• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II Perencanaan Kinerja

B. Rencana Strategis 2015 – 2019

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya secara optimal, KPU Kota Pontianak telah menetapkan Rencana Strategis Tahun 2015 – 2019 dengan berpedoman pada RPJPN 2005 – 2025 dan RPJMN 2015 – 2019.

1. Visi dan Misi

KPU Kota Pontianak memiliki visi dalam menyelenggarakan Pemilu, yaitu: “ Terlaksananya pemilihan umum di Kota Pontianak yang berintegritas, berkualitas, bertanggung jawab, jujur dan adil serta tidak memihak berdasarkan asas pemilu yang demokratis dan transparan dengan melibatkan partisipasi masyarakat seluas – luasnya, sehingga hasil Pemilu dapat dipercaya”

Visi KPU Kota Pontianak merupakan perwujudan komitmen untuk menyelenggarakan Pemilu yang jujur, adil, transparan, akuntabel dan mandiri yang dilandasi oleh mekanisme kerja yang efektif, efisien, berpegang teguh pada etika profesi dan jabatan, berintegritas tinggi dan berwawasan nasional sehingga menjadikan KPU Kota Pontianak sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang terpercaya dan profesional dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. KPU Kota Pontianak juga berkomitmen penuh dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang politik kepemiluan. Dengan terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dari KKN, efektif, efisien, demokratis dan terpercaya serta meningkatkan

kualitas sumber daya manusia akan semakin memperkuat kelembagaan Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak sebagai penyelenggara Pemilu yang berintegritas, professional dan independen sehingga dapat mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas di Indonesia.

Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak telah menyusun misi untuk mewujudkan visi Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak yaitu sebagai penyelenggara pemilu yang yang berintegritas, berkualitas, bertanggung jawab, jujur dan adil serta tidak memihak. Adapun misi Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak yaitu :

1. Membangun SDM yang Kompeten sebagai upaya menciptakan penyelenggara Pemilu yang professional;

2. Menyusun regulasi di bidang Pemilu yang memberikan kepastian hukum, progresif, dan partisipatif;

3. Meningkatkan kualitas pelayanan Pemilu, khususnya untuk para pemangku kepentingan dan umumnya untuk seluruh masyarakat;

4. Meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih yang berkelanjutan;

5. Memperkuat kedudukan organisasi dalam ketatanegaraan;

6. Meningkatkan integritas penyelenggara Pemilu dengan memberikan pemahaman secara intensif dan komprehensif khususnya mengenai kode etik penyelenggara Pemilu;

7. Mewujudkan penyelenggara Pemilu yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel dan aksesable

2. Tujuan dan Sasaran Strategis

Untuk dapat mewujudkan visi dan melaksanakan misi yang telah ditetapkan tersebut, tujuan yang hendak dicapai oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak adalah:

1. Terwujudnya lembaga KPU yang memiliki integritas, kompetensi, kredibilitas, dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilu;

2. Terselenggaranya Pemilu sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku;

3. Meningkatnya partisipasi politik masyarakat dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia;

4. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu; 5. Terselenggaranya Pemilu yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel,

dan aksesable.

Sasaran pokok pembangunan yang hendak dicapai pemerintah sebagaimana tercantum di dalam RPJMN 2015 – 2019 adalah berupaya meningkatkan partisipasi politik dalam pemilihan umum dan kualitas dari penyelenggara pemilihan umum tahun 2019. Adapun sasaran strategis yang hendak dicapai oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak tahun 2015 – 2019 adalah sebagai berikut:

a. Meningkatnya kualitas penyelenggara Pemilu, dengan indikator kinerja sasaran strategis sebagai berikut:

1) Persentase partisipasi pemilih dalam Pemilu;

2) Persentase partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu;

3) Persentase pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT yang menggunakan hak pilihnya;

4) Persentase oemilih yang berhak memilih tetapi tidak masuk dalam daftar pemilih;

5) Persentase KPPS yang telah menerima perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara paling lambat 1 (satu) hari sebelum hari pemungutan suara tepat jumlah dan kualitas.

b. Meningkatnya kapasitas penyelenggara Pemilu, dengan indikator kinerja sasaran strategis sebagai berikut:

1) Persentase terpenuhinya jumlah pegawai organik kesekretariatan KPU; 2) Persentase ketepatan waktu penyelesaian administrasi kepegawaian; 3) Persentase pelanggaran kode etik terhadap penyelenggara Pemilu; 4) Opini BPK atas LHP;

5) Persentase ketepatan waktu dalam verifikasi partai politik pasca pemilu;

6) Persentase ketepatan waktu dalam verifikasi pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur, Bupati, dan Walikota.

c. Meningkatnya kualitas regulasi kepemiluan, dengan indikator kinerja sasaran strategis sebagai berilkut:

1) Persentase partisipasi pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi;

2) Persentase sengketa hukum yang dimenangkan oleh KPU;

Dalam rangka sinkronisasi dan harmonisasi Renstra dan Rencana Kinerja dengan RPJMN Tahun 2015 – 2019, telah dilakukan revisi pertama Renstra terkait Tujuan dan Sasaran Strategis yang hendak dicapai KPU, antara lain : 1. Terwujudnya lembaga KPU yang memiliki integritas, kompetensi,

2. Terselenggaranya Pemilu sesuai dengan Peraturan perundangan yang berlaku yang elektif dan efisien, transparan, akuntabel, dan aksesabel; 3. Meningkatnya kesadaran masyarakat dan partisipasi politik dalam

pelaksanaan demokrasi di Indonesia;

Selain tujuan dan sasaran strategis, KPU juga telah menetapkan indikator kinerja utama sebagai berikut :

1. Persentase KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku;

2. Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/Pemilihan;

3. Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan dalam Pemilu/Pemilihan 4. Persentase Pemilih Disabilitas dalam Pemilu/Pemilihan;

5. Persentase Pemilih yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih;

Sasaran dan indikator yang telah ditetapkan dalam Renstra KPU Tahun 2015 – 2019 sebagai berikut :

1. Sasaran meningkatnya penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan yang demokratis, dengan indikator:

a. Persentase KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku;

b. Persentase partisipasi pemilih dalam Pemilu/Pemilihan;

c. Persentase partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu/Pemilihan; d. Persentase partisipasi pemilih disabilitas dalam Pemilu/Pemilihan; e. Persentase pemilih yang terdaftar dalam DPT yang menggunakan hak

pilihnya;

2. Sasaran terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang aman, damai, jujur dan adil, dengan indikator:

a. Persentase KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik;

b. Persentase penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran Pemilu/Pemilihan;

c. Persentase sengketa hukum yang dimenangkan KPU;

3. Sasaran meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu/Pemilihan dengan indikator:

a. Nilai akuntabilitas kinerja

b. Opini Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan; c. Indeks reformasi birokrasi.

Dokumen terkait