• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN DAN TINDAKAN KELAS

D. Rencana Tindakan

83

variabel output. Variabel input yaitu yang berkaitan dengan siswa, guru, bahan pelajaran sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar dan

sebagainya. Kemudian variabel proses berupa penyelenggaraan

pembelajaran, seperti interaksi pembelajaran, keterampilan bertanya guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode pembelajaran di kelas, dan sebagainya. Kemudian variabel output berupa

hasil seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa

mengamplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap siswa terhadap pembelajaran dan sebagainya. Jika variabel ini diterapkan di dalam penelitian ini maka pembagiannya sebagai berikut:

1. Variabel Input : Siswa kelas II MINU Wedoro Sidoarjo

2. Variabel Proses : Media Permainan Monopoli

3. Variabel Output : Kemampuan Membandingkan Bilangan Cacah

D. Rencana Tindakan

Pada bagian rencana tindakan, digambarkan tindakan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, seperti perencaan, implementasi tindakan, observasi, dan interprestasi, analisis serta refleksi.45

Rencana tindakan yang dibuat dalam penelitian ini terdiri dari dua langkah tindakan, yaitu persiapan tindakan dan pelaksanaan tindakan. Dari langkah tindakan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Persiapan Tindakan

45

Basrowi dan Suwandi, Prosedur Penelitian Tindakan Kelas, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2008), 171.

84

Persiapan tindakan dibuat untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam PTK. Dalam langkah Persiapan ini peneliti membuat beberapa langkah rancangan tindakan pemecahan masalah sebagai berikut:

a Meminta izin sekolah

b Membuat skenario pembelajaran yang berisikan langkah-langkah yang dilakukan guru, disamping bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan perbaikan yang telah direncanakan.

c Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas, seperti karpet pazzel dan alat peraga.

d Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan, kalau perlu juga dalam bentuk pelatihan-pelatihan.

e Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan perbaikan untuk

menguji keterlaksanaan rancangan sehingga dapat

menumbuhkan serta mempertebal kepercayaan diri dalam pelaksanaannya yang sebenarnya. Sebagai aktor PTK, guru harus terbebas dari rasa takut gagal dan takut membuat kesalahan.

f Menetapkan indikator kinerja dan hasil kerja.

2. Pelaksanaan Tindakan

Dalam pelaksanaan tindakan peneliti menggunakan model PTK Kurt Lewin yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya.

85

Dalam satu siklus memiliki empat langkah pokok yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, kemudian refleksi.

Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dengan dua siklus tindakan. Yang pertama menggunakan pra siklus tindakan kemudian siklus satu. Jika dirasa dalam siklus I kurang maksimal maka dapat melaukan siklus II. Lebih jelasnya akan dijelakan sebagai berikut:

a Pra Siklus

Dalam pra siklus dilakukan guna untuk memperoleh hasil belajar siswa yang dijadikan sebagai tolok ukur perbandingan kemampuan sebelum dan sesudah adanya tindakan kelas. Jadi, pada tahap ini guru melakukan pembelajaran seperti biasa. Artinya guru melakukan pembelajaran sesuai dengan keseharian

yang telah dilakukannya. Baik menggunakan metode

konvensional yaitu ceramah dan demontrasi. Setelah melakukan pembelajaran guru mengadakan evaluasi dengan lembar kerja siswa atau pre tes yang telah disiapkan. Kemudian diperoleh hasil pra siklus melalui pre tes tersebut.

b Siklus I

Siklus I dilakukan dengan menggunakan model PTK Kurt Lewin yang berisi Perencanaan, tindakan, observasi kemudian refleksi. Penjabaran tersebut yaitu :

1) Perencanaan

Di dalam perencanaan, peneliti telah membuat skenario pembelajaran yang menjadi pokok permasalahan. Dari

86

skenario tersebut peneliti melakukan diskusi dengan guru terkait guna terjalin komunikasi yang baik antara peneliti dengan guru terkait. Karena PTK merupakan penelitian kolaborasi antara peneliti dengan guru pengajar. hasil dari diskusi dapat terciptanya, sebagai berikut:

a) Rencana pelaksaaan pembelajaran (RPP) yang di harapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membandingkan bilangan cacah dengan menggunakan permainan monopoli yang telah dimodifikasi.

b) Bahan ajar dan lembar kerja siswa yang digunakan untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan media permainan monopoli.

c) Alat pedoman observasi untuk mengatahui kinerja siswa, keaktifan siswa, dalam proses belajar mengajar sebagai wujud dari pemahaman siswa terhadap materi yang telah didapat siswa serta menetapkan indikator ketercapaian dan menyusun intrusmen pegumpulan data. Dalam pengumpulan data dapat dipersiapkan:

o Intrusmen validitas rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP)

o Lembar pengamatan aktifitas siswa selama kegiatan pembelajaran

o Lembar pengamatan aktifitas guru selama kegiatan pembelajaran

87

o Intrusmen validasi lembar kerja siswa o Lembar hasil penilaian

o Intrusmen wawancara penelitian o Intrusmen validasi lembar observasi o Intusmen dokumentasi

d) Kemudian yang terakhir dapat merencanakan aspek-aspek yang diamati dan dinilai dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran, pengorganisasian, latihan dan

bimbingan serta penutup.46

2) Tindakan

Setelah peneliti membuat perencanaan yang talah di siapkan. Kemudian peneliti dapat melaksanaan siklus I secara kolaborasi dengan guru pengajar. Apa yang sudah direncanakan di dalam RPP dapat diterapkan di dalam tahap tindakan ini.

3) Observasi

Setalah malakukan tindakan peneliti dapat melakukan obsevasi atau lebih dikenal dengan mengamati. Di dalam siklus I yang dilakukan secara kolaborasi dengan guru pengajar yang dapat disebut tim. Bila dilakukan secara tim antara guru pengajar maka seorang diantara mereka dapat menjadi pelaksana dan salah seorang lagi bertugas sebagai pemantau. Baik peneliti sebagai pelaksana dan guru sebagai

46

Basrowi dan Suwandi, Prosedur Penelitian Tindakan Kelas, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2008), 99-105.

88

pengamat atau sebaliknya, hal tersebut akan dapat membantu dalam observasi ini dan tentunya dapat menjadikan maksimal pelaksanaannya.

4) Refleksi

Setalah melakukan observasi dan telah mendapat hasil dari observasi tersebut. Baru kemudian dianalisis apakah dari observasi tersebut dapat direfleksikan apakah pembelajaran matematika membandingkan bilangan cacah melalui media permainan monopoli dapat meningkatkan kemampuan siswa pada kelas II semester ganjil di MINU Wedoro Sidoarjo. Dari refleksi ini pula dapat dijadikan bahan untuk memperaiki apa yang kurang dari siklus I kemudian dapat dilakukan di dalam Siklus II yang akan direcanakan kembali jika dirasa diperlukan untuk melakukan siklus II.

Dokumen terkait