SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB VI INDIKATOR KINERJA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN
TERPADU (BPMPT) YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
6
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kulon Progo dibentuk dengan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah. Berdasarkan Perda tersebut, serta Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 73 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pada Unsur Organisasi Terendah Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu, b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di bidang
penanaman modal dan perizinan terpadu,
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu, dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu.
Untuk melaksanakan fungsi tersebut maka Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu mempunyai tugas pokok :
a) Melaksanakan kegiatan penanaman modal;
b) Melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengaduan;
c) Melaksanakan kegiatan pengawasan, pengelolaan data dan informasi; dan d) Melaksanakan kegiatan ketatausahaan.
Adapun Struktur Organisasi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Kulon Progo adalah sebagai berikut :
a. Kepala;
b. Sekretariat terdiri dari :
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan. c. Bidang Penanaman Modal terdiri dari :
1. Sub Bidang Kerjasama dan Promosi; 2. Sub Bidang Fasilitasi dan Pengembangan.
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU
(BPMPT)
Renstra BPMPT 2011-2016
7
d. Bidang Pelayanan dan Pengaduan terdiri dari : 1. Sub Bidang Perizinan;
2. Sub Bidang Survei; dan
3. Sub Bidang Pengaduan dan Advokasi.
e. Bidang Pengawasan Data dan Informasi,terdiri dari : 1. Sub Bidang Pengawasan; dan
2. Sub Bidang Data dan Informasi.
f. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu; dan g. Unit Pelaksana Teknis Badan.
Gambar 2.1
Struktur Organisasi BPMPT Kulon Progo
Adapun uraian tugas di Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu sebagai berikut:
1. Sekretariat
Sekretariat mempunyai fungsi pelaksanaan kegiatan umum dan kepegawaian, serta perencanaan dan keuangan. Sekretariat mempunyai tugas :
a. melaksanakan kegiatan umum dan kepegawaian;
KEPALA
BIDANG PENANAMAN MODAL
SUBID KERJASAMA & PROMOSI
SUBID FASILITASI & PENGEMBANGAN BIDANG PELAYANAN DAN PENGADUAN SUBID PERIZINAN SUBID SURVEI SUBID PENGADUAN & ADVOKASI BIDANG PENGAWASAN DATA & INFORMASI SUBID PENGAWASAN
SUBID DATA & INFORMASI SEKRETARIAT
SUBAG UMUM & KEPEGAWAIAN
SUBAG PERENCANAAN &
8
b. melaksanakan kegiatan perencanaan dan keuangan; c. mengkoordinir pelaksanaan kegiatan Badan;
d. memantau, mengendalikan dan mengevaluasi kinerja serta dampak pelaksanaan program dan kegiatan; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan berkaitan dengan bidang tugasnya.
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian melaksanakan kegiatan ke rumahtanggaan, perlengkapan, ketatausahaan, kehumasan serta administrasi kepegawaian
Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengendalian rencana serta program kerja, koordinasi, dokumentasi, informasi dan pelaporan serta koordinasi administrasi keuangan.
2. Bidang Penanaman Modal
Bidang Penanaman Modal mempunyai fungsi penyelenggaraan kerjasama dan promosi serta fasilitasi dan pengembangan penanaman modal. Bidang Penanaman Modal mempunyai tugas :
a. menyelenggarakan kegiatan kerjasama dan promosi;
b. menyelenggarakan kegiatan fasilitasi dan pengembangan; dan
c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan berkaitan dengan bidang tugasnya.
Sub Bidang Kerja Sama dan Promosi mempunyai tugas melaksanakan kerja sama dan promosi penanaman modal.
Sub Bidang Fasilitasi dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi dan pengembangan penanaman modal
3. Bidang Pelayanan dan Pengaduan
Bidang Pelayanan dan Pengaduan mempunyai fungsi pelayanan perizinan terpadu, survei serta informasi dan penanganan aduan. Untuk menyelenggarakan fungsi Bidang Pelayanan dan Pengaduan mempunyai tugas :
a. menyelenggarakan kegiatan pelayanan perizinan terpadu; b. menyelenggarakan kegiatan survei;
c. menyelenggarakan kegiatan penanganan aduan dan advokasi; dan
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan berkaitan dengan bidang tugasnya.
Sub Bidang Perizinan mempunyai tugas melaksanakan penerimaan, pemrosesan dan penerbitan perizinan dan non perizinan
Renstra BPMPT 2011-2016
9
Sub Bidang Survei mempunyai tugas melaksanakan peninjauan lokasi.
Sub Bidang Pengaduan dan Advokasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pengembangan sistem informasi dan penanganan aduan
4. Bidang Pengawasan Data dan Informasi
Bidang Pengawasan Data dan Informasi mempunyai fungsi pelaksanaan pengawasan internal dan perizinan, pengelolaan data dan informasi penanaman modal dan perizinan terpadu. Bidang Pengawasan Data dan Informasi mempunyai tugas :
a. menyelenggarakan kegiatan pengawasan;
b. menyelenggarakan kegiatan pengelolaan data dan informasi; dan
c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan berkaitan dengan bidang tugasnya.
Sub Bidang Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan pengendalian penanaman modal dan perizinan terpadu.
Sub Bidang Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi.
2.2. Sumberdaya Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT)
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) didukung oleh sumber daya dengan kondisi sebagai berikut:
Tabel 2.1.
Data Pegawai BPMPT menurut Golongan Ruang Tahun 2014
No Jabatan Golongan Ruang Jml
Gol.I GoI lI Gol III Gol IV
1 Kepala - - 1 1
2 Sekretaris - - 1 1
3 Subag Umum dan Kepegawaian - 2 2 - 4
4 Subag Perencanaan dan Keuangan - 1 4 - 5
5 Kabid Penanaman Modal - 1 - 1
6 Subid Kerjasama dan Promosi - - 2 - 2
7 Subid Fasilitasi dan Pengembangan - - 3 3
8 Kabid Pelayanan dan Pengaduan - - - 1 1
9 Subid Survey - 1 3 4
10 Subid Pengaduan dan Advokasi - 1 2 - 3
11 Subid Perizinan - 3 5 - 8
12 Kabid Pengawasan, Data dan Informasi - - - 1 1
13 Subid Pengawasan - - 1 1 2
14 Subid Data dan Informasi - 1 1 - 2
Jumlah - 8 25 5 38
10
Pegawai di Badan Penanaman Modal Kabupaten Kulon Progo didominasi oleh pegawai dengan Golongan III, kemudian diikuti pegawai dengan golongan II, dan golongan IV. Hal ini dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Gambar 2.2
Jumlah Pegawai BPMPT berdasarkan Golongan Ruang Tahun 2014
Sedangkan kondisi pegawai menurut jenis kelamin digambarkan dalam tabel berikut : Tabel 2.2.
Data Pegawai BPMPT menurut Jenis Kelamin Tahun 2014
No Jabatan Jenis Kelamin Jml
Pria Wanita
1 Kepala 1 - 1
2 Sekretaris 1 - 1
3 Subag Umum dan Kepegawaian 1 3 4
4 Subag Perencanaan dan Keuangan 1 4 5
5 Kabid Penanaman Modal 1 - 1
6 Subid Kerjasama dan Promosi 1 1 2
7 Subid Fasilitasi dan Pengembangan 2 1 3
8 Kabid Pelayanan dan Pengaduan 1 - 1
9 Subid Survey 4 - 4
10 Subid Pengaduan dan Advokasi 1 2 3
11 Subid Perizinan 5 3 8
12 Kabid Pengawasan, Data dan Informasi 1 - 1
13 Subid Pengawasan 2 - 2
14 Subid Data dan Informasi 2 - 2
Jumlah 24 14 38
Sumber data : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian .
Komposisi pegawai Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu berdasarkan jenis kelamin digambarkan dalam grafik 2.3 di bawah ini :
0; 0%
8; 21%
25; 66% 5; 13%
Komposisi Pegawai berdasarkan Golongan Ruang
Gol.I GoI lI Gol III Gol IV
Renstra BPMPT 2011-2016
11
Gambar 2.3
Jumlah Pegawai BPMPT Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2014
Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa komposisi Pegawai Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu lebih banyak pegawai pria dibandingkan dengan pegawai wanita.
Kondisi personalia komposisi pegawai Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu berdasarkan tingkat pendidikan, didominasi oleh kualifikasi pendidikan S1 (14 orang), kemudian diikuti oleh pendidikan SLTA (14 orang), S2 (6 orang), D3 (3 orang) dan SLTP (1 orang). Dengan demikian berdasarkan tingkat pendidkan pegawai yang dimiliki, secara umum kondisi personalia Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu kurang dari segi kuantitas (terutama Bidang Penanaman Modal dan Bidang Pengawasan Data Informasi dan Pengawasan), namun secara kualitas jumlah personil cukup memadai dalam menunjang kinerja organisasi. Kondisi tersebut digambarkan pada table dan grafik di bawah ini :
0 5 10 15 20 25 Jenis Kelamin 24 14
Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
Pria Wanita
12
Tabel 2.3.
Data tingkat pendidikan pegawai BPMPT Tahun 2014
No Jabatan Tingkat Pendidikan JML. SLTP SLTA D-3 / AKTA S-1 S-2 1 Kepala - - - - 1 1 2 Sekretaris - - - - 1 1
3 Subag Umum dan Kepegawaian 1 2 - 1 - 4
4 Subag Perencanaan dan Keuangan - 3 - 2 - 5
5 Kabid Penanaman Modal - - - 1 - 1
6 Subid Kerjasama dan Promosi - - - 1 1 2
7 Subid Fasilitasi dan Pengembangan - 1 - 2 - 3
8 Kabid Pelayanan dan Pengaduan - - - 1 - 1
9 Subid Survey - 2 1 1 - 4
10 Subid Pengaduan dan Advokasi - 1 - 2 - 3
11 Subid Perizinan - 4 2 1 1 8
12 Kabid Pengawasan, Data dan Informasi - - - - 1 1
13 Subid Pengawasan - - - 1 1 2
14 Subid Data dan Informasi - 1 - 1 - 2
Jumlah 1 14 3 14 6 38
Sumber data : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Gambar 2.4
Jumlah Pegawai BPMPT berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2014
Adapun kondisi sarana dan prasarana pendukung pelaksanakan tugas pokok dan fungsi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu adalah sebagai berikut :
SLTP 2% SLTA 37% D-3 / AKTA 8% S-1 37% S-2 16%
Komposisi Pegawai Berdasarkan Pendidikan
SLTP SLTA D-3 / AKTA S-1 S-2
Renstra BPMPT 2011-2016
13
Tabel 2.4.
Kondisi Asset BPMPT tahun 2013-2014
No. Nama Barang/ Prasarana 2013 2014
Jumlah (Unit) Kondisi Baik % Jumlah (Unit) Kondisi Baik % 1 Tanah 1 1 100 1 1 100 2 Bangunan 2 2 100 2 2 100 3 Mobil 3 3 100 3 3 100 4 Motor 7 7 100 8 8 100 5 Komputer 15 15 100 15 15 100 6 Mesin ketik 3 3 100 3 3 100 7 Mesin Antrian 1 1 100 1 1 100 8 Finger Scan 1 1 100 1 1 100 9 Brankas 1 1 100 1 1 100 10 Filling Kabinet 7 7 100 7 7 100 11 Filling Kayu/Bacdrop 2 2 100 2 2 100 12 White Board 2 2 100 2 2 100 13 Display 1 1 100 1 1 100 14 Almari 12 6 50 12 6 50 15 Kursi Kerja 54 38 70 54 38 70 16 Meja Rapat 4 4 100 4 4 100 17 Rak Arsip 8 8 100 8 8 100 18 Meja Resepsionis 9 9 100 9 9 100
19 Meja Kutsi tamu 5 2 40 5 2 40
20 Bangku Tunggu 9 9 100 9 9 100 21 Gorden 6 6 100 6 6 100 22 AC 4 4 100 4 4 100 23 Meja Komputer 2 1 50 2 1 50 24 Kipas Angin 1 1 100 1 1 100 25 TV 3 3 100 3 3 100 26 Wereles 2 2 100 2 2 100 27 UPS 1 1 100 1 1 100 28 Kamera Digital 2 2 100 3 3 100 29 Handycamp 1 1 100 1 1 100 30 GPS 0 0 0 1 1 100 31 Dispenser 2 2 100 2 2 100
32 Internet APC /UPS 1 1 100 1 1 100
33 Perangkat SMS Gateway 1 1 100 1 1 100 34 Tauch Screen 1 1 100 1 1 100 35 Laptop 4 4 100 4 4 100 36 LCD Proyektor 2 1 50 1 - - 37 Scanner 2 2 100 2 2 100 38 Printer 8 8 100 8 8 100 39 Jaringan Komputer 1 1 100 1 1 100 40 Kursi Rapat 39 38 97 39 38 97 41 Telephon 1 1 100 1 1 100 42 Faximile 2 2 100 2 2 100 43 Buku 10 10 100 10 10 100
14
No. Nama Barang/ Prasarana 2013 2014
Jumlah (Unit) Kondisi Baik % Jumlah (Unit) Kondisi Baik % 44 Meja Kerja 53 37 70 53 37 70 45 Meja 1 1 100 1 1 100
Sumber data : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Tabel tersebut menggambarkan bahwa kondisi sarana dan prasarana BPMPT sebagian dalam kondisi baik.
2.3. Kinerja pelayanan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT)
Pencapaian kinerja pelayanan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) selama 2 periode RKPD dapat dilihat pada tabel 2.5 sebagai berikut :
Renstra BPMPT 2011-2016
15 Tabel 2.5
Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kulon Progo
No. Indikator Kinerja sesuai tugas dan fungsi SKPD Satuan Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya
Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian
Tahun
Rasio Capaian Pada Tahun
2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
A Urusan Penanaman Modal SPM
1 Kebijakan Penanaman Modal Sector 1 5 5 5 5 5 5 5 100 100
Tersedianya informasi peluang usaha sektor/bidang unggulan
2 Kerjasama Penanaman Modal Oleh PDPKM fasilitasi pemerintah daerah dalam rangka kerjasama kemitraan antara UMKMK tingkat Kabupaten/Kota dengan pengusaha tingkat Provinsi/Nasional
Jumlah Potensi Pengusaha Provinsi / Nasional yang berminat melakukan kemitraan dengan UMKMK tingkat Kabupaten/Kota
Pengusa ha
40 40 40 40 40 40 40 40 100 100
3 Promosi Penanaman Modal Terselenggaranya promosi peluang penanaman modal ditingkat nasional.
Kali 1 4 4 3 3 3 4 4 100 100
Terselenggaranya promosi peluang penanaman modal ditingkat kabupaten/kota.
Kali 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
4 Pelayanan Penanaman Modal adalah Pemberian segala bentuk persetujuan untuk melakukan penanaman modal yang diterbitkan oleh Pemerintah
Kabupaten/Kotasesuai kewenangannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
Renstra BPMPT 2011-2016
16 No. Indikator Kinerja sesuai tugas dan fungsi
SKPD Satuan Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya
Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian
Tahun
Rasio Capaian Pada Tahun
2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2012 2013
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
5 Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
Terselenggaranya bimbingan pelaksanaan Kegiatan Penanaman Modal kepada masyarakat dunia usaha
Kali 1 2 2 2 2 2 2 2 100 100
6 Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal
Terimplementasikannya Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE).
% 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
7 Penyebarluasan, Pendidikan dan Pelatihan Penanaman Modal.
100 100 100 100 100 100 100 100 100
Terselenggaranya sosialisasi kebijakan penanaman modal kepada masyarakat dunia usaha
Kali 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
IKK
1 Kenaikan / penurunan Nilai Realisasi PMDN (milyar rupiah)
% 100 6,00% 6,00% 14048,74% 0,04% 0,05% 31,73% 146,53% ... ...
IKU SKPD
1 Cakupan realisasi nilai investasi 100 114.207 121.059 17.128.322 17.136.021 17.144.182 3.236.109 5.765.630 100 100
2 Peningkatan jumlah investor PMA/PM
DN
22 3 3 3 4 5 3 3 100 100
3 Jumlah izin yang diterbitkan Izin 34.176 3.850 3.900 4.000 4.100 4.200 4.516 4.126 117 105
Renstra BPMPT 2011-2016
17
Berdasarkan tabel di atas, target Standar Pelayanan Minimal (SPM) sudah tercapai 100 %, target Indikator Kinerja Kunci (IKK) sudah tercapai 100 %. Sedangkan Anggaran dan realisasi belanja pendanaan pelayanan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) serta anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) secara berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2.6 dan Tabel 2.7.
Renstra BPMPT 2011-2016
18
Tabel 2.6.
Anggaran dan Realisasi Belanja Pendanaan Pelayanan SKPD Kabupaten Kulon Progo
Program dan Kegiatan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
rata- rata pertumbuhan (%)
Anggaran realisasi rasio
2012 2013 2014 2012 2013 2012 2013 anggaran realisasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Belanja Tidak Langsung 1.658.314.134 1.962.344.864 2.049.712.627 1.575.205.158 1.867.850.034 0,95 0,95 11,39 18,58 Belanja Pegawai 1.658.314.134 1.962.344.864 2.049.712.627 1.575.205.158 1.867.850.034 0,95 0,95 11,39 18,58 Belanja Langsung 730.530.620 936.337.025 974.002.500 672.589.590 901.038.070 0,92 0,96 16,10 33,97 Belanja Pegawai 147.639.000 157.690.000 205.650.000 141.749.900 153.860.000 0,96 0,98 18,61 8,54 Belanja Barang dan Jasa 551.868.620 654.496.025 730.591.900 500.074.690 623.878.470 0,91 0,95 15,11 24,76 Belanja Modal 31.023.000 124.151.000 37.760.600 30.765.000 123.299.600 0,99 0,99 115,30 300,78
Renstra BPMPT 2011-2016
19
Tabel 2.7
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kulon Progo
Uraian
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Rata- rata pertumbuhan Anggaran Realisasi rasio 2012 2013 2014 2012 2013 2012 2013 anggaran realisasi KPM KPT JUMLAH KPM KPT JUMLAH KPM KPT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Urusan Penanaman Modal
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 70.302.550,00 131.400.000,00 201.702.550,00 174.832.900,00 244.449.250 61.089.713 97.783.895,00 158.873.608,00 157.709.688,00 0,87 0,74 0,90 13,25 -0,73
Program peningkatan sarana dan Prasarana
Aparatur 59.937.700,00 61.128.870,00 121.066.570,00 185.327.375,00 164.092.600 58.721.600 50.865.207,00 109.586.807,00 183.264.732,00 0,98 0,83 0,99 20,81 67,23
Program peningkatan kapasitas sumber daya
aparatur - - - 30.000.000,00 - - - - 25.000.000,00 - - 0,83 - -
Program Peningkatan Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 2.095.000,00 1.499.000,00 3.594.000,00 2.912.000,00 5.276.000 2.095.000 1.499.000,00 3.594.000,00 2.902.000,00 1,00 1,00 1,00 31,10 -19,25
Program Penyusunan Dokumen Perencanaan
SKPD 2.288.000,00 2.247.900,00 4.535.900,00 1.999.900,00 5.783.000 2.288.000 2.247.900,00 4.535.900,00 1.997.350,00 1,00 1,00 1,00 66,63 -55,97
Program Pengawasan dan Pengendalian Program 3.630.250,00 1.249.450,00 4.879.700,00 3.203.000,00 3.202.950 3.630.250 1.249.450,00 4.879.700,00 3.203.000,00 1,00 1,00 1,00 -17,18 -34,36
Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama
Investasi 178.379.250,00
-
178.379.250,00 207.893.750,00 197.240.000 175.239.250 - 175.239.250,00 207.090.200,00 0,98 - 1,00 5,71 18,18
Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi
Investasi 30.587.250,00
-
30.587.250,00 127.661.000,00 130.374.900 30.080.750 - 30.080.750,00 123.237.650,00 0,98 - 0,97 159,75 309,69
Program Peningkatan Potensi Sumberdaya,
Sarana, dan Prasarana Investasi 17.465.500,00
-
17.465.500,00 - - 17.465.500 - 17.465.500,00 - 1,00 - - - -100,00
Program Peningkatan Pelayanan dan Fasilitasi
Investasi 15.873.700,00
-
Renstra BPMPT 2011-2016
20
Uraian
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Rata- rata pertumbuhan Anggaran Realisasi rasio 2012 2013 2014 2012 2013 2012 2013 anggaran realisasi KPM KPT JUMLAH KPM KPT JUMLAH KPM KPT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Program Peningkatan Pelayanan Perizinan - 145.047.200,00 145.047.200,00 197.647.600,00 216.083.800 - 140.676.075,00 140.676.075,00 195.084.350,00 - 0,97 0,99 22,80 38,68
Program Intensifikasi Penanganan Pengaduan
Masyarakat - - - 4.859.500,00
7.500.000 - - - 1.549.100,00 - - 0,32 - -
Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi - 5.140.000,00 5.140.000,00 - - - 4.850.000,00 4.850.000,00 - - 0,94 - - -100,00
ProgramMengintensifkanPenanganan Pengaduan
Masyarakat - 2.259.000,00 2.259.000,00 - - - 819.000,00 819.000,00 - -
Renstra BPMPT 2011-2016
21
2.4. Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT)
2.4.1. Tantangan dan Peluang
Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) merupakan institusi yang mempunyai tugas dan fungsi yang berkaitan dengan penanaman modal dan perizinan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) mempunyai tantangan sebagai berikut :
(1) Adanya resistensi sebagian masyarakat terhadap masuknya investasi di Kabupaten Kulon Progo.
(2) Lahan yang akan digunakan untuk investasi dengan status lahan milik masyarakat harganya tinggi, sehingga menimbulkan investasi biaya tinggi (high cost invesment). (3) Minimnya infrastruktur, sarana dan prasarana pada lokasi yang telah ditetapkan sebagai
kawasan strategis ekonomi kabupaten dan kawasan peruntukan industri.
(4) Dasar hukum terkait dengan penanaman modal dan perizinan sebagai acuan pelaksanaan tugas baik secara yuridis teknis maupun operasional belum maksimal / ada tumpang tindih.
(5) Koordinasi antar instansi/lembaga baik pemerintah maupun dunia usaha belum optimal. (6) Pelayanan Perizinan membutuhkan transparansi, akuntabilitas dan kepastian hukum
pelayanan untuk terwujudnya pelayanan prima.
Sedangkan peluang yang dimiliki oleh Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) dalam pengembangan pelayanan adalah :
(1) Mega proyek di Kulon Progo berupa pembangunan pelabuhan perikanan dan rencana pembangunan bandara internasional, pabrik pengolahan pasir besi.
(2) Potensi pengembangan Kawasan Strategis Bidang Pertumbuhan Ekonomi.
(3) Minat investasi di kawasan strategis ekonomi kabupaten dan kawasan peruntukan industri.
(4) Koordinasi perencanaan dan pelaksanaan penanaman modal nasional (5) Perkembangan teknologi informasi.
(6) Penerapan Sistem Pelayanan Informasi Perizinan Secara Elektronik (SPIPISE) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mewujudkan pelayanan prima.
2.4.2. Pelayanan pada Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT)
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 dan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah maka urusan penanaman Modal menjadi kewenangan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT).
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah maka Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) memberikan pelayanan investasi dan pelayanan perizinan. Untuk pelayanan perizinan terdapat 61 izin yang menjadi kewenangan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT).
Renstra BPMPT 2011-2016
23
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu,
b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu,
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu, dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati di bidang penanaman modal dan perizinan
terpadu.
Untuk melaksanakan fungsi tersebut maka Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu mempunyai tugas pokok :
a) Melaksanakan kegiatan penanaman modal;
b) Melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengaduan;
c) Melaksanakan kegiatan pengawasan, pengelolaan data dan informasi; dan d) Melaksanakan kegiatan ketatausahaan.
Fungsi perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu dilaksanakan melalui kegiatan penanaman modal. Fungsi pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu dilaksanakan melalui kegiatan pelayanan dan pengaduan. Fungsi pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu dilaksanakan melalui pengawasan, pengelolaan data dan informasi.
Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi SKPD Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) dan identifikasi isu-isu strategis dapat dilihat pada tabel 3.1 dan tabel 3.2:
BAB III
Renstra BPMPT 2011-2016
24
Tabel 3.1
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD Kabupaten Kulon Progo
Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini
Standar yang Digunakan
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan SKPD INTERNAL (KEWENANGAN SKPD) EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Gambaran pelayanan SKPD Pelayanan fasilitasi investasi UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Peraturan Pemerintah
Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pedoman dan Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal Di Daerah
Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dibidang Penanaman Modal
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 14 Tahun 2009 tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Secara Elektronik
Promosi potensi investasi
Belum representatifnya sarana prasarana kerja (ruangan pelayanan, kendaraan operasional untuk melayani investor, ruang kerja)
Koordinasi antar SKPD dalam fasilitasi investasi
Anggaran promosi
Ketersediaan aturan tentang tata ruang
Rendahnya realisasi investasi
Keterbatasan lahan untuk investasi
Tingginya harga lahan untuk investasi
Belum ada legalitas RDTR sebagai acuan kepastian tata ruang untuk investasi, Aktualitas data potensi
Renstra BPMPT 2011-2016
25
Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini
Standar yang Digunakan
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan SKPD INTERNAL (KEWENANGAN SKPD) EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6)
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan
Nonperizinan Penanaman Modal
Peraturan Daerah
Kabupaten Nomor 21 Tahun 2012 tentang Perlindungan, Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal
Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kulon Progo tahun 2012-2032 Pelayanan perizinan UU No. 25 Tahun 2007
tentang Penanaman Modal Peraturan Pemerintah
Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pedoman dan Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal Di Daerah
Belum representatifnya sarana prasarana kerja (ruangan pelayanan, mobil survey, ruang kerja, papan nama, plakat penunjuk arah) Koordinasi antar SKPD
Beberapa perizinan masih ada yang dilaksanakan oleh SKPD lain
Adanya perbedaan peraturan pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu antara BKPM RI dengan Kementerian Dalam Negeri
Renstra BPMPT 2011-2016
26
Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini
Standar yang Digunakan
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan SKPD INTERNAL (KEWENANGAN SKPD) EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6)
Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dibidang Penanaman Modal
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 14 Tahun 2009 tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Secara Elektronik Peraturan Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal Nomor 5 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal No. 12 Tahun 2013. tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Nonperizinan Penanaman Modal
Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kulon Progo tahun 2012-2032
Belum optimalnya jaringan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik
Belum sinkronnya beberapa peraturan perundang-undangan
Renstra BPMPT 2011-2016
27
Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini
Standar yang Digunakan
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan SKPD INTERNAL (KEWENANGAN SKPD) EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6)
Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Publik pada Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Keputusan Bupati Kulon
Progo Nomor 297 Tahun 2013 Tentang
Pendelegasian Wewenang Pemberian Izin dan Nonperizinan di Bidang Penanaman Modal Kepada Kepala
Pelayanan penyediaan data
UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Peraturan Presiden Nomor
27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dibidang Penanaman Modal
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 14 Tahun 2009 tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Secara Elektronik
Belum representatifnya sarana prasarana kerja (jaringan internet masih terbatas)
Koordinasi antar SKPD
Penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal dari investor
Masih ada perbedaan penghitungan data realisasi investasi
Renstra BPMPT 2011-2016
28
Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini
Standar yang Digunakan
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan SKPD INTERNAL (KEWENANGAN SKPD) EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6)
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 5 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal No. 12 Tahun 2013. tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Nonperizinan Penanaman Modal
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian
Pelaksanaan Penanaman Modal
Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kulon Progo tahun 2012-2032 Kajian terhadap Renstra SKPD BKPM DIY Koordinasi dengan BKPM DIY UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal
Koordinasi antar SKPD Koordinasi dengan BKPM DIY
Belum optimalnya koordinasi Penanaman modal dan perizinan
Renstra BPMPT 2011-2016
29
Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini
Standar yang Digunakan
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan SKPD INTERNAL (KEWENANGAN SKPD) EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pelaporan ke BKPM DIY tepat waktu
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 5 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal No. 12 Tahun 2013. tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Nonperizinan Penanaman Modal
Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kajian terhadap Renstra BKPM RI Kesesuaian produk perencanaan dengan peraturan diatasnya UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Peraturan Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal Nomor 5 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal Nomor