• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 46-54)

NO PELUANG BOBO T SKOR TOTAL SKOR

4.2.2 Rencana Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan

4.2.2.1 Rencana Strategis Aspek PBM

Dari hasil analisis Internal Factors Analisis

Summary (IFAS) dan Eksternal Factors Analisis Summary (EFAS) kepada aspek PBM (Proses Belajar

Mengajar) dapat dilihat hasil analisis yang menyatakan bahwa strategi berada pada kuadran WO (Weakneses

Oportunity) yang mendukung strategi Turn Around

dimana pada aspek ini menghadapi peluang yang besar tetapi di lain pihak juga menghadapi kelemahan. Strategi ini adalah meminimalkan masalah-masalh perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik (Robbin& Coulter,2009)

Berdasarkan analisis SWOT diatas, maka rencana strategis yang harus dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan aspek PBM adalah : 1. Rencana strategis pertama adalah Melatih para guru

untuk mengikuti diklat atau Workshop untuk meningkatkan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi modern. Beberapa guru tidak bisa

menggunakan teknologi modern dalam PBM berdampak terhadap proses PBM yang cenderung membosankan karena pembelajaran yang monoton dan proses belajar secara konfensional..

2. Rencana strategis kedua adalah Meningkatkan manajemen kelas secara outdor agar proses PBM lebih inovatif. Pembelajaran yang dilakuan secara indor saja cenderung membuat proses PBM cenderung membosankan karena siswa cenderung memperhatikan papan tulis tanpa bisa berinteraksi dengan lingkungan diluar kelas. Untuk meningkatkan mutu pendidikan maka hal ini harus ditindak lanjuti dengan lebih meningkatkan manajemen kelas secara outdor sesuai dengan kompetensi yang dimiliki contohnya saja kegiatan diluar dengan mengamati lingkungan di sekitas sekolah.

3. Rencana strategis ketiga adalah Melakukan pelatihan terhadap para guru agar mampu menggunakan metode dan pembelajaran baru. Tidak adanya pelatihan guru selama ini diprediksi sebagai penyebab rendahnya hasil PBM. Oleh karena itu Metode dan pembelajaran yang baru sangat bermanfat bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran dikarenakan metode yang berfariasi dalam

bosan karena setiap hari selalu mendapatkan hal-hal yang baru dalam proses pembelajaran.

4.2.2.2 Rencana Strategis Aspek Guru

Dari hasil analisis Internal Factors Analisis

Summary (IFAS) dan Eksternal Factors Analisis Summary (EFAS) kepada aspek Guru dapat dilihat hasil analisis yang menyatakan bahwa strategi berada pada kuadran SO (Strenght Oportunity) yang mendukung strategi agresif berupa menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Berdasarkan analisis SWOT diatas, maka rencana strategis yang harus dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan pada aspek Guru di Gugus Jayabaya adalah :

1. Melakukan study lanjut. Guru di Gugus Jayabaya yang kulifikasinya belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru diharapkan melakukan study lanjut ke jenjang S1 guna meningkatkan kompetensi guru agar mutu pendidikan di Gugus Jayabaya lebih menigkat.

2. Mengikutsertakan guru-guru dalam pelatihan dan penataran. Masih adanya tenaga pengajar yang lemah dalam penguasaan pembelajaran adalah salah satu masalah yang terjadi di Gugus Jayabaya Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung. Dengan demikian sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan mengikutsertakan guru-guru dalam pelatihan dan penataran supaya para guru di Gugus Jayabaya agar kompetensi guru lebih meningkat.

3. Peningkatan kreatifitas guru dalam pembelajaran. Peningkatan kreatifitas guru perlu dilakukan agar para guru tidak hanya mengajar secara klasikal dan konfensional saja tetapi bisa memanfatkan metode-metode pembelajaran yang baru dan sarana prasarana yang dimiliki oleh sekolah.

4.2.2.3 Rencana Strategis untuk aspek Sarpras

Dari hasil analisis Internal Factors Analisis

Summary (IFAS) dan Eksternal Factors Analisis Summary (EFAS) pada aspek Sarpras dapat dilihat hasil analisis yang menyatakan bahwa strategi berada pada kuadran WO (Weakneses Oportunity) yang mendukung strategi Turn Around dimana pada aspek ini menghadapi peluang yang besar tetapi di lain pihak

meminimalkan masalah-masalh perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik (Robbin& Coulter,2009)

Berdasarkan analisis SWOT diatas, maka rencana strategis pada aspek sarana dan prasarana yang harus dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan di Gugus Jayabaya Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung adalah :

1. Melakuakan kerja sama dengan pihak luar guna perbaikan jalan. Rata-rata akses jalan di Gugus Jayabaya Kecamatan Gemawang jalanya kurang memadai masih berupa tatanan batu batu kecil sehingga akses jalan masih sulit jadi agar akses jalan memadai dilakuakan kerjasama dengan pihak luar misalnya saja membuat proposal pembangunan 2. Melakukan perbaikan jalan bersama warga sekitar.

Akses jalan di lingkungan Gugus Jayabaya belum dikatakan layak karena lokasi yg letaknya di desa maka perlu dilakukan perbaikan melalui swadaya dari masyarakat sekitar agar jalan yg rusak bisa diperbaiki agar akses ke sekolah lebih mudah

3. Berangkat lebih awal. Letak SD di lingkungan Gugus Jayabaya sangat jauh dari kota sehingga angkutan umum masih jarang, jadi agar tidak terlambat sebaiknya guru berangkat lebih awal atau

menggunakan kendaraan pribadi agar bisa sampai di sekolah tepat waktu.

4.2.2.4 Rencana Strategis untuk aspek Perencanaan

Dari hasil analisis IFAS (Internal Factors Analisis

Summary) dan EFAS (Eksternal Factors Analisis Summary) kepada aspek Perencanaan dapat dilihat hasil analisis yang menyatakan bahwa strategi berada pada kuadran WO (Weakneses Oportunity) yang mendukung strategi Turn Around dimana pada aspek ini menghadapi peluang yang besar tetapi di lain pihak juga menghadapi kelemahan. Strategi ini adalah meminimalkan masalah-masalh perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik (Robbin& Coulter,2009)

Berdasarkan analisis SWOT diatas, maka rencana strategis yang harus dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan pada aspek perencanaan adalah : 1. Kegiatan lain di luar pendidikan dilaksanakan

setelah selesai jam kerja. Melakukan kegiatan diluar pendidikan sebaiknya dilaksanakan setelah jam kerja selesai agar kegiatan yang sudah terencana misalnya KKG, KKS agar bisa terlaksana dengan sebaik mungkin tanpa ada anggota yang ijin.

2. Melatih guru-guru agar menguasai teknologi terutama teknologi informasi dan komputer. Gugus Jayabaya salah satu ancaman yang berpengaruh adalah guru-guru yang sudah senior enggan untuk belajar teknologi Informasi dan komputer mereka bisanya menyerahkannya ke pada guru yang masih muda dengan berbagai macam alasan. Maka strategi yang digunakan adalah ketua gugus harus membimbing dan melakuakan pelatiha kepada para guru untuk menguasai teknolohi informasi dan komputer karena sekarang ini rata-rata pengiriman data sudah online misalnya saja data padamu negeri, biosistem, simbada, dan lain sebagainya.

3. Menentukan waktu yang efisien agar tidak mengganggu jam pelajaran. Rapat yang akan dilaksanakan sebaiknya menentukan waktu yang efisien agar tidak menggangu proses belajar mengajar misalnya saja dilaksanakan setelah jam pelajaran selesai dan menentukan hari yang tepat misalnya saja dilaksanakan pada hari sabtu.

4.2.2.5 Rencana Strategis untuk aspek Pendanaan

Dari hasil analisis IFAS (Internal Factors Analisis

Summary) dan EFAS (Eksternal Factors Analisis Summary kepada aspek Pendanaan dapat dilihat hasil

kuadran SO (Strenght Oportunity) yang mendukung strategi yaitu dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang dengan optimal.

Berdasarkan analisis SWOT diatas, maka rencana strategis yang harus dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan aspek Pendanaan adalah :

1. Memanfatkan dana dari bantuan pemerintah seefisien mungkin. Bantuan dari pemerintah Kabupaten Temanggung dilakukan seefisien mungkin misalnya saja untuk pembuatan proposal administrasi dan pelatihan

2. Manfatkan subsidi dari masing-masing sekolah. Subsidi dari tiap sekolah dimanfatakan untuk pelatihan komputer karena sekarang ini rata rata aplikasi di sekolah dasar misalnya saja data siswa dan data guru harus dikirim online maka strateginya yaitu dengan mengunakan uang subsidi dari masing masing sekolah untuk pelatihan komputer dan workshop

3. Dana yang didapat digunakan untuk mengembangkan Gugus Jayabaya . dana yang terkumpul digunakan untuk mengembangkan Gugus Jayabaya supaya tidak tertinggal dengan gugus lain misalnya saja pengembangan kompetensi, teknologi informasi dan komputer

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 46-54)

Dokumen terkait