Riset Media di Indonesia pada umumnya dilakukan dengan outsourcing yakni dikerjakan oleh pihak lain. Pihak tersebut salah satunya adalah Nielsen Media Research. Nielsen Media Research dan AGB Nielsen media Research adalah perusahaaan multinasional dan merupakan leader dalam riset dan analisis. Perusahaan ini menawarkan pengukuran audiens televisi dan radio, layanan informasi advertising, readership dan riset-riset khusus yang disesuaikan dengan permintaan klien.
Di seluruh dunia, Nielsen media Research dan AGB Research berfokus pada pengukuran media untuk membantu memenuhi kebutuhan industri mengenai informasi media sebagai cara berkomunikasi dan memasarkan kepada konsumen. Nielsen mencoba menjawab pertanyaan dengan informasi mengenai media dan pasar secara mendalam, komprehensif, profesional dan dengan alat analisis yang tepat. Data ini diperlukan untuk mrngidentifikasi aktivitas bisnis dan menciptakan kerangka kerja yang paling baik dalam pengambilan keputusan di bidang media dan market. Dengan keunikan dalam riset pasar secara cepat, akurat, bermutu dan jangkauan yang luas, Nielsen membantu untuk memenangkan klien dalam pasar.
Nielsen Media Research berada di 40 negara di Asia Pasifik, Afrika, amerika dan Eropa. Nielsen juga menawarkan intelijen informasi periklanan di 28 negara. Dengan mitra-mitranya, Nielsen dapat melakukan riset di 70 negara atau setara dengan 85% dari belanja iklan dunia.
AGB Nilesn Media Research adalah perusahaan global di bidang penukuran audiens televisi (television audience measurement/TAM). Setiap hari, Nielsen melakukan penelitian yang berguna untuk televise, agensi dan pengiklan secara independent, reiable dan transparan.
Di Indonesia, Nielsen bergabung dengan sebuah lembaga riset terkemuka, Survey Research Indonesia (SRI) pada tahun 1994. SRI sendiri sudah berdiri sejak 1976. Sejak 2005, ada tiga brand Nielsen yang beroperasi di Indonesia yaitu: ACNielsen, Nielsen Media Research (NMR) untuk media non televisi dan AGB-Nielsen Media Research (AGB AGB-Nielsen) khusus untuk media televisi
ISTILAH DASAR DALAM RISET MEDIA
Universe: total person atau rumah dalam sebuah populasi
Target Audiens : kelompok individu dalam sebuah wilayah yang dijadikan sebagai target dari sebuah kampanye iklan. Biasanya didefinisikan dalam istilah yang spesifik yakni demografis, psikografis atau karakteristik kepemilikan.
Market: sebuah wilayah tertentu dalam sebuah negara, misalnya metropolitan, regional, kota dan sebagainya
Coverage: potensi sebuah media secara geografis. Dalam pengukuran audiens TV, coverage didefinisikan sebagai rumah atau individu yang dapat menerima sinyal televisi dalam sebuah wilayah yang spesifik.
Istilah dalam pengukuran audiens televisi
TV Population : Semua individu yang berusia lima tahun ke atas (5+) dari rumah tangga yang memiliki televisi yang dapat menangkap siaran, dalam wilayah survei
TV Viewers : seluruh anggota dari TV population yang berada dalam ruangan pada saat televisi menyala
Rating : persentase audiens dari populasi atau populasi target, yang menonton televisi dalam sebuah periode waktu (minimum 1 menit = menonton minimal 17 detik secara terus menerus
Program Rating : angka rata-rata dari audiens selama penayangan sebuah program yang ditunukkan sebagai persentase dari sampel. Program rating point dapat didasarkan pada waktu terpendek yakni 1 menit
Program rating (%) =
Audiens selama program TV ttt X 100% Universe
Commercial Rating : Jumlah rata-rata audiens selama jeda komersial ditunjukkan sebagai persentase dari total kelompok sampel.
Commercial Rating (%) =
Audiens selama jeda komersial X 100% Universe
Gross Rating Points (GRPs) : jumlah seluruh rating dari semua program dalam sebuah skedul
Target Audience Rating Points (TARPs) : persentase dari individu yang memiliki kesempatan menonton program tanpa memperhitungkan dupliasi
Share (of audience): persentase dari total audiens yang ada, yang sedang menonton suatu program pada jam tertentu
Share =
Jumlah penonton X 100% Total audiens
Channel share: persentase dari audiens TV, pada sebuah chanel dalam periode waktu tertentu
Channel share =
Audiens sebuah chanel X 100% Total audiens
Rating Index : ukuran efisiensi sebuah program dalam menjangkau target audiens tertentu
Index = TARPs X 100% Rating total audiens Rating vs Share TV Population10.000 Penonton 4.000 TV 1 2000 TV 2 1000 TV 3 1000 TVR Ratings TV 1 20% TV 2 10% TV 3 10% Channel Share TV1 50% TV2 25% TV3 25%
Pengukuran audiens televisi (television audience measurement/TAM) oleh AGB-Nielsen Media Research Indonesia telah dilakukan sejak tahun 1991. Saat itu, alat yang digunakan masih menggunakan buku harian (Diary Rating Service) yang diisi secara manual oleh responden. Mulai tahun 1997, digunakan Peoplemeter System untuk lebih menjamin akurasi pengukuran menit per menit.
Pengukuran rating televisi ditujukan bagi advertiser, advertising agency dan stasiun televisi untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik dan preferensi pemirsa televise di kota-kota besar di Indonesia Metodologi TAM
Alat: peoplemeter Pengambilan sampel
Populasi di ambil di sembilan kota yaitu Greater Jakarta, Greater Surabaya, Semarang, Medan, Bandung, Makasar, Yogyakarta+Sleman+Bantul, Palembang, Denpasar. Pertama-tama dilakukan establishment survey yakni penelitian untuk mengetahui jumlah rumah tangga yang mempunyai televisi dalam keadaan baik. Penarikan sampling dilakukan dengan menggunakan stratified random sampling berturut-turut dari tingkat kotamadya, kecamatan, kelurahan, RW dan RT. Apabila anggota sampel telah ditemukan, selanjutnya diadakan percobaan selama dua minggu pertama untuk mengetahui pola menonton. Jika masa percobaan telah terlamapui, diadakan agreement dengan responden
Televisi yang disurvey sebanyak 1.645 rumah tangga atau 7.115 individu sebagai sampel. Jumlah ini mewakili 35,8 juta populasi televisi di seluruh wilayah penelitian
Performa menonton pemirsa dimonitor menit demi menit
Audiens yang dihitung adalah mereka yang berusia 5 tahun ke atas Pengumpulan data dikumpulkan per minggu secara on line (menggunkan
telepon) dan off line (diambil oleh petugas)
Sampel masih dilengkapi dengan block note untuk mencatat hal-hal lain secara kualitatif. Data ini dapat digunakan untuk melengkapi data kuantitatif
Apabila di Nielsen Indonesia lebih ditekankan pada riset di bidang pemirsa televisi, maka di Polling Center diperoleh informasi mengenai riset di bidang marketing dan iklan. Cakupan Riset Marketing adalah sebagai berikut:
Product Research
Promotion and Advertising Research Media Research
Segementation and Lifestyle Research Distribution Reseach.
Hal yang perlu dicatat adalah bahwa materi riset di bidang iklan, sebagian besar sudah sama dengan materi yang selama ini telah diajarkan di mata kuliah “Riset Iklan”. Namun apa yang didapatkan dari Polling Center jauh lebih detil.
Sebagai perbandingan, materi mata kuliah Riset Iklan secara umum mempunyai empat bagian besar yakni riset di seputar pesan-pesan iklan (message research), media yang dipakai (media researh), anggaran (money research) dan pasar sasaran dari iklan (market research).
Apabila dilihat berdasarkan waktu riset, maka materi mata kuliah ini dadapat dibagi dua yakni riset dilakukan sebelum iklan dibuat dan riset sesudah iklan diluncurkan.
Sedangkan bila dibagi berdasarkan metode yang dipakai, maka mata kuliah ini memberikan dua metode penelitian yaitu metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif. Kesemuanya itu perlu dilakukan dalam kegiatan riset iklan untuk mencapai satu tujuan: agar iklan tersebut dapat mencapai sasaran yang optimal.
Sementara itu, di Polling Center menyediakan berbagai detil penelitian iklan yaitu
a. Product Development Studies Concept Exploration Concept Testing Pre-Testing Post-Testing Home Placement Blind Product Test Packaging Test Brand Name Test
b. Promotion/Advertising Studies Concept Testing Pre-Testing Post-Testing Slogan Test
Copy Test/Headline and Body Copy Test Storyboard Test
Logo Test Jingle Test Image Test Pack Shot Test Endorser Test
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif (survey, sampling, menggunakan rumus statistik) dan kualitatif (wawancara mendalam, focus group discussion).
Hal baru yang didapatkan dari Polling Center adalah “Life Style Study”. Penelitian ini lebih dikenal sebagai “Penelitian Psikografis”, salah satu segmentasi dalam kegiatan pemasaran. Penelitian ini didasarkan pada pertanyaan mengenai Activity, Interest dan Opinions (AIOs) dari konsumen. Gunanya untuk mengetahui insight konsumen dan sebagai bahan pembuatan perencanaan dan me-manage bisnis dalam lingkungan yang berubah cepat.
Penelitian lifestyle tahun 2006 menggunakan metode kuantitatif; interview per rumah. Sampel diambil sebanyak 2000 di daerah urban dan 2000 di daerah rural. Daerah urban yang diambil sebagai daerah sampel adalah Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makasar. Sedangkan daerah rural yang diambil adalah Deli Serdang, langkat, Ogan Ilir, Prabumulih, Subang, Garut, Kendal, Banyumas, Sidoarjo, Lamongan, Sleman, Banjarbaru, Martapura, Maros dan Takalar.
Perbandingan pria dan wanita adalah 50% : 50%. Usia responden berkisar antara 15 sampai dengan 50 tahun.
Tingkat sosial ekonomi diambil dari strata A, B, C, D
Pada tahun 2006, tingkat sosial ekonomi konsumen Indonesia adalah
A1 di atas Rp 2.250.000 7% A2 Rp 1.750.000—2.250.000 7% B Rp 1.250.000—1.750.000 14% C1 Rp 800.000—1.250.000 26% C2 Rp 600.000—800.000 20% D 400.000—600.000 18% E di bawah Rp 400.000 8%