IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Ringkasan Keuangan
BBCA berhasil mencapai peningkatan kinerja keuangan yang memuaskan, tercermin dari peningkatan total aktiva sebesar 14,9 persen menjadi 324,4 triliun rupiah pada 31 Desember 2010 dengan didukung oleh tingginya pertumbuhan kredit di semua segmen nasabah.0Pada tahun 2010 BBCA berhasil membukukan laba bersih sebesar 8,5 triliun rupiah meningkat sebesar 24,6 persen dari tahun 2009 yang sebesar 6,8 triliun rupiah, sedangkan pada tahun 2008 laba bersih BBCA mencapai 5,8 triliun rupiah.08
4.1.2 PT Bank Negara Indonesia, Tbk. (BBNI) A. Informasi Umum Perusahaan
Didirikan pada tahun 1946, PT Bank Negara Indonesia Tbk. adalah bank pertama yang dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia. Pada awalnya BBNI berfungsi sebagai bank sentral Republik
Indonesia yang baru merdeka sebelum menjadi bank komersial di tahun 1955, dengan total aktiva senilai 227,5 triliun rupiah, BBNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan jumlah aktiva. BBNI melayani basis nasabah korporasi, komersial dan individu melalui jaringan pelayanan yang luas mencakup 1.071 cabang domestik dan 5 cabang luar negeri, 4.003 unit ATM, serta layanan perbankan internet dan SMS.
B. Pemegang saham
Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) PT Bank Bank Negara Indonesia dilakukan pada tahun 1996 dan tercatat sebagai bank BUMN pertama yang melakukan IPO (initial public offering) dengan menjual sahamnya sebesar 25 persen di Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham terbesar di PT Bank Negara Indonesia Tbk. adalah pemerintah sebesar 76,36 persen dan sisanya dimiliki oleh publik.
C. Ringkasan Keuangan
PT Bank Negara Indonesia, Tbk. pada tahun 2010 mencatat laba bersih sebesar 4,1 triliun rupiah atau tumbuh sebesar 65,1 persen dari tahun 2009 yang mencapai 2,5 triliun rupiah, sedangkan untuk tahun 2008 laba bersih BBNI tercatat sebesar 1,2 triliun rupiah.
4.1.3 PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (BDMN) A. Informasi Umum Perusahaan
BDMN didirikan pada tahun 1956 sebagai Bank Kopra Indonesia. Di tahun 1976, nama tersebut kemudian diubah menjadi Bank Danamon Indonesia. Di tahun 1988, BDMN menjadi bank devisa dan setahun kemudian mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia).
BDMN merupakan salah satu institusi finansial terbesar di Indonesia. Sebagai bank universal, BDMN telah mengembangkan beragam bisnis perbankan, dari perbankan mikro melalui BDMN Simpan Pinjam, perbankan ritel hingga perbankan UKM & komersial, dan perbankan korporasi, serta layanan pembiayaan otomotif, asuransi
umum dan pembiayaan barang konsumtif melalui Adira Finance, Adira Insurance dan Adira Kredit.
B. Pemegang saham
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. menjadi perusahaan publik pada tahun 1989. Komposisi pemegang saham BDMN. sebesar 67,42 persen dimiliki oleh PT Asia Financial (Indonesia) PTE, Ltd dan 32,58 persen dimiliki oleh publik.
C. Ringkasan Keuangan
Di akhir 2010, BDMN berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 88 persen menjadi 2.883 miliar rupiah dari 1.532 miliar rupiah di 2009, terutama didorong peningkatan pendapatan bunga bersihdan pendapatan operasional lainnya, sedangkan untuk tahun 2008 BDMN membukukan laba bersih yang hampir sama dengan tahun 2009 yaitu 1,53 triliun rupiah.
4.1.4 PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (BBRI) A. Informasi Umum Perusahaan
PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. awal mulanya didirikan oleh Raden Aria Wiriatmaja pada tanggal 16 Desember 1895 dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden. Setelah beberapa kali mengalami perubahan nama seperti Syomin Ginko pada masa pendudukan Jepang, pada 22 Februari 1946 Pemerintah Indonesia mengubah lembaga ini menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946, dan BRI menjadi bank pertama yang dimiliki Pemerintah Republik Indonesia.
PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. merupakan salah satu bank terbesar dan tertua di Indonesia. Saat ini, BBRI berkantor pusat di Gedung BRI I, Jl. Jendral Sudirman Kav.44-46, Jakarta 10210, Indonesia.
B. Pemegang saham
PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk mencatatkan dirinya di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 10 November 2003 dengan porsi kepemilikan 56,67 persen dikuasai oleh pemerintah dan 43,23 persen dimiliki oleh masyarakat.
C. Ringkasan Keuangan
PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. membukukan laba bersih sebesar 11,5 triliun pada tahun 2010 meningkat dari pencapaian tahun 2009 sebesar 7,3 triliun rupiah sedangkan untuk tahun 2008 laba bersih BBRI tercatat sebesar 5,9 triliun rupiah.
4.1.5 PT Bank Mandiri, Tbk. (BMRI) A. Informasi Umum Perusahaan
PT Bank Mandiri Tbk. didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia, digabungkan ke dalam BBRI.
B. Pemegang saham
PT Bank Mandiri Tbk. melakukan penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 13 Juli 2003. Sampai dengan 31 Desember 2010 kepemilikan saham terbesar dimiliki oleh Pemerintah Indonesia sebesar 66,68 persen dan sisanya oleh publik sebesar 33,32 persen. Bank Mandiri dimiliki oleh 19.250 pemegang saham. Jumlah pemegang saham tersebut terdiri dari 18.177 pemegang saham domestik dan 1073 pemegang saham asing serta 44persen dari total pemegang saham yang tercatat tersebut merupakan pegawai PT Bank Mandiri Tbk.
C. Ringkasan Keuangan
PT Bank Mandiri Tbk. berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2010, BMRI berhasil meningkatkan Laba per saham tahun 2010 sebesar 28,4 persen dari 342 rupiah pada tahun 2009
menjadi 439 rupiah. Total laba operasional BMRI mencapai 13.737 miliar rupiah, sementara laba bersih tumbuh 28,8 persen mencapai 9.218 miliar rupiah.
4.2. Analisis teknikal
4.2.1 Simple Moving Average A. PT Bank Central Asia, Tbk.
Selama periode Februari 2010 – Januari 2011 pergerakan saham BBCA menunjukkan berbagai aktivitas tercatat sebanyak satu sinyal golden cross atau bullish dan 2 sinyal dead cross atau bearish.
Gambar 6. Simple Moving Average BBCA Periode Februari 2010-Januari 2011
Pada triwulan II yaitu periode dari bulan Mei – Juli tercatat satu titik golden cross yaitu pada tanggal 2 Juni 2010 pada harga 5450. Garis merah pada Gambar 6 yang merupakan MA (5) memotong ke atas garis biru yang merupakan MA (23) dan ditunjukkan oleh panah berwarna biru.
Grafik terus menunjukkan kenaikan pada triwulan III, sehingga disarankan kepada para investor untuk mempertahankan saham BBCA pada triwulan III. Akan tetapi pada triwulan IV grafik saham BBCA mengalami tren menurun tercatat satu sinyal jual atau dead cross pada tanggal 18 November pada harga 6850, maka kegiatan membeli saham tersebut dapat dihentikan dan beralih untuk menjual saham tersebut.