Pengungkapan Manajemen
RINGKASAN HASIL PENGUJIAN HIPOTESIS
Kode Hipotesis Hasil
H1 Ukuran Dewan komisarisberpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Diterima
H2 Proporsi Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Diterima
H3 Ukuran Komite Audit berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
H4 Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Diterima
H5 Tingkat Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Ditolak
H6 Tingkat Leverage berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Diterima
H7 Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Diterima
Sumber : Hasil Analisis Data.
D.Pembahasan (Interpretasi)
Penelitian ini menguji pengaruh Ukuran Dewan Komisaris, Proporsi
Komisaris Independen, Ukuran Komite Audit, Kepemilikan Institusional,
Tingkat Profitabilitas, Tingkat Leverage, Ukuran Perusahaan terhadap
Pengungkapan Manajemen Risiko
1. Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Dari hasil uji statistik t diketahui bahwa variabel Ukuran Dewan
Komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko. Hal ini berarti hasil penelitian menerima hipotesis
pertama (H1) bahwa Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013-2015.
Jumlah dewan yang besar akan menambah peluang untuk saling
pengungkapan manajemen risiko (Jatiningrum, 2011). Hal ini didukung
oleh penelitian yang dilakukan oleh Jatiningrum (2011), Mubarok (2013)
dan Putri (2014) yang menyatakan bahwa ukuran dewan komisaris
berpengaruh terhadap pengungkapan manajemen risiko.
2. Pengaruh Proporsi Komisaris Independen terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Dari hasil uji statistik t diketahui bahwa variabel Proporsi
Komisaris Independen berpengaruh positif signifikan terhadap
Pengungkapan Manajemen Risiko. Hal ini berarti hasil penelitian
menerima hipotesis kedua (H2) bahwa Proporsi Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko pada
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun
2013-2015.
Proporsi komisaris independen yang besar akan berdampak pada
pengawasan perilaku manajemen untuk memenuhi keinginan pemegang
saham dan tingkat pengungkapan risiko yang semakin luas. Selain itu
proporsi komisaris independen yang besar akan memberikan sikap
independen dalam memberikan saran maupun masukan terhadap
perusahaan.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan
hasil bahwa proporsi komisaris independen berpengaruh positif terhadap
pengungkapan manajemen risiko. Namun penelitian ini tidak konsisten
dengan hasil penelitian Putri (2014) yang memberikan hasil bahwa
proporsi komisaris independen tidak berpengaruh terhadap pengungkapan
manajemen risiko
3. Pengaruh Ukuran Komite Audit terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Dari hasil uji statistik t diketahui bahwa variabel Ukuran Komite
Audit berpengaruh positif signifikan terhadap Pengungkapan Manajemen
Risiko. Hal ini berarti hasil penelitian menerima hipotesis ketiga (H3) bahwa Ukuran Komite Audit berpengaruh positif terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013-2015
Komite audit sebagai penunjang dewan komisaris dapat
mempengaruhi pengungkapan risiko sebuah perusahaan. Keberadaan
komite audit dapat memberikan bantuan kepada dewan komisaris dalam
melakukan pengawasan, khususnya dalam memastikan pengungkapan
manajemen risiko. Semakin besar ukuran komite audit dalam perusahaan
dapat mempengaruhi luas pengungkapan risiko dalam laporan tahunan
perusahaan Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang
dilakukan oleh Putri (2014) yang memberikan hasil bahwa ukuran komite
4. Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Dari hasil uji statistik t diketahui bahwa variabel Kepemilikan
Institusional berpengaruh positif signifikan terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko. Hal ini berarti hasil penelitian menerima hipotesis
keempat (H4) bahwa Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko pada perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013-2015
Monitoring yang kuat dari investor institusional akan memberikan
dampak sikap manajer yang akan lebih banyak mengungkapkan
pengungkapan manajemen risiko yang dimiliki oleh perusahaan.
Kepemilikan institusional memiliki kemampuan cukup besar dalam
mempengaruhi pengungkapan manajemen risiko.
Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh
Kusumaningrum (2013) dan Putri (2014) yang memberikan hasil bahwa
kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap penguungkapan
manajemen risiko
5. Pengaruh Tingkat Profitabilitas terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Dari hasil uji statistik t diketahui bahwa variabel Tingkat
Risiko. Hal ini berarti hasil penelitian menolak hipotesis kelima (H5)
bahwa Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko pada perusahaan manufaktur yang terdapat di Bursa
Efek Indonesia (BEI) tahun 2013-2015
Hasil pengujian ini tidak sesuai dengan agency theory yang
diajukan yaitu semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu perusahaan akan
menimbulkan ketertarikan principal untuk membeli saham di perusahaan
dan kontrol yang semakin tinggi dari pihak eksternal. Perbedaan teori
dengan hasil yang sudah diuji dikarenakan perusahaan yang memiliki
timgkat profitabilitas yang rendah akan lebih beresiko karena
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya
menjadi sangat sulit (Anisa, 2012). Semakin tinggi tingkat profitabilitas,
perusahaan cenderung tidak melakukan perluasan pengungkapan
manajemen risiko karena situasi di perusahaan yang sudah kondusif dan
tidak beresiko. Selain itu perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang
tinggi tidak menjamin memiliki sumber daya manusia yang mampu
mengelola dan memprediksi risiko (Andini, 2011)
Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Anisa (2012)
yang memberikan hasil bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap
6. Pengaruh Leverage terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Dari hasil uji statistik t diketahui bahwa variabel Tingkat Leverage
berpengaruh positif signifikan terhadap Pengungkapan Manajemen
Risiko. Hal ini berarti hasil penelitian menerima hipotesis keenam (H6) bahwa Leverage berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen
Risiko
Hubungan positif yang signifikan tingkat leverage terhadap
pengungkapan manajemen risiko konsisten dengan teori stakeholder,
perusahaan diharapkan mengungkap lebih banyak risiko dengan tujuan
menyediakan penilaian dan penjelasan mengenai apa yang terjadi pada
perusahaan (Anisa, 2012). Semakin besar tingkat leverage yang dimilki
perusahaan menyebabkan tuntutan pengungkapan akan semakin besar
dilakukan oleh pihak luar dan kreditur untuk mengetahui seberapa baik
atau buruk kondisi dan kemampuan perusahaan untuk melunasi
hutangnya.
Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hasan (2009)
dan Anisa (2012) yang menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh positif
tingkat leverage terhadap pengungkapan manajemen risiko
7. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko
Dari hasil uji statistik t diketahui bahwa variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh positifn signifikan terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko. Hal ini berarti hasil penelitian menerima hipotesis
ketujuh (H7) bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013-2015
Hubungan positif yang signifikan Ukuran Perusahaan terhadap
Pengungkapan Manajemen Risiko konsisten dengan agency theory yang
menyatakan jika perusahaan besar memiliki biaya keagenan yang lebih
besar jika dibandingkan dengan perusahaan kecil (Anisa, 2012). Semakin
besar ukuran perusahaan, maka perusahaan cenderung untuk melakukan
pengungkapanan risiko yang lebih luas yang bertujuan untuk mengurangi
biaya keagenan tersebut. Selain itu semakin besar ukuran perusahaan akan
semakin besar pula pemegang kepentingan yang akan membuat
pengungkapan risiko untuk diungkapkan secara lebih luas
Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Amilia dan
Ratnasari (2007), Amran et al (2009), dan Anisa (2012) yang menunjukan
hasil bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan
59
A.Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan maka diperoleh kesimpulan sebagai
berikut:
1. Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh positif terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko
2. Proporsi Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap
Pengungkapan Manajemen Risiko
3. Ukuran Komite Audit berpengaruh positif terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko
4. Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko
5. Tingkat Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan
Manajemen Risiko
6. Tingkat Leverage berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Manajemen
Risiko
7. Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Pengungkapan
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa saran untuk perbaikan
penelitian yang akan datang diantaranya sebagai berikut :
1. Menambah variabel lainmya karena R2 sebesar 51% sisanya 49% dipengaruhi oleh variabel lain, dapat ditambahkan variabel baru seperti
jenis industri
2. Periode waktu pengambilan sampel penelitian ini hanya tahun 2013-2015.
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperpanjang dan
memperbaharui tahun pengamatan sehingga dapat memperkuat analisis
yang ada dan periode waktu yang terbaru.
3. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan karakteristik
risiko yang digunakan dalam proses content analysis.
C. Keterbatasan Penelitian
1. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan terbatas hanya 129
perusahaan selama rentang waktu tiga tahun dari tahun 2013-2015.
2. Proses content analysis cenderung subyektif, terutama dalam penentuan