A. Program Umum
B. Program yang Terkait Dengan Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi
BAB VI INDIKATOR KINERJA MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
BAB VII PENUTUP Lampiran
5
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
1. Tugas Pokok dan Fungsi
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah No 12 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang Penanaman Modal dan Pelayanan .Terpadu Satu Pintu.
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dibidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
d. Pelaksanaan administrasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
6 2. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo berdasarkan Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 50 Tahun 2016 sebagai berikut :
STRUKTUR ORGANISASI
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SUKOHARJO BIDANG PELAYANAN PERIZINAN PEREKONOMIAN PEREKONOMIAN KEPALA DINAS BIDANG PELAYANAN PERIZINAN PARSOSBUD SUB BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN BIDANG PELAYANAN PERIZINAN PEKERJAAN UMUM SEKSI VERIFIKASI PERIZINAN PEKERJAAN UMUM SEKSI PELAYANAN PERIZINAN PEKERJAAN UMUM BIDANG PENANAMAN MODAL
SEKSI PROMOSI DAN KERJASAMA SEKSI PERENCANAAN DAN
PENGEMBANGAN PENANAMAN MODAL
SUB BAGIAN UMUM DAN KEPAGAWAIAN
SEKRETARIS SEKSI PENERBITAN PERIZINAN PEKERJAAN UMUM SEKSI PENERBITAN PERIZINAN PARSOSBUD
BIDANG PENGADUAN DATA DAN TEKNOLOGI
INFORMASI
SEKSI DOKUMENTASI DAN ARSIP SEKSI INFORMASI DAN
PENGADUAN SEKSI VERIFIKASI PERIZINAN PARSOSBUD SEKSI PELAYANAN PERIZINAN PARSOSBUD SEKSI PENERBITAN PERIZINAN PEREKONOMIAN SEKSI VERIFIKASI PERIZINAN PEREKONOMIAN SEKSI PELAYANAN PERIZINAN PEREKONOMIAN
SEKSI PENGAWASAN DAN
PENGENDALIAN TEKNOLOGI INFORMASI SEKSI DATA DAN
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
7
B. Sumber Daya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
1. Sumber Daya Manusia
Komposisi pegawai dilingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 (per 3 Januari 2017) dapat dirinci ke dalam tabel-tabel dibawah ini :
1) Berdasarkan distribusi pegawai per Bidang dan Sekretariat
Distribusi Pegawai berdasarkan Bidang
Bidang Jumlah Ket.
a. Kepala Dinas 1
b. Sekretaris Dinas 1
c. Sub Bag Perencanaan dan Keuangan 6
d. Sub Bag Umum dan Kepegawaian 3
e. Kepala Bidang Penanaman Modal 1
f. Seksi Perencanaan & Pengembangan PM 2
g. Seksi Promosi dan Kerjasama 2
h. Seksi Pengawasan & Pengendalian 2 i. Kepala Bidang Pelayanan Perizinan PU 1
j. Seksi Pelayanan Perizinan PU 2
k. Seksi Verifikasi Perizinan PU 2
l. Seksi Penerbitan Perizinan PU 2
m. Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Perekonomian 1 n. Seksi Pelayanan Perizinan Perekonomian 2 o. Seksi Verifikasi Perizinan perekononomian 2
p. Seksi Penerbitan Perizinan Perekonomian - Belum terisi q. Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Parsosbud 1
r. Seksi Pelayanan Perizinan Parsosbud 2 s. Seksi Verifikasi Perizinan Parsosbud 2
t. Seksi Penerbitan Perizinan Parsosbud - Belum terisi u. Kepala Bidang Pengaduan,Data &Teknologi
Informasi
1
8
w. Seksi Dokumentasi dan Arsip 2
x. Seksi Data dan Teknologi Informasi 2
J u m l a h 42
Sumber : Data Per 3 Januari 2017
2) Berdasarkan tingkat pendidikan dan Eselonering
Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Eselon
PENDIDIKAN JUMLAH PEJABAT
STRUKTURAL JUMLAH
a. S2 12 a. Eselon II a -
b. S1 24 b. Eselon II b 1
c. DIPLOMA 1 c. Eselon III a 1
d. SMA/SMK/MA 5 d. Eselon III b 5
e. SMP/MTsN - e. Eselon IV a 15
Jumlah 42 Jumlah 22
Sumber : Data per 3 Januari 2017
3) Berdasarkan Diklat Penjejangan/Struktural Pegawai
Diklat Penjejangan/Struktural Pegawai
NAMA DIKLAT JUMLAH % DARI
TOTAL STAF
a. SPAMEN / DIKLATPIM II - -
b. SPAMA / DIKLATPIM III 6 14,29
c. ADUM / DIKLATPIM IV 11 26,19
J u m l a h 17 40,48
9
4) Berdasarkan Pangkat/Golongan dan Ruang
Pangkat/Golongan dan Ruang Pegawai
PANGKAT/GOLONGAN/RUANG PEGAWAI JUMLAH %
a. Pembina Utama Muda / IV c - -
b. Pembina Tingkat I / IV b 3 7,14
c. Pembina / IV a 7 16,67
d. Penata Tingkat I / III d 13 30,95
e. Penata / III c 8 19,05
f. Penata Muda Tingkat / III b 5 11,90
g. Penata Muda / III a 3 7,14
h. Pengatur Tingkat I / II d 1 2,38
i. Pengatur / II c 2 4,76
j. Pengatur Muda Tingkat I / II b - -
k. Pengatur Muda / II a - -
Jumlah 42 100
Sumber : Data per 3 Januari 2017
2. Sumber Daya Modal
Sebagai penunjang semua program / kegiatan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo dibutuhkan sumber daya modal berupa sarana dan prasarana agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Adapun sarana dan prasarana yang tersedia sesuai data aset Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu per 3 Januari 2017 terdapat sebanyak 467 buah barang senilai Rp 1.883.089.775,- (satu milyar delapan ratus delapan puluh tiga juta delapan puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh lima rupiah), dengan rincian sebagai berikut :
10
Data Aset Barang/Sarana dan Prasarana
No. Uraian Jumlah
Barang
Jumlah Harga (Rp)
1. Tanah 0 0
2. Alat-Alat Angkutan 14 643.375.300,00 3. Alat kantor dan Rumah Tangga 314 849.522.950,00 4. Alat Studio dan Alat Komunikasi 13 85.158.000,00
5. Bangunan Gedung 2 302.923.000,00
6. Buku perpustakaan 124 2.110.525,00
J u m l a h 467 1.883.089.775,00 Sumber : Data per 3 Januari 2017
C. Kinerja Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
1. Kondisi Umum
Kinerja Pembangunan Kabupaten Sukoharjo pada urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu dapat digambarkan melalui indikator :
1.1. Bidang Penanaman Modal : 1.1.1. Jumlah investor
Data Jumlah Investor PMA, PMDN dan Non Fasilitas
Tahun Jumlah Investor
PMA PMDN Non Fasilitas
2011 4 4 554 2012 2 5 552 2013 2 2 435 2014 4 1 333 2015 3 7 387 2016 4 4 477
11 1.1.2. Nilai Investasi
Data Investasi PMA, PMDN dan Non Fasilitas
Tahun Nilai Investasi
PMA PMDN Non Fasilitas
2011 $ 239.548.650 Rp 714.757.157.600,- Rp 385.527.953.832,- 2012 $ 3.750.000 Rp 165.050.000.000,- Rp 4.273.186.756.178,- 2013 $ 19.700.000 Rp 87.765.353.000,- Rp.13.286.435.798.861,- 2014 $ 11.800.000 Rp 29.734.647.002,- Rp 385.965.162.505,- 2015 $ 2.823.118 Rp 762.546.500.000,- Rp 377.508.154.572,- 2016 $ 37.654.200 Rp 777.860.515.000,- Rp 4.510.277.190.759,- Sumber : Data per 31 Desember 2016
1.1.3. Daya serap tenaga kerja
Penyerapan tenaga kerja PMDN. PMA dan Non Fasilitas
Tahun Investor
PMA PMDN Non Fasilitas
2011 6.955 3.420 30.935 2012 125 4.885 8.524 2013 100 1.185 26.849 2014 495 400 13.056 2015 131 3.785 30.701 2016 5.520 3.208 7.954
12 1.2. Bidang Pelayanan Perizinan
1.2.1. Jenis Perizinan yang dikeluarkan dan jumlah pemohon Data Penerbitan Perizinan dan Non Perizinan
No. Jenis Izin Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 1.354 1.069 1.216 1.581 1.540 2. Izin Gangguan (HO) 599 504 531 599 681 3. Izin Reklame 1.289 986 1.165 1.036 1.035 4. Izin Usaha Industri 97 103 118 139 122 5. Surat Izin Usaha Perdagangan
(SIUP)
980 704 780 790 923
6. Tanda Daftar Gudang (TDG) 28 26 29 35 30 7. Tanda Dafttar Perusahaan (TDP) 1.016 794 858 879 1.011 8. Tanda Daftar Usaha Pariwisata
(TDUP)
88 95 84 69 72
9. Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)
57 66 103 69 78 10. Izin Usaha Angkutan 4 4 1 - 4 11. Izin Usaha Pengelolaan Pasar
Tradisional (IUP2T)
- - - - -
12. IZIN Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP)
- 2 - 1 1
13. Izin Usaha Toko Modern (IUTM) 2 7 13 62 13 14. Izin Dispensasi Jalan (mulai
Pebruari 2013 tidak lagi di BPMPP)
44 - - - -
Non Perizinan
1. Izin Penelitian - - - 252 401 2. Izin Pra Penelitian - - - 101 80
3. Kuliah Kerja Nyata - - - - 4
4. Praktek Kerja Lapangan - - - - 33 J u m l a h 5.558 4.360 4.898 5.612 6.028
13
Rincian data Perizinan di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2011-2016
No. Tahun Jumlah Perijinan yang masuk Jumlah Perijinan yang selesai Rata-rata waktu Penyelesaian Perijinan Rata-rata waktu Penyelesaian Perijinan terkait investasi Jumlah Obyek Perijinan Jumlah Pengaduan terkait Perijinan Jumlah Pengaduan Perijinan yang ditangani Jumlah Pengaduan Perijinan yang selesai ditangani 1. 2016 6.155 6.028 ± 4 Hari 5 hari 25 15 15 14 2 2015 4.167 4.167 ± 7 Hari 3 Hari 21 5 5 5 3 2014 5.348 5.348 ± 7 Hari 3 Hari 13 6 6 6 4 2013 4.684 4.684 ± 7 Hari 3 Hari 13 4 4 4 5 2012 4.643 4.643 ± 7 Hari 3 Hari 13 6 6 6 6 2011 3.277 3.277 ± 7 Hari 3 Hari 13 4 4 4
14 1.1.4. Realisasi Kinerja Pelayanan Tahun 2016
Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Target Renstra 2016-2021
No Realisasi 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Target
Renstra
% Ket.
I. Prog.Peningkatan promosi dan Kerjasama
Investasi
1. Jumlah kegiatan koordinasi dalam pengendalian pelaksanaan Investasi
1 kl - - - - - 6 kl 16,67
2. Jumlah kegiatan koordinasi perencanaan dan pengembangan penanaman modal
1 kl - - - - - 6 kl 16,67
3. Jumlah keikutsertaan dalam pameran 3 kl - - - - - 18 kl 16,67
4. Jumlah kegiatan sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal
- - - - - - 5 0 Kegiatan
baru (2017) 5. Jumlah Penyelenggaraan Bimbingan Pelaksanaan
Kegiatan Penanaman Modal
- - - - - - 5 0 Kegiatan
baru (2017) 6. Jumlah Kegiatan Konsolidasi Perencanaan dan
Pelaksanaan Penanaman Modal
- - - - - - 5 0 Kegiatan
baru (2017)
II. Prog. Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi
Investasi
1. Jumlah kegiatan kerjasama pemerintah dan pengusaha di bidang investasi
1 kl - - - - - 6 kl 16,67
2. Jumlah laporan perkembangan realisasi penanaman modal
15 3. Jumlah perusahaan yang memdapatkan hak akses
Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Secara Elektronik (SPIPISE)
- - - - - - 50 0 Kegiatan
baru (2017)
4. Jumlah pelaksanaan kegiatan Klinik Laporan Kegiatan Penanaman Modal
- - - - - - 5 0 Kegiatan
baru (2017)
III. Prog. Penyiapan Potensi Sumber Daya, Sarana
dan Prasarana Daerah
1. Jumlah media informasi potensi dan peluang investasi yang dibuat
550 buku
3.300 buku
16,67
IV Prog. Penataan Peraturan Perundang-
undangan
1. Jumlah regulasi/ peraturan perizinan yang disusun 7 - - - - 36 buah 19,44
V. Prog. Pelayanan Perizinan Daerah
1. Jumlah pemeriksaan lapangan oleh Tim Teknis Pelayanan Perizinan
40 kl - - - - 236 16,95
2. Jumlah pemeriksaan lapangan kepada pengusaha yang belum memperpanjang izin dan izin yang sudah melewati batas
10 kl - - - - - 15 66,67
3. Jumlah kegiatan pengembangan aplikasi perizinan 1 kl - - - - - 6 kl 16,67 4. Jumlah penyusunan database perizinan 2
buku
- - - - - 12 buku 16,67
5. Jumlah kegiatan sosialisasi pelayanan perizinan 1 kl - - - - - 6 kl 16,67 6. Jumlah buku profile pelayanan perizinan yang
dibuat 750 buku - - - - - 450 buku 16,67
7. Jumlah kegiatan Standarisasi dan sertifikasi ISO 1 kl - - - - - 1 kl 100 8. Jumlah kegiatan penyusunan IKM (Indeks
Kepuasan Masyarakat)
16 9. Jumlah pengendalian perizinan dan koordinasi
antara pemerintah dan pengusaha / pemohon izin melalui kegiatan pengawasan dan pengaduan perizinan.
6 kl - - - - - 40 15
17
D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan 1. Tantangan
1.1 One Day Service
Sesuai dengan arahan dari Presiden Republik Indonesia semua jenis pelayanan perizinan harus selesai dalam 1 hari (One Day Service). Ditingkat pusat pelayanan perizinan sudah mengacu/ melaksanakan proses pelayanan perizinan yang selesai dalam 1 hari, dengan memangkas/ mengurangi beberapa prosedur yang bisa diringkas untuk mempercepat waktu proses perizinan.
Namun demikian untuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ada beberapa jenis perizinan di Kabupaten Sukoharjo yang proses pelayanan perizinannya belum dapat dilaksanakan dalam 1 hari (One Day Service) karena pelayanan perizinan satu pintu belum optimal. Hal ini disebabkan masih ada kewenangan beberapa jenis perizinan yang memerlukan rekomendasi teknis dari Dinas / Instansi teknis. Hal ini dikarenakan belum seluruh kewenangan diserahkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, maka kondisi saat ini belum mewujudkan proses yang ideal.
1.2 Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber daya manusia yang ada pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu masih kurang memadai baik dari jumlah maupun kualitas (kualifikasi tertentu khususnya dibidang IT), apalagi untuk waktu yang akan datang saat pelayanan perizinan sudah online 1.3 Sarana dan Prasarana
Untuk melaksanakan pelayanan perizinan yang sesuai standar, sarana dan prasarana belum memadai antara lain jumlah komputer dengan spesifikasi tertentu, komputer jaringan serta Tekhnologi Informasi berupa Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Secara Elektronik.
2. Peluang
2.1 Dalam beberapa tahun terakhir Kabupaten Sukoharjo mampu menarik investor dalam jumlah / nilai investasi yang cukup memadai, dalam arti ada tren kenaikan tiap tahun.
18
2.2. Pada Tahun 2017 pelayanan perizinan yang sudah diserahkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ada 82 jenis perizinan, sehingga diharapkan fungsi pelayanan terpadu satu pintu dapat lebih optimal.
2.2 Peluang kerjasama dengan berbagai pihak lain pada tingkat regional maupun Internasional sangat terbuka luas untuk menanamkan investasi di Kabupaten Sukoharjo
19
BAB III
ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK FUNGSI
A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
1. Pelayanan Terpadu Satu Pintu belum optimal
Beberapa jenis perizinan masih berada di Dinas/ Instansi teknis sehingga Pelayanan Perizinan belum Optimal (belum seluruh perizinan diserahkan), yaitu dalam segi waktu, Sumber Daya Manusia dan Anggaran belum efektif dan efisien.
2. Kesadaran masyarakat yang masih kurang memadai untuk memahami pentingnya investasi didaerah
3. Belum adanya kepastian aturan yang mengatur mengenai insentif/ kemudahan bagi Investor (pembebasan/ keringanan bea masuk, pengurangan/ keringanan pajak dll)
B. Telaah Visi Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 1. Visi
Adalah rumusan umum perencanaan yang diinginkan dalam lima tahun mendatang dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk periode tahun 2016 – 2021. Adapun rumusan Visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih sebagai berikut
“Terus membangun Sukoharjo yang lebih sejahtera, maju dan bermartabat didukung Pemerintahan yang Profesional”
Visi Pembangunan Kabupaten Sukoharjo ini diharapkan akan mewujudkan keinginan dan amanat masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Visi Pembangunan Kabupaten Sukoharjo tersebut harus dapat diukur keberhasilannya dalam jangka waktu 5 tahun kedepan, makna yang terkandung dalam Visi tersebut dijabarkan sebagai berkut :
- Sejahtera :
Mengandung makna dalam 5 tahun ke depan akan terjadi semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat, yang diindikasikan dengan meningkatnya pendapatan perkapita penduduk yang berdampak pula
20
pada menurunnya angka kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan pelayanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar
- Maju :
Mengandung makna kondisi pembangunan daerah yang dilandasi bersama untuk mewujudkan masa depan ekonomi , sosial dan lingkungan fisik yang lebih baik, didukung sumberdaya manusia yang unggul, profesional, berperadaban tinggi, berdaya saing/ berakhlak mulia serta berwawasan ke depan
- Bermartabat :
Mengandung makna kondisi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara yang bertumpu pada nilai - nilai budi pekerti dan budaya yang luhur, mengedepankan etika, moral maupun norma agama masyarakat - Profesional :
Mengandung makna bahwa penyelenggaraan pemerintah yang baik (berpatisipatif, akuntabel, transparan dan efisiensi) dan bersih (bebas KKN)
2. Misi
Untuk mewujudkan Visi diatas dijabarkan dalam beberapa Misi yang menjadi pedoman bagi pembangunan Kabupaten Sukoharjo sebagai berikut :
1. Memperkuat Tata Kelola Pemerintah yang Bersih, Efektif dan Transparan
Diimplementasikan dengan :
- Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas
- Meningkatkan partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan publik
2. Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia dan Masyarakat Diimplementasikan dengan:
- Meningkatkan kualitas layanan publik
- Mengurangi ketimpangan antar kelompok ekonomi masyarakat - Mewujudkan pemenuhan pelayanan dasar publik
3. Memperkuat Kemandirian Ekonomi Daerah dengan menggerakkan Sektor Unggulan Daerah
21 - Mewujudkan ketahanan pangan
- Mewujudkan Pelestarian Sumber daya alam, lingkungan hidup dan Pengelolaan Bencana
- Mewujudkan Penguatan Iklim Investasi
- Mewujudkan akselarasi pertumbuhan ekonomi
4. Meningkatkan Kualitas Kehidupan Beragama dan Bermasyarakat Diimplementasikan dengan:
- Mewujudkan fasilitasi kerukunan kehidupan beragama
- Mewujudkan pelestarian seni dan budaya daerah sebagai identitas lokal
5. Mewujudkan Kondisi Masyarakat yang Tentram, Aman dan Dinamis Diimplementasikan dengan:
- Mewujudkan lingkungan yang kondusif bagi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan
Dari uraian Misi tersebut diatas dapat dilihat bahwa dari Tugas dan Fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo adalah mendukung tercapainya Misi ke 3 yaitu Memperkuat Kemandirian Ekonomi Daerah dengan menggerakkan Sektor Unggulan Daerah, khususnya dalam mewujudkan Penguatan Iklim Investasi. Untuk itu pada tugas dan fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo terdapat kewenangan antara lain sebagai berikut :
- Memberikan izin usaha kegiatan penanaman modal dan non perizinan yang menjadi kewenangan Kabupaten/ Kota
- Melaksanakan pelayanan perizinan berdasarkan pendelegasian atau
pelimpahan wewenang dari lembaga/ instansi yang memiliki
kewenangan perizinan dan non perizinan
- Melaksanakan promosi penanaman modal daerah Kabupaten Sukoharjo ke luar daerah
- Mengkaji merumuskan dan menyusun kebijakan teknis pengendalian
pelaksanaan penanaman modal di Kabupaten Sukoharjo
Namun demikian upaya mewujudkan penguatan iklim investasi juga dipengaruhi oleh kondisi dan ketersediaan infrastruktur, kondisi ketentraman
22
dan sistem ketenagaan kerjaan. Infrastruktur yang perlu mendapat perhatian adalah jalan, sistem transportasi yang masih belum mendukung secara maksimal bagi dunia usaha.
C. Telaah Renstra Kementerian/ Lembaga dan Tingkat Propinsi Jawa Tengah
I. Renstra Kementerian/ Lembaga
Dalam rangka mencapai Visi dan Misi Badan Koordinasi Penanaman Modal RI menetapkan sasaran strategis dari masing – masing tujuan yang ingin dicapai dalam periode 2015 -2019 sebagai berikut :
Tujuan 1 : Mewujudkan Iklim Penanaman Modal yang berdaya saing untuk mencapai tujuan tersebut ada 3 sasaran strategis yaitu :
1. Meningkatnya Iklim Penanaman Modal dalam rangka peningkatan daya saing Penanaman Modal, yang ditandai dengan :
a. Meningkatnya kualitas Iklim Penanaman Modal
b. Meningkatnya pelayanan Penanaman Modal di BKPM c. Meningkatnya kualitas informasi peluang Penanaman
Modal di daerah
d. Meningkatnya kemitraan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan usaha besar
2. Meningkatnya kualitas pelayanan Penanaman Modal yang prima dan Responsif melalui Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat dalam rangka peningkatan daya saing Penananman Modal yang ditandai dengan dengan :
a. Meningkatnya kualitas pelayanan penertiban surat persetujuan Penanaman Modal
b. Meningkatnya kapasitas dan kualitas pelayanan perizinan Penanaman Modal
c. Meningkatnya kualitas pelayanan fasilitas Penanaman Modal
3. Meningkatkan kinerja Lembaga melalui ketersediaan sarana, prasarana dan aparat yang mumpuni dalam rangka menunjang tugas dan fungsi BKPM yang ditandai dengan :
23
a. Meningkatnya cakupan dan kualitas pelayanan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE)
b. Meningkatnya kemudahan mengakses data dan informasi Penanaman Modal
c. Meningkatnya kualitas aparatur BKPM dan aparatur daerah di bidang Penanaman Modal
d. Meningkatnya pelayanan hukum
e. Meningkatnya kualitas perencanaan program dan anggaran BKPM
f. Meningkatnya kualitas peraturan per Undangan undangan, humas, keprotokolan dan ketatausahaan pimpinan
g. Meningkatnya kualitas kelembagaan Penanaman Modal h. Meningkatnya kepatuhan pegawai dan instansi BKPM
terhadap peraturan perundang – undangan
i. Meningkatkan kuantitas dan kualitas, sarana dan prasarana
Tujuan 2 : Mewujudkan Penanaman Modal yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan tersebut, ada 4 sasaran strategis yaitu :
1. Meningkatnya Realisasi Penanaman Modal melalui kegiatan pemantauan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Penanaman Modal dalam rangka peningkatan daya saing Penanaman Modal yang ditandai dengan :
a. Meningkatnya Realisasi Penanaman Modal dan wilayah I (Sumatera)
b. Meningkatnya Realisasi Penanaman Modal dan wilayah II (DKI Jakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta dan Kalimantan)
c. Meningkatnya Realisasi Penanaman Modal dan wilayah III (Jabar, Banten, Jateng dan Sulawesi)
24
d. Meningkatnya Realisasi Penanaman Modal dan wilayah IV (Jatim, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) e. Meningkatnya kualitas Pelayanan Penanaman Modal di
daerah
2. Meningkatnya daya tarik Penanaman Modal melalui promosi yang terpadu dan efektif bagi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Luar Negeri yang berpijak pada peningkatan daya saing Penanaman Modal, yang ditandai dengan : a. Tersedianya strategi promosi Penanaman Modal yang
berkualitas
b. Meningkatnya jumlah awareness (kesadaran), minat dan rencana investasi di sektor dan kawasan ekonomi prioritas
c. Meningkatnya kualitas fasilitas promosi daerah
d. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pameran dan penyediaan sarana promosi Penanaman Modal
3. Meningkatnya kerjasama Internasional untuk mendorong investasi dan melindungi kepentingan Nasional dalam rangka peningkatan daya saing Penanaman Modal yang ditandai dengan :
a. Meningkatnya kesepakatan hasil pertemuan kerjasama bilateral dan multilateral di bidang Penanaman Modal b. Meningkatnya kesepakatan hasil pertemuan kerjasama
Regional di bidang Penanaman Modal
c. Meningkatnya manfaat secara optimal dari perundang undangan kerjasama dengan dunia usaha Internasional 4. Tersusunnya perencanaan Penanaman Modal dan
Rekomendasi kebijakan yang terintegrasi, kolaboratif dan implementatif dalam rangka peningkatan daya saing Penanaman Modal pada sektor prioritas, yang ditandai dengan :
a. Meningkatnya kualitas pemetaan dan perencanaan pengembangan Penanaman Modal sektor Industri
25
agrobisnis dan Sumber daya alam lainnya, industri manufaktur, bidang jasa dan kawasan serta bidang, infrastruktur
b. Menigkatnya Penanaman Modal di kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
c. Informasi potensi investasi dan fasilitasi proyek strategis nasional di bidang infrastruktur
Keterkaitan Tujuan, Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja
Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Mewujudkan Iklim
Penanaman Modal yang berdaya saing
Meningkatnya Iklim
Penanaman Modal dalam rangka peningkatan daya saing Penanaman Modal
- Perbaikan kemudahan memulai berusaha - Penyederhadaan bisnis
proses perizinan investasi Meningkatnya kualitas
pelayanan Penanaman Modal yang prima dan responsif melalui PTSP Pusat dalam rangka peningkatan daya saing Penanaman Modal
- Jumlah perizinan dan non perizinan yang diterbitkan - IKM atas kualitas
pelayanan
Meningkatkan kinerja lembaga melalui ketersediaan sarana
prasarana dan aparat yang mumpuni dalam rangka menunjang tugas dan fungsi
- Opini BPK - LkjIP
- Indeks Kualitas Pelayanan
Dari uraian Renstra BKPM 2015 – 2019 dapat dilihat ada kesesuaian dengan Renstra DPM & PTSP 2016–2021 baik tujuan, sasaran strategis maupun Indikator Kinerja yang sesuai dengan cakupan tugas dan fungsi masing – masing meskipun dalam hal PTSP dan SPIPISE pada Dinas Penanaman Modal dan
26
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo belum bisa dilakukan secara maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana, juga kelembagaan PTSP baru mulai berjalan tahun 2017.
D. Telaah RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)
Dalam RTRW 2011 – 2031 tercantum kebijakan pengembangan struktur ruang berupa peningkatan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah dan pusat pelayanan yang merata dan berhirarki, hal ini berkaitan dengan Misi ke III lebih khusus lagi bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah point dalam Misi ke III ini yaitu menunjukkan penguatan iklim Investasi. Namum demikian dalam mewujudkan penguatan iklim investasi ini tentunya berdampak pada perubahan lahan sawah menjadi lahan bukan sawah. Laju perubahan penggunaan lahan dari lahan sawah menjadi non sawah ini menunjukkan adanya proses perubahan kondisi wilayah baik yang berupa perubahan fisik maupun sosial ekonomi masyaraka. Penguatan luas lahan sawah menunjukkan adanya perkembangan perkotaan. Dilihat dari segi sosial ekonomi, berkurangnya lahan pertanian menunjukan adanya perubahan struktur kegiatan penduduk dari sektor pertanian ke non pertanian. Berkurangnya intensitas kegiatan pertanian menunjukan adanya perubahan struktur matapencaharian penduduk sektor pertanian ke non pertanian. Perkembangan lahan non sawah merupakan Indikator semakin berkembangnya wilayah kabupaten Sukoharjo ke arah perkotaan. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari semakin berkembangnya kawasan industri dan perdagangan jasa di beberapa lokasi.Konsistensi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam melaksanakan tugas dan fungsi di bidang pelayanan perizinan akan memberikan pelayanan perizinan sesuai dengan Perda RTRW Kabupaten Sukoharjo adalah sebuah komitmen bersama untuk mengendalikan alih fungsi lahan. Namum demikian masih rendahnya ketaatan pelaku pembangunan terhadap rencana tata ruang mengakibatkan konflik pemanfaatan fungsi lindung maupun budidaya sesuai RTRW.
27
E. Penentuan Isu-isu Strategis
Identifikasi isu-isu strategis merupakan salah satu bagian dalam perencanaan strategis yang harus dilakukan untuk memperoleh arahan strategis pada proses perencanaan pembangunan. Analisa isu-isu strategis dilakukan berdasarkan pada situasi dan kondisi lingkungan strategis yang berpengaruh kuat terhadap tingkat pencapaian tujuan pembangunan. Lingkungan strategis yang