• Tidak ada hasil yang ditemukan

Renungan bagian 5: Kasih untuk semua orang

Matius 12:39 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini

menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Pertobatan Niniwe adalah rahasia hati Tuhan, sehingga dikatakan sebagai “Tanda Yunus”. Walau penduduk Niniwe dikatakan jahat tapi lihatlah apa yang dikatakan Tuhan di Yunus 4:11 “Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe…….”

Kekasih Kristus, bersiaplah melihat Kasih Tuhan yang sangat besar, di jaman menjelang langit baru dan bumi baru, dimana kejahatan semakin menjadi-jadi, justru Tuhan akan memperlihatkan Kasih-Nya dengan memberikan pengampunan dan keselamatan.

Yunus tidak menyangka, kalau Tuhan tidak jadi menghukum penduduk Niniwe, setelah mereka bertobat secara besar-besaran mulai dari raja sampai rakyat nya. Yunus marah dan iri hati, karena dalam pikirannya penduduk Niniwe harus dihukum karena sangat jahat. Manusia sering iri bila melihat orang lain menerima berkat atau kasih Tuhan. Ingat Tuhan Yesus datang untuk orang berdosa.

Ketahuilah, Tuhan kita yang adalah Kasih, memang akan selalu mengasihi, sehingga Tuhan mengirim Yesus untuk menjadi jalan keselamatan bagi yang percaya, agar

manusia bisa me-Rasakan Kasih Yesus tersebut. Kita baru bisa berubah setelah merasakan Kasih itu. Setelah kita berubah, baru kita bisa berdampak buat orang lain. Kasih Yesus itulah yang merubah orang lain. Yunus harus merasakan Kasih Tuhan di dalam perut ikan, baru bisa dipakai oleh Tuhan untuk membuat Niniwe bertobat. Jadi urutannya adalah “Rasakan Kasih Yesus terlebih dahulu”, lalu diri kita berubah, baru orang lain berubah.

Rancangan Damai Sejahtera bukan kecelakaan Banyak orang berpikir, bahwa Tuhan gagal waktu Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Tidak, sama sekali tidak gagal. Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah gagal. Hanya pikiran manusia dan iblis, yang tidak bisa melihat rancangan damai sejahtera dari Kasih Tuhan yang sangat besar di dalam kerangka waktu yang kekal (timeless). Kejadian 1:26 “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”. Inilah rencana Tuhan. Apa yang sudah, sedang dan akan terjadi, semuanya dalam rangka mewujudkan tujuan penciptaan manusia, dan Tuhan tidak pernah gagal.

Hanya pikiran manusia yang menganggap Tuhan gagal Kejadian 6:6 “maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah

menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya”. Tuhan tidak pernah gagal, dan hati Tuhan sangat

mengasihi ciptaaan-Nya, karena itu Tuhan tidak pernah menyesal telah menciptakan manusia. (Pikiran Kristus) Bilangan 23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia

berdusta. Bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal.

Marilah kita baca dan renungkan dengan bahasa hati. Bahasa yang kita miliki setelah me-Rasakan Kasih Yesus. Tuhan yang adalah Kasih, sangat tidak setuju dan tidak bisa menerima perbuatan dosa (meninggalkan Kasih Tuhan), tapi Tuhan tetap mengasihi manusia ciptaan-Nya. Tanda Yunus mengingatkan kita, kalau Tuhan pasti punya cara untuk membuat orang berdosa bertobat atau kembali mengandalkan Tuhan. Dalam cerita Yunus, walaupun Yunus awalnya tidak mau ke Niniwe, tapi ada saja cara Tuhan untuk membuat Yunus pergi ke Niniwe. Istilah menyesal hanya untuk manusia yang tidak bisa melihat kerangka besar rencana Tuhan. Dengan Pikiran Kristus maka hati kita bisa melihat bahwa kejatuhan manusia adalah bagian dari proses penggenapan rancangan damai sejahtera, di mana manusia menjadi gambar dan rupa Tuhan.

Inilah contoh kalau membaca alkitab, jangan hanya sebagai huruf (letter) atau hukum yang tertulis. Tapi gunakanlah Roh yang ada di dalam hati kita. Ternyata bisa menghidupkan arti dari huruf yang mati. Walaupun secara huruf ada kata “menyesal” (repented) di Kejadian 6:6, coba baca sekali lagi dengan bahasa hati, maka

artinya jadi lain. Di dalam Kasih Tuhan tidak ada penyesalan (No Regret). Tuhan tidak menyesal menciptakan manusia. (Ingat tanda Yunus).

Drama kehidupan

Setelah mulai mengenal Tuhan adalah Kasih, harus disadari kita baru melihat sebagian kecil saja. Sehingga kadang sangat sulit untuk mengerti apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidup kita. Ada drama kehidupan yang kadang dirasakan berat tapi tetap bisa dilalui. Kita berpegang pada akhirnya saja, yaitu Tuhan membawa kita pada kemenangan, kehidupan kekal yang indah dan memerintah bersama Kristus sebagai mempelai-Nya. Ini bukan dongeng sebelum tidur, yang dijadikan alat motivasi sehingga hidup tetap semangat. Kita bisa bercerita tentang kehidupan yang akan datang, karena saat ini kita sudah me-Rasakan Kasih Yesus. Jadi walaupun masih sedikit sekali yang kita rasakan, tapi itu sudah cukup untuk membuat kita yakin dan percaya bahwa Sorga itu ada dan nyata. (Heaven is real)

Timbul pertanyaan baru, bagaimana membedakan antara merasakan dengan hati yang benar dan merasakan dengan emosi manusia yang tidak stabil. Jangan kuatir, karena “hati yang benar” akan hidup (aktif) dengan sendirinya setelah kita bertemu (ditemukan) oleh Tuhan Yesus dan me-Rasakan Kasih Yesus.

Jadi urutannya, 1.bertemu (ditemukan) Tuhan Yesus, 2.percaya, 3.menerima-Nya, berakibat hati dan roh jadi hidup, akhirnya kita bisa 4.me-rasakan Kasih Yesus. Kekasih Kristus……., sebagian orang mengaku sudah mencari Tuhan dan merasa sudah bertemu Tuhan. Patokannya sederhana saja, coba kita bersikap jujur, yaitu apakah kita merasakan Damai Sejahtera di dalam hati kita. Damai sejahtera itu tidak bisa dibuat-buat. Kalau dibuat-buat, maka jadi orang munafik. Hal penting lainnya adalah “jangan sombong.”

Kalau masih ada keragu-raguan, jangan berkecil hati, karena Tuhan Yesus sekarang sedang mendatangi orang yang belum me-Rasakan Kasih-Nya itu. Hal sederhana yang perlu dilakukan cukup hanya dengan membuka hati untuk percaya dan menerima Kasih-Nya itu. Bukan dengan perbuatan baik atau usaha apapun dari manusia.

Orang baik vs orang jahat.

Di dalam kehidupan Yesus, ada 2 type orang yang ditemui-Nya. Manusia menyebutnya sebagai orang baik dan orang jahat. Tuhan datang kepada orang baik maupun orang jahat. Tapi ada yang menerima dan ada yang tidak menerima.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak perlu menghakimi-menilai orang lain, apakah dia menerima atau tidak menerima. Itu urusan Tuhan dengan pribadi.

Kalau Tuhan saja mengasihi orang jahat, maka sudah seharusnya kita juga mengasihi seperti Tuhan mengasihi. Ingat jangan membeci orang jahat, yang kita benci adalah perbuatan jahatnya. Perhatikan komentar kita kepada siapapun. Jangan mengumbar kebencian dalam kehidupan sehari-hari, dan di media sosial (hate speech) Bertobatlah, sebarkan Damai Sejahtera, inilah INJIL. Orang baik dan kaya yang sulit masuk Sorga . Lukas 18:18-27. “Alangkah sukarnya orang yang beruang

masuk ke dalam Kerajaan Allah”

Orang jahat yang masuk ke dalam Firdaus. Lukas23:39-43 “Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Kekasih Kristus, banyak hal dalam kehidupan di dunia ini yang belum kita mengerti, kenapa terjadi. Khususnya hal-hal yang tidak enak. Percayalah, semua yang terjadi ada dalam kontrol Tuhan dan akhir dari drama kehidupan ini adalah rancangan yang baik dan penuh damai sejahtera. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui

rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Seberat apapun drama kehidupan yang terjadi, ingatlah 1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu

alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Jangan membayangkan kesulitan yang orang lain alami, karena orang lain punya kekuatan dari Tuhan yang khusus, juga jangan kuatir dengan hari besok, karena Tuhan sudah siapkan jalan keluarnya.

Matius 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari

besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Bersyukurlah dan bersukacitalah untuk hari ini yang bisa kita hadapi dengan pertolongan Tuhan. Hari ini adalah hari yang baik yang Tuhan jadikan baik, bagi yang me-Rasakan Kasih Yesus.

Pentingnya “hati” dalam hidup

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Setiap saat , jagalah hati kita dengan kekuatan Tuhan, agar selalu memancarkan Kasih Yesus. Mengandalkan kekuatan Tuhan artinya percaya saja bahwa Kristus yang ada dalam kita yang akan memancarkan Kasih-nya bagi orang lain dan dunia. ( I am the light of the world ).

Renungan bagian 6: Kasih selalu memberi

Dokumen terkait