HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian
3. Respon Siswa terhadap Pengembangan Model Pembelajaran
Perhitungan angket respon siswa terhadap instrument dilakukan dengan menggunakan persentase. Angket respon siswa yang dilakukan menggunakan skala likert dengan penilaian Tidak Sesuai (TS) = 1, Agak Sesuai (AS) = 2, Sesuai (S) = 3, Sangat Sesuai (SS) = 4. Pengembangan model pembelajaran atletik nomor lari berbentuk simulasi sosial dipraktekkan oleh siswa sebanyak 15 orang siswa, dan selanjutnya siswa diminta untuk mengisi angket yang merupakan instrument pengembangan terhadap model yang dikembangkan. Instrumen pengembangan ini
terdiri dari 40 butir pernyataan dengan rincian butir 1-22 pernyataan positif (+) dan butir 23-40 penyataan negatif (-). Adapun hasil respon siswa terhadap pengembangan model pembelajaran atletik nomor lari berbentuk simulasi sosial pada SD Negeri 47 Banda Aceh dengan pernyataan positi (+) dapat dilihat pada pernyataan 1 -22 di bawah ini:
Tabel 4.13 Respon siswa terhadap pengembangan model pembelajaran
No Pernyataan SS S AS TS
1
Saya merasa senang saat pembelajaran atlet ik nomor lari yang menggunakan model simulasi sosial
Model pembelajaran simulasi sosial dapat menghilangkan rasa bosan saat proses kegiatan pembelajaran
Dalam pembelajaran atletik nomor lari dengan model simulasi sosial membuat semangat saya meningkat dalam bergerak
9 (60%)
6
(40%) - -
4
Model pembelajaran simulasi sosial
membuat saya semangat untuk mempelajari teknik lari yang benar
4
Model simulasi sosial membuat saya lebih aktif dalam pembelajaran
Dengan model simulasi sosial saya menjadi sering bekerjasama dengan teman dalam pembelajaran
- 15
(10%) - -
7
Pembelajaran materi atletik nomor lari dengan menggunakan model simulasi sosial membuat saya lebih terampil
- 15
(10%) - -
8
Dalam pembelajaran simulasi sosial setiap siswa bisa saling berpartisipasi dan memberi penilaian
Dalam pembelajaran simulasi sosial setiap siswa bisa saling mendengarkan pendapat satu sama lain
Belajar dengan menggunakan model simulasi sosial dapat membuat guru dan siswa lebih interaktif
Meskipun lelah saya masih mampu melakukan gerakan pada proses
Pembelajaran pembelajaran setelah guru menjelaskan
15
(10%) - - -
54
mekanisme model simulasi social 13
Saya bisa bersaing sesama teman saat sama-sama berlari untuk menjadi yang tercepat dalam pembelajaran
12 (80%)
3
(20%) - -
14 Dengan model pembelajaran simulasi sosial dapat meningkatkan keberanian saya dalam bergerak
15
(10%) - - -
15 Dengan model pembelajaran simulasi sosial melatih saya untuk bisa menampilkan gerak yang saya miliki
16 Model pembelajaran simulasi sosial membu at keingintahuan saya besar terhadap pokok bahasan atletik nomor lari
3 (20%)
12
(80%) - -
17 Saya yakin model pembelajaran simulasi Sosial dapat meningkatkan hasil belajar saya
18 Pembelajaran dengan menggunakan model simulasi sosial dapat menambah
pengetahuan saya
19 Model pembelajaran simulasi sosial mendorong saya untuk menemukan ide- ide baru dalam melakukan bergerak
3 20 Model pembelajaran simulasi sosial
membuat saya lebih memahami materi
7
21 Model simulasi sosial mampu meningkatkan
unsur kecepatan - 15
(100%) - - 22 Model simulasi sosial mampu meningkatkan
unsur kekuatan otot
12 (80%)
3
(20%) - -
Selanjutnya adapun hasil respon siswa terhadap pengembangan model pembelajaran atletik nomor lari berbentuk simulasi sosial pada SD Negeri 47 Banda Aceh dengan pernyataan negatif (-) dapat dilihat pada pernyataan 23 - 40 bawah ini:
4.11 Respon siswa terhadap pengembangan model pembelajaran
No Pernyataan SS S AS TS
23
Model pembelajaran simulasi sosial membuat saya tidak menemukan ide-ide baru dalam melakukan gerakan
- - - 15
(100%)
24
Saya merasa sulit melakukan gerakan dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran simulasi sosial yang digunakan
- - - 15
(100%) 25 Model Pembelajaran simulasi sosial - - - 15
tidak mampu mengembangkan kemampuan saya dalam berpikir melakukan gerakan saat pembelajaran berlangsung
Saya tidak setuju model pembelajaran simulasi sosial diterapkan pada materi atletik nomor lari
- - - 15
(100%) 28 Model simulasi sosial mempersulit saya
melakukan gerakan dalam pembelajaran - - - 15 (100%) 29 Model pembelajaran simulasi sosial kurang
tepat untuk materi lari - - - 15
(100%) 30
Saya bisa melakukan gerakan lari dengan terampil tanpa guru menjelaskan mekanisme model simulasi social
- - - 15
(100%)
31
Pembelajaran materi atletik nomor lari dengan menggunakan model simulasi sosial membuat saya kurang terampil melakukan gerakan
- - - 15
(100%)
32
Pembelajaran dengan model simulasi sosial tidak penting diterapkan dalam materi atletik nomor lari
- - - 15
(100%) 33
Model pembelajaran simulasi sosial membuat saya tidak semangat untuk mempelajari teknik lari yang benar
- - - 15
(100%) 34
Model pembelajaran simulasi sosial membu at saya tidak ingin mempelajari pokok bahasan atletik nomor lari
- - - 15
(100%) 35
Pembelajaran dengan menggunakan model simulasi sosial tidak dapat menambah pengetahuan saya
- - - 15
(100%) 36
Saya tidak berhati-hati dalam melakukan gerakan dan tidak memikirkan bahaya pada teman
- - - 15
(100%) 37
Saya merasa sulit berinteraksi dengan sesama teman dalam proses pembelajaran yang berlangsung tidak termotivasi untuk bisa dalam melakukannya
56
5.2.Pembahasan Hasil Penelitian
Penelitian pengembangan membutuhkan validasi beberapa ahli. Validasi produk yang dilakukan oleh beberapa ahli sesuai dengan pendapat yang dikemukakan Sugiyono (2012:302) menjelaskan bahwa, “Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk yang baru yang dirancang tersebut”.
1. Rancangan
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari ahli rancang melalui pengembangan instrument bahwa rancangan pengembangan model pembelajaran yang terdiri dari komponen umum, petunjuk, tujuan pembelajaran, uraian model, gambar dan hal-hal lain telah memenuhi syarat untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Komponen tersebut terdiri dari beberapa butir pernyataan yang divalidasi oleh para ahli dan terlihat hasil validasi menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran atletik nomor lari berbentuk Simulasi Sosial untuk anak Sekolah Dasar telah terbukti kesesuaian rancangannya dalam pengembangan model tersebut.
2. Isi
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari ahli isi melalui pengembangan instrument bahwa isi pengembangan model pembelajaran yang terdiri dari komponen umum, petunjuk, tujuan pembelajaran, uraian model, gambar dan hal-hal lain telah memenuhi syarat untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Komponen tersebut terdiri dari beberapa butir pernyataan yang divalidasi oleh para ahli dan terlihat hasil validasi menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran atletik nomor lari berbentuk Simulasi Sosial untuk anak Sekolah Dasar telah terbukti kesesuaian isinya dalam pengembangan model tersebut.
3. Media
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari ahli media melalui pengembangan instrument bahwa media dalam pengembangan model pembelajaran yang terdiri dari komponen umum, petunjuk, tujuan pembelajaran, uraian model, gambar dan hal-hal lain telah memenuhi syarat untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Komponen tersebut terdiri dari beberapa butir pernyataan yang
divalidasi oleh para ahli dan terlihat hasil validasi menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran atletik nomor lari berbentuk Simulasi Sosial untuk anak Sekolah Dasar telah terbukti kesesuaian pemakaian media dalam pengembangan model tersebut.