Rencana program dari bidang prasaran fisik yang akan diajukan untuk menjawab dan menyelesaikan prioritas permasalahan dibidang prasaran fisik yaitu sebagai berikut.
2.3.3.1 Public Speaking For Tourism
Public Speaking for Tourism diselenggarakan dengan tujuan untuk menanamkan kemampuan public speaking kepada peserta pelatihan dan meningkatkan kemampuan public speaking yang baik sehingga dapat mengembangkan potensi diri dan meningkatkan karir mereka. Gambaran kegiatan, tujuan, sasaran, metode pelaksanaan, rundown, rencana kegiatan dan rincian biaya yaitu sebagai berikut.
1. Gambaran Kegiatan
Kemampuan berbicara sangat penting untuk dikuasai oleh masyarakat secara umum, karena sebagian besar waktu digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain terutama komunikasi lisan. Tidak sedikit orang merasa takut dan tidak percaya diri untuk berbicara didepan umum padahal mereka memiliki fisik yang utuh dan jenjang pendidikan yang tinggi bahkan orang yang telah memiliki jabatan sekalipun. Ini menunjukkan bahwa fisik yang utuh dan pendidikan yang tinggi tidak sepenuhnya mempengaruhi individu untuk berani tampil didepan umum. Keterampilan berbicara didepan umum akan menjadi penyakit psikologis pada sebagian orang yang belum terbiasa berbicara didepan umum apabila tidak dilatih.
Keterampilan berbicara sering kali dianggap remeh oleh sebagian orang yang tidak sedikit pula merasa menyesal karena mereka tidak memiliki keterampilan dalam berbicara didepan banyak orang. Banyak hal-hal yang tidak bisa mereka raih yang hanya disebabkan oleh ketidakterampilnya mereka dalam berbicara seperti gagalnya meraih nilai bagus dalam presentasi mata kuliah tertentu karena presentasinya kurang bagus, gagal meraih juara lomba pidato, gagal memenangkan tender, dan masih banyak lagi.
Tidak sedikit pula mereka yang berbicara didepan umum tetapi tidak memperhatikan gaya bahasa, body language, costume, dan intonasi. Padahal itu semua perlu diperhatikan agar audience tertarik pada si pembicara. Program Pelatihan Public Speaking lahir sebagai solusi untuk mengatasi hal tersebut. Dimana Public Speaking berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada orang lain, penyampaian informasi ini dapat berupa tatap muka dengan melakukan presentasi, pidato, dalam kegiatan rapat, MC, ataupun dalam pertemuan informal.
Dengan hadirnya KKN-PPM UNUD yang memberikan program Pelatihan Public Speaking ini, diharapkan akan memberikan manfaat untuk peserta Public Speaking yang dalam hal ini yaitu pemuda pemudi yang ada di Desa Sangeh untuk mengatasi permasalahan seperti yang telah dijelaskan di atas.
2. Tujuan
Tujuan yang diharapkan dari program Public Speaking for Tourism yaitu.
1) Untuk melatih atau mengasah kemampuan para pemuda dan pemudi di Desa Sangeh dalam hal berbicara di depan umum.
2) Untuk memupuk rasa percaya diri pemuda dan pemudi di Desa Sangeh.
3) Untuk mengajarkan pemuda dan pemudi di Desa Sangeh dalam berekspresi dan mengungkapkan apa yang ingin dia sampaikan.
4) Untuk melatih pemuda dan pemudi di Desa Sangeh secara bertahap sehingga mampu menjadi leader untuk dirinya sendiri dan bagi teman-temannya.
3. Sasaran
Sasaran dari kegiatan Public Speaking for Tourism adalah para pemuda dan pemudi dari masing-masing Banjar yang ada di lingkungan Desa Sangeh.
4. Metode Pelaksanaan
Metode pelasanaan yang digunakan pada program Public Speaking for Tourism terdapat pada Tabel 2.18.
Tabel 2.18 Metode Pelaksanaan Program Public Speaking for Tourism
No. Sektor Pelaksanaan Program Sumber Dana
08.1.9.55 Meminta izin terhadap masing-masing
kelian banjar dan masing-masing ketua
STT mengenai pelaksanaan program
Public Speaking for Tourism
Pribadi
Berkoordinasi dengan pemateri Mahasiswa
Menyiapkan materi pelatihan Mahasiswa
Evaluasi Kegiatan Mahasiswa
5. Rundown Rencana Kegiatan
Rundown rencana kegiatan yang digunakan pada program Public Speaking for Tourism
terdapat pada Tabel 2.19.
Tabel 2.19 Rundown Rencana Program Public Speaking for Tourism.
No. Pelaksanaan Program Tempat Jumlah Waktu
1. Meminta izin terhadap masing-masing kelian banjar dan masing-masing
ketua STT mengenai
pelaksanaan program Public Speaking for Tourism
Masing-masing Banjar di Desa Sangeh 16 Mahasiswa 2 jam 2. Berkoordinasi dengan Pemateri Kampus 2 Mahasiswa 2 jam 3. Menyiapkan Materi Pelatihan Posko 16 Mahasiswa 2 jam
4. Pelaksanaan Pelatihan Wantilan 16
Mahasiswa
5 jam
5. Evaluasi Kegiatan Wantilan 16
Mahasiswa 2 jam 6. Pembuatan Laporan Kegiatan Posko 16 Mahasiswa 2 jam Total 12 jam
6. Rincian Anggaran Biaya
Rincian anggaran biaya Evaluasi program program Public Speaking for Tourism terdapat pada Tabel 2.20.
Tabel 2.20 Rincian Anggaran biayaProgram Pelatihan Public Speaking
No. Jenis Pengeluaran Satuan Harga Satuan Total (Rp)
1. Fotocopy Materi 50 buah Rp. 500 Rp. 25.000
2. Konsumsi Pemateri 1 buah Rp. 10.000 Rp. 10.000 3. Konsumsi Peserta 50 buah Rp. 5.000 Rp. 250.000
Total Rp. 285.000
2.3.3.2 Pembinaan Pelajaran Tambahan di SD Negeri 1 Sangeh.
Program Bimbingan belajar bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa dengan bimbingan belajar di luar kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah. Gambaran kegiatan, tujuan, sasaran, metode pelaksanaan, rundown rencana kegiatan dan rincian biaya yaitu sebagai berikut.
1. Gambaran Kegiatan
Pada era modern seperti saat ini, pedidikan merupakan sebuah kebutuhan pokok yang diperlukan dan harus dipenuhi oleh setiap orang. Pendidikan bisa didapatkan secara formal melalui lembaga-lembaga pendidikan yang sudah ada salah satunya sekolah. Di sekolah, pendidikan bersifat formal yaitu berupa kegiatan belajar dan mengajar di lingkungan sekolah.
Selain pendidikan formal yang ada didapatkan di sekolah-sekolah, pendidikan juga bisa didapat melalu cara nonformal di luar lembaga-lembaga pendidikan yang sudah ada contohnya seperti bimbingan belajar untuk siswa. Bimbingan belajar merupakan suatu kegiatan pembelajaran di luar kegiatan belajar mengajar di sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Program Bimbingan Belajar lahir sebagai solusi atas permasalah pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Kegiatan bimbingan belajar yang kami selenggarakan memberikan pendidikan gratis untuk siswa-siswa khusunya di desa Sangeh dimana befokus dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia , Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam dan PKn sebagai sebuah aksi nyata kelahiran pendidikan yang benar-benar gratis namun tetap dalam lingkup pembelajaran yang berkualiatas.
Tujuan Bimbingan Belajar dari Bidang social budidaya yang diajukan yaitu.
a. Memberikan bimbingan belajar gratis kepada siswa dalam lingkungan belajar yang berkualitas.
b. Meringankan beban orang tua siswa dalam memberikan pendidikan untuk anak-anak mereka tanpa harus mengeluarkan biaya bimbingan belajar.
c. Memberikan kesempatan kepada pendidik untuk memberikan ilmu mereka diluar lingkungan formal mereka.
d. Meningkatkan kualitas pendidikan siswa dengan bimbingan belajar di luar lingkungan formal sekolah.
3. Sasaran
Sasaran dari kegiatan Bimbingn Belajar ini adalah para siswa SD yang ada di desa Sangeh, khususnya di SD Negeri 1 Sangeh.
4. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan yang digunakan pada program Les tambahan terdapat pada Tabel 2.21.
Tabel 2.21 Metode Pelaksanaan Program Les tambahan
No. Sektor Pelaksanaan Program Sumber Dana
11.2.1.01 Meminta izin terhadap kepala sekolah SD terkait dalam hal ini SD Negeri 1 Sangeh.
Mahasiswa
Menyiapkan materi untuk BIMBEL Mahasiswa
Pelaksanaan BIMBEL Mahasiswa
Evaluasi Kegiatan Mahasiswa
Pembuatan Laporan Kegiatan Mahasiswa
5. Rundown Rencana Kegiatan
Rundown rencana kegiatan program Les tambahan terdapat pada Tabel 2.22.
Tabel 2.22 Rundown Rencana Program Les tambahan
1. Meminta izin terhadap kepala sekolah SD terkait dalam hal ini SD Negeri 1
SD Negeri 1 Sangeh
16 Orang 2 jam
2. Menyiapkan materi untuk BIMBEL
POSKO 14 Orang 2 jam
3. Pelaksanaan BIMBEL SD Negeri 1 Sangeh
14 Orang 20 jam
4. Evaluasi Kegiatan Posko 14 Orang 2 jam
5. Pembuatan Laporan Posko 14 Orang 2 jam
Total 28 jam
6. Rincian Anggaran Biaya
Rincian anggaran biaya Evaluasi program program Les tambahan terdapat pada Tabel 2.23.
Tabel 2.23 Rincian Anggaran biayaProgram Les tambahan
No. Jenis Pengeluaran Satuan Harga Satuan Total (Rp)
1. Penghapus Spidol 3 buah Rp. 10.000 Rp. 30.000
2. Spidol 5 buah Rp. 6.000 Rp. 30.000
3. Fotocopy materi 112 buah Rp. 500 Rp. 56.000
Total Rp. 116.000
2.3.3.3 Pemberian pelajaran ketrampilan menari di Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh Pemberian pelajaran ketrampilan menari merupakan rencana program yang diajukan untuk mengatasi permasalahan kurangnya pengetahuan dan kreativitas Seni Tari Daerah di Desa Sangeh ini. Belajar Tari Daerah Bali sejak dini guna untuk menambahkan kreativitas anak-anak Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh.
1. Gambaran Kegiatan
Seni tari adalah bagian dari seni pertunjukkan, yang mencakup seni musik, seni rupa dan seni teater. Jika kalian melakukan gerak berjalan, gerak senam atau olah raga. Gerak adalah subtansi baku dari seni tari, dimana gerak menjadi bahasa media yang dapat mengungkapkan harapan yang berarti berbentuk pesan yang dikomunikasikan lewat gerak tari. Dengan menari
seseorang dapat mengekspresikan dirinya melaui gerak. Karena tari adalah rangkaian dari gerak-gerak tubuh yang mempunyai nilai estetis. Tari adalah bagian dari kehidupan masyakat Bali, nyaris semua rutinitas upacara keagaman atau upacara adat didalamnya terdapat unsur tari. Ragam gerak dasar tari Bali terdiri dari ngumbang, agem, angsel, piles dan ngeseh. Pada dasarnya segala aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti belajar, bekerja, bermain dan berkesenian. Namun tari sebagai cabang kesenian bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan, tetapi juga dapat menunjang kepentingan kegiatan manusia. Indonesia adalah negara yang kaya dengan tari-tarian. Dari mulai tarian yang sangat sederhana seperti daerah-daerah pedalaman sampai daerah yang sangat indah seperti Bali. Walaupun tarian itu terdapat didaerah pedalaman tetap mempunyai nilai-nilai keindahan.
Berdasarkan fungsinya tari-tarian di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 yaitu tari sebagai sarana upacara, tari sebagai sarana hiburan, tari sebagai sarana pertunjukan atau tontonan dan tari sebagai media pendidikan. Terutama di Desa Sangeh ini sejak dini harus mengetahui apakah itu seni tari agar budaya kita tidak punah.
2. Tujuan
Tujuan yang diharapkan dari program Pemberian pelajaran ketrampilan menari di Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh yaitu:
a. Untuk menambah ilmu pengetahuan anak-anak di bidang Seni Tari Daerah Bali.
b. Untuk membangun minat dan bakat anak-anak Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh. c. Untuk memperkenalkan budaya Daerah Bali agar tidak mudah punah.
3. Sasaran
Sasaran dari program Pemberian pelajaran ketrampilan menari di Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh adalah anak-anak Sekolah Dasar yang duduk dibangku kelas 4,5 dan 6 yang mengikuti ekstrakulikuler tari.
4. Metode Pelaksanaan
Metode pelasanaan yang digunakan pada program Pemberian pelajaran ketrampilan menari di Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh terdapat pada Tabel 2.24.
Desa Sangeh
No. Sektor Pelaksanaan Program Sumber Dana
11.1.1. 02 Berkomunikasi dan memohon izin dengan Pemerintah Desa Sangeh untuk mengadakan survey ke Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh
Mahasiswa
Berkomunikasi dan memohon izin dengan Kepala sekolah, Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh untuk mengadakan belajar Seni Tari Daerah Bali.
Mahasiswa
Pelaksanaan kegiatan Mahasiswa
Evaluasi kegiatan Mahasiswa
Pembuatan laporan Mahasiswa
5. Rundown Rencana Kegiatan
Rundown rencana kegiatan program Pemberian pelajaran ketrampilan menari di Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh terdapat pada Tabel 2.25.
Tabel 2.25 Rundown Rencana Program Pemberian pelajaran ketrampilan menari di Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh
No. Pelaksanaan Program Tempat Jumlah Waktu
1. Berkomunikasi dan memohon izin dengan Pemerintah Desa Sangeh untuk mengadakan
survey ke Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh.
Kantor Desa Sangeh
16 orang Mahasiswa
2 jam
2. Berkomunikasi dan memohon izin dengan Kepala Sekolah, Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh untuk
Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh 5 orang Mahasiswa 2 jam
mengadakan belajar Seni Tari Daerah Bali.
3. Pelaksanaan kegiatan Sekolah
Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh 14 orang mahasiswa KKN dan 20 orang anak-anak Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh 10 jam
4. Evaluasi kegiatan Posko 16
Mahasiswa
5 jam
5. Pembuatan laporan Posko 16
Mahasiswa
5 jam
Total 24 jam
6. Rincian Anggaran Biaya
Rincian anggaran biaya Evaluasi program Pemberian pelajaran ketrampilan menari di Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh terdapat pada Tabel 2.26.
Tabel 2.26 Rincian Anggaran biayaProgram Pemberian pelajaran ketrampilan menari di Sekolah Dasar Negeri No. 2 Desa Sangeh
No. Jenis Pengeluaran Satuan Harga Satuan Total (Rp)
1. Kaset/DVD 3 buah Rp. 20.000 Rp. 60.000
2. Air mineral selama latihan
3 dus Rp. 30.000 Rp. 90.000
Total Rp. 150.000
2.3.1.4 Menghias Desa Sangeh dengan Spanduk dan Bendera Merah Putih
Kemerdekaan merupakan sebuah anugerah yang tak terhingga bagi bangsa Indonesia, setelah dijajah oleh bangsa asing selama bertahun-tahunakhirnya bangsa Indonesia bisa lepas dari penjajahan dan berhasil merebut kemerdekaan. Meski untuk mendapatkan hal itu para pahlawan
dan rakyat Indonesia banyak yang gugur. Kini, bangsa Indonesia telah terlepas dari penjajahan bangsa asing, semua rakyat dan masyarakat bersuka cita untuk menyambut hari kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016. Untuk menyambutnya, maka kami mahasiswa KKN PPM Unud 2016 melakukan kegiatan menghias Desa Sangeh dengan menggunakan spanduk dan bendara merah putih. Sebagai semarak HUT Kemerdekaan RI yang ke 71. Agar terasa euforia kemenangan dari bangsa Indonesia. Sehingga kegiatan ini bersifat membangun semangat masyarakat Desa Sangeh dan memperingatinya dengan suka cita. Gambaran kegiatan, tujuan, sasaran, metode pelaksanaan, rundown rencana kegiatan dan rincian biaya yaitu sebagai berikut.
1 Gambaran Kegiatan
Bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaana setelah berhasil mengusir para penjajah dari Belanda dan memperoklamasikan Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945. Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan ini dengan sangat meriah. Mulai dari lomba makan kerupuk, lomba Tarik tambang sampai upacara militer di Istana Merdeka, seluruh bagian dari masyarakat ikut berpartisipasi dengan cara mereka masing-masing untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
Dengan melaksanakan kegiatan menghias Desa Sangeh merupakan sebuah kegiatan positif untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Daerah yang akan di hias yakni perbatasan masuk Desa Sangeh dan perbatasan keluar dari Desa Sangeh. Selain itu disetiap plang banjar yang berada di Desa Sangeh juga dihias dan tidak ketinggalan kantor Kepala Desa Sangeh juga di hias. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk partisipasi kami sebagai warga negara Indonesia. Gambaran umum dari kegiatan ini yaitu, kegiatan ini bersama-sama seluruh anggota perangkat atau masyarakat Desa Sangeh dan mahasiswa KKN bersama-sama menghias Desa Sangeh agar dapat terjalin keakraban, keharmonisan persaudaraan dan persatuan antar warga masyarakat Desa Sangeh dan mahasiswa KKN.
2 Tujuan
Tujuan yang diharapkan dari program Menghias Desa Sangeh dengan Spanduk dan Bendera Merah Putih, yaitu :
b. Mengakrabkan antara mahasiswa KKN dengan warga sekitar untuk saling bergotong royong memperindah lingkungan Desa Sangeh dengan memasang spanduk dan bendera merah putih
3 Sasaran
Sasaran dari program Menghias Desa Sangeh dengan Spanduk dan Bendera Merah Putih adalah seluruh mahasiswa KKN PPM Universitas Udayana dan masyarakat Desa Sangeh.
4 Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan program Menghias Desa Sangeh dengan Spanduk dan Bendera Merah Putih terdapat pada tabel berikut.
Tabel 2.27 Metode Pelaksanaan Program Mengias Lingkungan Desa Sangeh
No. Sektor Pelaksanaan Program Sumber Dana
Berkomunikasi dan memohon ijin kepada
pihak Desa Sangeh. Mahasiswa
Mendata daerah yang akan dipasangkan
spanduk dan bendera merah putih Mahasiswa
Melaksanakan bersih-bersih dan pemasangan spanduk dan bendera merah putih
Mahasiswa
Evaluasi program Menghias Desa Sangeh dengan Spanduk dan Bendera Merah Putih
Mahasiswa
Pembuatan laporan Mahasiswa
5 Rundown Rencana Kegiatan
Rundown rencana kegiatan program Menghias Desa Sangeh dengan Spanduk dan Bendera Merah Putih terdapat pada Tabel 2.28.
Tabel 2.28 Rundown Rencana Kegiatan Program Mengias Lingkungan Desa Sangeh No. Pelaksanaan Program Tempat Jumlah Waktu
1.
Berkomunikasi dan
memohon ijin kepada pihak Desa Sangeh.
Kantor Desa Sangeh
16 orang 2 Jam
2.
Mendata daerah yang akan dipasangkan spanduk dan bendera merah putih.
Desa
3.
Melaksanakan pemasangan spanduk dan bendera merah putih. Desa Sangeh 16 orang mahasiswa dan masyarakat 28 Jam 4. Evaluasi program Menghias Desa Sangeh dengan Spanduk dan Bendera Merah Putih.
Posko
16 orang 2 Jam
5. Pembuatan laporan Posko 16 orang 2 Jam
Total 36 Jam
6 Rincian Anggaran Biaya Siswa
Rincian anggran biaya program Menghias Desa Sangeh dengan Spanduk dan Bendera Merah Putih terdapat pada Tabel 2.29.
Tabel 2.29 Rincian Anggaran Biaya Program Mengias Lingkungan Desa Sangeh
No. Jenis Pengeluaran Satuan Harga Satuan Total (Rp)
1. Bendera Merah Putih 10 Pack Rp. 30.000 Rp. 300.000 2. Bambu 10 Batang Rp. 35.000 Rp. 350.000 3. Tali Rafia 2 Bungkus Rp. 25.000 Rp. 50.000 4. Paku 3 Ons Rp. 3.000 Rp. 9.000 5. Spanduk 2 Buah Rp. 45.000 Rp. 90.000
5. Tali Nilon 3 Buah Rp. 5.000 Rp. 15.000
Total Rp.814.000