• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2015-2019

Bab 2 PERENCANAAN KINERJA

B. RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2015-2019

Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perdagangan Tahun 2015-2019 merupakan dokumen dasar berisi paduan dari strategic management dan strategic thinking yang berfungsi sebagai petunjuk arah/kompas dalam melakukan perencanaan kebijakan pembangunan perdagangan selama periode 2015-2019 sebagai produk dari sistem pemerintahan yang berorientasi pada hasil dan proses sekaligus dengan

mempertimbangkan perkembangan lingkungan strategis baik internal maupun eksternal yang saling berpengaruh.

Renstra Kemendag 2015-2019 merupakan penjabaran dari RPJMN 2015-2019 khususnya dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang perdagangan.

Sesuai dengan Visi-Misi Pemerintah dan Agenda Prioritas Nasional (Nawacita), maka Kementerian Perdagangan telah menetapkan tujuan yang hendak dicapai dalam membangun sektor perdagangan periode 2015−2019, yaitu:

1. Peningkatan ekspor barang nonmigas yang bernilai tambah dan jasa.

2. Peningkatan pengamanan perdagangan.

3. Peningkatan akses dan pangsa pasar internasional.

Renstra Kementerian Perdagangan 2015-2019 berisi 14 Tujuan dan 24 Sasaran Strategis.

12

4. Pemantapan promosi ekspor dan nation branding.

5. Peningkatan efektivitas pengelolaan impor barang dan jasa.

6. Pengintegrasian dan perluasan pasar dalam negeri

7. Peningkatan penggunaan dan perdagangan produk dalam negeri.

8. Optimalisasi/penguatan pasar berjangka komoditi, SRG dan pasar lelang.

9. Peningkatan kelancaran distribusi dan jaminan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang penting.

10. Peningkatan perlindungan konsumen.

11. Peningkatan iklim usaha dan kepastian berusaha.

12. Peningkatan kualitas kinerja organisasi.

13. Peningkatan dukungan kinerja perdagangan.

14. Peningkatan kebijakan perdagangan yang harmonis dan berbasis kajian.

Sasaran strategis merupakan indikator pencapaian tujuan Kementerian Perdagangan yang spesifik dan terukur sebagai acuan bagi seluruh pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Kementerian Perdagangan.

Sasaran yang ingin dicapai pada masing-masing tujuan sebagaimana telah dipaparkan di atas, secara umum dapat dijabarkan sebagai berikut:

Tujuan 1: Peningkatan Ekspor Barang Nonmigas yang Bernilai Tambah dan Jasa

Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatnya pertumbuhan ekspor barang non migas yang bernilai tambah dan jasa. Indikator kinerja meningkatnya pertumbuhan ekspor barang nonmigas yang bernilai tambah dan jasa yang digunakan adalah sebagi berikut:

a. Pertumbuhan ekspor nonmigas target 2015 9.9%;

b. Kontribusi produk manufaktur terhadap total ekspor target 2015 47% ; dan

c. Pertumbuhan ekspor jasa target 2015 13-16%.

Tujuan 2: Peningkatan Pengamanan Perdagangan

Sasaran yang ingin dicapai meningkatnya pengamanan perdagangan dan kebijakan nasional untuk mendukung daya saing produk Indonesia baik di pasar domestik maupun internasional. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja meningkatnya pengamanan perdagangan dan kebijakan nasional adalah sebagai berikut:

a. Persentase penanganan kasus dalam rangka pengamanan ekspor target 2015 100%;

b. Persentase pengamanan kebijakan nasional di fora internasional target 2015 75%; dan

13

c. Presentase pemahaman terhadap hasil kerja sama perdagangan internasional target 2015 62%.

Tujuan 3: Peningkatan Akses dan Pangsa Pasar Internasional Sasaran yang ingin dicapai:

1. Meningkatnya diversifikasi pasar dan produk ekspor.

Hingga tahun 2013 pangsa pasar produk Indonesia di tujuan ekspor non-tradisional (pasar prospektif) masih kalah dengan China, Malaysia, dan Thailand. Untuk peningkatan dan optimalisasi akses pasar diperlukan diversifikasi pasar dan produk ekspor. Indikator yang digunakan untuk mengukur meningkatnya diversifikasi pasar dan produk ekspor adalah:

a. Pertumbuhan ekspor non migas produk (komoditi) utama;

b. Pertumbuhan ekspor non migas produk (komoditi) prospektif;

c. Pertumbuhan ekspor non migas ke pasar utama;

d. Pertumbuhan ekspor non migas ke pasar prospektif;

2. Menurunnya hambatan akses pasar (tarif dan non tarif).

Indikator yang digunakan untuk mengukur menurunnya hambatan akses pasar (tarif dan non tarif) adalah:

a. Penurunan index Non - Tariff Measures (baseline tahun 2013 berdasarkan data WTO);

b. Penurunan rata-rata terbobot tarif di negara mitra (perbedaan dari baseline 2013);

c. Pertumbuhan nilai ekspor yang menggunakan Surat Keterangan Asal Preferensi (%).

Tujuan 4: Pemantapan Promosi Ekspor dan Nation Branding

Sasaran yang ingin dicapai dalam melakukan pemantapan promosi ekspor dan nation branding adalah:

1. Meningkatnya promosi citra produk ekspor (nation branding);

Target peningkatan citra produk ekspor Indonesia menurut Nation Branding Index khususnya dimensi ekspor adalah skor pada kisaran 45-46 pada tahun 2015 dan terus meningkat sampai mencapai skor kisaran 49-50 pada tahun 2019

2. Optimalnya kinerja kelembagaan ekspor.

Dalam mendukung peningkatan kinerja promosi diperlukan kelembagaan ekspor yang berkualitas. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja optimalnya kelembagaan ekspor adalah:

a. Peningkatan pemanfaatan laporan pasar ekspor (market intelligent dan market brief) oleh dunia usaha;

14

b. Pendirian Lembaga/Kantor Perwakilan/Pusat Promosi di dalam dan luar negeri (unit); dan

c. Persentase PMKM peserta pelatihan ekspor yang menjadi eksportir baru.

Tujuan 5: Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Impor Barang dan Jasa Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatnya efektivitas pengelolaan impor. Pengelolaan Impor dalam rangka mencapai surplus neraca perdagangan memerlukan instrumen berupa kebijakan yang bertujuan menstabilkan ataupun menjaga neraca perdagangan serta dalam rangka menciptakan iklim perdagangan luar negeri dan dalam negeri yang kondusif.

Tujuan 6: Pengintegrasian dan Perluasan Pasar Dalam Negeri Sasaran yang ingin dicapai:

1. Meningkatnya pertumbuhan PDB sektor perdagangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja meningkatnya pertumbuhan PDB sektor perdagangan adalah pertumbuhan PDB sub kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor. Pertumbuhan PDB sektor perdagangan tidak terlepas dari kondisi perekonomian nasional yang sangat dipengaruhi oleh berbagai hal, di antaranya adalah konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah. Oleh karena itu, meningkatnya daya beli masyarakat dan pengeluaran pemerintah dapat mendorong laju pertumbuhan konsumsi nasional sehingga memacu pertumbuhan perekonomian nasional.

2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana distribusi dan logistik nasional. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja meningkatnya konektivitas distribusi dan logistik nasional adalah:

a. Jumlah Pasar Rakyat Tipe A;

b. Jumlah Pasar Rakyat Tipe B;

c. Jumlah Pusat Distribusi Regional (PDR);

d. Pertumbuhan omzet pedagang pasar rakyat Tipe A yang telah direvitalisasi.

Tujuan 7: Peningkatan Penggunaan dan Perdagangan Produk Dalam Negeri Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatnya konsumsi produk dalam negeri dalam konsumsi rumah tangga nasional. Penetapan sasaran ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan produksi dalam negeri sehingga pada akhirnya dapat turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri dapat membantu menguatkan daya saing dari produk nasional dan meningkatkan citra dari produk dalam negeri. Pada akhirnya, meningkatnya produksi dalam negeri, menguatnya daya saing produk nasional, dan meningkatnya citra dari produk dalam negeri dapat memberikan stimulus

15

besar bagi lahirnya kemandirian ekonomi melalui keseimbangan, kemajuan dan kesatuan ekonomi.

Tujuan 8: Optimalisasi/Penguatan Pasar Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang

Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatnya pemanfaatan pasar berjangka komoditi, SRG, dan Pasar Lelang. Indikator yang digunakan adalah:

1. Pertumbuhan Volume Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK);

2. Pertumbuhan Nilai Resi Gudang yang diterbitkan;

3. Pertumbuhan Nilai Transaksi di Pasar Lelang.

Tujuan 9: Peningkatan Kelancaran Distribusi dan Jaminan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting

Sasaran yang ingin dicapai dalam pengamanan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan barang penting adalah:

1. Memperkecil Kesenjangan Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Antar Daerah;

2. Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting; dan 3. Meningkatnya Pengawasan Barang Beredar di Wilayah Perbatasan Tujuan 10: Peningkatan Perlindungan Konsumen

Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatnya pemberdayaan konsumen, standardisasi, pengendalian mutu, tertib ukur dan pengawasan barang/jasa.

Penetapan dari sasaran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumen akan hak dan kewajibannya serta menumbuhkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya perlindungan konsumen sehingga meningkatkan kualitas barang/jasa di pasar dalam negeri. Kemudian, pemberdayaan konsumen yang semakin baik dapat dicerminkan dengan semakin meningkatnya pelaksanaan edukasi konsumen yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, semakin cerdasnya konsumen serta ketersediaan infrastruktur dan lembaga perlindungan konsumen.

Indikator yang digunakan sebagai ukuran kinerja meningkatnya pemberdayaan konsumen, standardisasi, pengendalian mutu, tertib ukur dan pengawasan barang/jasa adalah:

1. Indeks Keberdayaan Konsumen

2. Persentase barang impor ber-SNI Wajib yang sesuai ketentuan yang berlaku;

3. Persentase barang beredar yang diawasi yang sesuai ketentuan;

4. Persentase alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) yang bertanda tera sah yang berlaku.

16

Tujuan 11: Peningkatan Iklim Usaha dan Kepastian Berusaha

Sasaran yang ingin dicapai dalam peningkatan iklim usaha dan kepastian berusaha bidang perdagangan dalam negeri adalah meningkatnya pelayanan dan kemudahan berusaha di bidang Perdagangan Dalam Negeri dan bidang Perdagangan Luar Negeri.

Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja meningkatnya kepastian dan kemudahan berusaha bidang perdagangan dalam negeri adalah:

1. Terintegrasinya layanan perizinan perdagangan di daerah dengan Sistem Informasi Kementerian Perdagangan;

2. Prosentase Kab/Kota yang dapat menerbitkan SIUP TDP maksimal 3 Hari.

Tujuan 12: Peningkatan Kualitas Kinerja Organisasi

Sasaran yang ingin dicapai dalam peningkatan kualitas kinerja organisasi adalah:

1. Meningkatnya dukungan kinerja layanan publik;

2. Meningkatnya kinerja dan profesionalisme SDM sektor perdagangan;

3. Meningkatnya Birokrasi yang Transparan, Akuntabel, dan Bersih; dan 4. Meningkatnya Efektivitas Pengawasan Internal

Tujuan 13: Peningkatan Dukungan Kinerja Perdagangan

Sasaran yang ingin dicapai dalam peningkatan dukungan kinerja sektor perdagangan adalah meningkatnya pemanfaatan data/informasi perdagangan dan terkait perdagangan.

Tujuan 14: Peningkatan Kebijakan Perdagangan yang Harmonis dan Berbasis Kajian

Sasaran yang ingin dicapai dalam peningkatan dukungan kinerja sektor perdagangan adalah meningkatnya kualitas kebijakan dan regulasi berbasis kajian. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja meningkatnya kualitas kebijakan dan regulasi berbasis kajian adalah

1. Persentase hasil kajian yang digunakan dalam rangka penyusunan kebijakan

2. Persentase Rekomendasi/masukan kebijakan yang disampaikan ke K/L/D/I

17

Bagan 2-1. Keterkaitan Misi, Tujuan, dan Sasaran Pembangunan PerdaganganTahun 2015 – 2019

Arah kebijakan pembangunan Perdagangan Nasional ke depan secara konsisten akan mengacu kepada arah pembangunan dalam RPJMN 20152019. Arah ini merupakan pedoman dalam menyusun langkah-langkah strategis ke depan untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Arah kebijakan perdagangan dapat dijabarkan menjadi 8 (delapan) pokok pikiran, yaitu:

1. Mengamankan Pangsa Ekspor di Pasar Utama.

2. Memperluas Pangsa Pasar Ekspor di Pasar Prospektif dan Hub Perdagangan Internasional.

3. Meningkatkan Diversifikasi Produk Ekspor.

4. Mengamankan Pasar Domestik Untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Nasional.

5. Meningkatkan Kontribusi Usaha Dagang Kecil Menengah (UDKM).

6. Meningkatkan Perlindungan Konsumen.

7. Meningkatkan Efesiensi Sistem Distribusi & Logistik.

8. Meningkatkan Fasilitasi dan Iklim Usaha Perdagangan.

18

Dalam rangka pencapaian visi-misi pemerintah, nawacita, tujuan, dan sasaran strategis Kementerian Perdagangan, dengan mempertimbangkan arah kebijakan dan strategi nasional serta arah kebijakan dan strategi Kementerian Perdagangan, maka ditetapkan program-program Kementerian Perdagangan, yaitu: (1) Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perdagangan; (2) Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Perdagangan; (3) Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perdagangan; (4) Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan; (5) Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri; (6) Peningkatan Perdagangan Luar Negeri; (7) Peningkatan Perlindungan Konsumen; (8) Peningkatan Kerja Sama Perdagangan Internasional; (9) Pengembangan Ekspor Nasional; dan (10) Peningkatan Perdagangan Berjangka Komoditi. Program merupakan penjabaran kebijakan Kementerian Perdagangan yang rumusannya mencerminkan tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja Eselon I di lingkungan Kementerian Perdagangan. Masing-masing program tersebut kemudian dijabarkan kedalam beberapa kegiatan yang rumusannya mencerminkan tugas dan fungsi Unit Kerja Eselon II/Satuan Kerja atau penugasan tertentu di Kementerian Perdagangan.

Dokumen terkait