• Tidak ada hasil yang ditemukan

Representasi Citra Politik Iklan WIN-HT.

GAMBARAN UMUM

B. Representasi Citra Politik Iklan WIN-HT.

Dalam iklan hanura WIN-HT versi bersih peduli tegas mencitrakan Wiranto dan Harry Tanoesoedibjo dengan citra positif sebagai pemimpin. Citra yang dibentuk dalam iklan memfokuskan pada kedua tokoh Wiranto dan Harry Tanoesoedibjo selayaknya seorang pemimpin yang bersih, peduli dan tegas yang diharapkan masyarakat Indonesia dengan menggunakan wish image (citra keinginan).

Dalam iklan hanura ini, terdapat tiga slogan yang merepresentasikan tokoh yang diinginkan popular yaitu WIN-HT. Didalam iklan tersebut makna dari slogan itu akan dijelaskan pada paragraph berikutnya dan akan ditampilkan melalui gambar pada video klip iklan hanura.

Bersih, wiranto dan harry dicitrakan dengan sosok pemimpin yang bersih

yaitu tidak korupsi. Wiranto dan harry keduanya tidak pernah tersangkut masalah korupsi sehingga iklan hanura ini memberi konsep dengan kata Bersih dalam iklan ini.

Peduli, wiranto dan harry dicitrakan sangat peduli dengan masyarakat

menegah bawah terlihat dalam Gambar 4.5 dan Gambar 4.6 terlihat wiranto dan harry sedang memberikan bantuan kepada masyarakat.

tegas

4 makna - Memberikan jawaban pada detik awal iklan

dan dijawab pada akhir iklan ini. WIN-HT (memenangkan HT) yang dijelaskan pada pertengahan iklan bersih, peduli ke masyarakat, dan tegas

Tegas, pasangan dalam iklan hanura dicitrakan tegas telihat dalam gambar 4.3 dan gambar 4.4. wiranto dan harry membentuk citranya terlihat kedua tokoh ini berpidato bertujuan membangun citra tegas sesuai dengan slogan yang terdapat dalam iklan hanura.

Pada setiap bagian-bagian dalam iklan ini mengandung makna yang berbeda- beda yang ingin disampaikan. Makna yang akan disampaikan dalam iklan ini berguna untuk produsen iklan agar jasa atau tujuan dalam pengiklanan itu berhasil. Keberhasilan iklan dapat dilihat dari partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum 2014.

Dari tanda-tanda yang bertujuan menciptakan citra politik yang ada di iklan sangat berpengaruh terhadap daya tarik penonton iklan yang berada dalam tingkatan satu pusat media massa. Tanda bisa menciptakan kembali identitas yang ingin dibangun oleh tokoh yang ingin di citrakan baik.

Wiranto dan Harry Tanoesoedibjo yang lebih awal melakukan perkenalan dirinya ke masyarakat luas melalui media massa televisi RCTI sejak bulan Juli 2013. Dalam iklan pertamanya ini, Wiranto dan Harry membangun citra pemimpin yang dekat dengan rakyat, dapat dilihat dengan menampilkan masyarakat menegah kebawah yang berprofesi sebagai tukang sapu, nelayan, dan petani.

Disetiap bagian profesi masyarakat yang menengah kebawah mengungkapkan harapannya terhadap pemimpin Indonesia yang baru, ini bertepatan dalam rangka Pemilihan umum 2014 untuk bergantian legislatif, presiden dan wakil presiden.

Dengan momentum yang akan terlaksana maka WIN-HT yang bersemangat berandai- andai bahwa mereka menciptakan sosok pemimpin dengan menghadirkan dua tokoh ini.

Iklan WIN-HT mengandung representasi citra politik didalam iklan tersebut, terlihat dalam setiap detik di bagian iklan ini.Tokoh HT (Harry Tanoesoebidjo) dominan ditampilkan dalam menciptakan sosok pemimpin yang bersih peduli dan tegas. Pada teknik penggambilan gambar saat HT yang ditampilkan maka akan di

close up berbeda dengan Wiranto yang sering kali terlihat hanya menyamping saja,

sehingga wajah dan ekspresinya tidak terlihat.

Dalam detik terakhir iklan ini, terlihat representamen, object dan interpretan mengindikasi bahwa terjadinya persaingan yang tidak terlihat jika tidak terlalu seksama dalam melihatnya. Namun jika di analisis lebih dalam kita akan menemukan representasi citra politik.

Jika pemimpin tidak melakukan tugas sesuai dengan tugasnya, maka sungguh merugi.Karena tanggung jawab seorang pemimpin merupakan dunia dan akhirat. Janganlah berlomba-lomba menuju kekuasaan namun tidak dengan cara yang baik. Cara yang digunakan cenderung kotor, misalnya saja memberikan uang atau bungkusan kepada panitia atau rakyat agar memilih partai atau dirinya agar lolos dan berkuasa.

Pengungkapan yang berlebihan dan janji yang terlalu diumbar jika tidak direalisasikan maka ini salah satu penyalahgunaan persaingan yang baik dalam islam.

Lebih baik mengungkapkan apa yang bias nantinya pemimpin lakukan, agar masyarakat tidak merasa kecewa atas pilihannya.

Dalam komunikasi penyiaran islam, iklan ini dapat saya tidak ada nilai-nilai kerohanian muslimnya. Tidak ada terlihat menggunakan simbol-simbol islam, lebih ke umumnya. Memberikan kesan bahwa salah satu tokoh yang di representasikan ini, sangat kental perbedaan agamanya. Terlebih lagi Harry Tanoesoedibjo merupakan salah satu keturunan dari bangsa Tionghoa (China) yang beragama nasrani.

Mungkin karena terlalu seringnya intensitas penanyangan iklan ini membuat masyarakat tidak simpatik untuk memilih partai hanura dalam pemilihan umum legislative kemarin. Sosok Harry Tanoesoedibjo yang dimaksudkan untuk meningkatkan suara dalam PEMILU ternyata berbanding terbalik. Tidak banyak suara yang memilih partai HANURA, dikarenakan HT merupakan keturunan China dan beragama nasrani yang menjadikan iklan ini kurang efektif.

63

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini menjawab persoalan penelitian bahwa makna gambar dari iklan WIN-HT dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Piercen yakni representamen, objek dan interpretan dalam iklan WIN-HT. makna pesan yang ditemukan adanya representasi citra politik yang dilakukan HT selaku pemilik saham terbesar dalam Hanura.

Media televisi yang dimiliki oleh HT menjadikannya lebih diprioritaskan dalam pembuatan iklan tersebut. Terlihat pada gambar 4.6 dan gambar 4.7 yang berdurasi lebih lama disaat Harry Tanoesoedibjo yang ditampilkan.

Adapun representasi yang dilakukan terhadap iklan yang diproduksi dan ditayangkan di televisi miliknya, yaitu:

1. Ditayangkan ditelevisi atau perushaan milik Harry Tanoesoedibjo, selaku CAWAPRES 2014 dari partai HANURA. Karena kekuatannya memiliki tiga media yang sukses di Indonesia, menjadikan HT berhak memproduksi dan menayangkan iklan sesuai waktu yang dia inginkan.

2. Pada gambar 4.6 dan gambar 4.7, Harry Tanoesoedibjo lebih lama detiknya dibandingkan wiranto. Dari bagian pertama gambar mereka bergantian namun di detik itu, HT berturut-turut hadir dan menjelaskan sikap peduli dengan membagikan bantuan.

3. Pada gambar 4.7 terdapat tulisan “pemimpin yang jujur” menjelaskan bahwa HT jujur. Sedangkan di Wiranto tidak ada kalimat-kalimat seperti itu.

4. Pada gambar 4.10 ada tulisan WIN-HT bersih peduli tegas, WIN merupakan singkatan dari Wiranto dan HT merupakan singkatan Harry Tanoesoedibjo. Jika dibaca kata “WIN” dalam inggris berartikan menang. Sedangkan HT singkatan namanya. Kalau dibaca menangkan Harry Tanoesoedibjo

5. Citra politik yang ditampilkan yakni wish image dimana pihak hanura ingin memperkenalkan atau mempopulerkan win dan ht sebagai satu pasangan yang memiliki sifat bersih peduli tegas. Semua itu di representasikan didalam gambar iklan hanura ini.

Maka kesimpulan yang ditarik penulis adalah representasi citra politik yang ada didalam iklan WIN-HT itu terdapat dalam kedua tokoh ini. Wiranto merupakan orang lama politik dan kekuasan di Indonesia kemudian HT merupakan orang lama yang bergelut di perbisnisan media yang mencoba peruntungkan di politik dan berkuasa seperti halnya di media.

Dokumen terkait