• Tidak ada hasil yang ditemukan

64 65,06 dengan rata-rata nilai rasio tingkat perputaran modal kerja sebanyak 32,53 kali. Ini Sehingga dapat dikatakan perputaran modal kerja yang KUD Tenera Mukti dalam keadaan cukup baik karena nilai rasio berada diantara 0 Kali-1 Kali.

Tingkat Perputaran Modal Kerja (TPMK) merupakan perbandingan antara pernjualan dengan modal kerja. Unsur yang terdapat didalam modal kerja antara lain Kas, Piutang dan Persediaan. Unsur tersebut berputar secara terus menerus.

Perputaran unsur-unsur modal kerja sangat mempengaruhi terhadap besar kecilnya laba usaha (Pendapatan) dalam koperasi. Adanya modal kerja yang cukup sangat penting karena dengan modal kerja yang cukup dalam artian modal kerja yang tersedia sesuai dengan kapasitas usaha Koperasi, hal tersebut memungkinkan bagi koperasi untuk beroperasi dengan seekonomis mungkin dan koperasi tidak mengalami kesulitan untuk menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin timbul karena adanya krisis atau kesulitan keuangan.

Akan tetapi dengan modal kerja yang berlebihan menujukkan adanya dana yang tidak produktif dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi koperasi karena adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan telah disia-siakan.

Sebaliknya adanya ketidak cukupan dalam modal kerja marupakan sebab utama kagagalan satu koperasi.

65 Tabel 25. Rasio Return On Working Capital KUD Tenera Mukti Desa Indrapuri

Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Tahun 2014-2018.

Tahun SHU sebelum

pajak Manfaat Langsung Modal Kerja Rata-Rata

Rasio (%)

Standar

(%) Keterangan

2014 796.599.663 2.496.345.376 1.172.269.869 75,26 2 kali-3

kali Baik

2015 922.174.220 2.210.741.066 1.266.371.696 78,13 2 kali-3

kali Baik

2016 309.681.240 3.568.985.835 1.309.274.457 33,40 <0 kali kurang baik

2017 1.323.328.453 2.152.175.661 1.566.107.316 88,56 2 kali-3

kali Baik

2018 999.563.490 2.597.088.500 1.640.474.193 66,41 0 kali-1

kali Cukup baik Jumlah 4.351.347.066 13.025.336.438 6.954.497.531 341,76 >3 kali Baik

Rata-rata 870.269.413 2.605.067.287 1.390.899.506 68,35 0 kali-1

kali cukup baik

Berdasarkan Tabel 25 diketahui bahwa perhitungan rasio Return On Working Capital KUD Tenera Mukti pada tahun 2014 sebanyak 75,26, 2015 sebanyak 78,13 , 2016 sebanyak 33,40, tahun 2017 sebesar 88,56 , dan pada tahun 2018 sebanyak 66,41, dengan rata-rata nilai rasio sebanyak 68,35 kali. Sehingga dapat dikatakan rasio Return On Working Capital KUD Tenera Mukti dalam keadaan cukup baik .

Return on Working Capital merupakan hasil perbandingan SHU sebelum pajak ditambah manfaat langsung dengan jumlah modal kerja rata-rata yang digunakan. Dari hasil menunjukkan bahwa perputaran modal kerja yang dihasilkan oleh koperasi semakin cukup baik dalam menghasilkan penjualan bersih.

66 VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Karateristik Pengurus, Karyawan, dan anggota KUD Tenera Mukti yaitu rata-rata umur pengurus 57 tahun, umur karyawan 42 tahun dan umur anggota 46 tahun yang termasuk kedalam usia produktif. Rata-rata Tingkat pendidikan pengurus dan karyawan yakni tingkat SMA dan anggota tingkat SD-SMP.

Pengalaman berusaha pengurus 17 tahun, karyawan 17 tahun dan anggota 16 tahun. Jumlah tanggungan keluarga pengurus 4 orang, karyawan dan anggota yakni 4 orang.

2. Rata-rata nilai Manfaat Ekonomi Langsung (MEL) dari unit usaha yang ada di KUD Tenera Mukti Desa Indrapuri pada tahun 2017 sebesar Rp.

538.043.915 dan mengalami peningkatan menjadi Rp. 649.272.125 pada tahun 2018.

3. Efisiensi ekonomi koperasi rata-rata rasio Tingkat Perputaran modal usaha dengan nilai 5,50% dan masuk kriteria baik.Rata – rata profit margin dengan nilai 74,95% termasuk kriteria sangat baik. Rata – rata nilai rentabilitas ekonomi secara langsung yaitu 23,76% termasuk kriteria baik dan secara tidak langsung yaitu sebesar 92,76% dan termasuk kriteria baik.Rata–rata rentabilitas modal sendiri sebesar 22,36% termasuk kriteria Cukup baik. Rata – rata tingkat perputaran modal kerja sebesar 32,553% termasuk kriteria

67 Cukup baik. Dan rata – rata return on working capital sebesar 68,35 termasuk kriteria Cukup baik.

6.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut:

1. Koperasi perlu meninjau kembali kebijaksanaan untuk memberikan kelonggaran yang terlalu besar bagi anggota dalam melunasi hutangnya (Pinjaman) terhadap koperasi, karena hal tersebut dapat mengakibatkan MEL yang di terima anggota menjadi kecil.

2. Bagi pihak pengurus, karyawan dan anggota KUD Tenera Mukti sebaiknya terus berusaha meningkatkan dan mengembangkan setiap kegiatan koperasi sehingga koperasi ini akan berjalan dengan baik apabila anggotanya dapat bekerja dengan baik. Hal ini dilakukkan agar semua anggota koperasi dapat menilai manfaat dengan menjadi anggota dan dapat diukur kinerja atau efisiensi kegiatan koperasi. Para pengurus dan karyawan KUD Tenera Mukti hendaknya lebih mengupayakan pemberian pinjaman dalam jangka waktu pendek agar penerimaan piutang dapat kembali dalam waktu satu periode.

3. Penelitian ini masih terbuka untuk dilanjutkan lagi agar diperoleh kesimpulan yang tidak bias dengan memfokuskan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi efisiensi ekonomi koperasi.

68 DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, P dan D. Sudantoko. 2002. Koperasi Kewirausahaan dan Usaha Kecil.

Rineka Cipta, Jakarta.

Asidiki, 2016. Analisis Manfaat Ekonomi KUD Flamboyan Desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Skripsi Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. [Tidak Dipublikasikan]

Andang , K.A. 2001. Pengukuran Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sudut Anggota. Jurnal Ilmiah Manajemen Keuangan Value FMK, Edisi 1, Bandung.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Kampar,2019. Jumlah KUD dan Non KUD Menurut Kecamatan. Kabupaten Kampar.Kampar.

Fitri, 2014. Analisis Efisiensi Penggunaan Modal Kerja Pada Koperasi Unit Desa (KUD) Margomulyo Di Jatiyoso, Karanganyar. Skripsi Fakultas Ekonomi.

Universitas Muhammadiyah Surakarta. [Tidak Dipublikasikan]

Kartasapoetra, S, Bambang. 2001. Koperasi Indonesia yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Rineka Cipta, Jakarta.

Ketaren, N. 2007. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Koperasi Kredit Union dalam Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Harmoni Sosial, 1(3): 138 – 146.

Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

Pedoman Klasifikasi Koperasi. Indonesia, Jakarta. 2009.

Kusnadi dan Hendar. 2005. Ekonomi Koperasi. untuk Perguruan Tinggi. Edisi Kedua. Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia, Jakarta.

Krisnamurthi, B. 1998. Perkembangan Kelembagaan dan Perilaku Usaha Koperasi Unit Desa di Jawa Barat. Disertasi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor. [Tidak dipublikasikan]

Mutis, T. 1992. Pengembangan Koperasi Kumpulan Karangan. Gramedia.

Pemerintah R.I. Undang-Undang Perkoperasian Nomor 25 Tahun 1992.

Cetakkan Kedua. Sinar Grafika, Jakarta.

Mosher, A.T. 1984. Menggerakkan dan Membangunkan Pertanian, Yasaguna, Jakarta

Munziri, Muaz. Analisis Efisiensi Usaha Koperasi Unit Desa di Kabupaten Lampung Selatan. Tesis. Pascasarjana Universitas Indonesia., 1993.

Dokumen terkait