HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Rencana paket atraksi wisata
Atraksi wisata yang ditawarkan tidak hanya fokus pada atraksi wisata bawah laut. Hal ini dilakukan agar kualitas fisik dan ekologi dari sumber daya laut yang menjadi objek utama pengunjung tidak rusak. Paket atraksi terdiri dari atraksi wisata bawah laut, atraksi wisata pantai, dan atraksi wisata darat. Atraksi wisata bawah laut meliputi wisata selam, dan snorkling. Atraksi wisata pantai meliputi wisata dugong watching, dolphin watching, turtle nesting, mangrove
walk, dan cannoeing. Atraksi wisata darat meliputi bird watching dan bird feeding, wisata kuliner, wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata belanja souvenir
Gambar spasial dari paket atraksi wisata dapat dilihat pada Gambar 54. 3. touring plan
Adapun rincian kegiatan pengunjung selama perjalanan wisata mulai dari proses persiapan keberangkatan ke lanskap wisata bahari TNB hingga kembali ke daerah asal, antara lain :
a) persiapan :
Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan perjalanannya, pengunjung memerlukan jasa-jasa Travel Agency, dan Tour Operator atau lainnya. Dari kedua penyedia jasa tersebut pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai obyek wisata dan atraksi wisata apa yang bagus dan menarik di TNB, transportasi apa yang nyaman, dan makanan apa yang enak. Tidak ketinggalan juga penginapan mana yang nyaman dengan biaya yang menarik, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Selanjutnya pengunjung meminta kepada Travel
Agency atau Tour Operator untuk mengurus dokumen perjalanan seperti tiket
masuk, paket program wisata yang dipilih, dan sebagainya. b) menuju pelabuhan :
Dari air port menuju ke pelabuhan pengunjung memerlukan jasa transportasi berupa bus, taxi, dan lain-lain yang akan membawanya ke pelabuhan. c) menuju lokasi wisata :
Pengunjung menyerahkan tiket penyewaan transportasi laut dan tiket masuk lokasi wisata yang telah diurus oleh Travel Agency dan Tour Operator. Kemudian pengunjung menuju lokasi lanskap wisata bahari TNB.
d) sampai di tempat tujuan wisata :
Pengunjung langsung mendatangi loket masuk untuk memperlihatkan tiket masuk, kemudian selanjutnya beristirahat pada fasilitas yang telah disediakan. Jika pengunjung menginap, maka langsung masuk kedalam penginapan untuk menyimpan barang bawaan. Jika tidak, pengunjung dapat menikmati hidangan makanan khas yang dijual oleh kios makanan/minuman, kemudian melaksanakan atraksi wisata yang diminati. Atraksi wisata seperti selam, snorkling atau wisata darat lainnya seperti wisata tracking, wisata mangrove walk, wisata dugong
Gambar 54 Rencana paket atraksi wisata bahari di TNB
Rencana Paket Atraksi Wisata Bahari Taman Nasional Bunaken
watching, wisata turtle nesting, dan wisata sejarah atau berkeliling untuk
berwisata belanja.
e) kembali ke penginapan :
Pengunjung yang tidak menginap kembali pulang ke daerah asal diantar dengan transportasi laut ke pelabuhan. Namun pengunjung yang menginap, kembali ke penginapan untuk beristirahat.
f) hari berikutnya :
Pengunjung melakukan perjalanan mengelilingi lanskap wisata TNB sekaligus wisata belanja melihat kerajinan tangan yang menjadi souvenir atau oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah.
g) kembali ke daerah asal :
Pengunjung diantar kembali ke pelabuhan hingga air port sesuai dengan fasilitas transportasi yang telah dipesan ke Travel agency dan Tour Operator. Gambar spasial dapat dilihat pada Gambar 55.
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi pengelolaan lanskap wisata bahari TNB diperoleh bahwa :
1. lanskap wisata bahari TNB tergolong sangat sesuai untuk dijadikan sebagai lanskap wisata selam dan snorkling sebagai wisata utama, keindahan dan kenyamanan alam TNB sangat memuaskan pengunjung, namun sangat diharapkan adanya peningkatan jenis atraksi wisata, sarana, dan prasarana serta peningkatan kebersihan,
2. pengelolaan lanskap wisata TNB pada umumnya berjalan tanpa adanya dukungan penuh dari pihak pemerintah setempat, kurangnya koordinasi terjadi antara pihak pengelola dan pemerintah, serta masyarakat yang terlibat dalam lanskap wisata bahari TNB, ditemukan bahwa sumber daya manusia masih sangat kurang terutama dalam pengamanan lanskap, penjagaan loket masuk, dan guide wisata,
3. strategi pengelolaan lanskap wisata berbasis ekologi yang terpadu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia serta peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana wisata,
4. lanskap wisata bahari TNB mengalami kelebihan kapasitas daya dukung pada spot-spot penyelaman dan snorkling, sehingga adanya alternatif pemanfaatan lanskap wisata selain di bawah laut yaitu pantai dan daratan, diperlukan sebagai solusinya sehingga disusun suatu rekomendasi pengelolaan lanskap wisata bahari TNB.
6.2 Saran
Rekomendasi pengelolaan lanskap wisata untuk lanskap wisata bahari TNB yang diusulkan sebagai berikut :
- peningkatan efektivitas kerja dan menjaga hubungan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan lanskap wisata TNB agar kebersihan, keindahan, kenyamanan serta keamanan pengunjung terus ditingkatkan,
- pelestarian dan pengelolaan sumber daya hayati yang beragam berdasarkan daya dukungnya, menambah program wisata selain wisata bawah laut, atraksi wisata yang lebih atraktif, dan menambah fasilitas di area yang selama ini pemanfaatannya belum maksimal,
- peningkatan kekuatan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pihak Balai TNB,
- peningkatan pelayanan pengunjung melalui promosi untuk meningkatkan jumlah pengunjung,
- penyusunan jadwal program dan paket wisata serta peningkatan jumlah variasi paket wisata dan atraksi wisata di bagian daratannya agar lebih memudahkan pengunjung dalam memenuhi kebutuhan wisatanya,
- peningkatan kegiatan pemeliharaan sumber daya alam dan fasilitas wisata dalam lanskap serta pembatasan penggunaan tapak terutama pada penggunaan spot penyelaman dan snorkling yang berlebihan dengan mengatur jumlah pengunjung yang ingin berwisata dengan membatasi jumlah pengunjung selain itu pengaturan mobilitas pengunjung juga harus diperhatikan,
- pemberlakuan hari dimana TNB tidak beroperasi untuk mengistirahatkan tapak sehingga sumber daya alam sebagai objek wisata yang ada di dalamnya dapat terjaga daya dukung ekologi,
- penyiapan transportasi laut dengan peralatan keselamatan yang lengkap dan penyebaran informasi mengenai cuaca setiap waktu di TNB melalui setiap pelabuhan-pelabuhan kapal boat yang ada di luar lanskap.