• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respons Peserta Didik Terhadap Buku Pintar Bahasa Jawa Banten

Pengembangan Media Buku Pintar Bahasa Jawa Banten Sebagai Sarana Literasi Anak

3. Respons Peserta Didik Terhadap Buku Pintar Bahasa Jawa Banten

Penerapan media pembelajaran dalam bentuk Buku Pintar Bahasa Jawa Banten ini mempunyai manfaat yaitu agar siswa mampu mengenal Bahasa daerah khususnya di Banten. sehingga siswa dapat memahami, menerapkan serta melestarikan Bahasa Jawa Serang dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan adanya pintar Bahasa Jawa Banten ini dapat membantu guru dalam upaya menanamkan sikap percaya diri kepada siswa khususnya dalam aspek berbicara. Demikian juga terdapat respon positif siswa terhadap buku pintar bahasa jawa Banten sebagai literasi anak usia dini.

Untuk mengetahui seberapa besar response siswa terhadap buku pintar ini dilakukan dengan penyebaran angket yang hasil rata-ratanya dinilai sangat baik. senada dengan penelitian yuliana untuk menguji kualitas buku cerita bergambar dilakukan angket respon peserta didik untu mengetahui respon peserta didik terhadap buku cerita bergambar, jenis data yang dihasilkan kualitatif yang dianalisis dengan pedoman kreteria penilaian untuk menentukan kualitas buku cerita bergambar yang dikembangkan. Penelitian ini menghasilkan sebuah produk berupa buku cerita bergambar sebagai bahan ajar, berdasarkan penilaian ahli materi mendapatkan persentase 76% dengan kategori sangat layak, penilaian ahli media mendapatkan persentase 86% dengan kategori sangat layak, penilaian ahli bahasa mendapatkan persentase 75% dengan kategori layak dan penilaian guru TK Islamiyah mendapatkan persentase 89%

dengan kategori sangat layak sedangkan respon peserta didik TK Islamiyah mendapatkan pesentase 93.38% kategori sangat layak (Yuliana, 2018).

Simpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan bahwa Prosedur pengembangan Buku pintar Bahasa Jawa Banten menggunakan metode penelitian 4-D (four D Models) menurut Thiagarajan, dengan langkah-langkah yang dilaksanakan: 1) Pendefinisian (define) yang terdiri atas analisis awal-akhir, Analisis Pembelajar, Analisis Konsep, Analisis Tugas dan Analisis Tujuan. 2) Tahap Perancangan (design) yang terdiri atas Pemilihan media (media selection), Pemilihan format (format selection), Rancangan awal (intial design) dan Penyusunan tes acuan patokan (constructing criterion-referenced test). 3) Tahap Pengembangan (develop) yang terdiri atas

Tahap validasi, dan Hasil Uji Validitas dan Reabilitas, Uji Coba Pengembangan (Pre test dan Post test). Dan 4) Tahap Diseminasi (diseminatte). Mengenalkan Bahasa Jawa Banten sejak dini salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan daerah Banten. Penelitian dan pengembangan ini adalah bahwa dengan adanya Buku Pintar Bahasa Jawa Banten dalam pembelajaran Bahasa Jawa Serang khususnya pada aspek berbicara dapat membantu siswa untuk mengetahui bahasa Jawa banten sejak dini yang sudah menjadi muatan lokal di dalam pembelajaran. Oleh karena itu pengembangan Buku Pintar Bahasa Jawa Banten ini sangat membantu bagi peserta didik, guru dan juga sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan Buku pintar Bahasa Jawa Banten sebagai bentuk rekomendasi peneliti menyarankan kepada semua pihak yang terkait agar: Penggunaan Buku Pintar Bahasa Jawa Banten agar memberikan penjelasan dan arahan agar materi bisa dapat di pahami dan disesuiakan dengan peserta didik. Pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan. Maka dari itu dibutuhkan bahan ajar dan media pembelajaran yang dapat membantu pada aspek keterampilan berbicara sesuai dengan kurikulum 2013.

Referensi

Anitah, Sri. (2014). Materi Pokok Srtategi Pembelajaran di SD. Cet. 21.

Universitas Terbuka.

Arsa, D. (2019). Literasi Awal pada Anak Usia Dini Suku Anak Dalam Dharmasraya. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 127–136.

Arsyad, Azhar. (2017). Media Pembelajaran (Rajawali Pers).

Asnawir. (2012). Media Pembelajaran. Ciputat Pers.

Candra, Rustika. (2016). “Pengembangan Media Buku Cerita Bergambar Flipbook untuk Peningkatan Hasil Belajar pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV Sekolah Dasar Islam AS – Salam Malang”. ”. Skripsi Program Sastra Satu Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim.

Ekawati, P. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Berbentuk Buku Cerita Materi Sains Tubuh Manusia Untuk Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Perwanida 2 Palembang. Universitas Sriwijaya Palembang.

Falah, Fajri. (2018). . “Pengembangan Media Big Book Berbahasa Jawa Babasan Banten bagi Anak Usia 5-6 Tahun”. JPP PAUD UNTIRTA, Vol. 5, No. 2. Hal 103 – 112.

Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Gustanti, Regina Riskha. (2018). “Pengembangan Buku Cerita Bergambar Tema 1 Subtema 1: Aku dan Diriku untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar”. Skripsi Universitas Sanata Dharma.

Hamalik, O. (2003). Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara.

Hariani, dkk. (2018). . “Pengembanga Cerita Bergambar Billingual Book Berbasis Kearifan Lokal Mata Pelajaran Bahasa Bali Kelas III”.

Jurnal EDUTECH Universitas Pendidikan Ganesha, Vol. 6 N0. 1. Hal 40 – 52.

Khotimah, Khusnul. (2020). “Pengembangan Media Cerita Bergambar Dwibahasa sebagai Sarana apresiasi Sastra Kelas IV Sekolah Dasar”.

Skripsi Universitas Sultan Ageng Tirtasaya.

Magnuson, K. A., Ruhm, C., & Waldfogel, J. (2007). The persistence of preschool effects: Do subsequent classroom experiences matter?

Early Childhood Research Quarterly, 22, 18– 38.

Misbah Binasdevi. (2019). Hubungan Literasi dengan motivasi belajar.

Pascasarjana UIN MALIKI Malang.

Muhaimin. (2002). Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. PT. Remaja Rosdakarya.

Mutia Afnida dan Suparno. (2020). Literasi dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Persepsi dan Praktik Guru di Prasekolah Aceh. Jurna Obsesi:

Jurnal Pendidikan Anak Dini, Volume 4(Issue 2971-981).

https://doi.org/10.31004/0bsesi.v4i2.480

Nuha, Moh. Fakhri, dkk. (2019). “Buku Pengayaan Pembelajaran Cerita Fabel Berbasis Literasi untuk Siswa Sekolah Dasar”. Jurnal Pendidikan, Vol 4 No 2. Hal 156 – 163.

Prioletta, J., & Pyle, A. (2017). Play and gender in Ontario kindergarten classrooms: Implications for literacy learning. International Journal of

Early Years Education, 25(4), 393–408.

Https://Doi.Org/10.1080/09669760.2017.1390446.

Rohman, Syaifur. (2017). “Membangun Budaya Membaca pada Anak Melalui Program Gerakan Literasi Sekolah”. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Vol 4, No 1. Hal 151-174.

Sofie Dewayani. (2019). Model Pembelajaran Literasi untuk Jenjang Prabaca dan Pembaca Dini. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud.

Sribudi, Sapriawan. (2018). “Pengaruh Buku Cerita Bergambar terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas III SDN 4 Sembalun Tahun Pelajaran 2018/2019”. Jurnal Skripsi. Universitas Mataram.

Storch, S. A., & Whitehurst, G. J. (2002). Oral Language and Code-Related Precursors to Reading: Evidence From a Longitudinal Structural Model. Developmental Psychology, 38(6), 934–947.

Https://Doi.Org/10.1037//0012-1649.38.6.934.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian & Pengembangan (Research and Development/R&D). Alfabeta.

Suharto, Pipit Prihartanti dan Tri Agustini Solihati. (2020). . “Analisis Kebutuhan Siswa SD terhadap Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Budaya Lokal Sunda”. Jurnal Pendidikan Ke-SD-an. Vol. 15 No. 2. Hal 100-109.

Yuliana. (2018). “Pengembangan Buku Cerita Bergambar sebagai Bahan Ajar dalam Perkembangan Moral Anak Usia Dini Taman Kanak-Kanak Islamiyah Desa Tanjung Raja”. Skripsi Universitas Islam negeri Raden Intan.