PERKEMBANGAN PERBANKAN DAERAH
3.3. PERKEMBANGAN BANK UMUM KONVENSIONAL
3.3.1. Respon Perbankan Sulawesi Utara Terhadap Kebijakan Moneter
3.3. PERKEMBANGAN BANK UMUM KONVENSIONAL
3.3.1. Respon Perbankan Sulawesi Utara Terhadap Kebijakan Moneter
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tanggal 12 Juni 2012 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%. Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan prakiraan inflasi ke depan yang tetap rendah dan terkendali di dalam kisaran sasaran yang ditetapkan, yaitu 4,5% ± 1% pada tahun 2012 dan 2013. Untuk mengelola tekanan pelemahan nilai tukar dari memburuknya krisis di Eropa dan sentimen negatif pasar keuangan
Grafik 3.1.
Pangsa Aset Perbankan Sulawesi Utara Tw. II-2012
Grafik 3.2.
Perkembangan Pangsa Aset Perbankan Sulawesi Utara Tw. II-20112 (%)
Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulut Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulut
Bank Umum Konvensional Pemerintah Bank Umum Konvensional Swasta
93.5
Total Asset BPR Konvensional (left axis) Total Asset BU Syariah (left axis) Bank Umum Konvensional (right axis)
global, Bank Indonesia mendorong peningkatan pasokan valuta asing ke pasar agar pergerakan Rupiah tetap sejalan dengan pergerakan nilai tukar kawasan Asia dan kondisi fundamental perekonomian Indonesia. Di samping menjaga kecukupan likuiditas baik di pasar Rupiah maupun pasar valuta asing, Bank Indonesia juga memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan, termasuk melalui pengembangan instrumen moneter valuta asing.
Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga perbankan di Sulawesi Utara terus berlanjut. Namun demikian, penyesuaian terhadap kenaikan suku bunga pinjaman di Sulawesi Utara masih dalam kisaran yang relatif terbatas, ditandai oleh tren penurunan suku bunga perbankan hingga akhir triwulan II-2012 dalam kisaran rendah. Berdasarkan data yang bersumber dari Bank Indonesia, sampai dengan akhir Juni 2012, rata-rata tingkat suku bunga kredit tercatat sebesar 13,41% atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 13,53%. Menurut jenis penggunaannya, rata-rata tingkat suku bunga kredit modal kerja mencapai 13,08% per tahun, rata-rata kredit investasi sebesar 14,13% per tahun dan rata-rata kredit konsumsi sebesar 13,44% per tahun. Sementara itu, rata-rata tingkat suku bunga deposito 1 bulan sampai dengan Juni 2012 tercatat sebesar 5,71%, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,79%.
Apabila dibandingkan dengan tingkat suku bunga nasional, suku bunga kredit di Provinsi Sulawesi Utara masih berada pada level yang lebih tinggi. Pada Juni 2012 rata-rata suku bunga kredit Sulawesi Utara tercatat 13,41%, lebih tinggi dari rata-rata suku bunga kredit nasional yang tercatat sebesar 10,98%2. Berdasarkan penggunaannya, rata-rata tingkat suku bunga kredit modal kerja mencapai 12,02% per tahun, rata-rata kredit investasi sebesar 11,62% per tahun dan rata-rata kredit konsumsi sebesar 13,62% per tahun.
2 Sumber : Bank Indonesia
Kredit Bank Umum Konvensional, mata uang Rupiah dan Valas
Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulut Grafik 3.3.
Perkembangan Rata-Rata
Tingkat Suku Bunga Kredit, Deposito dan BI Rate (%)
Grafik 3.4.
Rata-Rata Tingkat Suku Bunga Kredit Menurut Jenis Penggunaan (%)
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun
2010 2011
Sk. Bunga Kredit (Left Axis) BI Rate (Right Axis) Sk. Bunga Deposito (Right Axis)
Jan Feb Mar April May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr Mei Jun
2010 2011
Modal Kerja Investasi Konsumsi
Grafik 3.7.
Dana Pihak Ketiga Berdasarkan Bank Penghimpun (Rp. Miliar)
3.3.2. Penyerapan Dana Masyarakat
Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan di wilayah Sulawesi Utara pada triwulan II-2012 menunjukkan pertumbuhan sebesar 21,95% (yoy) menjadi Rp15.367 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu, tercatat tumbuh 18,83% (yoy) atau sebesar Rp12.601 miliar maupun dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan DPK selama 5 tahun terakhir, tercatat 19,26% (yoy) yang mencerminkan meningkatnya minat dan kemampuan ekonomi masyarakat Sulut untuk menyimpan dananya di bank. Hal ini ti
dan meningkatnya kinerja perbankan dalam menjaring dana masyarakat melalui inovasi produk.
Berdasarkan jenis simpanannya, kenaikan dana terjadi pada jenis tabungan yang tumbuh 22,39% (yoy) kemudian disusul oleh giro sebesar 21,78% (yoy) dan deposito sebesar 21,40%
(yoy).
Menurut pangsanya, penempatan dana dalam sistem perbankan masih didominasi oleh jenis simpanan tabungan sebesar 48,42% dari total keseluruhan Dana Pihak Ketiga (DPK), disusul kemudian deposito (33,45%) dan giro (18,13%).
Berdasarkan kelompok bank, bank pemerintah menyerap 68,10% dari total DPK sedangkan sisanya dihimpun oleh bank swasta (31,90%).
Berdasarkan laju pertumbuhannya, dana di
bank pemerintah tumbuh 27,76% (yoy) sedangkan dana di bank swasta tumbuh sebesar 11,16% (yoy).
Grafik 3.6.
Share Dana Pihak Ketiga (DPK) Grafik 3.5.
Perkembangan Dana Pihak Ketiga (Rp. Miliar)
Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov.
Sulut
Bank Pemerintah Bank Swasta
Tabel 3.2.
Perkembangan Sebaran DPK per Kabupaten/Kota (Rp. Miliar)
Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulut
Berdasarkan wilayah penghimpunan dananya, dari keseluruhan total dana pihak ketiga yang dihimpun, sebesar 70,87% atau sebesar Rp10.891 miliar berasal dari bank-bank yang berlokasi di Manado, selanjutnya diikuti oleh Kota Kotamobagu (8,13%), Kota Bitung (6,9%), Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud (5,82%), Kabupaten Minahasa (5,2%), Kota Tomohon (1,17%), Kabupaten Minahasa Selatan (1,01%), Kabupaten Minahasa Utara (0,89%) .
Berdasarkan wilayah administratifnya, DPK yang berhasil dihimpun pada triwulan laporan hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi dialami oleh Kabupaten Tomohon sebesar 28,64% (yoy) dan yang terendah dialami oleh Minahasa Utara sebesar 11,01% (yoy).
Grafik 3.9.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Berdasarkan Kab/Kota (%)
Grafik 3.8.
Komposisi Dana Pihak Ketiga Berdasarkan Kabupaten/Kota (Rp. Miliar)
Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulut Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulut
I II III IV I II
Kota Tomohon 144 140 153 115 179 180
Kota Bitung 775 834 887 965 1,017 1,061
Kota Kotamobagu 1,011 1,047 1,054 962 1,117 1,249
Kota Menado 8,275 8,890 9,478 10,489 10,380 10,891
Kab. Minahasa Utara 140 123 117 94 109 136
Kab. Minahasa Selatan 111 122 126 107 173 156
Kab. Kepulauan Sangihe 736 763 802 744 873 895
Kab. Minahasa 605 682 682 662 732 800
Kota Tomohon Kota Bitung Kota Kotamobagu Kota Menado
Kab. Minahasa Utara Kab. Minahasa Selatan Kab. Kepulauan Sangihe Kab. Minahasa
0 10 20 30 40
Grafik 3.11.
Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan (Rp. Miliar)