BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Review Penelitian Terdahulu (Theoretical Mapping)
Penelitian ini mereview beberapa penelitian terdahulu yang relevan, dengan hasil sebagai berikut :
Ratna dan Fadjrih (2013) meneliti dengan judul “Pengaruh leverage dan mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba”. Penelitian ini dilakukan terhadap 58 perusahaan pada sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2009 – 2011. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terhadap manajemen laba. Kepemilikan institusional, dewan komisaris dan komite audit berpengaruh positif terhadap manajemen laba.
Lande, et.al (2014) meneliti dengan judul “Pengaruh tata kelola perusahaan, kecakapan manajerial, dan rasio leverage terhadap manajemen laba”.
Penelitian ini dilakukan terhadap 225 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2008 - 2012. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba, baik berdasarkan manajemen laba akrual maupun manajemen laba rill. Kecakapan manajerial memiliki pengaruh yang positif terhadap manajemen laba yang diproksikan melalui manajemen laba rill berdasarkan biaya dari kegiatan produksi tidak normal serta rasio leverage memiliki pengaruh yang positif terhadap manajemen laba dengan menggunakan manajemen laba akrual berdasarkan diskresioner akrual jangka panjang dan manajemen laba rill berdasarkan biaya diskresioner tidak normal.
Januar dan Farid (2014) meneliti dengan judul “Kualitas audit, ukuran perusahaan dan leverage terhadap manajemen laba”. Penelitian ini dilakukan terhadap 13 perusahaan kelompok industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2012. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas audit dan leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap manajemen laba.
Ulya dan Khairunnisa (2015) meneliti dengan judul “Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage dan kualitas audit terhadap praktik
manajemen laba (Studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2011-2013)”. Penelitian ini dilakukan terhadap 56 perusahaan pada sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2011 – 2013. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran perusahaan dan profitabilitas (ROE) berpengaruh signifikan terhadap praktik manajemen laba.
Financial Leverage (DER) dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba.
Suhartanto (2015) meneliti dengan judul “Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, kepemilikan publik, perubahan harga saham dan risiko bisnis terhadap manajemen laba pada perusahaan publik sektor keuangan”.
Penelitian ini dilakukan terhadap 38 perusahaan publik sektor keuangan. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi logistic dengan menggunakan metode enter dan backward stepwise method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran perusahaan, net profit margin dan risiko bisnis berpengaruh terhadap manajemen laba. ROA, Leverage, Kepemilikan publik dan Perubahan harga saham tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Nanok, et.al. (2014) meneliti dengan judul “Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba perusahaan publik di indonesia pada tahun 2008”.
Penelitian ini dilakukan terhadap 219 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa tidak ada beda manajemen laba untuk kepemilikan manajerial.
Ukuran perusahaan berpengaruh secara positif terhadap manajemen laba. Proporsi
dewan komisaris memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan terhadap manajemen laba. Ukuran KAP berpengaruh terhadap manajemen laba. Leverage memiliki pengaruh postif dan signifikan terhadap manajemen laba. Arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Rizky dan Soegeng (2013) meneliti dengan judul “Pengaruh good corporate governance, kualitas audit, kompensasi bonus, dan ukuran perusahaan terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia”. Penelitian ini dilakukan terhadap 30 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009 – 2011.
Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Kualitas audit mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba.
Kompensasi bonus dan Ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Amelia dan Hernawati (2016) meneliti dengan judul “Pengaruh komisaris independen, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap manajemen laba”.
Penelitian ini dilakukan terhadap 25 perusahaan jasa sektor real estate dan property dan building contruction yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009-2013. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel komisaris independen, ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Pengujian secara parsial diketahui bahwa komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Ukuran perusahaan
berpengaruh terhadap manajemen laba. Profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Marlisa dan Rokhmi (2016) meneliti dengan judul “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba perusahaan properti dan real estate”.
Penelitian ini dilakukan terhadap 7 perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2012 – 2014. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage dan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Ukuran perusahaan dan kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba.
Gede dan Ramantha (2014) meneliti dengan judul “Pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional pada manajemen laba perusahaan manufaktur di bursa efek indonesia”. Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2010 – 2012. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif pada manajemen laba. Kepemilikan institusional tidak berpengaruh pada manajemen laba.
Secara ringkas daftar penelitian terdahulu dapat disajikan melalui tabel 2.1 berikut ini :
Tabel 2.1 Review Peneliti Terdahulu
Digunakan Hasil yang Diperoleh 1 Ratna dan
Leverage berpengaruh negatif terhadap manajemen laba.
Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap manajemen laba.
Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif terhadap manajemen laba.
Dewan Komisaris berpengaruh positif terhadap manajemen laba.
Komisaris Independen berpengaruh negatif terhadap Manajemen Laba..
Komite Audit berpengaruh positif terhadap Manajemen Laba.
2 Lande, et.al. /
Tata kelola perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba.
Kecakapan manajerial memiliki pengaruh yang positif terhadap manajemen laba.
Rasio leverage memiliki pengaruh yang positif terhadap manajemen laba.
Kualitas audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap manajemen laba.
Leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
4 Ulya dan
Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap praktik manajemen laba.
Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap praktik manajemen laba.
Financial Leverage tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba.
Kualitas audit tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba.
Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba.
Net profit margin berpengaruh terhadap manajemen laba.
ROA tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Kepemilikan public tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Perubahan harga saham tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Risiko bisnis berpengaruh terhadap manajemen laba
Ukuran Perusahaan berpengaruh secara positif terhadap manajemen laba.
Proporsi Dewan Komisaris memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan terhadap manajemen laba.
Ukuran KAP berpengaruh terhadap manajemen laba
Leverage memiliki pengaruh postif dan signifikan terhadap manajemen laba.
• Manajemen Laba.
signifikan terhadap manajemen laba.
Komisaris independen tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Kualitas audit mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba.
Kompensasi bonus tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Secara simultan variabel komisaris independen, ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Pengujian secara parsial diketahui bahwa :
Komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba.
Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Komite audit tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba.
Kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
10 Gede dan Ramantha. / 2014
Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional pada Manajemen Laba Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Variabel
Independen (X) :
• Kepemilikan Manajerial.
• Kepemilikan Institusional.
Variabel Dependen (Y) :
• Manajemen Laba.
Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif pada manajemen laba.
Kepemilikan institusional tidak berpengaruh pada manajemen laba.
BAB III
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS