• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGAWASANNYA

P

andemik COVID-19 mengakibatkan berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Universitas Padjajaran sebagai salah satu instansi Perguruan Tinggi Negeri memiliki peran vital dalam penanggulangan pandemik ini. Inspektorat Utama Kemenristek/

BRIN melakukan wawancara dengan Direktur Keuangan yang mewakili Rektor Unpad, Dekan Fakultas Universitas Padjajaran yang juga selaku Ketua Satgas COVID 19, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Ketua serta staff Satuan Pengawas Internal Unpad terkait apa saja yang dilakukan oleh Universitas Padjajaran

dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 terutama di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap).

Berikut hasil wawancara dengan Direktur Keuangan Unpad:

Dalam menangani pandemi COVID-19, apa kebijakan Pimpinan yang diterapkan oleh Universitas Padjajaran?

Dalam penanganan dampak, Unpad membentuk satgas pencegahan dan penanggulangan

REPORTASE REPORTASE

Page

Page 28 | 28 | INFESTERAINFESTERA | | Vol. VIIIVol. VIII

COVID-19. Satgas dibentuk untuk internal Unpad dan juga berkontribusi membantu ke luar.

Fungsinya diharapkan untuk mencegah dan jika terjangkit dapat dimitigasi. Pembentukan satgas tersebut dibuat sejak diumumkan kasus pertama yaitu tanggal 1 Maret.

Kami melakukan diskusi untuk memitigasi, protocol kesehatan juga diterapkan, mengikuti sejak Jakarta juga mulai melakukan pengetatan.

Minggu kedua kami membuat skenario untuk menghentikan perkuliahan secara offline atau tatap muka, dikarenakan risikonya yang sangat tinggi. Mahasiswa itu ada 36.000 orang, sulit sekali untuk mengendalikan interaksi dan karantinanya jika sampai terjadi kasus. Terbitlah kebijakan rektor untuk mengganti tatap muka dengan daring atau pembelajaran jarak jauh.

Adapun dosen work from home dengan mengajar daring dari rumah, sedangkan untuk tenaga pendidik dan para pejabat semenjak 19 Maret semua work from home, ketika mulai adaptasi baru kombinasi work from home dan work from office.

Tadi penjelasan terkait dengan unsur tri dharma Pendidikan/pengajaran, adapun untuk riset atau penelitian terdapat beberapa riset yang terganggu karena sulit turun ke lapangan. Untuk melakukan penelitian di lab pun masih khawatir saat di awal-awal. Adapun riset di era pandemi COVID-19 itu dipimpin oleh Bapak Rizki selaku ketua LPPM. Konten dari penelitian juga diarahkan untuk meneliti seputar COVID-19. Pengabdian masyarakat juga diarahkan seputar COVID-19.

Riset yang dilakukan oleh Unpad berkolaborasi dengan berbagai pihak. Contohnya laboratorium kami ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan untuk menjadi laboratorium jejaring, sekaligus mendapatkan amanah dari Pemerintah Provinsi, yaitu Lab BSL 2 di Rumah Sakit Pendidikan Unpad.

Lalu setelah Lab BSL 2 ada juga Lab BSL 3 yang merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa pihak dan berfungsi untuk menjadi container penjemput pasien juga untuk melakukan tracing.

Kami juga menciptakan aplikasi bernama AMARI sebagai alat deteksi dini, berguna untuk tracing.

AMARI tersebut dimanfaatkan juga selain Unpad yaitu ITB dan Pemerintah Daerah Sumedang.

Kami bekerjasama dengan Biofarma dalam uji coba vaksin SINOVAC, tenaga ahlinya dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dan beberapa fakultas lain seperti farmasi dan lainnya yang dipimpin oleh Prof Kusnadi. Pada saat ini ada sekitar 1000 mahasiswa di asrama, dikarenakan jika pulang malah sulit untuk melakukan perkuliahan. Fasilitas di rumah kurang, kebanyakan anak bidikmisi. Kami berikan fasilitasi pada mahasiswa yang di asrama berupa dapur umum untuk mereka makan.

Kami melakukan riset yang berasal dananya dari Unpad, juga dari Kemendikbud, dana dari Kemenristek/BRIN, serta alumni. Kami gunakan juga dana dari alumni untuk penyediaan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bagi anak asrama diingatkan untuk jangan pulang dulu sampai UAS, bahkan pulang juga kami fasilitasi.

Waktu itu juga sempat ada keramaian di Twitter

#UnpadKokGitu, lalu kami melakukan dialog online dengan perwakilan mahasiswa. Namun karena interaksi online, jadi tidak tersampaikan maksudnya. Maka karena tetap ramai di media sosial, kami melakukan dialog tatap muka antara rektor dengan perwakilan BEM terkait skema pengurangan dan pencicilan UKT. Setelah dilakukan dialog, mahasaswi mulai menerima.

Awalnya mahasiswa keberatan karena kebanyakan syarat, namun ketika ditanyakan lalu solusinya bagaimana untuk memastikan bahwa data tidak dipalsukan, akhirnya mereka setuju.

Ketua Satgas COVID-I9 Universitas Padjaran adalah Dekan Fakultas Kedokteran Unpad. Tenaga satgas dari Unpad dan para relawan. Pemerintah mendukung untuk uji vaksin dengan Biofarma.

Uji validitas dilakukan pada tes cepat berbasis antigen. Untuk lebih lengkapnya akan dijelaskan oleh ketua LPPM terkait riset.

Dalam menangani COVID-19, bagaimana peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unpad?

Pada bulan Maret, Unpad ditutup kecuali laboratorium untuk melakukan penelitian terutama yang berkaitan dengan COVID-19.

Eijkman tetap berjalan untuk melakukan penelitian antigen. Laboratorium yang dibuka itu adalah Eijkman dan kerjasama dengan Universitas Singaperbangsa Karawang.

Setelah relaksasi, laboratorium mulai dibuka untuk riset dengan protokol-protokol tertentu.

Penelitian lapangan juga mulai dilakukan tetapi penelitian lapangan tidak dilakukan pada zona merah. Terdapat beberapa mitigasi terkait adanya COVID-19. Pertama, dosen tetap diberikan peluang untuk melakukan tri dharma penelitian atau riset dengan beberapa ketentuan baru. Riset yang dilakukan yaitu yang bersifat darurat dari

Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, BRIN, LPDP, dan proses penelitian sampai pertanggung jawaban mengacu pada sumber dana. Terdapat beberapa inovasi penelitian untuk dilakukan mahasiswa juga beberapa dosen yaitu riset yang bisa dikerjakan di rumah dengan artikel literature review, dan menggunakan data sekunder. Adapun pengelolaan menyesuaikan dengan protocol COVID-19, review tidak dilakukan dengan tatap muka namun dilakukan secara daring melalui akun yang merecord secara daring pula. Monitoring dan evaluasi pun dilakukan secara online. Reviewer melakukan review atas self-assessment yang dilakukan oleh tim peneliti. Self-assessment dilakukan engan pengumpulan bukti penelitian.

Unpad melakukan penelitian juga berkaitan dengan kebijakan pasca COVID-19, karena kesehatan mental dan ekonomi akan terdampak.

Unpad melakukan penelitian terkait upaya untuk pemulihan ekonomi dan pemulihan kesehatan mental. Pemeriksaan terkait COVID-19 dilakukan Unpad bekerja sama dengan BNPB, Kemenkomarves, Kemendikbud, dan instansi pemerintah lainnya. Beberapa industri juga mengujikan obat mereka dengan tenaga ahli dari Unpad.

REPORTASE REPORTASE

Page 30 | INFESTERA | Vol. VIII

Bagaimana peran Ketua Satgas COVID-19 Unpad dalam menangani pandemic COVID-19?

Ketua Satuan Tugas COVID-19 Universitas Padjajaran yaitu dekan Fakultas Kedokteran.

Unpad. Pada bulan Maret dari rektorat mengeluarkan surat tugas terkait tim pencegahan dan kewaspadaan COVID-19. Dekan FK Unpad ditunjuk sebagai ketua, wakilnya berasal dari Fakultas Keperawatan, dan anggotanya terdiri dari tim klinis dan klinik Unpad. Anggota satgas juga terdiri dari Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Adapun satgas COVID-19 Unpad memiliki Key Performance Indicator yaitu diupayakan jangan sampai ada kasus di kampus. Tim satgas COVID-19 Unpad juga menjadi Think Tank apabila rektor akan membuat keputusan atau kebijakan terkait COVID-19 akan berkonsultasi dengan tim ini. Adapun tim satgas COVID-19 Unpad ini juga beberapa adalah anggota satgas Pemprov Jawa Barat. Tim satgas pun terus melakukan penambahan dan pembaharuan peralatan, termasuk contohnya melakukan penanganan ketika Kemendikbud lockdown karena ada beberapa kasus positif, tim satgas Unpad yang melakukan screening.

Terkait dengan pengajaran, mahasiswa melakukan pembelajaran jarak jauh semenjak kasus positif pertama. Lalu setelah adaptasi baru beberapa mahasiswa dapat ke kampus namun dengan peningkatan literasi, setiap orang yang akan ke kampus harus mengikuti e-learning terkait COVID-19 ada ujiannya, kalau lulus baru diperbolehkan untuk ke kampus.

Unpad juga mengembangkan Aplikasi Mawas Diri atau disingkat AMARI. Aplikasi ini berguna untuk melakukan tracing dan stratifikasi risiko berkaitan dengan gejala yang dialami juga perekaman kontak erat. Gejala dan kontak

erat merupakan dasar melakukan tracing dan screening. Sehingga tim satgas dapat melakukan perlindungan dan arahan, apakah kontak perlu dites atau tidak. Tes juga dilakukan pada tenaga pendidik. Tim satgas COVID-19 Unpad berharap resiliensi kampus positif dapat dikendalikan di bawah 5%.

Menurut Tim Satgas COVID-19 Unpad Germas atau Gerakan Masyarakat Sehat perlu digalakkan sebagai upaya untuk promotif dan preventif.

Germas dapat meningkatkan imun sehingga daya tahan tubuh kita menjadi lebih baik. Unpad juga melakukan penelitian terkait genom sequence, Unpad berhasil mengirimkan 14 database genom sequence. Unpad juga bekerjasama dengan ITB dalam meneliti dan mengembangkan ventilator.

Ventilator digunakan pra ICU (Intensive Care Unit), sebagai upaya untuk mencegah pasien di keadaan kritis. Terdapat crowdfunding yang dikumpulkan oleh masyarakat untuk pengadaan ventilator dan disebar di berbagai rumah sakit.

Adapun vaksin sudah sampai tahap dua kali penyuntikan pada relawan. Monitoring dilakukan untuk mendeteksi apakah ada efek samping yang dirasakan relawan terkait vaksin tersebut.

Kapasitas produksi dari BUMN Biofarma besar, namun bibitnya sedikit. Maka dari itu, kapasitas bibit ditingkatkan dengan para Menteri membeli dari berbagai negara. Unpad juga melakukan beberapa penelitian terkait inovasi lab dengan meneliti dan mengembangkan transport medium berupa ice less transport. Plate juga dibuat mandiri sehingga dapat menjadi alat penunjang sampai dengan 650.000 per pemeriksaan. Uji sensitifitas juga terus dilakukan karena adanya kemungkinan hasil false positif dan false negatif. Unpad juga terus melakukan upaya terkait pengurusan ijin edar hasil penelitian dan komersialisasi dengan industri.

Tim satgas COVID-19 Unpad juga berencana untuk mengadakan COVID week, untuk mereviu apa saja yang telah dilakukan oleh Unpad, progress dan hasilnya seperti apa, dan 2021 akan berencana untuk melakukan apa saja terkait penelitian COVID-19.

Bagaimana peran SPI dalam melakukan pengawasan pada PTN di masa pandemi COVID-19?

Unpad mendapat pendanaan dari berbagai pihak antara lain dari Kemendikbud dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. SPI pun terus berkoordinasi dengan satgas dan PPK. Adapun terkait serapan dana itu dilakukan menyesuaikan aturan yang berlaku. Pengadaan barang dan jasa mengacu pada peraturan LKPP. Terkait dengan serapan anggaran, SPI melakukan crosscheck pada tim teknis khususnya pada tim keuangan.

SPI juga jajaran pimpinan terus mengingatkan jika dana sulit untuk direalisasikan, agar dikembalikan. Penyerapan juga terus diupayakan untuk tetap compliance dan sesuai aturan yang ada. SPI melakukan pemantauan pergerakan kegiatan penyerapan melalui data yang ada di bagian keuangan. Laporan semester satu belum release karena menunggu dari bagian keuangan terkait serapan anggaran. SPI juga melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Tim Satgas COVID-19 dengan melakukan pendampingan. SPI terus mengingatkan kepada Tim Satgas COVID-19 agar melakukan penyerapan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Terdapat blind spot setelah prototype yang dibuat oleh peneliti kan ada hilirisasi.

Bagaimana kebijakan perjanjian kerjasama terkait sharing pendapatan?

SPI memastikan kontrak yang disusun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan maupun aturan yang ada, namun akan dikaji kembali terkait sharing soal pendapatan tadi.

Pada penelitian yang dilakukan Unpad terkait COVID-19 ada penelitian yang bekerjasama dengan BUMN, sedangkan BUMN memiliki auditor internal dan auditor eksternal juga seperti akuntan publik. Penelitian yang bersumber dari LPDP itu Kemenkeu punya auditor internal Inspektoratnya, kerjasama Unpad dengan ITB juga masing-masing memiliki SPI. Bagaimana koordinasi antar pengawas internal tersebut?

SPI Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum itu saling berkomunikasi, bahkan kami memiliki grup berisi SPI-SPI dari berbagai PTN-BH. Kami SPI Unpad juga berkomunikasi dengan auditor internal dan juga akuntan publik.

Apakah ada kendala terkait koordinasi lintas sektoral tersebut?

Mungkin keterbatasan SDM ya untuk SPI Unpadnya, karena lingkup kerja besar Ittama Kemenristek/BRIN

Bagaimana koordinasi dengan Inspektorat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat?

SPI terus berkomunikasi dengan Pemprov.

Bahkan Pemprov kerap meminta terus didampingi oleh Unpad. Sepertinya Koordinasi antara Unpad dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat baik, terbukti dari Pak Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat menjadi relawan vaksin pertama yang diteliti oleh Unpad. (Nesya)

REPORTASE

Page 32 | INFESTERA | Vol. VIII

DAFTAR PRIORITAS PENERIMA

Dokumen terkait