• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.3. Deskripsi Hasil Penelitian

4.3.5. Responsivitas

Responsifitas berkenaan dengan seberapa jauh suatu kebijakan dapat memuaskan kebutuhan, preferensi, atau nilai kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Proses kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat diharapkan mampu menjadi respon pemerintah agar proses kegiatan yang sudah ada ini bisa lebih maksimal, memberikan hasil yang baik, memberikan kemudahan dan tanggap terhadap kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakatnya.

4.3.5.1. Memberikan hasil yang baik

Mengingat suatu kebijakan publik yang dibuat pemerintah melalui bentuk program kegiatan atau dalam bentuk peraturan senantiasa mengandung manfaat yang memberikan dapat hasil dari target yang akan dicapai. Tidak hanya untuk masyarakat atau para penerima kebijakan secara langsung akan tetapi para stakeholder (pelaksana) dapat merasakan kemanfaatan yang dicapai. Oleh karena itu, kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat ini harapannya dapat memberikan hasil yang baik. Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Iksan, warga bukan penerima manfaat di RT. 03/04 Kelurahan Alam Jaya, yaitu :

“...Ya saya mendukung program kegiatan ini, karena kegiatan pembangunan rumah sederhana sehat yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum, menurut penilaian saya dapat memberikan hasil yang baik, adanya kegiatan pembangunan tersebut sekaligus dapat mengurangi tingkat kemiskinan umumnya di Kota Tangerang dan khususnya di wilayah-wilayah kecamatan serta memutuskan rantai kemiskinan melalui strategi dan kebijakan penanganan kampung kumuh....”. (Wawancara dengan I5-3, pada tanggal 30 April 2016)

Diperkuat dengan hasil wawancara dengan Ibu Linda yang menyatakan bahwa :

“... Ya saya dukung, karena jelas manfaat dari adanya kegiatan pembangunan rumah sederhana sehat ini dapat meminimalisir menjamurnya kampung kumuh yang ada di wilayah Kota Tangerang....”. (Wawancara dengan I1, pada tanggal 20 Mei 2016).

Hasil wawancara dengan para informan di atas, bahwa dari pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang, respon baik dari masyarakat ataupun instansi pemerintah pada dasarnya mereka mendukung kegiatan pembangunan tersebut

karena selama ini kebijakan pemerintah ini dapat memberikan hasil yang baik dan positif bagi masyarakatnya.

Oleh karena itu, responsifitas berkenaan dengan memberikan hasil yang baik setidaknya dapat memuaskan kebutuhan dan agar proses kegiatan pembangunan yang sudah ada ini bisa lebih berjalan maksimal, memberikan hasil yang baik, memberikan kemudahan dan tanggap terhadap kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat yang membutuhkan bantuan tersebut.

4.3.5.2. Kemudahan

Adapun pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan pihak Pendamping, yaitu Kecamatan dan Pihak Kelurahan bahwa kewenangan dalam melaksanakan kebijakan kegiatan pembangunan rumah sederhana sehat, sebenarnya pemerintah memberikan kemudahan dalam proses permohonan yang diusulkan dari masyarakat terkait dengan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Rani Kasubag Perencanaan Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang, beliau menyatakan sebagai berikut :

“... Kami memberi kemudahan, berupa memberikan data yang akurat, karena kelurahan dan kecamatan yang tahu persis kondisi keadaan masyarakat yang ada di Kelurahan dan Kecamatan Jatiuwung...”. (Wawancara dengan I2, pada tanggal 13 Mei 2016)

Pernyataan di atas diperkuat oleh Ibu Rumsinah Warga di RT. 01/04 Kelurahan Alam Jaya. Dalam kutipan hasil wawancaranya menyatakan bahwa :

“... Ibu mah tidak tahu neng ya, karena ini teh urusannya pak RT yang ngedata-data dulu, soalnya ibu mah tahu nya langsung dibongkar aja

rumah di kasih tahu sama pak RT gak lama setelah nama ibu ditulis ...”. (Wawancara dengan I5-2, pada tanggal 7 Mei 2016).

Pernyataan yang sama diutarakan oleh Bapak Supriyono yang menyatakan bahwa :

“...Rumah saya yang diperbaiki ini neng, sebelumnya dilihat dulu keadaannya baru kemudian didata oleh Pak RT untuk mendapatkan bantuan rehab rumah dari pemerintah. (Wawancara dengan I5-4, pada tanggal 30 April 2016)

Senada dengan apa yang dikemukakan oleh Ibu Rumsinah, Bapak Muhammad Iksan dalam kutipan hasil wawancaranya menambahkan :

“...Setahu saya sih tidak sulit, tinggal RT dan RW saja yang ngedata langsung siapa saja masyarakat yang layak mendapat program pembangunan tersebut. (Wawancara dengan I5-3, pada tanggal 30 April 2016).

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, kegiatan dan juga informasi tentang kebijakan pembangunan bedah rumah sehat, memang seharusnya disesuaikan dengan jumlah data yang ada, sehingga akses pemenuhan rumah layak huni untuk masyarakat miskin dapat terealisasi secara menyeluruh. Akan tetapi mengingat masih kurangnya anggaran dana yang disediakan oleh Pemerintah Daerah, maka pada akhirnya menghambat pelaksanaan kebijakan pembangunan tersebut. Padahal seharusnya masyarakat sudah dapat menikmati sarana pembangunan rumah layak huni tersebut.

Oleh karena itu, kebijakan atas kegiatan pembangunan rumah sederhana sehat, yang diselenggarakan oleh pemerintah harusnya dapat memberikan kemudahan dalam proses permohonannya, dan dapat cepat terealisasi secara menyeluruh, sehingga hasilnya dapat dinikmati. Hal ini sebagai bentuk respon pemerintah terhadap masyarakatnya.

4.3.5.3. Tanggap

Tanggapan pihak terkait terhadap proses kegiatan pembangunan rumah sederhana sehat di Kota Tangerang yang diatur menurut dasar hukum yang berlaku secara umum dapat dilaksanakan dengan baik. Seperti diungkapkan oleh Linda Donarika Marbun,ST,MT Kasi Pengawasan Bangunan Gedung Hunian Rumah Tinggal Dinas Bangunan Kota Tangerang, kutipan wawancara menjelaskan sebagai berikut :

“... Kegiatan ini sudah diatur menurut dasar hukum yang berlaku dan memiliki payung hukum, sehingga ketentuan dalam proses pelaksanaan program kebijakan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat dapat terlaksana dengan baik sesuai aturan yang berlaku....”. (Wawancara dengan I1, pada tanggal 20 Mei 2016).

Oleh karena itu, terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan rumah sederhana sehat dasar hukum yang dimaksud adalah peraturan perundangan yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat yang merupakan bagian dari penataan kampung kumuh di Kota Tangerang antara lain : 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan

Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025.

3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

4. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

5. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten.

6. Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tangerang.

Berdasarkan hasil wawancara mengenai kriteria responsivitas dalam kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat di Kota Tangerang, bahwa hasil, kemudahan dan ketanggapan terhadap kegiatan pembangunan dinilai cukup baik, sekalipun akses pemenuhan kegiatan pembangunan tersebut kurang dapat terealisasi secara menyeluruh. Akan tetapi respon baik dari masyarakat ataupun instansi pemerintah pada dasarnya mereka mendukung kegiatan pembangunan tersebut dengan harapan kedepannya pemerintah dapat merespon dan memprioritaskan kembali masyarakat yang belum dapat menikmati sarana pembangunan rumah layak huni tersebut.