AGENDA MENGAJAR
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO. 01
Sekolah : SMK Negeri 1 Yogyakarta
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggunggjawab, peduli
(gotong-royong, kerjasama,toleran, damai )
3. Memahami,menerapkan, menganalisis, pengetahuan faktual,Konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan
,kenegaraan, dan peradapan terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah abstrak terkait pengembangan dari yang dipelajari nya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai keilmuan
5.
B. Kompetensi Dasar
3.1. Menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM dalam rangka pelindungan dan pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
4.1. Menyaji kasus–kasus pelanggaran HAM dalam rangka perlindungan dan pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1. Menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah menggali informasi dan diskusi siswa dapat :
1. Menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM dengan baik
E. Materi Pembelajaran
Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Pelanggraan Hak Asasi Manusia menurut UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM pasal 1 angka 6 adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang, termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau sekelompk orang yang dijamin oleh undang-undang ini, dan tidak mendapatkan, atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
Pelanggaran HAM meliputi pelanggaran hak asasi manusia yang dapat bersifat kejahatan biasa(ordinary crimes)dan kejahatan luar biasa(extraordinary crimes). Contoh yang termasuk kejahatan biasa antara lain pemukulan, penganiayaan, pencemaran nama baik, dan menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya. Dunia internasional mengakui beberapa pelanggaran HAM yang bersifat berat antara lain kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
a) Kejahatan genosida
UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM mendefinisikan kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama, dengan cara :
- Membunuh anggota kelompok
- Mengakibatkan penderitaan fisik dan mental yang berat terhadap aggota-anggota kelompok
- Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya.
- Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok
- Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain Contoh kejahatan genosida yang terjadi dalam sejarah dunia antara lain :
- Pembunuhan terhadap kaum etnis Yahudi Eropa selama Perang Dunia II yang dilakukan oleh Nazi Jerman.
- Genosida terhadap sekitar 100.000 suku bangsa Bosnia dan Kroasia di Bosnia oleh pasukan Serbia pada perang Bosnia 1992-1995.
- Pembunuhan terhadap kurang lebih 800.000 suku Tursi dan Hutu moderat oleh sekelompok ekstremes Hutu selama periode 100 hari pada tahun 1994 di Rwanda. b) Kejahatan terhadap kemanusiaan
Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang ditujukan kepada penduduk sipil.
Kasus-kasus Pelanggaran HAM
Banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia yang disebabkan karena manusia lebih mengedepankan hak daripada kewajiban asasinya. Beberapa contoh kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia adalah :
- Kerusuhan Tanjung Priok, tanggal 12 September 1984. Dalam kasus ini sebanyak 24 orang tewas, 36 orang luka berat dan 19 orang luka ringan.
- Pelanggaran HAM di daerah konflik yang diberi status Daerah Operasi Militer (DOM), di Aceh. Peristiwa ini telah menimbulkan bentuk-bentuk pelanggaran HAM terhadap penduduk sipil yang berupa penyiksaan, penganiayaan, dan pemerkosaan yang berulang-ulang dan dengan pola yang sama.
- Sepanjang tahun 80-an, dalam rangka menanggulangi aksi-aksi kriminal yang semakin meningkat, telah terjadi pembunuhan terhadap “para penjahat” secara misterius yang terkenal dengan istilah “petrus” (penembakan misterius)
- Penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998. Dalam kasus ini korban yang meninggal antara lain: Hery Hartanto, Elang Mulya Lesmana, Hendrawan Sie, Hapidin Royan dan Alan Mulyadi.
- Tragedi Semanggi I pada tanggal 13 November 1998. Dalam kasus ini lima orang korban meninggal, yaitu Bernadus Irmawan, Teddy Mahdani Kusuma, Sigit Prsetyo, Muzamil Joko Purwanto dan Abdullah. Kemudian terjadi lagi tragedi Semanggi II pada tanggal 24 September 1999 yang memakan lima orang korban meninggal yaitu Yap Yun Hap, Salim Ternate, Fadli, Denny Yulian dan Zainal. - Pembunuhan Munir sebagai Aktivis HAM Indonesia, pada tanggal 7 September
2004. Munir tewas dalam perjalanan udara dari Jakarta ke Amsterdam. Munir tewas akibat racun arsenic yang kadarnya sangat mematikan.
F. Pendekatan, Model dan Metode Pendekatan : saintifik
Model : Problem Based Learning Metode : diskusi
G. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan Kesatu:*)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (15 menit)
1. Membuka pelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam 2. Mengabsen siswa
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Memberi pertanyaan apakah peserta didik sudah pernah mendengar kata Hak Asasi Manusia
5. Menyuruh peserta didik mencari materi dari sumber lain b. Kegiatan Inti (60 menit)
1. Stimulus
- sebelum peserta didik memahami berbagai kasus pelanggaran HAM, guru menunjukkan ilustrasi / paparan secara singkat tentang kasus pelanggaran hak asasi manusia
- peserta didik memperhatikan dan mencatat hal-hal penting - peserta didik mengidentfikasi pelanggaran HAM di Indonesia 2. Identifikasi
- peserta didik secara individu menanyakan hal-hal yang belum diketahui berkaitan dengan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia
- peserta didik mengidentifikasikan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia 3. Pengumpulan data melalui eksperimen
- peserta didik menggali informasi yang berkaitan dengan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusai
- peserta didik berdiskusi tentang kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia - guru dan siswa melakukan konfirmasi terkait materi kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia
c. Penutup (15 menit)
- Guru bersama peserta didik melakukan kongevaluasi dan menyimpulkan hasil pembelajaran pertemuan pertama
- Sebelum mengakhiri pelajaran, guru dapat melakukan refleksi terkait dengan kasus pelanggaran HAM “Tragedi Semanggi 1998”
- Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan YME bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan 1. Instrumen dan Teknik Penilaian
Penilaian pengetahuan : soal Penilaian sikap : observasi Penilaian ketrampilan : diskusi
2.Tehnik
Pengetahuan : tes tertulis
Sikap : observasi/Pengamatan Ketrampilan : fortofolio
2. Analisis Hasil Penilaian
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media : video, power point 2. Alat : LCD
3. Bahan :
-4. Sumber Belajar : buku PPKn, internet
Mengetahui Guru Mata Pelajaran,
Niken Hendrawati, S.Pd NIP 19740703 201406 2 001
Yogyakarta, 27 Juli 2016 Mahasiswa PPL,
Oryke Diolla Harnum. NIM 13401244007
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)