan
P erencanaan Kinerja Tahunan merupakan proses perencanaan target-target kinerja berikut kegiatan-kegiatan tahunan seperti indikator kinerjanya serta perencanaan indikator kinerja sasaran sesuai dengan
26
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
program, kebijakan, dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Strategis (Renstra). Oleh karena itu, substansi dari penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) adalah target dari capaian indikator kinerja sasaran. Rencana kinerja merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Strategis Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2019-2023. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2020 adalah program/kegiatan dalam APBD Tahun Anggaran 2020 yang diuraikan dalam formulir Rencana Kinerja Tahunan (RKT). Rencana Kinerja Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTB merupakan penjabaran tahunan yang disusun setiap awal tahun dari sasaran program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis yang akan dilaksanakan oleh Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTB melalui berbagai kegiatan tahunan pada satu tahun tertentu. Rencana Kinerja Tahunan merupakan kegiatan dalam APBD Tahun Anggaran 2020 yang memuat informasi tentang :
➢ Sasaran yang ingin dicapai pada tahun yang bersangkutan;
➢ Indikator Kinerja; dan
➢ Target dari masing-masing indikator kinerja sasaran.
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang ingin dicapai dalam kurun waktu satu tahun tertentu, sehingga penetapan sasaran harus selaras dan mempunyai keterkaitan yang logis dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis. Sasaran bersifat spesifik dan terukur berdasarkan indikator kinerja sebagai tolok ukur keberhasilan pencapaiannya.
Untuk Perencanaan Kinerja Tahunan, Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2020 dapat digambarkan seperti pada tabel berikut :
Tabel 2.2
Rencana Kinerja Tahunan Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2020
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
1 Mewujudkan laporan akuntabilitas kinerja perangkat daerah yang baik
Persentase laporan akuntabilitas kinerja Perangkat Daerah yang bernilai baik.
75 %
27
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
2 Mewujudkan perangkat daerah berkualitas dan akuntabel serta
pendayagunaan aparatur yang baik.
1. Persentase dokumen analisis jabatan, evaluasi jabatan dan
3 Mewujudkan unit kerja pelayanan publik yang Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan ukuran keberhasilan dari
tujuan dan sasaran strategis organisasi, yang bertujuan untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlakukan dalam melakukan manajemen kinerja yang baik, serta untuk memperoleh ukuran keberhasilan yang digunakan bagi perbaikan kinerja, dan peningkatan akuntabilitas kinerja yang dipilih dari berbagai indikator kinerja.
Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai ukuran kebehasilan dalam mencapai Sasaran Strategis, yang mengacu pada RPJMD Provinsi NTB Tahun 2019-2023. Indikator Kinerja Utama (IKU) Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat periode Tahun 2019-2023 tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan setelah di Reviu dan di Revisi. Indikator Kinerja Utama (IKU) Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat periode Tahun 2019-2023 sebagai berikut :
Tabel 2.3
Indikator Kinerja Utama Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Penjelasan 1. Mewujudkan
28
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Penjelasan Tipe Penghitungan: baik tahun ke n dikurangi cakupan Anjab, ABK dan
29
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Penjelasan 3. Mewujudkan unit
kerja pelayanan publik yang berprestasi
Persentase unit kerja pelayanan publik yang berprestasi
Formulasi Pengukuran:
Jumlah unit kerja pelayanan publik yang berprestasi dibagi jumlah unit kerja pelayanan publik X 100%.
Tipe Penghitungan:
Kumulatif
Sumber Data: Hasil Evaluasi Bagian Tatalaksana dan RB Alasan: untuk
meningkatkan kualitas pelayanan publik.
D. Perjanjian Kinerja (PK)
Perjanjian Kinerja merupakan tekad dan janji antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima amanah/tanggung jawab/kinerja dengan pihak yang memberikan amanah/tanggung jawab/kinerja tentang rencana kinerja tahunan yang akan dicapai.
Dengan demikian, perjanjian kinerja ini merupakan suatu janji kinerja oleh para pejabat penerima amanah pada suatu instansi pemerintah/unit kerja kepada atasan langsungnya untuk mewujudkan capaian kinerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dikelola.
Tekad dan janji tersebut dituangkan ke dalam suatu pernyataan kesanggupan dari pimpinan instansi/unit kerja yang ditandatangani oleh penerima amanah, sebagai tanda suatu kesanggupan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dan pemberi amanah atau atasan langsungnya sebagai persetujuan atas target kinerja yang ditetapkan tersebut. Tujuan Perjanjian Kinerja antara lain :
1. Meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur.
2. Menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur.
30
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi.
4. Sebagai dasar pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja pemberi amanah.
Perjanjian kinerja di lingkungan Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2020 telah dituangkan ke dalam suatu pernyataan kesanggupan yang ditandatangani oleh masing-masing pimpinan. Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB telah menandatangani kontrak kinerja dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Tahun 2020. Sebagaimana Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 yang mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk menyusun Perjanjian Kinerja dan Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Perjanjian Kinerja Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2020 sebagaimana yang telah disusun dengan tambahan anggaran setelah perubahan seperti pada tabel 2.3. berikut :
Tabel 2.4
Perjanjian Kinerja Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4)
1. Mewujudkan laporan akuntabilitas kinerja yang baik
Persentase laporan akuntabilitas kinerja Perangkat Daerah yang bernilai baik.
1 Persentase dokumen analisis jabatan, evaluasi jabatan dan analisis beban kerja yang termanfaatkan.
100 %
2 Persentase kelembagaan perangkat daerah Sesuai dengan peraturan
Persentase unit kerja pelayanan publik yang berprestasi
90 %
31
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Proses penyusunan pelaporan kinerja dilakukan setiap akhir tahun anggaran bagi setiap instansi yang bertujuan untuk mengukur pencapaian target kinerja yang sudah ditetapkan, pengukuran ini dilakukan dengan membandingkan antara target dan realisasi kinerja, dimana pelaporan kinerja ini akan menjadi dokumen laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggung jawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis dan disinilah esensi dari prinsip akuntabilitas sebagai suatu pijakan dapat diwujudkan.
Untuk mendukung pembuatan laporan kinerja setiap instansi berkewajiban menyiapkan, menyusun dan menyampaikan laporan kinerja secara tertulis dan periodik untuk memenuhi maksud tersebut, dan menilai keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran strategis Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2020 dilakukan pengukuran capaian target indikator kinerja yang ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Biro Organisasi Tahun 2020, dan hasil pengukuran capaian target kinerja dimaksud disampaikan dalam bentuk Laporan Kinerja Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2020.
A. Capaian Kinerja
Pada sub bab ini disajikan capaian kinerja untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis sesuai dengan hasil pengukuran kinerja, untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB diukur berdasarkan pencapaian indikator kinerja Tahun 2020, dengan cara membandingkan antara target dan realisasi kinerja Tahun 2020, capaian kinerja Tahun 2020 dengan realisasi tahun sebelumnya (tahun lalu dan beberapa tahun terakhir), dan capaian kinerja Tahun 2020 terhadap target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis (target akhir pada rencana strategis Biro Organisasi), Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau
32
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang dilakukan, analisis atas efisiensi penggunaan sumberdaya dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian perjanjian kinerja.
1. Target dan Realisasi Kinerja 2020
Berdasarkan target Indikator Kinerja dan Realisasi Capaian Kinerja Tahun 2020, dapat diketahui bahwa terdapat 3 sasaran strategis dengan 4 indikator kinerja secara umum dapat dikatakan semua sasaran strategis terlaksana dengan baik.
Gambaran kondisi Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020 dituangkan dalam Tabek di bawah ini :
Tabel 3.1
Target dan Realisasi Capaian atas Perjanjian Kinerja Tahun 2020
No. Sasaran
Strategis Indikator Kinerja 2020
Target Realisasi %
Persentase unit kerja pelayanan publik yang berprestasi
90 % 90 % 100
JUMLAH CAPAIAN 400
RATA - RATA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA 100
Tabel di atas menunjukkan bahwa 4 (empat) Indikator Kinerja terlaksana dengan baik dengan capaian kinerja 100%.
33
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
a) Presentase laporan akuntabilitas kinerja Perangkat Daerah yang bernilai baik.
Indikator Kinerja ini dilaksanakan pada Bagian Tatalaksana dan Reformasi Birokrasi. Indikator ini ditargetkan pada tahun 2020 sebesar 75 Persen dengan realisasi sebesar 75 Persen sehingga capaian sebesar 100 Persen. Adapun realisasi di peroleh dari Perangkat Daerah yang memiliki penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Perangkat Daerah yang baik sebanyak 27 dari 35 Perangkat daerah yang ada.
b) Presentase dokumen analisis jabatan, evaluasi jabatan dan analisis beban kerja yang termanfaatkan.
Indikantor ini dilaksanakan pada Bagian Analisis Formasi Jabatan dan Sumber Daya Aparatur. Tahun 2020 menargetkan presentase dokumen analisis jabatan, evaluasi jabatan dan analisis beban kerja sebesar 100 Persen, realisasi sebesar 100 Persen sehingga capaian sebesar 100 Persen. Realisasi ini diperoleh dari pelaksanaan Analisis Jabatan, Evaluasi Jabatan dan Analisis Beban Kerja yang sudah terlaksana pada semua Perangkat Daerah.
c) Presentase kelembagaan perangkat daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Indikantor ini dilaksanakan pada Bagian Kelembagaan. Target pada tahun 2020 sebesar 90 Persen, realisasi sebesar 90 Persen sehingga capaian sebesar 100 Persen. Adapun realisasi ini didasarkan kepada jumlah kelembagaan perangkat daerah yang sudah sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan sebanyak 32 dari 35 Perangkat Daerah.
d) Presentase unit kerja pelayanan publik yang berprestasi.
Indikantor ini dilaksanakan pada Bagian Tatalaksana dan Reformasi Birokrasi. Pada Tahun 2020 memiliki target sebesar 90 Persen dengan Realisasi 90 Persen sehingga capaian sebesar 100 Persen. Realisasi ini diperoleh dari jumlah unit kerja pelayanan publik yang berprestasi dibagi dengan jumlah unit kerja pelayanan publik secara keseluruhan dikali dengan 100 Persen.
34
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
2. Perbandingan Target dan Capaian Kinerja pada Tahun 2018, 2019 dan 2020
Dalam menentukan keberhasilan suatu capaian pada tahun berjalan dapat diketahui dengan membandingkan capaian kinerja yang diperoleh pada tahun sebelumnya. Perbandingan perjanjian kinejra pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTB tahun 2018, 2019 dan 2020 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 3.2
Perbandingan Target dan Realisasi Capaian atas Perjanjian Kinerja Tahun 2018,2019 dan 2020
No Sasaran
Strategis Indikator Kinerja 2018 2019 2020
Target Realisasi % Target Realisasi % Target Realisasi %
Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan indikator kinerja antara tahun 2018 dengan tahun 2019 dan 2020. Hal ini disebabkan dokumen Rencana Jangka Menengah yang tertuang pada Rencana Strategis Biro Organisasi berbeda antara tahun 2018 dengan 2019 dan 2020. Pada tahun 2018 masih berpedoman pada dokumen
35
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
Rencana Strategis 2013-2018, sedangkan pada tahun 2019 dan 2020 berpedoman pada Rencana Strategis Biro Organisasi 2019-2023.
3. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019, 2020 dengan Target Jangka Menengah
Tahun 2020 merupakan tahun kedua terhadap pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB 2019-2023. Tugas Biro Organisasi yang mendukung pelaksanaan RPJMD tersebut telah disusun dalam sebuah dokumen Rencana Strategis Biro Organisasi Setda Provinsi NTB tahun 2019-2023. Adapun perbandingan capaian kinerja tahun 2019 dan 2020 dengan target jangka menengah dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 3.3
Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019 dan 2020 dengan Target Jangka Menengah
No Sasaran
Strategis Indikator Kinerja 2019 2020 RPJMD
(2019-2023)
36
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
Perbandingan realisasi kinerja tahun 2019 dan 2020 dengan target jangka Menengah dapat dijelaskan sebagai berikut :
a) Target Indikator Kinerja Presentase Laporan akuntabilitas kinerja Perangkat Daerah yang bernilai baik sampai dengan akhir tahun RPJMD adalah 100 Persen. Realisasi pada tahun 2019 sebesar 50 Persen dan tahun 2020 sebesar 75 Persen. Dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 25 Persen sesuai dengan target yang telah ditetapkan, sementara untuk Target sampai dengan akhir tahun RPJMD masih tersisa 25 Persen. Dengan sisa Presentase sebesar 25 Persen untuk 2 (dua) tahun yang akan datang maka dibutuhkan sebanyak 8 (delapan) Perangkat Daerah yang menjadi fokus Biro Organisasi dalam peningkatan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Perangkat Daerah.
b) Indikator Presentase dokumen analisis jabatan, evaluasi jabatan dan analisis beban kerja yang termanfaatkan pada target tahun terakhir dalam Renstra Biro Organisasi 2019-2023 memiliki target sebesar 100 Persen. Pada tahun 2019, realisasi mencapai 90 Persen dan realisasi tahun 2020 sudah tercapai 100 Persen. Dengan capaian tersebut Pelaksanaan Analisis Jabatan, Evaluasi Jabatan dan Analisis Beban Kerja sudah terlaksana sesuai dengan target akhir tahun RPJMD dan akan dilakukan peningkatan kualitas sampai dengan akhir tahun RPJMD.
c) Presentase kelembagaan perangkat daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan memiliki target sampai dengan akhir tahun dokumen Renstra Biro Organisasi sebesar 100 Persen. Realisasi pada tahun 2019 sebesar 85 Persen kemudian naik 5 Persen menjadi 90 Persen pada tahun 2020. Dengan capaian realisasi ini menyisakan 10 Persen sampai dengan target akhir tahun dokumen Renstra Biro Organisasi.
d) Presentase unit pelayanan publik berprestasi pada tahun 2019 sudah terealisasi sebesar 80 Persen kemudian naik 10 Persen pada tahun 2020 menjadi 90 Persen. Dari hasil realisasi tersebut masih tersisa 10 Persen sampai dengan akhir tahun target dokumen Renstra Biro Organisasi sebesar 100 Persen.
37
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
4. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan Kinerja dan Solusi Sesuai dengan Perjanjian Kinerja Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTB, terdapat 3 (tiga) Sasaran Strategis dan 4 (empat) Indikator Kinerja. Dari keepat Indikator Kinerja tersebut dapat dinyatakan berhasil dilaksanakan karena telah mencapai capaian realisasi sebesar seratus persen. Adapun penyebab keberhasilan dalam pencapaian target masing-masing adalah sebagai berikut :
➢ Sasaran 1 : Mewujudkan laporan akuntabilitas kinerja yang baik
- Indikator dari sasaran ini adalah presentase laporan akuntabilitas kinerja Perangkat Daerah yang baik, dimana telah terlaksana dengan realisasi 75 Persen sehingga dnyatakan memenuhi target sebesar 100 Persen. Tercapainya realisasi ini tidak lepas dari Monitoring dan Fasilitasi yang dilakukan oleh Biro Organisasi kepada seluruh Perangkat Daerah dan juga peran serta seluruh perangkat daerah yang berperan aktif dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Upaya lain untuk mendukung pencapaian dalam rangka mewujudkan sasaran strategis dan indikator kinerja tersebut di atas, juga dilakukan penyusunan indikator kinerja utama, bimbingan teknis SAKIP, pembinaan, fasilitasi, asistensi, pendampingan, evaluasi, koordinasi dan konsultasi terkait dengan pengembangan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah baik di tingkat daerah/pusat.
➢ Sasaran 2 : Mewujudkan Perangkat Daerah berkualitas dan akuntabel serta pendayagunaan aparatur yang baik
- Indikator Presentase dokumen analisis jabatan, evaluasi jabatan dan analisis beban kerja yang termanfaatkan memiliki target 100 Persen dengan realisasi sebesar 100 Persen sehingga capaian sebesar 100 Persen. Adapun penyebab realisasi pelaksanaan indikator ini adalah Komitmen pimpinan yang tinggi dan seluruh Tim penyusunan Analisis Jabatan, ABK dan Evaluasi Jabatan di seluruh Perangkat daerah untuk segera menyusun dokumen tersebut. Dokumen tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan dalam penyusunan Peraturan Daerah terkait dengan
38
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
Pemberian TPP bagi ASN pada Tahun 2021, sehingga hal ini menjadi faktor pendukung keberhasilan.
- Indikator Presentase kelembagaan Perangkat Daerah sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan menargetkan sebesar 90 Persen, realisasinya sebesar 90 Persen dengan capaian 100 Persen. Adapun penyebab keberhasilan capaian realisasi tersebut adalah adanya Perubahan Peraturan tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja pada Perangkat Daerag yang mengharuskan untuk melakukan Pentaan Kelembagaan. Hal ini tentunya menuntut seluruh Stakeholder di seluruh Perangkat Daerah untuk segera melakukan penyesuain Struktur Organisasinya dengan peraturan yang ada.
➢ Sasaran 3 : Mewujudkan unit kerja pelayanan publik yang berprestasi - Indikator Presentase unit kerja pelayanan publik yang berprestasi
memiliki target 90 Persen, realisasi sebesar 90 Persen sehingga capaian sebesar 100 Persen. Penyebab keberhasilan capaian realisasi tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif dari seluruh Unit Pelayanan yang ada di Nusa Tenggara Barat yang menuangkan inovasinya kedalam lomba yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi NTB (eNTeBeNOVIK) yang nantinya akan dibawa ke tingkat Nasional Melalui Sistem Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK).
Analisis secara komprehensif terhadap pelaksanaan kegiatan Biro Organisasi pada Tahun 2020 berhasil walaupun masih terdapat kekurangan-kekurangan yang merupakan hambatan dengan intensitas kecil, kondisi ini dapat dilihat dari persentase realisasi masing-masing indikator kinerja yang rata-rata mencapai angka 100%. Dari data yang ada maka dapat dihitung persentase rata-rata dari 3 (tiga) Sasaran Strategis dan atau Sasaran Program adalah 100 %, sehingga secara rata-rata jelas terlihat bahwa tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan Biro Organisasi memiliki hasil yang baik.
Faktor penunjang keberhasilan program/kegiatan Biro Organisasi Secara Umum disebabkan oleh:
39
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
a) Kemampuan SDM yang memadai;
b) Sistem komputerisasi pengelolaan keuangan daerah yang dijalankan membantu produktivitas dan efisiensi;
c) Adanya komitmen dan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugas dari semua bagian pada Biro Organisasi;
d) Sarana dan prasarana yang memadai sebagai penunjang dalam percepatan proses pengelolaan keuangan;
e) Adanya dukungan melalui kualitas kebijakan yang dikeluarkan oleh Kepala Biro;
f) Peraturan bersifat normatif yang tegas dan jelas dalam mengatur pengelolaan keuangan daerah.
Dalam melaksanakan kegiatan yang ada pada Biro Organisasi pada Tahun 2020, permasalahan dapat dikurangi sehingga masalah dapat ditekan seoptimal mungkin, namun demikian permasalahan tetap saja ada, antara lain :
a) Belum optimalnya pemahaman unit kerja/aparatur Pemerintah dalam penyusunan dokumen Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Triwulan dan Tahunan), RKT, PK, Rencana Aksi, Renstra, IKU, SOP serta SPM PD/SKPD sehingga penyelesaian penyusunan dokumen tersebut sering terlambat;
b) Pelayanan Publik masih perlu ditingkatkan kualitasnya;
c) Indikator kinerja, program dan kegiatan dalam rencana kerja yang telah ditetapkan oleh Biro Organisasi pada Tahun 2020, tidak sepenuhnya tersedia dana yang cukup dan khusus untuk melaksanakannya.
Terhadap permasalahan yang ada telah dilakukan langkah-langkah antisipatif yang dapat diambil guna pemecahan masalah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut:
a) Mengoptimalkan kemampuan aparatur dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, PK, IKU, RKT, RA, Renstra dan SOP serta SPM melalui pembinaan, asistensi, fasilitasi, pendampingan kepada SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, dan konsultasi/koordinasi dengan Pemerintah Pusat/Daerah;
40
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
b) Peningkatan, pembinaan dan pemberian penghargaan kepada unit kerja pelayanan publik yang berprestasi;
c) Dilakukan pembinaan atau sosialisasi secara intensif ke Kabupaten /Kota se NTB dalam rangka penataan kelembagaan/penataan SKPD;
d) Mengitensifkan koordinasi intern Biro dalam hal perencanaan program dan penganggaran;
e) Untuk kedepannya akan dilakukan monitoring dan evaluasi secara terprogram setiap tahunnya sehingga terjadi keselarasan antar dokumen-dokumen terkait SAKIP (mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan) baik dari segi kinerja maupun pendanaannya.
5. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Realisasi penggunaan anggaran dalam melaksanakan kegiatan terdapat efisiensi anggaran, tanpa mengurangi realisasi kinerja Biro Organisasi pada tahun 2020. Namun terdapat kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan karena adanya relokasi dan refocussing anggaran untuk percepatan penangan COVID-19.
Pada 11 (sebelas) Program yang menjadi penunjang pelaksanaan Sasaran Srategis Biro Organisasi terdapat relokasi anggaran sesuai dengan DPPA Biro Organisasi seperti pada tabel dibawah ini :
Tabel 3.4
Program Penunjang Sasaran Strategis Biro Organisasi hasil Refocussing
No Program Anggaran (Rp)
Semula Menjadi Bertambah/
(Berkurang) 1 Peningkatan Kapasitas
dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi
1.173.459.300,00 443.889.936,00 (729.569.364,00)
2 Evaluasi Kinerja SKPD 63.120.999,00 0,00 (63.120.999,00)
3 Pengembangan Sistem Analisis Jabatan dan Pendayagunaan Aparatur
173.395.468,45 94.817.400,00 (78.578.068,45)
4 Pembinaan dan
Pengembangan Sumber Daya Aparatur
54.140.000,00 0,00 (54.140.000,00)
5 Penataan Daerah Otonomi Baru
258.857.732,55 100.099.627,00 (158.758.105.55)
6 Peningkatan Budaya Kerja 36.556.000.00 0,00 (36.556.000.00)
7 Reformasi
41
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
No Program Anggaran (Rp)
Semula Menjadi Bertambah/
(Berkurang) 9 Pemenuhan Kepatuhan
Pelayanan Publik
40.490.000,00 0,00 (40.490.000,00)
10 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
52.115.000,00 50.840.000,00 (1.275.000,00)
11 Peningkatan
Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik
51.212.000,00 0,00 (51.212.000,00)
JUMLAH 1.983.843.500,00 689.646.963,00 (1.294.196.537,00)
Dari tabel di atas, pada tahun 2020 Program Penunjang Sasaran Strategis Biro Organisasi mengalami pengurangan akibat Refocussing sebesar Rp. 1.294.196.537,00. Hal ini menunjukkan bahwa pengurangan anggaran yang disebabkan oleh Pandemi COVID-19 tidak mengurangi Pelaksanaan Indikator Kinerja dalam pencapaian Sasaran Strategis Biro Organisasi terbukti dari hasil realisasi yang mencapai 100 Persen. Oleh karena itu Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTB bisa dikatakan sangat efisien dalam melaksakan Program dan Kegiatan yang telah ditentukan.
6. Program dan Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan dan Kegagalan Pencapaian Kinerja
a) Program/Kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja sasaran “Mewujudkan laporan akuntabilitas kinerja perangkat daerah yang baik” adalah sebagai berikut :
Tabel 3.5
Program dan Kegiatan Pendukung Keberhasilan Pencapaian Sasaran Mewujudkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Perangkat Daerah Yang Baik
No Program Kegiatan
1 Program peningkatan
kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2 Program Evaluasi Kinerja
SKPD
Penilaian Kinerja SKPD
b) Program/Kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja sasaran “Mewujudkan perangkat daerah berkualitas dan akuntabel serta pendayagunaan aparatur yang baik” adalah sebagai berikut :
42
LAKIP/LKjIP Biro Organisasi Tahun 2020
Tabel 3.6
Program dan Kegiatan Pendukung Keberhasilan Pencapaian Sasaran Mewujudkan Perangkat Daerah Berkualitas Dan Akuntabel Serta
Pendayagunaan Aparatur Yang Baik 2 Program pembinaan dan
pengembangan sumber daya aparatur
Penataan Sumber Daya Aparatur
3 Program penataan daerah
otonomi baru Penataan Perangkat Daerah Provinsi Evaluasi Perangkat Daerah Provinsi c) Program/Kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian
kinerja sasaran “Mewujudkan unit kerja pelayanan publik yang berprestasi” adalah sebagai berikut :
Tabel 3.7
Tabel 3.7