• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

6. Reza Tri Wahyudi bin Sukisno

Memberikan keterangan di bawah sumpah yang pada pokoknya saksi menerangkan bahwa pada hari Jum‟at tanggal 18 Januari 2013 sekitar jam 12.30 WIB sehabis sholat Jum‟at saksi bersama teman saksi duduk-duduk di depan Balai Desa Karangsari Kec. Kalimanah Kab Purbalingga. Bahwa kemudian saksi melihat terdakwa melintas dengan menggunakan sepeda motor Honda Karisma warna putih orange sedang berboncengan dengan seorang perempuan memakai baju pramuka dari arah timur ke selatan atau keluar dari Desa Karangsari, lalu saksi memanggil nama terdakwa dan dijawab oleh terdakwa “iya” namun terdakwa tidak menghentikan sepeda motornya dan setelah kurang lebih 5-10 menit saksi melihat terdakwa balik lagi masuk ke arah Desa Karangsari. Bahwa saksi tidak mengenal perempuan memakai baju pramuka yang diboncengkan terdakwa karena sebelumnya saksi belum pernah melihat. Bahwa pada hari Minggu tanggal 20 Januari 2013 sekitar mau maghrib saksi baru mendengar telah

ditemukan mayat korban pembunuhan di Desa Karangsari yang pelakunya adalah Sdr. Risnanto.

B. Alat BuktiVisum Et Repertum

Bahwa dipersidangan telah pula dibacakan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Sukarjo Purwokerto Nomor : 474.3/1909/lPJ/29-01-2013 tanggal 21 Januari 2013 yang ditandatangani oleh dr. M. Zaenuri Syamsul Hidayat, SpKF, Msi Med. Dengan kesimpulan bahwa kematian diperkirakan terjadi lebih dari tiga jam setelah makan terakhir dan pada pemeriksaan ditemukan :

1. Ditemukan luka memar dipuncak kepala depan dan belakang akibat trauma tumpul;

2. Ditemukan luka lecet pada telapak tangan kiri akibat trauma tumpul; 3. Ditemukan luka robek pada liang kemaluan akibat trauma tumpul; 4. Ditemukan tanda-tanda pembekapan mulut dan hidung;

5. Ditemukan tanda-tanda persetubuhan; 6. Ditemukan tanda-tanda mati lemas;

Bahwa kematian tidak bisa ditentukandengan pemeriksaan yang telah dilakukan, namun diperkirakan mati lemas akibat pembekapan mulut dan hidung;

C. Keterangan terdakwa Risnanto Argo Subekhti Als AO

Terdakwa bersekolah di MTs Kalibagor kelas 3 dan terdakwa pertama kali melihat Sdri. Setiyana saat ada acara kemah di Desa Petir sekitar bulan Oktober 2012 dimana pada saat itu Sdri. Uun dan Sdri. Setiyana lewat di depan

tenda terdakwa,kemudian seminggu setelah kemah terdakwa minta nomor cewek kepada Sdri. Uun untuk iseng-iseng SMS dan untuk curhat, lalu oleh Sdri. Uun diberi nomor Sdri. Setiyana. Bahwa kemudian terdakwa mengirim SMS kosong dan miscall nomor Sdri. Setiyana lalu Sdri. Setiyana membalas dan bertanya “siapa?” dan terdakwa menjawab “Risnanto”, lalu Sdri. Setiyana bertanya “anak mana?” namun tidak dibalas, beberapa hari kemudian Sdri. Setiyana mengatakan “kamu tahu nomor ku dari Sdri. Uun ya?” dan dijawab “iya benar” setelah itu tidak SMS-an. Setelah lama tidak SMS-an kemudian terdakwa SMS Sdri. Setiyana “sedang apa? Dan dibalas Sdri. Setiyana “sedang ndak apa-apa”, setelah itu Sdri. Setiyana yang sering SMS duluan dan pernah juga ada telepon dari nomor XL, setelah terdakwa angkat ternyata nomor Sdri. Setiyana. Setelah kenal 2 (dua) bulan Sdri. Setiyana bilang suka dan pengen jadi pacar terdakwa, namun terdakwa berpura-pura sudah punya pacar, kemudian Sdri. Setiyana bilang “kalau mau dijadikan yang kedua” lalu terdakwa bilang “jadi teman dekat saja” karena pada waktu itu terdakwa sedang pendekatan dengan Sdri. Juni setelah itu antara terdakwa dan Sdri. Setiyana SMS-an setiap 2 (dua) hari sekali. Pada hari Senin 14 Januari 2013 dan Selasa 15 Januari antara terdakwa dan Sdri. Setiyana ada cekcok lewat SMS yang disebabkan karena terdakwa menerima telepon Sdri. Juni sehingga telepon dari Sdri. Setiyana menunggu, lalu Sdri. Setiyana marah dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada terdakwa, setelah itu tidak SMS-an. Dan hari Kamis tanggal 17 Januari 2013 Sdri. Setiyana mengirim SMS kalau pengen main ke rumah terdakwa, lalu terdakwa balas “ya udah besok ketemuan di Klenteng Sokaraja”. Pada hari Jum‟at sepulang sekolah terdakwa menunggu Sdri. Setiyana di Klenteng Sokaraja namun Sdri. Setiyana tidak datang sehingga

kemudian terdakwa pulang, dan saat perjalanan pulang Sdri. Setiyana SMS “jadi ketemuan nggak?”, terdakwa menjawab “jadi” setelah itu terdakwa dan Sdri. Setiyana janjian bertemu di depan SMA Agustinus Purbalingga,pada saat terdakwa menunggu di depan Salon Jupe kemudian Sdri. Setiyana datang dengan memakai sepeda motor Honda Karisma warna silver orange dengan memakai baju pramuka, dan melihat kedatangan Sdri. Setiyana lalu terdakwa memanggil, setelah itu Sdri. Setiyana menyeberang dan bertemu dengan terdakwa,setelah berjabat tangan lalu terdakwa bilang “langsung ke rumah saya apa dan Sdri. Setiyana menjawab “iya bisa” kemudian terdakwa memboncengkan Sdri. Setiyana menuju ke rumah terdakwa, dan pada saat masuk Desa Karangsari terdakwa bertemu dengan Sdr. Reza di depan balai Desa Karangsari,setelah sampai di rumah ternyata masih ada ayah terdakwa, sehingga balik lagi dan duduk-duduk dilapangan. Kemudian balik lagi kerumah dan ayah terdakwa tidak ada, kemudian terdakwa dan Sdri. Setiyana masuk rumah lewat samping belakang dan duduk-duduk di ruang tamu sambil mengobrol dan sempat terjadi adu mulut karena terdakwa mendapat SMS dari pacar terdakwa namun setelah itu baikan lagi lalu ngobrol seperti biasa. Setelah agak lama kemudian terdakwa mengajak Sdri. Setiyana masuk ke kamar, lalu Sdri. Setiyana mengikuti terdakwa ke kamar dan bertanya “mau ngapa?” dijawab oleh terdakwa “ML‟ dan setelah di kamar kemudian terdakwa menutup pintu, lalu Sdri. Setiyana berkata “nanti hamil?” dijawab terdakwa “tidak bakalan”, kemudian terdakwa membuka bajunya sehingga telanjang bulat lalu terdakwa mau membuka baju tapi Sdri. Setiyana tidak mau dan mau buka bajunya sendiri, dan setelah Sdri. Setiyana membuka bajunya hingga tinggal memakai celana dalam, BH dan kaos dalam saja lalu

terdakwa membuka celana dalam dan menyuruh Sdri. Setiyana tiduran, setelah itu terdakwa mencoba memasukan kemaluan terdakwa yang sudah tegang ke dalam kemaluan Sdri. Setiyana namun tidak bisa, kemudian terdakwa mencoba merangsang dengan memasukan jari tengah ke kemaluan Sdri. Setiyana setelah itu berganti posisi, pada saat posisi nungging baru kemaluan terdakwa bisa masuk ke dalam kemaluan Sdri. Setiyana, kemudian ganti posisi dengan posisi Sdri. Setiyana diatas (berhadapan), setelah itu ganti posisi lagi seperti pertama yaitu terdakwa diatas dan Sdri. Setiyana dibawah, dan pada saat terdakwa akan mengeluarkan sperma lalu alat kelamin terdakwa dicabut dan terdakwa mengeluarkan sperma di atas perut Sdri. Setiyana selanjutnya sperma terdakwa dilap memakai handuk kecil lalu terdakwa dan Sdri. Setiyana memakai baju masing-masing setelah itu tiduran sambil menonton televisi,pada saat sedang tiduran dan menonton televisi tiba-tiba HP terdakwa bunyi dan setelah diambil ternyata ada SMS dari Sdri. Juni kemudian HP terdakwa direbut oleh Sdri. Setiyana dan setelah dibaca kemudian HP dibanting lalu Sdri. Setiyana mengeluarkan kata-kata kotor bajingan, asu, celek, bangsat, gigolo,kemudian tangan terdakwa tidak sengaja mengenai Sdri. Setiyana sehingga Sdri. Setiyana langsung mencakar tangan terdakwa sehingga membuat terdakwa emosi dan memukul bagian mulut Sdri. Setiyana kemudian Sdri. Setiyana membalas lagi dengan mencakar dada terdakwa sehingga kemudian terdakwa memukul lagi sehingga Sdri. Setiyana terjatuh di tempat tidur. Melihat Sdri. Setiyana terjatuh lalu terdakwa menindih tubuh Sdri. Setiyana dengan cara menduduki perut sedangkan kedua tangan terdakwa menekan dada dengan ibu jari menempel di sekitar tenggorokan kurang lebih 15 (lima belas) menit sehingga Sdri. Setiyana

lemas dan tidak bergerak lagi. Setelah Sdri. Setiyana tidak bergerak lagi kemudian terdakwa memegangi detak jantung Sdri. Setiyana dan masih ada, setelah itu terdakwa mengambil air di kamar mandi lalu dipercikan ke mukanamun tidak bangun juga kemudian terdakwa mengembalikan air ke kamar mandi, dan pada saat terdakwa kembali lagi ke kamar terdakwa mendengar suara ngorok dan melihat darah keluar dari hidung dan mulut Sdri. Setiyana kemudian terdakwa memegang dada Sdri. Setiyana dan detak jantung sudah tidak ada lagi,mengira Sdri. Setiyana sudah tidak ada kemudian terdakwa bingung bagaimana supaya tidak ketahuan warga dan orang tua, kemudian terdakwa mengambil karung dari gudang dan selanjutnya terdakwa menarik tubuh Sdri. Setiyana hingga jatuh dan kepalanya membentur lantai kemudian terdakwa memasukan tubuh Sdri. Setiyana ke dalam karung dengan cara mendirikan tubuh Sdri. Setiyana namun terdakwa kesulitan hingga tubuh Sdri. Setiyana jatuh dan mukanya menghantam lantai, selanjutnya terdakwa mengambil sprei dan menggelarnya di lantai lalu terdakwa mengangkat dan menaruh tubuh Sdri. Setiyana diatas sprei dan membungkusnya, kemudian sprei terdakwa bawa ke gudang dan sampai digudang terdakwa mengikat sprei dengan karet ban, setelah itu terdakwa mengunci pintu gudang dan kuncinya disimpan diatas pintu,kemudian terdakwa merapikan kamar dan memasukan baju Sdri. Setiyana ke dalam kantong plastik, lalu terdakwa mempreteli tebeng dan spion sepeda motor Sdri. Setiyana, setelah itu terdakwa mandi kemudian pergi menjemput Sdri. Juni dan setelah muter-muter serta main ke rumah Sdri. Juni pada sekitar Maghrib terdakwa pulang ke rumah. Kemudian terdakwa main ke rumah Sdr. Joko dan pada sekitar jam 24.00 WIB terdakwa di SMS oleh kakak terdakwa untuk segera pulang dan ketika sampai dirumah ayah

terdakwa bilang kalau terdakwa dicari orang dari Desa Kalicupak yang menanyakan Sdri. Setiyana. Pada hari Sabtu tanggal 19 Januari 2013 sekitar jam 01.00 WIB terdakwa diantar oleh Sdr. Narkim dan ayah terdakwa ke Desa Kalicupak kemudian terdakwa ditanya oleh Sdr. Slamet Rahayu dan Sdr. Suwedi tentang keberadaan Sdri. Setiyana dan terdakwa mengelak dengan menjawab “tidak tahu”, karena sudah 2 (dua) hari tidak SMS” setelah selesai kemudian terdakwa pulang, setelah sampai dirumah terdakwa tidak tidur tetapi main HP dan mendengarkan radio sambil berpikir mayat Sdri. Setiyana mau dibuang ke mana?. Hari Sabtu tanggal 19 Januari 2013 sekitar jam 07.00 WIB terdakwa masuk sekolah seperti biasanya dan belum lama masuk kemudian terdakwa dijemput ayah terdakwa untuk diajak ke Desa Kalicupak karena ada yang melihat terdakwa memboncengkan perempuan memakai baju pramuka pada hari Jum‟at sekitar jam 12.00 WIB,sesampainya di Desa Kalicupak kemudian terdakwa di suruh jujur lalu ditanya oleh Sdr. Narkim “apa betul pada hari Jum‟at sekitar jam 12.00 WIB berboncengan dengan perempuan mamakai baju pramuka”, lalu terdakwa mengelak dengan mengatakan “saat itu terdakwa berboncengan dengan Sdri. Juni anak SMA 1 Padamara “kemudian Sdr. Slamet Rahayu dan Sdr. Suwedi minta ditemukan dengan Sdri. Juni,kemudian Sdr. Slamet Rahayu, Sdr. Suwedi, Sdr. Narkim dan terdakwa bersama orang tua terdakwa berangakat ke SMA 1 Padamara namun di perjalanan ban sepeda motor terdakwa bocor, sehingga terdakwa dan orang tua terdakwa mampir ke bengkel dan setelah meminjam motor bengkel lalu orang tua terdakwa menemui Sdr. Slamet Rahayudan Sdr. Suwedi dan memberitahu kalau sepeda motornya lagi dibengkel setelah itu dengan menggunakan sepeda motor bengkel ayah terdakwa menyuruh terdakwa

untuk menjemput Sdri. Juni, kemudian terdakwa mengirimkan SMS kepada Sdri. Juni yang isinya meminta Sdri. Juni kalau ditanya menjawab “iya” setelah itu terdakwa menjemput Sdri. Juni ke pabrik dan kemudian pergi ke SMA 1 Padamara, kemudian Sdri. Juni ditanya “sekolah dimana”, dijawab oleh Sdri. Juni “di MAN Purbalingga” lalu ditanya lagi “sepeda motor Honda Karisma orange dimana? dan dijawab Sdri. Juni “sedang dibawa lilik” lalu Sdri. Juni juga ditanya alamat dan dijawab “Silado Rt 02/ Rw 02, lalu Sdr. Slamet Rahayu dan Sdr. Suwedi bilang “nanti kalau ada waktu pengen liat sepeda motornya” dan terdakwa menyanggupi nanti kalau motor pulang akan dibawa ke Desa Kalicupak setelah selesai semuanya pulang, kemudian terdakwa dan Sdri. Juni berpapasan dengan orang tua terdakwa dan setelah tukeran motor kemudian terdakwa dan Sdri. Juni muter-muter di Desa Babakan setelah itu terdakwa mengantar Sdri. Juni kembali ke pabrik dan kemudian menjemput ayah terdakwa, setelah itu terdakwa pergi ke rumah Sdr. Joko membawa sepeda motor Honda Karisma milik Sdri. Setiyana lewat depan kuburan (tidak lewat depan rumah Sdr. Narkim) dan menitipkan sepeda motor di rumah Sdr. Joko setelah itu terdakwa pulang dengan diantar Sdr. Dayat. Hari Sabtu malam Minggu terdakwa SMS-an sama Sdri. Juni sambil melihat televisi dan situasi di luar rumah hujan lalu terdakwa berpikir bagaimana mayat Sdri. Setiyana supaya tidak dirumah, lalu timbul niat untuk membuang di tempat sampah setelah itu terdakwa membopong mayat Sdri. Setiyana secara pelan-pelan agar tidak ketahuan kakak terdakwa dan setelah sampai pavingan lalu mayat Sdri. Setiyana terdakwa seret sampai tempat sampah kemudian ditutupi dengan sampah, Hari Minggu pergi ke rumah Sdr. Joko di Mijen Babakan lalu terdakwa cerita “dapat motor” lalu Sdr. Joko menjawab “bahaya, ntar malah bisa

kena” lalu terdakwa bertanya “kamu bisa jual atau gadaiin? Dan dijawab Sdr. Joko “bisa” setelah itu sepeda motor dibawa oleh Sdr. Joko,pada sekitar jam 14.30 WIB terdakwa ke rumah Sdri. Juni dan sebelum masuk rumah Sdri. Juni dari belakang ada yang ngikutin lalu terdakwa ditanya “sekolah dimana?”, terdakwa jawab di “Poltek” dan setelah didesak akhirnya terdakwa ngaku di MTs, selanjutnya terdakwa ditanya, “sepeda motor dimana? Terdakwa menjawab “sepeda motornya ada di Mijen setelah itu terdakwa dimasukan ke mobil polisi dan kemudian mobil mengikuti sepeda motor teman terdakwa menuju Mijen,setelah sampai di Mijen Sdr. Joko tidak ada kemudian Sdr. Joko ditelepon dan suruh pulang dan dijawab “iya, entar” kemudian polisi bilang “motornya sudah kena, sekarang jujur saja Sdri. Setiyana dimana? Lalu terdakwa menjawab “udah dibunuh” lalu ditanya lagi “dimana”, terdakwa menjawab ”ada disekitar rumah terdakwa,setelah terdakwa mengakui perbuatannya kemudian terdakwa di bawa ke Polsek Kalimanah kemudian dengan tangan diborgol terdakwa dibawa ke TKP untuk menunjukan mayat Sdri. Setiyana setelah terdakwa dimasukan ke mobil lagi lalu di bawa ke Polsek Kalimanah dan selanjutnya di bawa ke Polres Purbalingga. Dan baju pramuka milik Sdri. Setiyana telah terdakwa buang di kali pong pada saat terdakwa akan menjemput Sdri. Juni, dan terdakwa sebelumnya pernah berhubungan badan dengan PSK di daerah Baturaden.