BAB V PERANCANGAN DAN UJI COBA RANCANGAN PENYULUHAN
5.1 Perancangan
5.1.1 Rancangan Penyuluhan
Kegiatan penyuluhan pertanian dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian dalam pelaksanaan kajian tugas akhir tentang “Analisis Usahatani dan Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Porang di Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek” yang dilaksanakan pada bulan Juni 2022 di Kelompok Tani Sumber Jaya, Desa Tanggaran, Kecamatan Pule.
Rancangan penyuluhan disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah yang mengacu pada hasil kajian yang telah dilaksanakan.
A. Menetapkan Tujuan Penyuluhan
Penetapan tujuan penyuluhan pertanian didasarkan pada prinsip ABCD (Audience, Behaviour, Condition dan Degree). Penyuluhan yang akan dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai analisis usahatani serta mengetahui faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani porang Rincian tujuan penyuluhan dengan prinsip ABCD sebagai berikut :
Audience : anggota Kelompok Tani Sumber Jaya
Behavior : analisis usahatani serta mengetahui faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani porang
Condition : kondisi setelah penyuluhan
Degree : dapat diiplementasikan dengan baik oleh petani B. Sasaran Penyuluhan
Berdasarkan hasil penelitian dan hasil identifikasi potensi wilayah, sasaran dari penyuluhan ini adalah anggota Kelompok Tani Sumber Jaya di Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Alasan dipilihnya
Kelompok Tani Sumber jaya sebagai sasaran penyuluhan adalah karena anggota kelompok tani melakukan usahatani porang dan kelompok tani ini merupakan salah satu kelompok dengan hasil produksi porang tertinggi di Desa Tanggaran, Kecamatan Pule dengan jumlah anggota yang aktif sebanyak 30 orang.
C. Menetapkan dan Menyusun Materi Penyuluhan
Penetapan materi penyuluhan dilakukan berdasarkan karakteristik sasaran dan tujuan penyuluhan. Dalam penetapannya ada beberapa hal yang diperhatikan yaitu tingkat kebutuhan sasaran dan kemampuan sasaran dalam menerima materi yang akan disampaikan. Setelah materi ditetapkan selanjutnya adalah menyusun materi penyuluhan. Materi penyuluhan disusun dalam bentuk sinopsis yang dijadikan pedoman untuk menyampaikan penyuluhan kepada sasaran. Selain itu juga menyusun LPM (Lembar Persiapan Menyuluh) agar dalam pelaksanaannya bisa terstruktur dan berjalan lancar.
D. Menetapkan Metode Penyuluhan
Dalam menetapkan metode penyuluhan disesuaikan berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik lokasi, ketersediaan sarana prasarana serta disesuaikan dengan materi penyuluhan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari hasil pertimbangan-pertimbangan tersebut maka metode penyuluhan yang ditetapkan adalah dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi cara.
E. Menetapkan Media Penyuluhan
Media penyuluhan adalah saluran atau alat bantu yang menghubungkan seorang penyuluh dengan sasaran yang mengikuti kegiatan penyuluhan. Dalam perancangan ini, pemilihan media dipilih berdasarkan karakteristik sasaran serta materi penyuluhan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan tujuan penyuluhan yang akan dicapai. Media penyuluhan juga dipilih berdasarkan hasil
identifikasi lokasi yang akan digunakan untuk kegiatan penyuluhan. Berdasarkan hasil tersebut, media penyuluhan yang akan digunakan adalah folder dan benda sesungguhnya dengan tujuan untuk menjelaskan secara sistematis cara menghitung analisis usahatani porang sehingga sasaran lebih mudah untuk menerima materi tersebut.
F. Pelaksanaan Penyuluhan
Pelaksanaan penyuluhan harus dipersiapkan dengan baik. Persiapan yang diperlukan antara lain menyiapkan materi, media, Lembar Persiapan menyuluh (LPM), berita acara dan daftar hadir. Pelaksanaan penyuluhan pertanian dilaksanakan sesuai dengan rancangan penyuluhan yang telah disusun.
Kegiatan penyuluhan akan dilaksanakan di kelompok Tani Sumber jaya dalam satu tempat dan bersifat partisipatif sehingga diharapkan petani yang mengikuti penyuluhan dapat menerima dan menerapkan materi yang didapatkan.
5.1.2 Evaluasi Penyuluhan Pertanian
Evaluasi penyuluhan dilakukan untuk memperbaiki perencanaan program penyuluhan, kinerja penyuluhan dan penyuluhan itu sendiri serta mempertanggungjawabkan kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Tahapan dalam pelaksanaan evaluasi penyuluhan adalah sebagai berikut :
A. Menetapkan Tujuan Evaluasi
Penetapan tujuan evaluasi penyuluhan antara lain untuk mengetahui sejauh mana tujuan dari kegiatan penyuluhan dapat dicapai serta untuk mengukur sejauh mana keberhasilan program penyuluhan yang telah dijalankan.
Tujuan dari evaluasi penyuluhan ini adalah untuk menganalisis peningkatan pengetahuan petani terhadap analisis usahatani dan faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani porang di Kelompok Tani Sumber Jaya Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
B. Menentukan Sasaran Evaluasi
Sasaran yang digunakan dalam kegiatan evaluasi penyuluhan pertanian ini adalah anggota Kelompok Tani Sumber Jaya dengan jumlah 30 orang.
Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive. Purposive adalah penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2016).
Pertimbangannya yaitu petani melakukan budidaya tanaman porang saat penelitian dilaksanakan dan didapatkan jumlah sampel penyuluhan sebanyak 30 petani.
C. Instrumen Evaluasi
Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam evaluasi penyuluhan pertanian berupa kuesioner tertutup yang berisikan item pertanyaan dengan pilihan jawaban yang sudah disediakan, dengan tujuan untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani terhadap materi penyuluhan yang telah disampaikan. Kuesioner disusun berdasarkan variabel yang digunakan yaitu pengetahuan. Kemudian dalam variabel pengetahuan terdapat 6 sub-variabel berdasarkan Taksonomi Bloom yang meliputi aspek mengetahui, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi. Dari 6 sub-variabel tersebut dikembangkan dalam kisi-kisi pertanyaan sehingga menjadi item pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner evaluasi.
D. Uji Validitas dan Uji Reliailitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan suatu instrumen sehingga dapat mengukur apa yang diinginkan. Reliabilitas menunjuk pada suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Uji validitas dan uji reliabilitas pada penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Margo Rukun dan dianalisis menggunakan program SPSS 25. Reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach Alpha>0,60 dan konstruk dikatan valid jika f
hitung>f tabel (Santoso, 2017). Untuk mengetahui kevalidan instrumen maka kuesioner diujikan kepada petani porang yang tidak tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Jaya dengan jumlah 26 petani dan 24 butir soal. Dari 24 butir soal tersebut semua soal valid dan reliabel yang selanjutnya dapat disebar ke anggota Kelompok Tani Sumber Jaya.
E. Menganalisis Data Evaluasi dan Menetapkan Hasil Evaluasi
Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif untuk menganalisis data dengan mendiskripsikan data yang telah terkumpul.
Skala pengukur yang digunakan dalam mengevaluasi aspek pengetahuan yaitu skala Guttman. Data evaluasi atau jawaban dari sasaran yang telah terkumpul kemudian ditabulasikan dan dilakukan penghitungan untuk mencari rentang interval. Data responden kemudian didistribusikan berdasarkan kategori sesuai dengan Taksonomi Bloom untuk mengetahui pada tingkatan mana pengetahuan responden tersebut. Penetapan hasil evaluasi diambil dari hasil kesimpulan atau diambil dari hasil analisis data yang telah disajikan dalam bentuk yang sistematis dan jelas. Dari kesimpulan tersebut dapat ditetapkan rekomendasi atau rencana tindak lanjut untuk kegiatan penyuluhan yang lebih baik.