• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

C. Rencana Tindakan 1.Persiapan 1.Persiapan

a. Melakukan observasi pada siswa kelas IV untuk memperoleh gambaran sepintas mengenai tingkah laku siswa.

b. Mengkaji kompetensi dasar dan materi pokok pembelajaran.

Kompetensi Dasar : 5.3 melakukan operasi hitung campuran, materi pokok: operasi hitung campuran bilangan bulat pejumlahan dan pengurangan.

c. Penyusunan rencana penelitian dalam siklus-siklus.

d. Penyususnan Silabus, RPP, LKS, instrumen penelitian dan media pembelajaran lintasan bilangan (lembaran pohon pisang yang diberi tulisan angka-angka bilangan bulat secara berurutan dan dilengkapi dengan sebuah gambar mobil dan sebuah gambar seorang penyelam). e. Melakukan tes kuesioner motivasi belajar (pra siklus) dan membuat

laporan hasil temuan.

2. Rencana tindakan setiap siklus a. Siklus 1

1) Rencana Tindakan

Pembelajaran terdiri dari 3 pertemuan. Pada pertemuan ke-1 dan ke-2, masing-masing terdiri dari 3 JP x 35 menit. Pada pertemuan ke-3, terdiri dari 2 JP x 35 menit. Pada siklus 1, guru merencanakan pembelajaran sebagai berikut:

a) Membuka kegiatan pembelajaran dengan melakukan apersepsi. b) Siswa membagi menjadi 4 kelompok belajar kelas.

c) Guru mengulang materi tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan soal dalam bentuk cerita ilustrasi.

d) Guru mengunakan media ” lintasan bilangan” untuk memberi pancingan jawaban siswa.

e) Guru menyuruh siswa mengerjakan 2 contoh soal tentang pengubahan tanda operasi hitung dan tanda bilangan pada operasi hitung bilangan bulat (penjumlahann + (-) menjadi pengurangan –) dengan bantuan media “lintasan bilangan”, secara berkelompok.

f) Guru menyuruh siswa mengerjakan 2 contoh soal tentang pengubahan tanda operasi hitung dan tanda bilangan pada operasi hitung bilangan bulat (pengurangan – (-) menjadi penjumlahan +) dengan bantuan media “lintasan bilangan”, secara berkelompok.

g) Siswa bersama guru membahas contoh-contoh soal yang telah dikerjakan siswa dengan bantuan media “lintasan bilangan”. h) Siswa dibagi dalam 3 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4

orang siswa yang heterogen berdasarkan tingkat kemampuan akademik dari hasil nilai ulangan harian kompetensi dasar yang sebelumnya.

i) Setiap kelompok diberikan LKS yang memuat 2 soal cerita ilustrasi 3 soal berbentuk kalimat matematika yang sejajar dengan contoh soal yang telah dibahas sebelumnya dan 1 buah media ”lintasan bilangan”.

j) Setiap siswa dalam kelompok mencoba memahami contoh soal dan cara pengerjaannya serta mencoba menyelesaikan 5 soal dengan bantuan 1 buah media ”lintasan bilangan”.

k) Siswa yang lebih menguasai dapat membantu menjelaskan kepada siswa yang belum menguasai materi, sehingga seluruh anggota kelompok dapat menguasai materi.

l) Siswa dalam kelompok diberikan kesempatan menanyakan hal-hal yang belum jelas tentang materi kepada guru.

m) Siswa bersama guru menuliskan beberapa jawaban pekerjaan kelompok di kertas manila yang telah dibagi 4 kolom.

n) Siswa mencoba membandingkan untuk mendapatkan sterategi penyelesaian operasi hitung bilangan bulat dengan bimbingan guru.

o) Siswa memperhatian penjelasan tentang ”game tournament” dari guru.

p) Setiap siswa dari perwakilan kelompok ditempatkan pada meja-meja tournament sesuai dengan kriteria kemampuan akademik. q) Setiap siswa bertanding dalam meja tournamen masing-masing

r) Siswa kembali ke kelompok masing-masing dan menghitung skor yang diperoleh, kemudian dilaporkan kepada guru.

s) Guru memberikan materi tentang hitung campuran bilangan bulat penjumlahan dan pengurangan dengan contoh soal cerita ilustrasi di papan tulis.

t) Guru mengunakan media ”lintasan bilangan” untuk memberi pancingan jawaban siswa.

u) Siswa dibagi dalam 3 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa yang heterogen (sesuai dengan sebelumnya). v) Setiap kelompok diberikan LKS yang memuat 2 soal cerita

ilustrasi 3 soal berbentuk kalimat matematika yang sejajar dengan contoh sebelumnya, dan 1 buah media ”lintasan bilangan”.

w) Setiap siswa dalam kelompok mencoba memahami contoh soal dan cara pengerjaannya serta mencoba mengerjakan 5 soal dengan bantuan media ”lintasan bilangan”.

x) Siswa yang lebih menguasai dapat membantu menjelaskan kepada siswa yang belum menguasai materi, sehingga seluruh anggota kelompok dapat menguasai materi.

y) Siswa dalam kelompok diberikan kesempatan menanyakan hal-hal yang belum jelas tentang materi kepada guru.

z) Siswa memperhatian tentang penjelasan ”game tournament” dari guru.

å) Setiap siswa dari perwakilan kelompok ditempatkan pada meja-meja tournament sesuai dengan peningkatan kemampuan akademik pada saat tournamen pertemuan 1 (dilihat dari jumlah perolehan skor tiap siswa dari perwakilan kelompok).

ä) Setiap siswa bertanding dalam meja tournamen masing-masing (tanpa bantuan media ”lintasan bilangan”).

ö) Siswa kembali ke kelompok masing-masing dan menghitung total skor yang diperoleh, kemudian merangkum poinnya dan melaporkan kepada guru.

dd) Guru melakukan tes tertulis untuk mengukur keberhasilan siswa.

ee) Guru mengumumkan penghargaan untuk kelompok game tournamant berupa sertifikat berdasarkan kriteria (Tim Baik, Tim Sangat Baik, Tim Super).

2) Pelaksanaan Tindakan

Melakukan pembelajaran sesuai dengan rencana tindakan.

3) Observasi

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan sebagai berikut. Tes tertulis dengan bentuk tes berupa tes obyektif yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal dan tes kuesioner motivasi belajar yang berbentuk pernyataan sebanyak 10 pernyataan.

Pada tahap ini guru melakukan kegiatan sebagai berikut.

a) Melakukan pengamatan terhadap kesulitan siswa dalam mengerjakan soal.

b) Melakukan penilaian tes tertulis dan membuat laporan hasil temuan.

c) Melakukan tes kuesioner motivasi belajar dan membuat laporan hasil temuan

d) Melakukan pengumpulan data, menghitung persentase keberhasilan belajar dan menghitung persentase tingkat motivasi belajar siswa.

4) Refleksi

Lembar observasi dan catatan selama kegiatan kemudian direnungkan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar yang dialami siswa dan dievaluasi untuk mengetahui kelemahan yang dilakukan pada pelaksanaan siklus 1. Hasil refleksi akan digunakan untuk menentukan perubahan tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang akan dilakukan pada siklus 2.

b. Siklus 2

1) Rencana tindakan

Pembelajaran terdiri dari 2 pertemuan x 70 menit. Tiap pertemuan 2 x 35 menit. Pada Siklus 2, guru merencanakan pembelajaran adalah sebagai berikut :

a) Membuka kegiatan pembelajaran dengan melakukan apersepsi. b) Guru mengulang materi tentang operasi hitung campuran

penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan contoh soal cerita ilustrasi.

c) Guru membahas bersama siswa dengan bantuan media ”lintasan bilangan”.

d) Siswa dibagi dalam 3 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa yang heterogen sesuai dengan tingkat akademik dari hasil tes tertulis siklus 1.

e) Setiap kelompok diberikan LKS yang memuat 2 soal cerita ilustrasi dan 4 soal berbentuk kalimat matematika yang sejajar dengan contoh sebelumnya.

f) Setiap siswa dalam kelompok mencoba memahami contoh soal dan cara pengerjaannya serta mencoba mempraktikkan dengan mengerjakan 6 soal yang disediakan (tanpa media “lintasan bilangan).

g) Siswa yang lebih menguasai dapat membantu menjelaskan kepada siswa yang belum menguasai materi, sehingga seluruh anggota kelompok dapat menguasai materi.

h) Siswa dalam kelompok diberikan kesempatan menanyakan hal-hal yang belum jelas tentang materi kepada guru.

i) Siswa memperhatian penjelasan tentang ”game tournament” dari guru.

j) Setiap siswa dari perwakilan kelompok ditempatkan pada meja-meja tournament sesuai peningkatan prestasinya pada siklus 1.

k) Setiap siswa bertanding dalam meja tournamen masing-masing (tanpa media “lintasan bilangan”).

l) Siswa kembali ke kelompok masing-masing dan menghitung skor yang diperoleh dan merangkum poin kelompok, kemudian dilaporkan kepada guru.

m) Guru melakukan tes tertulis untuk mengukur keberhasilan siswa.

n) Guru mengumumkan penghargaan untuk kelompok game tournamant berupa sertifikat berdasarkan kriteria (Tim Baik, Tim Sangat Baik, Tim Super).

2) Pelaksanaan Tindakan

3) Observasi

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan sebagai berikut. Tes tertulis dengan bentuk tes berupa tes obyektif yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal dan tes kuesioner motivasi belajar yang berbentuk pernyataan sebanyak 10 pernyataan.

Pada tahap ini guru melakukan kegiatan sebagai berikut.

a) Melakukan pengamatan terhadap kesulitan siswa dalam mengerjakan soal.

b) Melakukan penilaian tes tertulis dan membuat laporan hasil temuan.

c) Melakukan tes kuesioner motivasi belajar dan membuat laporan hasil temuan.

d) Melakukan pengumpulan data, menghitung persentase keberhasilan belajar dan menghitung persentase tingkat motivasi belajar siswa.

4) Refleksi

Lembar observasi dan catatan selama kegiatan kemudian dikaji dan direnungkan sejauh mana peningkatan prestasi belajar dan peningkatan motivasi belajar siwa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik TGT.

Dokumen terkait