• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Program Investasi Jangka Menengah 2011 – 2016

Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jabungndahuluan

3.2 Arah Kebijakan Rencana Pembangunan (Development Plan)

3.2.2 Rencana Program Investasi Jangka Menengah 2011 – 2016

Dalam rencana pembangunan jangka menengah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah ditetapkan visi pembangunan yaitu “Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Maju, Aman,Adil dan Merata Berlandaskan Iman dan Taqwa”. Dalam rangka

mewujudkan visi tersebut maka telah ditetapkan misi pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai berikut :

1. Peningkatan kualitas dan ketersediaan infrastruktur pelayanan umum

2. Peningkatan kesejahteraan melalui pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan.

3. Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan berbudaya. 4. Meningkatkan perekonomian derah dan pendapatan masyarakat berbasis sumber daya

alam, agrobisnis dan agroindustri yang berwawasan lingkungan.

5. Meningkatkan tata kelola pemerintahan, kepastian hukum dan HAM serta kesetaraan gender.

Untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan maka ditetapkan kebijakan dalam pembangunan yang difokuskan pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka percepatan pembangunan maka diperlukan grand strategi daerah yang akan ditetapkan menjadi kebijakan pembangunan selama 4 (empat) tahun muali dari 2011 hingga 2016. Kebijakan umum pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2011 – 2016 adalah sebagai berikut:

 Kebijakan umum untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tercermin dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pendapatan. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh pengurangan angka kemiskinan, pengurangan tingkat pengangguran.

 Kebijakan umum untuk menjaga kestabilan ekonomi makro yang ditandai dengan eningkatnya daya beli masyarakat, kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat yang didukung oleh kondisi keamanan yang kondusif.

 Kebijakan umum untuk memperkuat dimensi pembangunan yang berkeadilan termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan, pengurangan ketimpangan pembangunan antar kecamatan dan desa serta memperkuat sektor pertanian sebagai basis ekonomi desa.

 Kebijakan umum untuk tata kelola pemerintahan yang baik yang berorientasi pada peningkatan pelayanan pada masyarakat dengan penerapan prinsip – prinsip antara lain transparasi, akuntabilitas, efektifitas dan efesiensi, supremasi hukum, keadilan dan partisipasi masyarakat.

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka disusun beberap strategi dalam pelaksanaannya. Strategi yang berkaitan dengan pembangunan perumahan dan infrastruktur perkotaan yaitu sebagai berikut :

 Pemenuhan fasilitas infrastruktur pelayanan umum jalan dan jembatan

 Penyelenggaraan pembangunan layanan transportasi daerah

 Peningkatan cakupan pelayanan dan kualitas infrastruktur energi dan kelistrikan

 Ketersediaan air bersih dan jaringan irigasi yang merata

 Penyelenggaraan kebutuhan umum perumahan dan permukiman yang layak huni.

Secara keseluruhan arah kebijakan dan strategi yang berkaitan dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan dapat dilihat pada tabel 3.1 Matriks Kajian Kebijakan dan Strategi Pembangunan sebagai berikut :

Tabel 3.1

Matriks Kajian Kebijakan dan Strategi Pembangunan

No Sumber Dokumen Muatan

Kebijakan Strategi

Dokumen Perencanaan Pembangunan

1 RPJP Visi adalah “Tanjung Jabung Barat Maju,

Berdaya Saing, Adil dan Sejahtera” 5 (lima) misi yaitu sebagai berikut :

1. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berahlak mulia dengan mengedepankan pembangunan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan, pengendalian jumlah penduduk, meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan iptek, meningkatnyakualitas kehidupan beragama, mengembangkan budaya yang berbasis iptek dan kearifan lokal. 2. Mewujudkan pemenuuhan kebutuhan infrastruktur yang berkualitas melalui pembangunan transportasi jalan, jembatan, terminal, pelabuhan, pengairan, listrik, telepon, infrastruktur sosial dan infrastruktur ekonomi yang maju serta mampu mendukung kegiatan perekonomian dan pengembangan wilayah secara terpadu.

3. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas yang berbasis pada agroindustri dan sumber

Pembangunan transportasi secara umum sebagai katalisator dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan pemersatu wilayah.

Pembangunan perumahan adalah pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat melalui terciptanya pasar primer yang sehat, efisienm akuntabel, tidak diskriminatif dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penanganan permasalahan persamapahan dalam menciptakan hidup yang sehat akibat

meningkatnya pencemaran lingkunga oleh meningkatnya jumlah sampah yang berasal dari rumah tangga (domestik) dan non rumah tangga yang dibuang ke sungai.

Transportasi jalan merupakan moda transportasi utama yang berperan dalam mendukung pembanguna daerah serta mempunyai kontribusi terbesar dalam melayani mobilitas manusia maupun distribusi komoditi

No Sumber Dokumen Muatan

Kebijakan Strategi

daya alam, dengan memperkuat perekonomian daerah berbasis keunggulan komperatif masing masing wilayah mennuju keunggulan kompetitif dengan membangun ketertarikan sistem produksi, distribusi dan pelayanan serta memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis agribisnis.

4. Mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yanng baik dan menjunjung tinggi supremasi hukum melalui peningkatan kelembagaan dan budaya demokrasi yang lebih kokoh, memperkuat peran masyarakat sipil, memperkuat otonomi daerah, menjamin pengembangan media dan kebebasan media dalam mengkomunikasi kepentingan masyarakat, melakukan pembenahan substansi hukum, struktur hukum dan membudayakan hukum serta menegakan hukum secara adil, konsekuen, tidak diskriminatif dan memihak rakyat kecil dan dengan menjamin keamanan dan ketentraman.

5. Mewujudkan pembangunan daerah yang merata, berkeadilan dan berwawasan lingkungan dengan mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh, keberpihakan pada masyarakat, kelompok dan wilayah yang tertinggal, menanggulangi kemiskinan secara bertahap, menyediakan akses yang sama bagi masyarakat terhadap berbagai pelayanan sosial serta sarana dan prasarana ekonomi dan menghapuskan diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan termasuk diskriminasi gender. Menjaga keseimbangan antarapemanfaatab dab keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan hidup, dengan tetap menjaga fungsi, daya dukung dan kenyamanan dalan kehidupan di masa kini dan masa yang akan datang, melalui pemanfaatan ruang yang serasi anatara penggunaan pemukiman, kegiatan sosial dan ekonomi, dan upaya konservasi; pemanfaatan ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yang berkesinambungan; pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk mendukung kualitas kehidupan, memberikan keindahan dan kenyamanan kehidupan; pemeliharaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayato sebagai modal dasar pembangunan.

perdagangan dan industri.

Transportasi laut mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian untuk meningkatkan peran dan pangsa pasar pelayaran nasional baik pada angkutan dalam negeri maupun kegiatan ekspor – impor.

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dalam melangsungkan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan sehingga mampu hidup sehat, bersih dan produktif.

Pembangunan kelistrikan untuk pengembangan kemampuan pemenuhan kebutuhan tenaga listrik daerah dan peningkatan kemampuan pelayanannya.

Pembangunan telematika untuk meningkatkan kemampuan untuk mendapatkan, memanfaatkan dan mengolah informasi mutlak harus dimiliki untuk memicu

pertumbuhan perekonomian sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Pembangunan sarana dan prasarana berdasarkan konsep pengembangan rencana tata ruang

Pembangunan jaringan drinase yang terintegrasi sebagai prasarana dalam meningkatkan kualitas lingkungan

Penyelenggaraan pengelolaan sampah untuk mencegah pencemaran lingkungan

No Sumber Dokumen Muatan

Kebijakan Strategi

2. RPJM Visi adalah “Terwujudnya Kesejahteraan

Masyarakat Maju, Aman,Adil dan Merata Berlandaskan Iman dan Taqwa”

1. Peningkatan kualitas dan ketersediaan infrastruktur pelayanan umum 2. Peningkatan kesejahteraan melalui

pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan.

3. Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan berbudaya.

4. Meningkatkan perekonomian derah dan pendapatan masyarakat berbasis sumber daya alam, agrobisnis dan agroindustri yang berwawasan lingkungan.

5. Meningkatkan tata kelola pemerintahan, kepastian hukum dan HAM serta kesetaraan gender. Tujuan Kebiajakn Pembangunan : Mewujudkan ketersediaan Infrastruktur pelayamam uimum yang berkualitas dan lebih baik.

1. Pemenuhan fasilitas inftrastruktur pelayanan umum jalan dan jembatan.

2. Ketersediaan air bersih dan jaringan irigasi yang merata. 3. Menyelenggrakan kebutuhan umum

perumahan dan permukiman layak huni.

3 RPIJM Visi adalah “Terwujudnya Kesejahteraan

Masyarakat Maju, Aman,Adil dan Merata Berlandaskan Iman dan Taqwa”

1. Peningkatan kualitas dan ketersediaan infrastruktur pelayanan umum 2. Peningkatan kesejahteraan melalui

pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan.

3. Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan berbudaya.

4. Meningkatkan perekonomian derah dan pendapatan masyarakat berbasis sumber daya alam, agrobisnis dan agroindustri yang berwawasan lingkungan.

5.Meningkatkan tata kelola pemerintahan, kepastian hukum dan HAM serta kesetaraan gender. Kebijakan umum dalam RPIJM yaitu : 1. Kebijakan umum untuk meningkatkan

pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tercermin dari meningkatnya kesejahteraan

1. Pemenuhan fasilitas infrastruktur pelayanan umum jalan dan jembatan

2. Penyelenggaraan pembangunan layanan transportasi daerah 3. Peningkatan cakupan pelayanan dan

kualitas infrastruktur energi dan kelistrikan

4. Ketersediaan air bersih dan jaringan irigasi yang merata

5. Penyelenggaraan kebutuhan umum perumahan dan permukiman yang layak huni

6. Jaringan drinase yang terintegrasi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas lingkungan

7. Penyelenggaraan pengelolaan sampah dalam upaya mencegah pencemaran lingkungan

No Sumber Dokumen Muatan

Kebijakan Strategi

masyarakat dan pemerataan pendapatan. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh pengurangan angka kemiskinan, pengurangan tingkat pengangguran.

2. Kebijakan umum untuk menjaga kestabilan ekonomi makro yang ditandai dengan eningkatnya daya beli masyarakat, kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat yang didukung oleh kondisi keamanan yang kondusif.

3. Kebijakan umum untuk memperkuat dimensi pembangunan yang berkeadilan termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan, pengurangan ketimpangan pembangunan antar kecamatan dan desa serta memperkuat sektor pertanian sebagai basis ekonomi desa.

4. Kebijakan umum untuk tata kelola pemerintahan yang baik yang berorientasi pada peningkatan pelayanan pada masyarakat dengan penerapan prinsip – prinsip antara lain transparasi, akuntabilitas, efektifitas dan efesiensi, supremasi hukum, keadilan dan partisipasi masyarakat.

Dokumen Penataan Ruang

1 RTRW Kabupaten

Tanjung Jabung

Barat

a. perwujudan pembangunan yang merata dan berimbang dalam rangka mengurangi kesenjangan antar wilayah; b. Pemantapan sistem perekonomian perkotaan yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa;

c. Perwujudkan sistem perkotaan dan pusat distribusi yang mampu memacu pertumbuhan wilayah;

d. Perwujudan pertanian untuk mendukung pengembangan perekonomian kabupaten;

e. Pengembangan dan pemanfaatan potensi perikanan secara optimal; f. Perwujudan pembangunan yang

berkelanjutan serta memelihara kelestarian lingkungan hidup;

g. Perwujudan sistem jaringan prasarana seluruh wilayah kabupaten;

h. Peningkatan dan pengembangan potensi pertambangan yang

a. Strategi perwujudan pembangunan yang merata dan berimbang dalam rangka mengurangi kesenjangan antar wilayah yaitu mengembangkan pusat pusat kegiatan untuk mewujudkan keterpaduan, keterkaitan dam keseimbangan perkembangan antar wilayah, memantapkan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), mendorong kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan agar lebih kompetitif dan lebih efektif dalam pengembangan wilayah sekitarnya dan mendorong perkembangan kawasan agar lebih mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah terutama dalam membuka daerah yang terisolir dan mencukupi kebutuhan wilayah yang bertetangga;

b. Strategi perwujudan sistem perkotaan dan pusat distribusi yang mampu memacu pertumbuhan wilayah yaitu mengembangkan Kota Kuala Tungkal sebagai kota modern untuk memicu pertumbuhan beberapa kawasan perkotaan

No Sumber Dokumen Muatan

Kebijakan Strategi

berwawasan lingkungan; dan

i. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan Negara.

lainnya, menjamin kawasan kawasan fungsional kota yang akan dikembangkan dengan sarana dan prasarana yang handal, menyiapkan dukungan prasarana dan sarana yang memadai dalam mendiring tumbuhnya kawasan perkotaan, menyiapkan dukungan prasarana dan sarana yang memadai dalam mendorong tumbuhnya kawasan perkotaa dan mempersiapkan sistem penyediaan perumahan dan permukimian yang handal guna mengantisipasi pertumbuhan kawasan perkotaan;

c.Strategi perwujudan sistem jaringan prasarana seluruh wilayah kabupaten yaitu menata sistem transportasi yang membentuk sistem jaringan pergerakan antar pusat kegiatan dan wilayah pelayanannya, mengembangkan terminal angkutan penumpang, menata sistem transportasi kabupaten dengan simpul-simpul transportasi regional dan nasional, mengembangkan sistem transportasi kawasan perdesaan perkotaan, mengembangkan sistem irigasi yang menjamin tersediannya air sepanjang tahun, terutama untuk mengairi pertanian lahan basah, mengembangkan kawasan permukiman yang memiliki askesibilitas dan pelayanan infrastruktur yang memadai dan mengoptimakan fungsi prasarana lainnya berupa sistem energi, sistem jaringan telekomunikasi, sistem jaringan sumber daya air, dan sistem pengelolaan lingkungan hingga keseluruh wiayah Kabupaten

2 RTRK Kuala Tungkal Kota Kuala Tungkal berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (eksternal), dan terbentuknya pusat-pusat kegiatan kota yang terintegrasi yaitu pusat kota, pusat perdagangan dan jasa, industri, pusat pelayanan sosial, terminal dan permukiman. (fungsi internal)

1. Pemanfaatan ruang untuk kawasan permukiman tersebar di seluruh wilayah kota dengan pola linier mengikuti jaringan jalan, dan mengelompok pada pusat-pusat kegiatan atau pada pusat kota, bagian wilayah kota, atau pada unit-unit lingkungan terkecil di bawahnya;

2. Pemanfaatan ruang untuk fasilitas pendidikan dialokasikan sesuai dengan skala pelayanannya, baik untuk tingkat SD, SLTP maupun SLTA, namun demikian dalam penerapan pengembangannya lebih menekankan pada pemanfaatan fasilitas yang ada;

No Sumber Dokumen Muatan

Kebijakan Strategi

3. Pemanfaatan ruang fasilitas kesehatan skala kota dan regional diarahkan disekitar pusat kota; 4. Pemanfaatan ruang untuk fasilitas

peribadatan seperti halnya fasilitas pendidikan dialokasikan sesuai dengan skala pelayanannya; 5. Pemanfaatan ruang untuk pusat

perdagangan dan jasa skala kota (Central Bussiness Districk) pengembangan lokasinya pada kawasan pusat kota, sedangkan kegiatan perdagangan untuk skala bagian wilayah kota dan lingkungan permukiman alokasinya disebar sesuai dengan skala pelayannya masing-masing di setiap bagian wilayah kota;

6. Pemanfaatan ruang untuk terminal regional diarahkan disekitar pusat kegiatan kota;

7. Untuk pelayanan yang bersifat khusus seperti SPBU, TPA, Instalasi PDAM dan Instalasi PLN ditempatkan pada lokasi yang sesuai dengan karakteristik massing-masing fasilitas tersebut. SPBU lokasinya diarahkan dijalan arteri primer dekat dengan terminal regional, TPA dialokasikan di Kecamatan Batara;

8. Penggunaan lahan untuk konservasi atau jalur hijau menempati lahan pada sekiatr daerah aliran sungai dan daerah berawa/lahan gambut. Sedangkan untuk penempatan taman lebih diarahkan pada estetika lingkungan kota. Lokasi taman ini dialokasikan sesuai dengan tingkat pelayannya mulai dariu taman kota, taman tingkat BWK dan taman lingkungan; 9. Untuk kawasan militer

pengembangnnya diarahkan disekitar jalan arteri primer; 10. Untuk jaringan jalan

pemanfaatanya lebih ditujukan pada upaya untuk meningkatkan aksesibiltas penduduk kota serta meningkatkan pelayanan transportasi agar dapat memberikan tingkat pelayanan yang optimal;

Pemanfaatan ruang untuk lahan cadangan pengembangan kota pada dasarnya merupakan lahan-lahan potensial bagi pengembangan fisik kota yang hingga akir tahun perencanaan belum akan dimanfaatkan, oleh sebab

No Sumber Dokumen Muatan

Kebijakan Strategi

itu untuk semnetara lahan-lahan tersebut dapat difungsikan sebagai lahan kebun campuran atau kegiatan pertanian

3 RP4D Visi adalah “Setiap Rumah Tangga

Menghuni Rumah Yang Layak dan Berkelanjutan”

Misi terdiri dari 5 (lima) yaitu :

a. Mewujudkan ekonomi kerakyatan sehingga masyarakat berpenghasilan rendah memiliki kemampuan membangun ekonomi keluarga dan mandiri;

b. Mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan dengan membangun daerah yang tertinggal, mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh, keberpihakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, menanggulangi kemiskinan secara bertahap, menyediakan akses yang sama bagi masyarakat terhadap berbagai pelayanan sosial ekonomi serta sarana dan prasarana ekonomi dan menghapuskan diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan;

c. Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan SDA, keberlanjutan SDA serta lingkungan hidup. Tetap menjaga fungsi lahan di kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan, daya dukung dan pemanfaatan ruang untuk perumahan dan permukiman sebagai modal dasar pembangunan;

d. Mewujudkan pembangunan perumahan dan permukiman dengan kepadatan rendah di kawasan yang memiliki fungsi konservasi (hutan lindung, hutan produksi dan hutan kota) guna mempertahankan fungsi resapan air, fungsi penyangga dan fungsi ruang terbuka hijau. Untuk itu diperlukan perangkat kebijakan berupa peraturan pengedalian peruntukan yang ketat; e. Mewujudkan pembangunan perumahan

dan permukiman di luar sempadan kawasan koridor sepanjang sungai yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan melaksanakan perbaikan lingkungan dan reorientasi agar selalu menjaga kebersihan dari limbah serta keindahan lingkungan sepanjang bantaran sungai secara terpadau dan selaras denga tata bangunan perumahan dam permukiman asri; f. Mewujudkan pembangunan perumahan

Pengembangan peraturan perundang undangan dan pemantapan kelembagaan di bidang perumahan dan permukiman serta fasilitasi pelaksanaan, penataan ruang kawasan permukiman yang transparan dan partisipatif yang meliputi penyusunan bebagai peraturan daerah dalam penyelenggaraan perumahan dan permukiman, pemantapan kelembagaan dengan mendorong terbentuknya lembaga perumahan dan permukiman yang handal, responsif serta peningkatan kapasitas pelaku di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pengawasan konstruksi dan keselamatan bangunan perumahan dan permukiman.

Pemenuhan kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau dengan menitik beratkan pada masyarakat miskin dan berpendapatan rendah dalam bentuk pengembangan sistem pembiayaan dan pemberdayaan pasar perumahan (pasar primer dan pasar sekunder), pengembangan perumaha swadaya, pengembangan berbagai jenis dan mekanisme subsidi perumahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, pemenuha kebutuhan peruahan dan permukiman akibat dampak bencana alam dan kerusuhan, pengelolaan aset gedung dan rumah negara.

Perwujudan kondisi lingkungan yang sehat, harmonis dan berkelanjutan berupa peningkatan kualitas lingkungan permukiman, pengembangan penyediaan prasarana sarana lingkungan permukiman dan penerapan tata lingkungan permukiman.

Mendorong pengembangan perumahan di Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan Pola kasiba Lisba BS pada kawasan pusat pengembangan orde I dan sub pusat pengembangan Orde II, II dan IV.

Mengembangkan perumahan secara vertikal pada wilayah kecamatan yang padat penduduk dengan memperhatika ketersediaan sarana dan prasarana yang ada.

No Sumber Dokumen Muatan

Kebijakan Strategi

dan permukiman di luar sempada kawasan koridor sepanjang pantai sehingga perlu ditingkatkan dan diperketat pengawasannya agar tidak mempengaruhi kerusakan lingkungan alam sepanjang pantai dan mengganggu aliran sungai di hilir terutama bila dilakukan reklamasi pantai.

Kebijakan terkait dalam RP4D yaitu : a. Melembagakan sistem

pemyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman dengan melibatan masyarakat sebagai pelaku utama.

b. Mewujudkan perumahan bagi seluruh lapisan masyarakat sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia.

c. Mewujudkan permukiman yang berkelanjutan, responsif, yang mendukung pengembangan jati diri, produktivitas dan kemandirian masyarakat

Meremajakan dan merehabilitasi lingkungan yang menurun kualitasnya dan diupayakan dikembangkan menjadi Rumah Susun Sederhana yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungannya.

Melestarikan lingkungan perumahan lama yang mempunyai karakter khusus antara lain yang termasuk kawasan lindung cagar budaya dan alih fungsi dan perubahan fisik bangunan