BAB II LANDASAN TEORI
A. Kajian Teoritis
2. Return On Asset
Menurut Harmono (2011, hal. 112) Indikator yang umum digunakan untuk menentukan komposisi struktur modal optimal dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar II.1 : Indikator Struktur Modal Sumber : Harmono (2012, hal. 112)
2. Return On Asset (ROA)
a. Pengertian Return On Asset (ROA)
Untuk dapat mencapai tujuannya, setiap perusahaan harus memiliki asset, tanpa adanya asset maka perusahaan tidak akan dapat mencapai tujuanya. Akan tetapi asset yang telah diinvestasikan oleh perusahaan harus dapat dipergunakan secara optimal sehinga dapat mrngembalikan dana investasi perusahaan dalam bentuk pencapaian laba maximum perusahaan.
Menurut Kasmir (2012, hal. 201-202) : “hasil pengembalian investasi atau lebih dikenal dengan Return on Invesment atau Return On Assets merupakan rasio yang menunjukan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan”.
Menurut Munawir (2010, hal. 89) :
“Return on invesment (Return on assets)itu sendiri adalah salah satu bentuk dari ratio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan”.
Struktur Modal Perusahaan
22
Menurut Harahap (2013, hal. 305) : “return on total asset rasio ini menunjukan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva”.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa return on asset (ROA) adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk menunjukan seberapa besar hasil yang diperoleh dari penggunaan aset untuk menghasilkan laba perusahaan.
b. Pentingnya Return On Asset (ROA)
Kemampuan penggunaan asset perusahaan yang optimal akan menunjukan preoduktivitas perusahaan yakni kemampuannya dalam mengembalikan dana investasi yang berasal dari modal pinjaman maupun modal sendiri. Semakin tinggi rasio ROA menunjukan bahwaprofitabilitas perusahaan adalah baik.
Menurut Munawir (2010, hal. 91-92) kegunaan dari analisa ROI/ROA (Return On Asset) dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Sebagai salah satu kegunaannya yang prinsipiil ialah sifatnya yang menyeluruh.
2. Apabila perusahaan dapat mempunyai data industri sehingga dapat diperoleh ratio industri.
3. Analisa ROI/ROA-pun dapat digunakan untuk mengukur efesiensi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh divisi/bagian.
4. Analisa ROI/ROA juga dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masingproduk yang dihasilkan oleh perusahaan.
5. ROI/ROA selain berguna untuk keperluan kontrol, juga untuk keperluan perencanaan.
23
Penjelasan dari kegunaan return on assets diatas adalah sebagai berikut: 1) Sebagai salah satu kegunaannya yang prinsipiil ialah sifatnya yang
menyeluruh.
Apabila perusahaan sudah menjalankan praktek akuntansi yang baik maka management dengan menggunakan teknik analisa ROI/ROA dapat mengukur efesiensi penggunaan modal yang bekerja, efesiensi produksi dan efesiensi bagian penjualan. Apabila suatu perusahaan pada suatu periode telah mencapai “operating assets tornover” sesuai dengan standart atau target yang telah ditetapkan, tetapi ternyata ROI/ROA-nya masih dibawah standart target, maka perhatian management dapat dicurahkan pada usaha peningkatan efesiensi disektor produksi dan penjualan. Sebaliknya apabila profit margin telah mencapai target atau standart yang telah ditetapkan, sedangkan operating assets trunover masih dibawah target, maka perhatian management dapat dicurahkan untuk perbaikan kebijaksanaan investasi baik dalam modal kerja maupun dalam aktiva tetap. Rendahnya operating turnover assets ini mungkin disebabkan karena kesalahan, dalam politik pembelian bahan mentah, sehingga jumlah bahan mentah yang dibeli terlalu besar menumpuk digudang.Mungkin kesalahan terletak dalam politik penjualan kreditnya dimana banyak piutang yang belum dapat diterima. 2) Apabila perusahaan dapat mempunyai data industri sehingga dapat
diperoleh ratio industri.
Maka dengan analisis ROI/ROA ini dapat dibandingkan efesiensi penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain
24
yang sejenis, sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada dibawah, sama, atau diatas rata-ratanya. Dengan demikikan akan dapat diketahui dimana kelemahannya dan apa yang sudah kuat pada perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.
3) Analisa ROI/ROA-pun dapat digunakan untuk mengukur efesiensi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh divisi/bagian.
Yaitu dengan mengalokasikan semua biaya dan modal kedalam bagian yang bersangkutan. Arti pentingnya mengukur rate of return pada tingkat bagian adalah untuk dapat membandingkan efesiensi suatu bagian dengan bagian yang lain didalam perusahaan yang bersangkutan.
4) Analisa ROI/ROA juga dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Dengan menggunakan “product cost system” yang baik, modal dan biaya dapat dialokasikan kepada berbagai-bagai produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga dengan demikian akan dapat dihitung profitabilitas dari masing-masing produk. Dengan demikian maka management akan dapat mengetahui produk mana yang mempunyai “profit potential” didalam longrun.
5) ROI/ROA selain berguna untuk keperluan kontrol, juga untuk keperluan perencanaan.
25
Misalnya ROI/ROA dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan kalau perusahaan akan mengadakan ekspansi. Misalnya perusahaan dapat menentukan bahwa ROI/ROA sebesar 30% sebagai target yang harus dicapai oleh perlengkapan/mesin-mesin baru. Dengan memproyeksikan penjualan dan biaya, perusahaan akan dapat mengestimasikan besarnya ROI/ROA yang akan dapat dicapai dengan ekspansi yang akan dijalankan.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Return On Asset (ROA)
Pimpinan perusahaan dalam hal ini adalah manajer keuangan untuk dapat meningkatkan besarnya rasio ROA adalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan ditingkatkannya faktor-faktor yang mempengaruhinya maka rasio ROA pun akan meningkat pula.
Menurut Munawir (2010, hal. 89) besarnya ROI/ROA dipengaruhi oleh dua faktor:
1. Turnover dari operating assets (tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi).
2. Profit margin.
Penjelasan dari faktor-faktor yang mempengaruhi return on assets diatas adalah sebagai berikut:
1) Turnover dari Operating assets (tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi)
26
Yaitu mengukur sejauh mana sebuah aktiva digunakan didalam kegiatan perusahaan atau menunjukan berapakali operating assets berputar dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.
2) Profit margin
Yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam presentase dan jumlah penjualan bersih, dan mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualannya.
d. Indikator Pengukuran Return On Asset (ROA)
Keefektifan sebuah manajemen dalam memanfaatkan assetnya secara optimal dapat dinilai dengan diperolehnya laba dari pemanfaatan sejumlah asset perusahaan.Hal tersebut dapat dianalisa dengan melihat hubungan antara keduanya, yang kemudian dapat dijadikan gambaran bagi manajer untuk mengambil sebuah keputusan tertentu.
Menurut Kasmir (2012, hal. 202) rumus untuk mencari return on assets dapat digunakan sebagai berikut.
( )