• Tidak ada hasil yang ditemukan

Review Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen TESIS. Oleh. REINHARD SIAGIAN /Akt (Halaman 58-64)

TINJAUAN PUSTAKA

6. Tingkat Pendidikan

2.3. Review Penelitian Terdahulu

Di dalam melakukan penelitian “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi memilih Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto”, peneliti perlu melakukan tinjauan atas penelitian-penelitian terkait yang pernah dilakukan sebelumnya. Peneliti mengambil lima penelitian yang dianggap relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.

Penelitian yang akan dilakukan berbeda dengan penelitian acuan ini, baik terkait waktu maupun cakupan daerah yang akan diteliti. Penelitian acuan dilaksanakan tahun 1996 sampai dengan tahun 2013 dimana semenjak saat itu telah terjadi perubahan dalam kondisi sosial, perekonomian, dan jumlah Wajib Pajak yang terdaftar. Cakupan pembahasan utama dalam penelitian ini juga berbeda.

Penelitiaan acuan pertama (Wulandari Kartika Sari) hanya memfokuskan pembahasan pada analisis kebijakan norma penghitungan penghasilan neto ditinjau dari Asas Kemudahan Administrasi dan Asas Keadilan. Hasil

penelitiannya menunjukkan bahwa kebijakan norma penghitungan penghasilan neto telah memenuhi azas kemudahan, tetapi belum memenuhi azas keadilan bagi wajib pajak

Penelitian kedua (Budi Eko) acuan memfokuskan penelitiannya pada pengaruh penerapan norma dengan pemenuhan kewajiban penyelenggaraan pembukuan dan pemenuhan prinsip keadilan Wajib Pajak Orang Pribadi di Kanwil XVII Direktorat Jenderal Pajak. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Penerapan Norma Penghitungan Penghasila Neto berdampak cukup efektif dan positif terhadap pemenuhan kewajiban penyelenggaraan pembukuan, tetapi belum memenuhi prinsip keadilan bagi wajib pajak orang pribadi.

Penelitian acuan ketiga (Mohammad Sajran) hanya memfokuskan pada dokter yang berpraktik di Rumah Sakit, dan penelitian acuan ketiga yang memfokuskan pembahasan pada evaluasi desain kebijakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto yang berlaku di Indonesia sejak tahun 1983 hingga 2011 berdasarkan asas keadilan dan kemudahan administrasi dalam sistem self-assessment di Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Besarnya pemotongan/pemungutan PPh 21 berdasarkan 545/PJ./2000 lebih besar dibandingkan dengan KEP-536/PJ/2000, sehingga berakibat SPT tahunan para dokter menjadi lebih bayar dan harus dilakukan tindakan pemeriksaan. Juga ditemukan hasil penelitian bahwa KEP-545/PJ/2000 belum sepenuhnya mengikuti asas-asas pemungutan pajak yang baik yaitu equality, certainty, conviniency, dan efficiency.

Penelitian acuan keempat yang dilakukan Ade Viera Fransiska ( 2012) dengan judul Analisis Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Tingkat Pedidikan, Akses Informasi, Kualitas Pelayanan, Sosialisasi Peraturan, Perpajakan dan Akses

Fasilitas Terhadap Jumlah Tunggakan Pajak Penghasilan Orang Pribadi di KPP Pratama Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan perpajakan secara parsial memiliki pengaruh negative terhadap tunggakan PPh Orang Pribadi, Tingkat pendidikan secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap tunggakan PPh Orang Pribadi, Akses Informasi memiliki pengaruh positif terhadap tunggakan PPh OP, Kualitas Pelayanan secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap tunggakan PPh OP, Sosialisasi Peraturan Perpajakan secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap tunggakan PPh OP, Akses Fasilitas secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap tunggakan PPh OP.

Penelitian acuan kelima yang dilakukan Widayati dan Nurlis (2010) dengan jududl Pengaruh pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan terhadap kemauan membayar pajak Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. Persepsi yang baik akan memberikan pengaruh positif terhadap suatu peristiwa yang amatinya. Semakin baik persepsi atas efektifitas sistem perpajakan maka semakin tinggi kemauan wajib pajak dalam membayar pajak.

Penelitian acuan keenam yang dilakukan Sharifuddin Husen (1996) dengan judul Pemeriksaan Pajak Sebagai Tindakan Pengawasan Atas Pelaksanaan Sistem Self Assesment Dan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perilaku ketidakpatuhan wajib pajak masih sangat dominan, akibat dari sengaja tidak patuh, tidak memahami sistem self assessment, pelayanan yang tidak memuaskan, dan keinginan coba-coba untuk tidak patuh. Juga ditemukan perilaku ketidakpatuhan dalam melaksanakan penghitungan pajak

terutang, dimana dari hasil penelitian ditemukan besarnya nilai Koreksi terhadap SPT wajib pajak yang diperiksa.

Penelitian acuan ketujuh yang dilakukan Analisis Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Dan Penggunaan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) Atau Pembukuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor sederhana dalam penggunaan, tidak perlu memahami akuntansi, adanya saran dari lingkungan sekitar, adanya kebiasaan dalam menggunakan pencatatan, masih memenuhi syarat dalam melakukan pencatatan, dan jawaban lain oleh responden berpengaruh positif dan signifikan, dan menjadi pendrong bagi para pemilik toko dalam pemilihan metode Penghitungan Penghasilan Neto adalah

Penelitian acuan kedelapan yang dilakukan Kusujarwati Anjarini, Buntoro Heri Prasetyo, dan Lia Dahlia Irani, (2012) dengan judul Analisis Pelaksanaan Pemeriksaan Pajak dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi pada KPP Pratama Jakarta Sawah Besar Satu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat hubungan positif antara pemeriksaan pajak dengan tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi, semakin naik pemeriksaan pajak maka semakin meningkat tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Persepsi merupakan proses aktivitas seseorang dalam memberikan kesan, penilaian, pendapat, memahami, mengorganisir, menafsirkan yang memungkinkan situasi, peristiwa yang dapat memberikan kesan perilaku yang positif atau negatif (Robbins,1996).

Sedangkan, penelitian yang akan dilakukan akan memfokuskan pembahasan pada faktor-faktor yang mempengaruhi wajib pajak orang pribadi memilih menggunakan norma penghitungan penghasilan neto di dalam pemenuhan kewajiban pajak penghasilan orang pribadi. Sehingga, penelitian ini

berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya memfokuskan pada kebijakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ditinjau dari Asas Kemudahan Administrasi dan Asas Keadilan (Wulandari Kartika Sari).

Tesis ini memiliki perbedaan dengan penelitian oleh Mohammad Sjafran, dimana Wajib Pajak yang diteliti adalah dokter, dan penelitian Sjafran hanya membahas dampak pemotongan PPh Pasal 21 saja di tahun 2004, telah terjadi beberapa kali perubahan peraturan mengenai pemotongan PPh Pasal 21.

Tesis ini juga memiliki perbedaan dengan penelitian Ade Vera Fransiska, dimana yang hanya memfokuskan pada analisis Analisis Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Tingkat Pedidikan, Akses Informasi, Kualitas Pelayanan, Sosialisasi Peraturan, Perpajakan dan Akses Fasilitas Terhadap Jumlah Tunggakan Pajak Penghasilan Orang Pribadi di KPP Pratama Medan.

Tinjauan penelitian sebelumnya disajikan di dalam Tabel 2.1.

Tabel 2.1

Theoritical Mapping (Review Peneliti Terdahulu)

No. Nama / Tahun Penelitian

Judul Penelitian Variabel yang dipakai Hasil 1. Wulandari Kartika

Sari, 2012 (Tesis Neto tidak memenuhi azas keadilan bagi Wajib Pajak orang pribadi keadilan wajib pajak Variabel Y:

3. Mohamad Sjafran, 2004 (Tesis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2004)

1. honorarium dokter Variabel Y: berakibat SPT tahunan para dokter menjadi

lebih bayar dan harus dilakukan tindakan

4. Ade Viera Fransiska ( 2012)

5. Widayati dan Nurlis (2010)

6. Sharifuddin Husen (1996). wajib pajak masih sangat dominan, akibat dari Sengaja tidak patuh, Tidak memahami sistem self assessment, pelayanan yang tidak memuaskan, coba-coba untuk tidak patuh 2.Ditemukan perilaku terhadap SPT wajib pajak yang diperiksa .

yang semakin tinggi hanya menunjuk kemampuan memahami yang lebih baik dari pada tingkat pendidikan yang lebih rendah.

BAB VI

Dalam dokumen TESIS. Oleh. REINHARD SIAGIAN /Akt (Halaman 58-64)

Dokumen terkait